Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Hajar


__ADS_3

David dan anak buahnya melakukan menuju kediaman keluarga Joy dengan kemarahan yang berapi api. Dia tidak akan membiarkan siapa pun yang berani mengganggu keluarga kecilnya apalagi sampai membahayakan Diandra dan Edward.


Sementara itu Otniel, Diandra dan Edward diamankan dan dibawa ke rumah sakit meski bibir Otniel terus menggerutu karena David sama sekali tidak mengijinkannya untuk ikut.


Otniel tidak diperbolehkan ikut tentu alasannya sudah semua orang tau, dan dia lebih baik menjaga Diandra dan Edward di rumah sakit bersama Joel dan Ara.


" Ck.... harusnya aku ikut, kenapa juga dia melarangku ," kesal Otniel di dalam mobil menuju rumah sakit. Sedari tadi mulutnya menggerutu tentang ini itu karena David melarangnya ikut.


" Kak Niel sudahlah, Kak David pasti punya alasan kenapa kakak tidak diperbolehkan ikut, Kurasa kakak hanya akan memperburuk situasi saja ," ledek Diandra.


Otniel menekuk wajahnya sambil menatap Diandra dengan bibir mengerucut.


" Heh yang ada dia kubasmi sampai mampus," ucap Otniel dengan ketus.


" Aku tidak lemah ya dasar Mak Lampir!" ejek Otniel.


" Cihh kau lemah kak, dasar sotoy," ketus Diandra.


" Hahahahah.... Onty sama Daddy kayak Tom and Jelly belkelahi setiap hari hahahhaha.... Daddy Jadi Jelly, Onty jadi Tom hahahhaah," Edward tertawa terbahak-bahak menonton pertengkaran kedua orang dewasa itu.


" Daddy kamu tuh Edward, bibirnya harus dipelintir biar ngomong nya bagus dikit," celetuk Diandra.


" Ehh Mak Lampir, gini gini bibirku seksi ya, lagian aku gak ngomong aneh aneh huh," celetuk Otniel yang tak mau kalah.


Mereka berdua jika sudah digabungkan pasti ada saja perdebatan yang panjang muncul di mulut mereka berdua.


Sementara perdebatan masih berlangsung di dalam mobil, suasana di mobil David tampak sangat menegangkan, berkali kali pria itu menghela nafas kasar.


Rahangnya mengeras, sorot matanya tajam, kedua tangannya dikepal kuat.


Beberapa menit kemudian mereka semua tiba di kediaman keluarga Joy. Informasi terakhir dari anak buah David, Pak Putra melarikan diri dan pergi ke rumahnya, sebab dengan cepat anak buah David melacak keberadaan pria yang membahayakan nyawa istrinya itu


David dan anak buahnya yang berjumlah sekitar delapan orang masuk ke dalam rumah itu dan membuka paksa rumah itu.


" Keluar kau Putra Bajingaaannn, beraninya kau membahayakan nyawa istriku!!!" pekik David.


" Apa kau tidak tau siapa yang sedang kau hadapi bangsaaatt!!!" pekik David lagi.


Dia kenal lama dengan pria itu, tak disangka ternyata perangai Pak Putra benar benar menyeramkan.


BRakkkk....


Pintu rumah di buka dengan kasar, bahkan pintu rumah itu sampai hancur tak berbentuk karena kemarahan David.


Sementara itu di dalam rumah, Pak Putra yang sedang mengemas barang barangnya kelabakan karena mendengar David sudah masuk ke dalam rumah.


" Sialan, bagaimana dia tau aku kesini!" umpat Pak Putra sambil menyesap rokoknya. Dia mengemas arang barang berharganya, dia membawa semua uang yang dia miliki dan berusaha untuk kabur.


Namun sebelum Pak Tua bodoh itu bergerak, David dan anak buahnya berhasil menemukan dirinya yang sedang bersembunyi di kamar.


" Disini rupanya kau bangsaat!" umpat David sambil menarik Pak Putra dengan kasar.

__ADS_1


" Sialan kau, mau apa kau hah, sial sial sial, harusnya istrimu dan anak mu itu mati bangsaaat!!" teriak Pak Putra yang melakukan perlawanan.


Mendengar ucapan Pak Putra membuat David naik pitam.


Brukk..


Bugh... bugh... bughh.... bughh


David menghajar Pak Putra secara membabi buta, dipukulnya wajah pria itu, di tendangnya perut Pak Putra tanpa ampun karena sudah membahayakan nyawa istri dan anaknya juga Edward.


" Bajingan, tak cukup satu orang yang kau siksa, istriku pun kau jadikan sasaran, apa salahnya hah!!!" teriak David.


Pak Putra membalas serangan David sebisanya, dia mencoba melakukan perlawanan.


Terjadi perkelahian diantara mereka berdua, anak buahnya hanya bisa melihat sebab David akan menghajar siapa pun yang ikut campur saat dia sedang beraksi.


" Karena hanya anakku yang pantas bahagia, hanya aku yang pantas memiliki semua harta itu, hanya akuuu!!!!" teriak Pak Putra, dia mengambil pisau belati yang dia simpan dikamar itu dan mengarahkannya pada David.


" Kau harus menikahi Amelia, hanya dia yang cocok untukmu, kau harus!!!" teriak Pak Putra.


" Cuihhh..... "David meludah ke lantai.


" Syukur waktu itu Joy kau buang pada kami, dia tidak berubah jadi monster seperti dirimu," ucap David.


" Sialaaannn...." pekik Pak Putra, dia berlari ke arah Dev dengan mengarahkan pisau itu dan..


bughh....


Satu tendangan telak mendarat di perut pria itu hingga dia terjerembab ke atas tanah, kondisi kejiwaannya benar benar parah.


" Bodoh kau Putraaa!!" pekik seseorang yang tak lain adalah Sir Petra yang tiba di rumah itu bersama yang lainnya.


Sir Petra yang menendang Pak Putra hingga dia terjerembab jatuh ke atas lantai, meski demikian lengan David terluka karena goresan belati itu.


" Kau baik baik saja?" tanya Sir Petra pada Dev yang tampak meringis kesakitan karena lengannya robek.


" Sedikit terluka," ucap David yang masih bisa menahan dirinya.


" Aku harus membunuh bajingan itu, dia hampir membunuh istri, bayiku dan Edward!"


David maju ke depan mendekati Pak Putra yang menatap mereka sambil bergetar ketakutan.


" David jangan bertindak gila!" teriak Vasko.


" Aku tidak Gila Vasko, Adikmu hampir mati, jika anak buahku tidak sigap, Diandra dan Bayi dalam kandungannya dan juga Edward akan mati!!!!" teriak David.


Sorot mata khawatir dan takut kehilangan keluarganya tampak jelas di wajah pria itu.


" Si berengsek ini mengincar adikmu bodoh!!!" umpat David.


" Sialan kau aku tidak bodohh!!!" pekik Putra yang kembali bangkit berdiri, dia mengambil belatinya tadi dan ....

__ADS_1


sraaakkkk......


Dia menghujam belati itu ke arah David namun Davi menangkisnya dengan lengannya sehingga lengan David yang terkena tusukan.


"David!!" pekik mereka.


Namun seolah luka itu tak berarti David dengan tajam menatap mata Pak Putra dan menyudutkannya ke dinding rumah.


Crakkk....


Di cabutnha belati itu dari lengannya sehingga darah segar muncrat kemana mana.


Davi menutup mulut Pak Putra dengan tangannya yang penuh dengan darah.


Bughh.... bughh.... bughhh....


Dengan sisa tenaga dia menghajar Pak Putra habis habis, tak terkontrol, tak terkendali, benar benar mengamuk karena perilaku Pak Putra.


" Mati kau bangsaaatt!!!" pekik David dengan nada tajam menusuk ke telinga.


Vasko tak bisa membiarkan adik ipar menjadi seorang pembunuh, dia menarik paksa David yang berlumuran darah dan menahan pria itu.


" David, kau tak boleh membunuhnya, Diandra akan sangat kecewa jika kau menjadi seorang pembunuh!" ucap Vasko yang membawa serta nama Diandra


" Siaaaallaannnnn..... arrhhhhkkkk...." David berteriak meluapkan rasa marah dan kesalnya.


Bagaimana bisa ada manusia tanpa hati seperti itu hidup di muka bumi ini.


" Bajingan kau Putraaaaa...." pekik David, dia benar benar marah.


Mereka yang menyaksikan itu bisa merasakan sakit di hati David dan rasa khawatir akan kehilangan orang yang berharga bagi mereka.


" Ikat bajingan itu, dia bukan manusia lagi, dia sudah kehilangan akal sehatnya!" ucap Vasko.


Yang datang ke lokasi itu hanya para pria, dan Joy sendiri yang ikut kesana. Sir Justin dan Nyonya Alena tidak ikut karena keadaan mereka yang tidak leluasa dalam bergerak.


Pak Putra yang lemas karena hantaman David diikat, dan gilanya pria itu malah tertawa terbahak bahak seperti orang kesetanan dan menatap mereka sambil tertawa.


" Hahahahahahah hahahah , ehh hai Petra sahabatku kapan pulang hahahha, Kalian siapa ?Nak David mana Joy,? putriku dimana?" Pak Putra meracau tak jelas.


Sepertinya memang benar Pria itu mengalami kelainan jiwa, dia benar benar sudah gila.


" Apa yang terjadi padamu Putra, kenapa anak bawang yang kami kenal malah jadi seperti ini," lirih Sir Petra.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊

__ADS_1


Selesai masalah Vasko dan Joy, kita lanjutkan pembalasan dendam Pada mantan Ara, dan konflik kecil lainnya 🤪🤪


__ADS_2