Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Semuanya Aneh


__ADS_3

"Jatuh cinta itu rasanya seperti meletup letup ada ledakan ledakan di atas kepalamu, terus waktu lihat wajah orang yang kamu cintai meski dia sedang marah atau sedang ileran dia tetap tampan di matamu," ucap Diandra.


"Terus kalau lihat orang yang kita cintai kita pasti bisa senyum senyum sendiri,"ucap Diandra.


"Ohhh jadi kalau kita lagi main kembang api terus main petasan itu lagi jatuh cinta ya Onty," celetuk Edward.


"Hmmm... nanti seiring Edward semakin besar, Edward akan semakin paham dengan maksud Onty, sekarang yang Edward perlu pahami adalah mengasihi siapa pun yang pantas untuk dikasihi, pelan pelan Edward pasti paham," ucap Diandra seraya mengecup pipi Edward yang menggemaskan itu.


Otniel menatap putra angkatnya, dia merasa bahagia bisa mengasuh anak sepintar Edward.


"Jadi apa Daddy sekarang jatuh cinta? soalnya dari tadi Daddy senyum senyum sendiri, apa Daddy jatuh cinta sama Onty Dian? Ndak boleh Daddy, Onty itu punya Edward, Daddy Cali yang lain ajah!" celetuk bocah kecil itu seraya menggerakkan jari telunjuknya di depan Otniel.


"Hahahahaha...." Mereka semua tergelak mendengar celetukan bocah kecil itu, wajahnya yang begitu serius membuat semua orang gemas sendiri dengan kelakuan bocah kecil itu .


"Anak Daddy, semua orang di rumah ini saling mencintai, itulah arti Keluarga, Cinta itu bukan sebatas antar dua orang, cinta itu bisa terjadi diantara banyak orang dan Edward anak Daddy dicintai disini sayang," ucap Otniel sambil menghampiri anak asuhnya.


"Heheheh telimakacih cemuanya, Edward cayang semuanya heheheh," seru Edward sambil tertawa.


"Ummm.... Onty, kenapa pelut Onty becal?" tanya Edward yang selau penasaran pada segala hal mengingat usianya adalah usia belajar.


"Ummm disini ada baby Bubu sayang, Beby Bubu sedang bertumbuh di perut Onty sama seperti Edward dulu,"ucap Diandra seraya menaruh tangan Edward di perutnya.


" Ohh... jadi namanya Baby Bubu? Baby Bubu halus cehat, jangan seperti Edward, tidak berharga sampai di buang Papa Mama, Edward buat susah katanya," ucap bocah kecil itu sambil mengusap perut Diandra dengan penuh kasih sayang.


Mereka semua terkejut dengan ucapan anak kecil itu, begitu menyedihkan, menyayat hati saat mendengar kata kata itu keluar dari mulut bocah kecil itu, entah apa saja yang dikatakan orang orang pada anak sekecil itu.


Otniel memeluk anaknya, dia mengangkat Edward dan memeluk bocah itu dengan erat.


"Siapa yang bilang begitu nak? kamu itu berharga sayang," ucap Otniel.


"Kakek Nenek bilang kalau Edward gak punya orangtua karena Edward dibuang karena buat susah, Kakek nenek juga bilang kalau Edward itu hanya anak yang di ambil dari pinggir jalan, jadi Edward bukan anak yang berharga, " ucap Anak kecil itu.


Betapa sakit hati mereka mendengar anak kecil itu menjelas apa yang dikatakan oleh orang orang disekitar nya pada dirinya, tentu sangat menyedihkan tetapi dia di paksa dewasa oleh keadaan yang begitu miris ini.


Seorang bocah yang harus dilimpahi kasih sayang justru harus hidup dengan cara menyedihkan, anak yang pintar dan hebat itu justru terlantar di dunia yang kejam ini sendirian.


Otniel memeluk anaknya, dia benar-benar menyayangi Edward setulus hatinya, " Edward anak Daddy, Edward berharga, Edward anak yang hebat, Edward kami mencintaimu nak, kami semua menyayangi kamu, ingat ini nak ketiga ada seseorang yang mengatakan kalau kamu tidak berharga, ingatlah kalau Edward berharga buat Daddy," ucap Otniel.


"Edward tau Daddy, karena Daddy mau menerima Edward heheh, Edward cayang Ama Daddy," ucap pria kecil itu .


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di pipi Otniel berasal dari Edward.


"Daddy juga nak," ucap Otniel.


"Kami juga sayang kamu Edward," ucap yang lain bersama sama.

__ADS_1


Saat mereka sedang asik asiknya bercengkrama tiba tiba Vasko datang dengan wajah khawatir.


"Kita harus kembali ke Jerman!" ucap Vasko membuat semuanya menoleh pada pria itu.


"Ada apa Kak? kenapa wajah kakak seperti itu? apa ada masalah?" tanya Diandra, yang lain juga sama penasarannya dengan wanita itu.


"Emmm..... I.. itu, aku.." Vasko terdiam saat mereka menatap pria itu.


"Ada apa?" tanya David.


Mereka masih menatap pria yang malah tiba tiba diam itu, padahal sesaat lalu dia Samapi berlari menghampiri mereka.


"Emm... aku... aku merindukanmu Joy," ucap pria itu pelan.


Gedebuk... brukk


Seketika mereka semua terkejut mendengar ucapan pria itu, Joel dan David sampai terjungkal mendengar pria itu minta pulang ke Jerman hanya karena merindukan Joy.


"Demi emas di puncak Monas, jangan menghilangkan kharisma mu sebagai seorang leader Mafia Vasko, kau benar benar telah disihir oleh cinta, astaga!!" Joel terheran heran.


"Ck... kau jomblo jadi kau tidak tau rasanya dasar, sudahlah kalian memang tak paham," ketus Vasko sambil duduk di atas sofa dan kembali memasang wajah garangnya.


"Hahahah.... kakak mah bucin banget sama Joy, gini nih kalau Mafia udah jatuh cinta, apa pun pasti dilakukan, " ucap Diandra yang tergelak dengan kelakuan absurd kakaknya sejak resmi menjalin kasih dengan Joy.


"Hehehe keliatan banget ya?" kekeh pria itu.


"Apa uncle itu juga sedang jatuh cinta Daddy!" tanya Edward.


"Iya sayang, dia terlalu cinta, " ucap Otniel.


Mereka semua tertawa bersama di ruangan itu, sungguh sebuah Deja Vu bagi Luna, Gama, Aiden dan Mikha, mereka juga dulu mengalami hal seperti itu namun dengan kisah yang berbeda.


"Ahhh jadi kangen masa lalu," ucap Mikha sambil bersandar di dada suaminya.


"He... em, Kamu benar kak, semuanya bahagia sekarang, ahhh aku jadi merindukan Ferdi dan Anna," ucap Luna, tanpa dia sadar air matanya kembali menetes.


Gama memeluk istrinya dari belakang, Luka itu masih belum sembuh dari hati mereka, sebuah kehilangan yang sangat menyedihkan.


"Jangan bersedih sayang, kita punya Kiel dan Kiara, mereka tanggung jawab kita," ucap Gama.


"Hmmm aku tau Sayang, huhh... waktu cepat sekali berlalu," ucap Luna.


"Ya sangat cepat, dan acara perayaan pernikahan Diandra dan David juga semakin dekat, ayo kita siapkan segera, tak ada waktu untuk bersantai!" ucap Aiden mengingatkan rencana mereka.


"Haihh...Kau tidak seru goblok!" ketus Gama.


Kembali ke ruang santai, Diandra yang sedang membaca seraya di ponselnya tiba tiba menatap mereka satu per dengan tatapan berbinar-binar dan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Hmmm... roman romannya ada yang ngidam nih, ada apa Diandra?" tanya Joel yang menangkap senyuman di wajah Diandra.


" Wah mau apa sayang hmm?"tanya David, mereka sudah hapal kebiasaan ibu hamil itu, dia akan melakukan itu jika menginginkan sesuatu.


"Emmm... aku mau minum ini boleh ya," ucap Diandra sambil menunjukkan gambar minuman Soju yang merupakan minuman beralkohol.


Mereka semua terbelalak kaget dengan apa yang dikatakan Oleh Diandra, ada ada saja wanita itu, bisa bisanya dia mengidam ingin minum alkohol atau dia tidak tau kalau itu alkohol?


"Tidak Boleh!" mereka melarang Diandra dengan sangat tegas membuta wanita itu cemberut.


"Haishhhh aku mau pokoknya, aku mau ini, please aku mau ini, ya ya please, aku mau minum!!" rengek Diandra.


"Nggak boleh Diandra, kamu jangan aneh aneh deh, itu alkohol!" David sedikit membentak istrinya membuat Diandra terkejut bukan main.


"Kamu nggak boleh, apa sih yang kau lihat sampai mau meminum minuman itu? " Vasko juga ikut kesal dengan permintaan Diandra.


"Diandra yang rasional dikitlah, masa iya kamu mau minum alkohol? kamu lagi hamil!" ucap Otniel.


Diandra cemberut, dia memasang wajah kesal, ibu hamil itu pergi meninggalkan mereka tanpa berbicara apa pun.


"Kalian mengesalkan!" ketus Diandra dengan wajah kesal dan marah.


"Astaga, ada ada saja anak itu, kenapa dia tiba tiba mau minum alkohol?" Gerutu Otniel.


"Hufftt... akan sulit membujuknya kalau begini," ucap David.


Joel tersenyum, Diandra memang sedikit aneh dan Joel mulai paham dengan permintaan aneh wanita yang dia anggap sebagai adik kandungnya itu.


"Kalian memang mengesalkan!" Joel bangkit berdiri membuat mereka menatap pria itu dengan tatapan heran.


David berpikir keras dia tak paham maksud Diandra tadi hingga...


Plukk...


David menepuk jidatnya sendiri, " Haihh mampus aku, jatahku dipertaruhkan disini!" David langsung berlari terbirit-birit mengejar istrinya.


"Dasar orang orang aneh, iya kan... harghhh kau juga sama anehnya!" ketus Otniel yang ingin bicara pada Vasko tapi nyatanya Vasko malah senyum senyum sendiri menatap ponselnya.


"SEMUANYA TIBA TIBA ANEEHHHH!!!"


.


.


.


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR YA

__ADS_1


__ADS_2