Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Histeris


__ADS_3

Vasko bangun dari tidurnya yang panjang, setelah bergulat semalaman penuh bahkan sampai subuh, akhirnya kedua sejoli itu terlelap hingga waktu menunjukkan pukul 12 siang.


Pria itu menatap wajah lembut sang istri yang tidur sambil memeluknya dengan penuh kehangatan.


Joy mengerjapkan matanya, dia juga bangun dari tidurnya. Wanita itu menatap suaminya sambil tersenyum manis.


" Selamat pagi tuan putri," dapat Vasko yang masih memeluk erat tubuh istrinya, mereka masih sama sama dalam kondisi tanpa pakaian berpelukan di balik selimut.


" Pagi sayang," balas Joy sambil tersenyum.


" Kau tidak bekerja?" tanya Vasko.


Joy terbelalak, sontak dia bangkit dari kasur tanpa sadar kalau dia tak memakai pakaian.


" Astaga aku lupa, jam berapa ini!" pekik Joy sambil memijit keningnya.


Vasko terkikik, namun lagi lagi dia tergoda dengan kemolekan dan hasil karyanya di tubuh istrinya.


" Apa kau ingin menggodaku lagi hmm?" tanya Vasko sambil menaikkan atau alisnya.


Joy sadar, dia terbelalak, spontan dia menarik selimut dan menutup tubuhnya.


" Yaaakkk... Vasko aku maluuu!!" teriak Joy sambil menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


"Hahahaha .... lalu semalam kenapa kau berani sekali menggodaku hmmm?" Vasko masuk ke dalam selimut dan menggelitik istrinya.


" Hahahahahah.... geli kak.... hahahahah. ampun jangan di gelitik... hahahaha...." Joy dan Vasko tertawa bersama sama di dalam kamar yang menjadi saksi bisu penyatuan Mereka.


" Dasar nakal, " ucap Vasko sambil menatap wajah istrinya yang berada di bawah Kungkungannya, dia menatap wajah itu dengan lembut sambil mengusap Surai wanita itu.


" Terimakasih karena sudah menjadi milikku seutuhnya sayang, aku pasti akan menjagamu," ucap Vasko sambil menatap mata Joy dengan lembut.


Joy tersenyum, dia mengusap rahang suaminya " Terimakasih karena selalu sabar bahkan menahan dirimu saat bersamaku, terimakasih banyak selalu menghargai keputusanku, " ucap Joy.


Vasko tersenyum, perla dia mulai mengecup bibir manis yang menjadi candu baginya. Joy membalas permainan suaminya hingga mereka kembali terlarut dalam lautan cinta yang memabukkan.


Vasko turun ke leher jenjang istrinya, seakan tak puas dengan yang semalam dia kembali menggerayangi tubuh Joy.


Tangannya dengan nakal menggenggam bongkahan lembut yang tepat berada di bawah dadanya.


" Ahhh...." Lagi lagi satu erangan lolos dari bibir Joy yang membuat Vasko semakin bergairah.


" Sayang... emph... aku harus bekerja," ucap Joy sambil merem4s rambut Vasko saat merasakan sensasi sentuhan lidah Vasko di dadanya.


" Aku sudah meminta pada David agar kau cuti selama sebulan, kita akan bulan madu sayang," ucap Vasko yang asik dengan bagian dada Joy dan tangannya di bagian bawah Joy.


" Ahkhh... pelan pelan," ucap Joy.


Mereka melanjutkan permainan panas mereka, kembali bergelut di dalam ruangan itu, mengeluarkan suara suara aneh dan decapan decapan diantara keduanya.


Penyatuan kembali lagi dilakukan, tak ada rintih kesakitan yang ada hanya Suara Nikmat tak tergantikan.


Sementara mereka menikmati kegiatan panas mereka disana, Di rumah sakit tampak terjadi kekacauan besar sebab Ara mengamuk dan menangis histeris saat dia di bawa keluar.


Beberapa saat lalu Ara akan memulai pengobatan dengan bersosialisasi dengan orang lain selain Joel dan yang lainnya.


Joel dengan setiap terus mendampingi Ara, dia membawa Ara berjalan jalan dengan pengawasan para psikiater.


" Aku takut..." cicit Ara yang mulai panik saat melihat tatapan orang orang.


"Aku disini, jangan takut, kita coba pelan pelan," ucap Joel sambil menggenggam tangan Ara dengan lembut.


Mereka berjalan perlahan lahan, Ara masih bisa menatap orang lain dengan normal, dia berjalan sambil sesekali menarik nafas kasar.


" Jangan gugup, tenang saja, tak ada yang menyakitimu disini, kau mampu bekerjasama di supermarket selama ini, jadi ini bukan hal besar bagimu, kau pasti bisa!" ucap Joel memberi semangat pada Ara.

__ADS_1


" Baiklah, " jawab Ara dengan yakin.


" Yo... Yo... Yo.... Kakak ipar pasti bisa wohooo...." Seru Diandra yang sedang bermain kursi roda bersama Otniel.


Suaminya sibuk di perusahaan karena Joy sedang cuti, oleh karena itu David lebih reput, namun bukan David namanya kalau dia tidak bisa membagi waktu dengan istrinya.


" hahahah.... kalian sedang apa?" ucap Joel yang tergelak melihat kelakuan si bumil dengan pak Dokter yang Sama sama kurang ahklak itu.


"Naik bum bum Uncle hahahahah...." Celetuk Edward yang ikut bersama mereka.


" Kakak Ipar kau pasti bisa!" ucap Diandra dengan semangat, dia tak diperbolehkan banyak berjalan karena kakinya mulai bengkak dan perutnya semakin berat.


" Terimakasih Diandra, jangan memanggilku dengan sebutan itu, aku malu," ucap Ara tersipu malu.


" Kan kau memang kakak ipar kami!" celetuk Otniel.


Joel tersenyum," Tentu saja, dia ini kakak ipar kalian !" tambah Joel.


" Jo... " Ara tersipu malu.


" Hahahah... kau malu ya, mulai sekarang kau harus terbiasa dengan kata kata itu," ucap Joel.


" Cieee cieeee...." seru Diandra dan Otniel.


" Onty cantik mau jalan jalan ya? kita ke taman depan yuk, disana banyak bunga!" seru Edward.


Mendengar ucapan Edward mereka semua menoleh pada Ara.


" Apa kau mau?" tanya Joel.


Ara menatap mereka, " Baiklah, aku mau," ucap Ara sambil tersenyum.


" Oke Let's go!!" seru Diandra, Otniel dan Edward bersamaan.


Gelak tawa selalu saja menghiasi rumah sakit itu, bahkan para pengunjung juga merasa senang melihat Diandra ada disana, diam diam wanita itu sudah menjalin pertemanan dengan pasien pasien lain.


" Halo kak Dian, "


" Hai bumil cantik, Halo pak Dokter,"


" Edward Hay!"


" bumil main yuk!"


" Kak Dian sehat sehat yaaa..."


Para pasien yang berteman dengan Diandra menyapa wanita itu dan si dokter tampan juga Edward.


Tersebar rumor di rumah sakit kalau mereka bertiga adalah mood booster nya rumah sakit saat ini.


Mereka semua tiba di taman rumah sakit, tempat dimana Diandra dan Edward sering bermain bersama para pengawal.


"Wajah disini sangat indah," ucap Ara yang baru pertama kali melihat taman rumah sakit selama sebulan dia dirawat.


" Kau suka?"


" he em"


" Duduk dulu," ucap Joel.


Mereka duduk di bangku taman, kalau tiga sekawan tadi jangan ditanya, mereka sedang bermain kesana kemari seperti anak kecil melaju kesana sini dengan kursi roda itu.


" Hahahahahahaha..... Kak Niel mirip monyet!" celetuk Diandra Yanga mengambil gambar Otniel yang sedang manjat di atas pohon.


" Ck... Sekarang giliran mu," ucap Niel.

__ADS_1


" Edward ikut!" seru bocah kecil itu.


Cekrekk...


" Prrfffthhh hahahahah Mama Gorilla dan serigala kecil hahahah," Ejek Otniel.


Begitulah mereka tertawa saling ejek, berdebat, bermusuhan dan ujung ujungnya damai.


" Diandra sangat ceria ya," ucap Ara.


" Ya dia memang ceria tapi hidupnya dulu juga menderita, kami semua punya kisah menyedihkan, suatu saat akan kuberitahukan padamu, tapi kami berhasil mengalahkan trauma dan rasa takut kami," ucap Joel.


" Apa kau mau minum sesuatu?" tanya Joel.


Ara mengangguk,


" Air lemon, kau mau tidak?" tanya Joel.


" Mau," jawabnya.


" Tunggu sebentar akan ku ambilkan," ucap Joel.


Joel pergi sebentar," Kurasa tidak apa kalau kutinggal sebentar," batin Joel.


Ara duduk menatap bunga bunga dan menyaksikan tingkah jenaka Diandra, Otniel dan Edward yang membuatnya terhibur.


" Ekhmmm.... kau ternyata disini, lama tak bertemu, kupikir kau sudah mati, " suara yang sangat dikenali oleh Ara tiba tiba terdengar di telinga gadis itu .


Ara menoleh,


" Hehh... gadis busuk kau tidak mendengar ucapan ku? cihhh kau masih sama bodohnya!" ejek wanita yang tak lain adalah mantan sahabat baik Ara.


" Yanti..." ucap Ara dengan lirih, tubuhnya langsung gemetaran.


" Hai kau ingat aku hahah, Ra minta uang dong, aku mau jalan nih sama Bobby, kan Bobby juga ngasih uang ke kamu, minta dong!" ucap Yanti sambil menatap tajam Ara.


" A.. aku...


" Ck... aku bercanda hahahah..."


" ini!" memberikan sebuah undangan berukir nama Yanti dan Bobby.


" Aku akan menikah, ku harap kau datang!" ucapnya dengan angkuh lalu pergi dari sana meninggalkan Ara.


Ara terdiam, matanya berkaca-kaca, terbayang penghianatan kekasih dan mantan Sahabatnya itu dikepalanya.


Lagi lagi semua traumanya berputar di kepalanya seperti putaran film.


" Arrhhhhhhkkkk..... Pergi.... kalian... pergiiiii...." Ara memekik kesakitan sambil merem4s kepalanya, dia menangis histeris sambil tertunduk.


" Jahaaat.... pergi kaliaaan.... aarrhhhh..."


Diandra, Otniel, Edward dan semua orang yang ada disana terkejut mendengar teriakan histeris Ara.


Tak ada anak buah yang menjaga karena Ara tak bisa dekat banyak orang hal ini membuat siapa pun leluasa mendekati gadis itu.


" Kakak Ipar!!" teriak Diandra dan Otniel serta Edward kecil yang langsung menghampiri Ara.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊

__ADS_1


__ADS_2