Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Tak dapat Jatah


__ADS_3

Diandra dan David serta Joel sedang duduk di dalam ruang santai, mereka baru saja kembali dari perjalanan mereka bersama Joel untuk mencari makanan yang diinginkan Diandra.


Ketiganya duduk bersila di atas karpet, Rumah besar itu kini sedikit sepi, sebab Keluarga Park sedang pergi ke kampung halaman Gama di Korea bersama si kembar sedangkan Otniel memilih tinggal di Indonesia sebab dia harus menjaga kondisi Diandra.


Nyonya Alena, Reva dan Sean sedang keluar untuk melakukan terapi rutin pada kaki Alena ditemani Joy dan Vasko yang selalu berduaan kemana mana.


"Emmm ini enak, di Jerman gak ada yang seperti ini," ucap Diandra sambil memakan tempe goreng dengan sambal cabai rawit yang sangat pedas namun seolah tidak ada pedasnya bagi Ibu hamil itu.


"Sayang ini terlalu pedas, apa tidak masalah pada baby?" David sedikit khawatir.


"Ummm sepertinya tidak, malah dia yang minta yang," jawab Diandra.


"Astaga apa Ibu hamil seperti dia ini? lihat wajahnya merah dan berkeringat karena cabai rawit itu tapi dia memakannya seolah memakan cokelat manis, aku heran melihatnya," Ucap Joel seraya berbisik pada David.


"Ya kau benar, sejak dia hamil makanannya aneh aneh, ini lagi masa dia minta eskrim pedas? apa tidak salah? belum lagi teh manis tapi gak boleh pake gula, ada ada saja,' bisik David.


"Ya kau benar, seperti nya Diandra mulai aneh," tambah Joel.


"Membicarakan aku ya hmm??" Diandra mencubit telinga mereka berdua sambil memberikan tatapan tajam.


"Awhh... shhh awhhh... bukan kamu Yang, kita lagi bicarain induk Bebek di belakang rumah," ucap David sambil meringis kesakitan.


"Iya bukan kamu, emangnya kamu bebek ? sakit tauuu..." Gerutu Joel sambil mengusap usap telinganya yang sakit.


"Heh dasar, kerjanya ngeles aja, apa aku mintanya aneh aneh terus ya? huh kalau gitu aku gak mau makan!" ketus Diandra sambil meletakkan gorengannya dan duduk membelakangi mereka berdua sambil memasang wajah kesal.


"Kalian jahat huaaaa.... aku mau makan tapi dikatain aneh, dikatain ini itu huaaaa.... jahat hiks hiks hiks hiks...." Diandra menangis, dia merengek karena kelakuan kedua pria itu.


"Loh loh menantu Mami kenapa sayang, kenapa nangis hmm?" Mikha yang baru tiba dari Panti Asuhan yang dia kelola bersama suaminya langsung menghampiri Diandra Yang menangis.


David dan Joel saling menatap, si nyonya Besar tiba, perlahan lahan mereka berdua mundur sebelum terkena amukan nyonya besar Maurer itu.


Tuk... Sreettt....


"Heh mau kemana hmm? setelah membuat menantuku menangis kalian mau lari? iya?" Papi Aiden sudah berdiri dan memegang kerah mereka berdua.


David dan Joel menatap pria itu sambil nyengir kuda.


"Hehehhe... Papi( Om) " ucap mereka berdua sambil memasang senyum kaku.


"Ada apa sayang?" tanya Mikha dengan lembut.

__ADS_1


"Dian dikatain bebek sama mereka berdua Ma huaaa..... mereka jahat hiks hiks hiks... Dian makan ini semua tapi dikatain aneh, apa salah kalau Dian mau makan es krim pedas Ma? Dian juga minta teh manis tapi gak pakai gula, kan simple aja, kenapa dikatain aneh huaaaa..." Rengek ibu hamil yang sedang dalam masa manjanya itu.


"Bu... bukan begitu maksud nya Yang, kita cuma mikir kamu aneh aja gitu apa enak makan es krim pedas iya kan Jo,"ucap David sambil melirik Joel.


"I... iya bukan berarti kamu gak boleh makan," ucap Joel.


"Huaaa... tuh kan Dian dikatain aneh ..." Diandra merengek kembali.


"Memang aneh sih nak, masa iya kamu makan es krim pedas, rasanya gimana dong?" celetuk Aiden yang sepemikiran dengan David dan Joel.


"Nah tuh Papi Setuju sayang," ucap David yang masih membela dirinya.


"Ck... dasar anak anak bodoh, kau juga begitu, seperti tidak pernah menghadapi wanita hamil saja!" kesal Mami Mikha sambil menatap mereka bertiga.


"Hushh sudah sayang, kamu gak aneh,itu normal namanya juga lagi hamil, mereka itu yang aneh, Papi juga, dasar sudah tua juga tapi masih aja gak bijak!" kesal Mami Mikha.


"Hiks hiks hiks... tapi Dian boleh kan makan pedas? pengen banget Ma," ucap Diandra.


"Boleh kok sayang, itu gak masalah ke kandungan kamu tapi Masalah ke perut kamu, makannya jangan kebanyakan, secukupnya aja biar kamu gak diare," ucap Mikha memberi pengertian pada Diandra.


"Mami penyelamat kami, thank you Mamii!!" seru David di dalam hati saat melihat Diandra bisa tenang bersama Mikha.


"Sudah jangan menangis Dian, maaf ya heheheh... habis Lucu Lihat kamu nangis hahahhahaha...." Joel tergelak, sejujurnya dia sengaja ingin melihat Diandra menangis.


"Ck... kak Joel bikin kesal, Kak David nanti gak dapat jatah, besok juga gak boleh seminggu ke depan juga gak boleh!" ucap Diandra dengan tegas.


"Bagus nak kau melakukan hal yang benar hahahahahah..." Mami Mikha tergelak saat melihat Diandra melakukan hal yang sama seperti yang dulu dia lakukan pada Aiden jika sedang Marah .


Papi Aiden dan Joel cekikikan melihat wajah pias David yang tidak akan mendapatkan jatahnya seminggu ke depan, pria itu langsung lesu .


"Bwahahhahaha.... ternyata buah jatuh tak jauh dari tanahnya hahahha...." Aiden tertawa terbahak-bahak mengejek anaknya sendiri.


"Dari pohonnya Om bukan tanahnya, " ucap Joel.


"Yang please jangan itu dikurangi ya maaf deh maaf gak lagi deh... haishhh ini semua gara gara dirimu Joel, akhhhh.... " David sudah frustasi memikirkan kalau dia tidak akan bisa menjelajah lagi untuk seminggu ke depan.


"Puasa itu ada baiknya David hahahah.... selamat menikmati puasamu, hahahahah" Joel tergelak, David benar benar frustasi memikirkan hal itu.


"Yang Jangan ya please, aku akan lakukan apa pun tapi jangan itu ya please," pinta David sambil bersimpuh di depan istrinya.


"Huh... gak mau, pokoknya nggak boleh selama seminggu! Titik sebesar Monas!" ucap Diandra, David langsung berwajah Lesu, pasrah dengan keadaan dan tak bisa melawan, Ibu hamil memang ada ada saja tingkahnya.

__ADS_1


Mikha, Aiden dan Joel Tertawa terbahak-bahak, sungguh kasihan David yang dikurangi jatah hariannya oleh Diandra.


"Makanya jangan Ngadi Ngadi kamu nak, kasihan HAHAHHAAH..." Mikha mengejek anaknya sendiri.


"Huh... tak apalah, selama istriku Ini senang," ucap David yang pasrah.


"Aduh dasar Bucin!" ucap mereka.


Sementara mereka menikmati hari mereka di rumah besar Park, Otniel sedang berjalan menuju taman dimana dia bertemu dengan Edward waktu itu.


Pikirannya tak bisa lepas dari bocah kecil yang tampan itu. Dia berjalan menuju taman sendirian setelah pamit pada Diandra dan yang lainnya.


"Kenapa aku jadi kepikiran pada Edward ya? sudah seminggu, bagaimana keadaan anak itu, Haihh... seharusnya kucari tau siapa pria bajingan itu!" kesal Otniel.


Dia berjalan, Hari sudah mulai gelap dan tak ada orang di taman itu.


dia berjalan menuju kursi dimana dia duduk hari itu, dia melihat ada dua orang sedang tidur di atas kursi itu sambil meringkuk, terdengar Isak tangis disana.


"Mom... hiks hiks hiks... Mom bangun! Mommy huaaa......


Deghh...


Mata Otniel terbelalak saat mendengar suara anak kecil yang dia sangat ingat itu.


Seketika Otniel berlari menghampiri mereka.


"Edward!" panggil Otniel dengan nada khawatir.


Edward, bocah kecil itu menoleh tangisnya langsung tumpah saat melihat Otniel disana.


"Daddy?" ucapnya dengan suara getir.


"Daddy Nieel!!!!" pekik Edward sambil menangis dan memeluk kaki Otniel dengan erat.


"Ya Tuhan, nak kenapa kau disini?" Otniel terkejut bukan main, Dia langsung menggendong bocah kecil itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉


__ADS_2