
Otniel menatap tajam ke arah Monika yang berbicara tepat di telinga, " mau apa kau sialan!!!" kesal Otniel seraya mengusap telinganya menunjukkan kalau dia tak nyaman dengan kehadiran Monika saat ini.
"Ekhmmm.. itu aku hanya ingin berbincang Karena anda adalah orangtua murid saya," ucapnya masih menjaga imagenya.
"Sialan, ini bukan sekolahan, wanita aneh!!" ketus Otniel, dia berdiri sambil menatap wanita itu namun tangannya masih menggenggam tangan Chelsea dengan erat, tak dilepaskannya sekali pun.
"Ahh maaf tuan Otniel yang terhormat, saya hanya menyapa sebagai seorang wanita yang pernah dekat dengan anda!" ucap Monika dengan lembut persis seperti ular yang tenang bersiap mendekati mangsanya.
"Wow, Niel pernah dekat dengan orang lain?" celetuk Luna.
"Dekat doang sayang tapi setelah tau aslinya dia menjauh sekian mil ton cahaya.." imbuh Gama.
"kau benar," ucap Luna.
"Dekat? sejak kapan? apa kau mau mati di tanganku!!" bisik Otniel di telinga Monika.
Seketika tubuh wanita itu gemetar, dia benar benar merinding ketakutan mendengar suara tajam Otniel bergema di telinganya dan berhasil membuatnya ketakutan.
Otniel kembali duduk, Monika hanya terbujur kaku. Tiba tiba seorang wanita berjalan melewati Monika dan...
klekk....
Kakinya diinjak dengan sengaja seolah dia tak melihat jalan,...
Brukk... pyuuurrr....
"A..aduh maaf, tanganku keseleo tadi, yaah gaunnya jadi kotor deh maafkan aku nona maaf, aku memang sengaja hahahaha....." celetuk wanita yang tak lain adalah si Mana Gorilla yang sedang menjalankan aksi pembalasan pada Monika yang dengan tega mengejek Edward yang sudah Dia Dea anggap sebagai putranya juga.
"Kau terlalu lamban kak Niel, aku tak sabar hihihi," kikik Diandra di dalam hatinya saat melihat wajah wanita itu benar benar syok namun tak bisa berkutik karena yang menyenggol badannya dan menginjak kaki serta menumpahkan minuman ke gaun mahalnya adalah nyonya muda Maureer.
" Aduh jadi kotor kan, maafkan aku," ucap Diandra seolah dia tak sengaja melakukan hal itu.
"Astaga wanita ini sudah mulai saja," batin Otniel.
"ahh tak apa nyonya saya tak apa, saya bisa bersihkan sendiri!" ucap Monika yang sedang menahan dirinya untuk tidak meledak saat itu..
"Aduhh maaf ya, ini salahku harusnya aku berhati hati, kupikir kau tadi tiang rumah karena gaunmu satu warna dengan tembok, aduhh maaf," celetuk Diandra sambil mengambil tisu yang dia bawa di dalam tas kecilnya.
__ADS_1
"Biar ku bersihkan!' ucap Dian sambil membersihkan bekas minuman tumpah di baju wanita itu dengan tisunya.
namun yang terjadi selanjutnya membuat Monika malah jadi kesal dan marah.
"Aduhh maaf ini gaunnya jadi merah merah,. ya ampun tisunya luntur!!!!" teriak Diandra Dnegan dramanya, namun tangannya masih belum berhenti mencoret coret gaun Monika dengan tisu yang terbuat dari pewarna yang jika terkena air akan luntur.
"Yaaa... apa yang kau lakukan pada gaunku!!' teriak Monika Sabil menahan tangan Diandra yang terus menerus merusak warna gaun nya.
"Maaf maaf aku tak sengaja!!!" ucap Diandra menarik tangannya dari Monika dengan wajah panik yang dibuat buat..
"Grrhhh... sudah kubilang tak apa apa heheh... air aku yang bersihkan sendiri nyonya," ucap Monika menekankan kata katanya.
Wanita itu pergi meninggalkan mereka dari sana sambil menarik gaunnya yang panjangnya sampai mata kaki itu.
srekkkkk.....
Terdengar suara kain yang robek dan berhasil membuat Monika terdiam saat merasakan angin berhembus di kakinya.
"Apa yang terjadi!" ucapnya sambil melihat ke belakang, dan disana Luna memegang gunting sambil merobek robek pakaian Monika sambil tertawa cekikikan bersama Diandra
Jika kedua Mama ini digabung maka hasilnya akan separah ini.
"Gaun mahal ya? maaf habisnya tanganku terlalu gatal untuk mencabik cabik manusia munafik akhirnya aku memilih mencabik cabik gaunmu, maaf ya, nanti minta uang lagi pada sugar Daddymu!' ucap Luna dengan tatapan licik sambil melirik Tuan Shena yang malah memalingkan wajahnya.
"Apa apaan ini nyonya Park, kenapa anda melakukan ini pada keponakan kami? dia ini perempuan baik baik!" teriak Nyonya Maya yang tak suka dengan perbuatan Luna dan Diandra pada keponakannya.
"Ehh... maaf, aku hanya menjalankan tugasku, sudah selesai dan aku puas," ucap Luna dengan nada Arogan bahkan lebih arogan dari yang bisa mereka pikirkan.
"Hiks hiks hiks... kenapa kalian melakukan ini? ini semua pasti karena dirimu Chelsea, kau membuat diriku buruk karena aku pernah menegur anak dokter Niel iya kan!!!" kali ini Monika memutarbalikkan semua fakta.
"A..aku? " Chelsea terbelalak, bis abisnya dia dituduh melakukan hal yang tak terpikirkan sama sekali oleh nya.
"Jadi semua kekacauan ini karena ulahmu dasar anak biadab!!" kali ini tuan Shena yang angkat bicara sambil menarik tangan Chelsea dan mencengkramnya dengan kuat.
"ikut aku anak sialan!" geram tuan Shena.
"Apa yang mau kau lakukan tuan Shena, dia sekarang milikku, bukannya kau sudah menjual putrimu, jadi tak ada yang bisa menyentuhnya kecuali atas seijinku!!" Otniel menarik tangan Chelsea dari genggaman tangan tuan Shena sambil menatap pria itu dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Aku harus memberinya pelajaran, dia sudah melukai Monika!" ucap Tuan Shena yang terlihat lebih perduli pada Monika.
Otniel geram, dia mencengkram leher pria itu dengan kuat dan menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kau pikir kau siapa, kau hanya parasit yang tega menjual putrinya hanya demi sejumlah uang yang tak seberapa itu, mau memberi pelajaran katamu?" Otniel menaikkan alisnya, kemudian dia menyeringai.
"ini pelajaran yang tepat untuk orangtua SEPE dirimu!" ucap Otniel, dia menendang bagian vital pria itu dan...
bughh...
"arkhhh...." Teriak tuan Shena terdengar sangat menyakitkan, Otniel menendangnya tepat di pusaka kebanggaan nya.
"Sialan!!!" teriak tuan Shena marah.
"Heh mau apa kau hah!!!" geram Gama.yang juga tak tahan dengan semua kebobrokan kedua orangtua dari tiga anak berbakat yang dikurung bak burung dalam sangkar emas itu.
"Apa yang kalian lakukan pada suamiku, Chelsea ini semua karena.kesalahnmu, seharusnya kau tidak pernah dilahirkan ke dunia ini!!" pekik Nyonya Maya yang melimpahkan semua kesalahan pada Chelsea.
Hancur dan retak hati Chelsea, dan dengan jelas dia melihat senyuman licik di wajah Monika, seolah mengatakan 'rasakan itu, kau dibuang sejak awal, kau bukan anak yang diinginkan sejak awal!'
"Papa Mama!!!!" pekik Vero dan Vernon yang marah, kini adalah bagian mereka untuk menghancurkan dan meluluhlantakkan seluruh kerajaan kesombongan dan arogansi kedua orangtuanya.
" Vero kemari bantu Papa!" panggil nyonya Maya yang berdiri disamping suaminya.
"membantu apa ma? supaya kami bisa sikat lagi seperti kerbau, diperintah dan disiksa setiap hari hah!!" teriak Vernon.
"Bicara apa kau ini!!!" teriak tuan Shena lagi.
Saat mereka sedang berbicara, Monika menarik tangan Chelsea yang tidak dipegang oleh Otniel karena fokus pada si kembar V.
"ikut aku jal4ng sialan, jangan teriak atau aku akan membunuhmu!" ancam Monika sambil menaruh belati di perut Chelsea.
kekacauan terjadi, pesta itu kini menjadi acara kehancuran keluarga Shena lebih tepatnya acara kehancuran tuan Shena dan Nyonya Maya yang arogan.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊