Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Emily Clare Maureer


__ADS_3

Otniel memukul dirinya sendiri atas kejadian ini. Selama ini kandungan Diandra memang baik baik saja, tetapi siapa sangka kalau anak itu tidak bernafas saat dia dilahirkan ke dunia.


Semuanya menangis di dalam ruangan itu, gagal sudah, tubuh bayi mungil yang cantik itu mulai membiru keunguan.


Kekacauan di ruangan operasi sudah sampai di telinga seluruh keluarga.


" Apa yang terjadi sus? kenapa panik?" tanya Vasko.


" Anak tuan dan nyonya meninggal dunia tuan, maaf menyampaikan ini," ucap Perawat itu, tampak jelas di wajahnya kalau dia benar benar sedih saat ini.


Mere semua terkejut mendengar ucapan Perawat itu, tak ada yang menyangka hal ini akan terjadi, selama kehamilan Diandra baik baik saja begitu pun dengan kandungan nya.


Tak bisa berkata kata, mereka menangis sedih mendengar berita buruk ini.


" Baby Bubu, Diandra, David," ucap Mereka sambil menangis tersedu-sedu menatap ruangan itu.


" Onty, Uncle kenapa? ada apa? Baby Bubu meninggal?" ucap Edward yang jelas jelas mendengar ucapan mereka.


" Ahhh Edward... hiks hiks hiks, bagaimana ini nak, Onty Diandra dan Uncle pasti sangat sedih, Baby Bubu .... " Joy menangis tak melanjutkan kata katanya.


Edward terdiam, meski dia kecil, dia paham apa maksud mereka. Edward kecil menatap pintu ruang Opera, saag yang lainnya sibuk menangis, dia berjalan masuk ke ruangan itu tanpa sepengetahuan mereka.


Sementara itu di dalam ruangan oper, Diandra dan David serta semua yang ada disana tampak shock.


David berjalan mendekati Otniel yang menangis dan terduduk di atas lantai sambil memukuli dirinya. Terkadang kejadian seperti ini bisa terjadi.


" Aku memang tidak berguna, Baby Bubu, ini salahku, ini salahku!!!" ucap Otniel sambil menangis tersedu-sedu.


Namun David tidak percaya kalau anaknya telah meninggal, dia mendekat, diambilnya kain pembungkus bayi, dibalut nya tubuh baby Bubu dengan kain itu.


" Anakku, putri kecil Papa, dia belum meninggal Niel, dia belum meninggal," ucap David sambil memeluk hangat tubuh putri kecilnya yang telah membiru.


Diandra melahirkan seorang putri yang sangat cantik jelita, Mata dan hidung yang sangat mirip dengan Diandra tetapi wajah yang lebih dominan ke wajah David, perpaduan yang sempurna dalam satu tubuh.


David memeluk putri kecilnya, dia menangis, mengecup wajah anaknya.


" Kak," panggil Diandra dengan suara lirih,.


David mendengar, dia berjalan membawa Baby Bubu mendekati Mamanya.


" Anak kita,


" Seorang putri sayang, seorang putri yang sangat cantik," ucap David sambil membaringkan Baby Bubu di pangkuan istrinya .


Diandra memeluk Bayinya sambil menangis, wajah Baby Bubu mulai membiru, Tak kuat hati Diandra melihat putri kecilnya seperti itu.


" Anak Mama, hiks hiks hiks....


" Anak Mama yang cantik, Anak Mama, dengar Mama sayang, Mama disini," ucap Diandra sambil mengusap wajah mungil itu.


" Baby Bubu!?" Suara Edward kecil yang menerobos masuk ke dalam ruangan itu terdengar dan sontak membuat mere menoleh.


" Sayang, kenapa kau masuk nak?" Otniel menghampiri putranya.


" Baby Bubu Daddy," ucapnya dengan mata berkaca kaca sambil menatap Baby Bubu.


Otniel melepas pakaian operasi dia mengangkat Edward dan membawanya mendekati Diandra.

__ADS_1


"Sayang, nak bangun, Baby Bubu bangun yuk, Mama, Papa, Uncle Otniel, Onty Aurel, Abang Edward dan yang lain nungguin kamu lohh..." Suara Diandra terdengar lirih, sungguh sesak, para perawat dan dokter yang bergabung turut menangis sedih melihat hal ini.


Tubuh bayi itu sudah membiru, tak ada tanda tanda kehidupan. Tetapi keyakinan orang orang yang menyayangi nya begitu besar pada nya.


" Baby Bubu, ini Abang Edward, kita kan sudah janji mau main, kenapa tidul terus," celetuk Edward sambil berdiri di dekat brankar dan memegang tangan mungil Baby Bubu.


Lama mereka dalam posisi itu, semuanya menangis sedih. Namun Edward tampak tenang, dia menatap Baby Bubu dengan tatapan yakin.


Tiba tiba...


Dug... dug... dug... dug...


Diandra merasakan detak jantung putri kecilnya, tubuh yang tadinya membiru itu kembali memerah pertanda peredaran darahnya sudah lancar.


" Sayang, Baby!!" pekik Diandra.


David juga merasakan genggaman tangan kecil itu di jari telunjuknya.


" Oeeekkkk... oeeekkkk... oeeekkkkk


Seketika tangisan bayi menggema di seluruh ruangan itu, Baby Bubu tampak menangis dalam pangkuan Mamanya sambil menggenggam jari telunjuk Papanya.


Semuanya tersentak kaget, kejadian yang tak pernah mereka pikir bisa terjadi, nyatanya mereka saksikan secara langsung saat ini.


Mujizat itu nyata bagi yang percaya, Baby Bubu kembali setelah melewati hampir satu jam tak bernafas setelah dilahirkan ke dunia ini.


" Anaakku hidup, sayang anak kita kembali!!!" seru David yang menangis haru saat merasakan tangan putrinya menggenggam nya dengan sangat erat.


Otniel tampak diam mematung, dia tak pernah menyangka kalau dia akan menyaksikan keajaiban seperti saat ini.


Otniel memusatkan perhatiannya, dia berusaha konsentrasi, dia juga sama terharunya dengan yang lain. Dengan cepat Otniel menyiapkan dirinya lagi.


" Edward sayang, bisa tunggu di luar nak, biar Daddy bantu Baby Bubu dulu ya," ucap Otniel dengan lembut.


" Baik Daddy!" ucap bocah kecil itu, dia langsung berlari keluar tanpa mengharapkan bantuan yang lain, Karena dia tau Baby Bubu sudah kembali.


Mereka benar benar sumringah, wajah bahagia mereka tidak bisa disembunyikan. Semuanya menangis terharu sambil menyelesaikan operasi mereka.


Tak ada yang menyangka akan terjadi kejadian seperti ini. Di luar ruangan, mereka mendengar kalau Baby Bubu sudah kembali, semuanya menangis haru.


Aiden, Mikha, Luna dan Gama mengingat momen saat Luna melahirkan Si kembar dulu, dia dinyatakan meninggal tetapi hidup kembali saat disatukan dengan putra kembarnya.


Setelah beberapa jam melakukan penanganan, Akhir Baby Bubu dinyatakan sehat dan kembali bersatu dengan kedua orangtuanya dan juga keluarga besar yang menantikan kedatangannya.


Diandra dan Baby Bubu di pindahkan ke kamar perawatan, pengunjung masih dibatasi mengingat kondisi Baby Bubu dan Diandra yang baru stabil.


Untuk pertama kalinya, Diandra memberikan ASI bagi putri kecilnya, belajar menyesuaikan diri dengan hal hal yang baru pertama kali dia alami.


Hatinya benar benar bahagia saat melihat bayinya menyusu, bayinya selamat dan hidup kembali bersama mereka.


Tak henti hentinya David mengucap syukur atas semua yang mereka alami.


Seluruh keluarga yang berada di rumah besar Park diberitahukan atas kelahiran putri Maureer, seorang putri yang disambut antusias oleh keluarga besar itu.


Dan persis seperti sebelumnya, Edward sama sekali tidak mau meninggalkan ruangan dimana Diandra dan Baby Bubu di tempatkan, dia duduk dengan tenang, menunggu gilirannya bertemu dengan Baby Bubu yang juga dia nantikan.


" Lihat bocah kecil itu, sejak awal dia terus menunggu dengan tenang seperti itu, dia dewasa sekali untuk anak seusianya,"

__ADS_1


" Kau benar, dia kan anak dokter Otniel,"


para perawat berbisik bisik sambil melirik ke arah Edward. David dan Diandra saling menatap, mereka kemudian tersenyum.


" Niel," panggil David.


" Ada apa?" tanya Otniel.


David melirik Edward yang duduk dengan tenang dan diam di kursinya.


" Bawa dia kemari," ucap David.


Otniel tersenyum, dia menghampiri putranya yang tampak diam dan tenang sambil menatap Diandra dan Baby Bubu.


" Anak Daddy mau lihat Baby Bubu?" tanya Otniel.


" Emmm apa boleh Daddy? Baby Bubu kan baru lahir?" ucapnya.


" Boleh, ayo, uncle sama Onty yang suruh," ucap Otniel sambil menggendong putranya.


Edward dibawa mendekati Baby Bubu yang sudah selesai menyusu, bocah kecil itu tertegun saat melihat mata indah Baby Bubu yang berwarna cokelat terang bersinar.


" Matanya!" seru Edward dengan tatapan terpana.


" Edward mau pegang baby Bubu?" tanya Diandra.


" Boleh kah?" tanya bocah itu.


Diandra mengangguk, Edward mengulurkan tangannya dan mengusap lembut wajah Baby Bubu.


" Uwaaahhhh ini luar biasa!!!" seru Edward yang malah membuat mereka tergelak.


" Mata mereka benar benar sebuah keunikan yang luar biasa," ucap David.


" Ya, Edward si mata biru dan Baby Bubu di mata Cokelat terang, " ucap Otniel.


" Apa kalian sudah memberikan nama?" tanya Otniel lagi.


David menatap istrinya dia tersenyum," Kami sudah menentukan namanya," ucap David.


" Emily Clare Maurer!" ucap mereka berdua.


" Wahh nama yang indah," ucap Otniel.


" Dia akan menjadi perempuan yang pekerja keras, baik hati, penuh rasa humor dan menyenangkan," jelas David.


"umm? tapi lebih cocok baby Bubu hehehhe!" celetuk Edward sambil tertawa.


" Tentu saja, dia tetap Baby Bubu hahahahha.....


.


.


.


like, vote dan komen 😊😊

__ADS_1


__ADS_2