
drap... drap... drap... Deru langkah kaki Otniel, Chelsea dan si kembar Park terdengar memasuki rumah besar Park. Otniel yang menjadikan pujaan hatinya menjadi umpan membawa gadis yang sedang dalam kondisi tidak baik baik saja itu ke dalam rumah besar Park.
Selama perjalanan, Chelsea hanya diam membisu, dalam otaknya dia entah sedang memikirkan apa. Dia melamun, tubuhnya lemah, tak ada semangat, tatapan matanya sendu dan wajahnya sedikit pucat bahkan kulitnya terasa dingin.
Swosshhh...... Angin berhembus, menerpa pepohonan di malam hari menyapu lembut wajah Chelsea yang akan masuk ke dalam rumah. Tubuh gadis itu sedikit gemetar karena angin dingin yang langsung menyentuh kulitnya yang hanya berbalutkan gaun berukuran medium yang panjangnya sampai di atas mata kaki.
"Kau kedinginan?" tanya Otniel yang mencoba membuka topik pembicaraan dengan Chelsea namun gadis itu malah diam dan sangat diam sejak kejadian di rumah keluarga Shena tadi.
Tidak ada ekspresi entah sedih, bahagia atau sedang kalut, Yang ada hanya wajah jutek yang dingin dan tak acuh sama sekali dengan lingkungannya.
Otniel menatap gadis itu, namun yang ditatap hanya terlihat seperti mayat hidup, seperti patung yang terbuat dari porselen pucat, diam kaku dan tak bergerak sama sekali.
"jangan dipaksakan," bisik Luna yang berjalan di dekat mereka berdua. Otniel mengangguk paham, dia juga sedih dengan kondisi Chelsea saat ini, tapi tak ada hal spesifik yang bisa dia lakukan untuk me hibur Chelsea.
Sementara itu Chelsea sendiri sedang kalut dengan pikirannya yang rumit, berkali kali menyesali diri dan menghina dirinya sendiri.
POV Chelsea
Aku masuk lagi ke tempa yang tak ku kenali, dilemparkan ke berbagai tempat, menyedihkan sekali. Tak pernah punya astu tempat yang bisa ku sebut sebagai rumah, tempat yang nyaman untuk kutinggali dan tempat dimana aku diterima sepenuhnya.
Dijual oleh keluarga ku sendiri, di beli oleh orang yang kusukai dan yang jelas dia menaruh hati pada orang lain bukan pada diriku.
Kejadian tadi berputar terus di kepalaku, kata kata Monika itu, bena benar membuatku jatuh dalam sekejap. Anak haram? apa benar aku bukan anak yang mereka inginkan? tapi aku anak kandung mereka, semua data yang kami miliki adalah data asli.
Sudah tak diharapkan, tak mendapat kasih sayang dan juga tak dipedulikan. Aku hanya dianggap sebagai penghasil uang dan penghasil aset ratusan juta.
POV author
Chelsea dibawa pulang ke kediaman keluarga Park. Gadis itu akan tinggal disana mulai hari ini.
Otniel membawa Chelsea menuju sebuah kamar yang sudah dipersiapkan untuk ditempati oleh Chelsea.
"Chel kau istirahatlah disini, semua akan baik baik saja," ucap Otniel, namun Chelsea masih diam dan tampak melamun.
Otniel menggelengkan kepalanya, ibu pertanda buruk baginya.
"Sialan kau wanita jal4ng, beraninya kau membuat Chelsea jadi seperti ini!!!" geram Otniel.
__ADS_1
"Chelsea!" panggil Otniel dengan nada tegas.
gadis itu tersentak, kali ini dia mengangkat kepalanya dan menatap Otniel.
"Kenapa kau diam saja? apa kau tidak punya mulut untuk bicara?" ketus Otniel, situasinya mulai membosankan.
"Maaf," cicit gadis itu sambil kembali menundukkan kepalanya.
"Haishhh apa hanya kata kata itu yang kau ketahui? pantas saja kau mudah sekali ditindas dasar gadis bodoh!" kali Ini Otniel benar benar kesal, Chelsea tidak bersemangat dan tampak layu.
"Ya aku memang bodoh mengharapkan sesuatu yang bukan milikku, " ucap gadis itu.
Otniel memutar malas kedua bola matanya," lebay!" ucap pria itu.
"Ganti pakaianmu mulai hari ini kau akan tinggal disini," ucap Otniel.
"Semua baju yang di lemari itu bisa kau coba, pilih saja yang nyaman, setelah itu istirahat, aku akan pergi sebentar," ucap Otniel dengan nada datar seperti biasa.
Chelsea menatap Otniel yang sudah pergi keluar dari kamar. Gadis itu menatap kamar yang benar benar asing baginya.
Ting....
Sebuah notifikasi pertanda pesan masuk berbunyi di ponselnya.
Chelsea membuka Ponselnya,
✉️ Papa
Anak sialan, anak yang tak pernah kuinginkan, kau puas sekarang? seluruh keluarga ini hancur karena dirimu, Monika lebih baik daripada dirimu, kau Anak yang tidak tau diri!!!
Kau bukan putriku, kau hanya anak hasil kecelakaan!!!
deghh....
Mata Chelsea terbelalak membaca pesan itu, jantungnya gemetaran, dia tak sanggup. Dihubunginya nomor ponsel Papanya, berkali kali dia tekan nomor itu.
"Kumohon angkat, katakan kalau ini tidak benar!!!" suara gadis itu bergetar.
__ADS_1
Tiba tiba panggilannya diangkat,
"Mau apa lagi kau anak haram sialan!!!!" Tuan Shena berteriak dari seberang sana, bisnisnya hancur dalam sekejap mata.
"A..aku bukan anak haram aku anak Papa dan Mama... nggak mungkin, Papa pasti bohong kan? katakan kalau itu gak benar Pa!" tangis gadis itu.
"Diam kau sialan, kau anak dari pria tidak jelas yang tidur dengan istriku, cihh.... aku berusaha menerimamu dengan baik karena Istriku tak tega membuangmu waktu itu tapi nyatanya kau menghancurkan hidupku!!" teriak tuan Shena yang benar benar dalam kemarahan yang sudah membuncah.
Mendengar itu Chelsea benar benar terdiam seribu bahasa, tubuhnya membeku, otak ya memikirkan berbagai hal yang telah terjadi.
"Nggak... nggak mungkin aku anak Papa aku anak Papa!!!" teriak gadis itu sambil menangis tersedu-sedu.
"Biar kuberitahu padamu, kau anak seorang pria rendahan yang memperkosa istriku saat rumah kami dirampok, saat itu kau hadir di rahim istriku yang malang, hanya karena dirimu, istriku hancur dan sekarang kau menghancurkan keluarga kami lagi hah!!!!" Tuan Shena memberitahukan kebenaran atas diri Chelsea.
Kejadian beberapa tahun silam, kejadian besar yang merusak keluarga Shena saat istri tuan Shena diperkosa oleh pria asing yang membongkar rumah mereka saat tuan Shena dalam perjalanan bisnis.
Kejadian mengerikan yang meninggalkan begitu banyak luka bagi keluarga Shena, kehadiran seorang putri kecil yang bukan darah daging tuan Shena. Dia berusaha menerima gadis kecil itu namun hati kecilnya sakit saat melihat istrinya selalu menatap penuh kebencian pada gadis itu.
Panggilan dimatikan, Chelsea terduduk di atas lantai, dia menangis tersedu sedu sambil menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak.Tentu saja rasa penasarannya selama ini terpenuhi, wajahnya yang tidak mirip dengan kedua kakaknya, wajahnya yang asing, dan kasih sayang yang tak pernah dia dapatkan.
Perlakuan yang berbeda, cara menatap yang berbeda, dan ternyata dia mendapatkan fakta tentang dirinya yang hanya seorang anak hasil kecelakaan.
Tangisan gadis itu semakin menjadi jadi, dia meraung Raung dalam ruangan itu, sakit hatinya, sakit juga tubuhnya, dia lemah dan tak punya siapa pun, lahir ke dunia tanpa merasakan sedikitpun kasih sayang, bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya jika seperti ini.
Hancur sudah hidupnya, dia menepuk nepuk dadanya yang terasa sangat sesak.
Tiba tiba dua pasang tangan kecil memeluk gadis yang sedang menangis tersedu-sedu sambil menepuk dadanya yang sesak.
"Mom... El..." suara dua anak kecil itu membuat Chelsea menahan air matanya, namun semakin ditahan semakin kencang pula tangisannya.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1