Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Minuman


__ADS_3

Kejadian saat di rumah makan,


Diandra, David, Otniel dan Edward kecil sedang makan bersama karena si ibu hamil tiba tiba ngidam ingin makan mie rebus di restoran padahal dia cuma makan mie rebus tanpa rasa apa pun.


Joel tak ikut karena dia harus mendampingi Ara melakukan terapi dan konseling dengan psikolog.


Diandra tampak sangat menikmati mie rebus tanpa rasa dan tanpa campuran apa pun karena dia akan mual kalau mienya dicampur dengan bahan lain.


" Onty pelan pelan makannya, apa seenak itu?" celetuk Edward yang juga sedang makan nasi goreng di samping Diandra.


" Iya sayang, pelan pelan, keselek tau rasa entar kamu," celetuk David.


"Heheheh.... habis enak banget sih heheheh," Diandra hanya cengengesan sambil terus menyeruput mie rebus ya.


" Emang bumil yang satu ini mah bener bener aneh dah, makan mie tapi gak pake rasa apa apa, enaknya dimana coba?" celetuk Otniel seryaa menggoda si bumil.


" Cihhh... dasar dokter gadungan, coba kau yang hamil kau pasti tau rasanya gimana huh..." ketus Diandra.


" Daddy Ndak boleh gitu, kan Baby Bubu Lapar jadi harus makan dong bial cepat becal, bial Edward ada teman heheheh," celetuk bocah kecil itu seraya mengusap perut Diandra.


" Buset dah ni anak, modus banget sih, perut istriku pake dielus elus segala, aku kan cemburu Edward " batin David yang kedekatan Edward dengan Diandra.


" Wahhh Vid, calon mantu idaman nih," celetuk Otniel seraya melirik Edward yang begitu sayang dengan baby Bubu dalam kandungan Diandra.


" Hmmm.. kalau itu aku setuju, emang Edward bakal jadi pria yang super hebat, aku yakin itu, dia akan lembut pada keluarganya tapi seperti singa kalau sudah marah," ucap David.


" He... em... kalau takdir mengijinkan aku mau anak perempuan ku nanti bersanding dengan Edward, dia bertanggung jawab," seru Diandra.


" Wahhh jadi kita akan berbeda nanti hahahah, luar biasa," celetuk Otniel.


" Besan? bersanding? mantu? apa itu Daddy?" tanya Edward sambil menatap mereka dengan mata berbinar-binar .


" Hahahahahahaha......" mereka tertawa melihat ekspresi penasaran yang ditunjukkan oleh Edward.


" Nanti kamu akan tau Edward, makanya makan yang banyak supaya cepat besar," ucap David.


" Ha?" Edward bingung, dua hanya bisa garut Garut keningnya saja dan melanjutkan makannya.


" Yang aku mau air lemon dingin deh," ucap Diandra yang tiba tiba haus.


" Bentar aku pesan ya," ucap David.


" he... em, terimakasih" seru Diandra sambil tersenyum.


David memanggil pelayan dan memesan yang diminta istrinya tadi.


" Uncle, Edward juga mau!" seru bocah kecil itu.


" baiklah, kau mau tidak Niel?" tanya David.


" Nggak, ini di depan kita udah ada minuman, lagian aku tak suka," tolak Otniel.


" Hmmm..."


" Lemon dingin dua ya mbak," ucap David yang dianggukkan pelayan itu.


Setelah pelayan pergi mereka kembali berbincang bincang.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian pelayan tadi kembali membawa dua gelas minuman lemon dingin pesanan mereka.


Warnanya sedikit keruh tidak sejernih air lemon biasanya.


" ini pesanannya Tuan, nyonya," ucap pelayan itu sambil meletakkan gelas minuman di atas meja .


Mata Diandra dan Edward berbinar binar saat melihat minuman segar itu.


" Uwahhh..... " seru Diandra yang ingin mengambil minuman itu, Edward kecil sudah mengambilnya terlebih dahulu dan mulai meminumnya.


Tiba tiba seseorang datang dan menarik gelas yang dipegang Diandra dan Edward.


" Hey kenapa diambil!" teriak Diandra yang kesal.


David dan Niel tak beraksi karena mere tau siapa pria itu.


Tampak seorang wanita menarik paksa pelayan yang membawakan minuman mereka tadi.


" Beraninya kau!!" teriak mereka.


Sontak mereka menjadi pusat perhatian.


Pelayan yang ditarik itu ketar ketir ketakutan saat di tarik paksa dan didudukkan di lantai dengan kasar.


" Ada apa ini?" tanya Otniel.


" Tuan maafkan kami, tapi wanita ini memasukkan sesuatu ke dalam minuman nyonya dan tuan muda!" ucap pria yang mengambil minuman Edward dan Diandra tadi.


Mereka berempat terkejut bukan main. Diandra panik karena hampir saja meminum minuman itu, dan semakin panik lagi saat sadar kalau Edward sudah meminum sedikit dari air lemon itu.


" Nak kamu gak apa apa? apa kamu minum banyak tadi?" Otniel sangat khawatir dia menatap Edward yang tampak diam saja menatap mereka.


prrffttt.....


Edward menyemburkan sesuatu dari mulutnya saat dia paham kalau minuman yang dia buat kumur kumur itu adalah minuman berbahaya.


"Gak jadi diminum Daddy," ucap Edward sambil membersihkan mulut nya, pantas saja dia diam sejak tadi ternyata air lemonnya malah dibuat kumur kumur.


" Ahhhh.... anakku," Otniel langsung memeluk putranya, dia benar benar khawatir tadi, kalau sampai terjadi apa apa dengan Edward jiwa iblisnya akan bangkit kembali.


Mereka bernafas lega karena Edward belum menelan minumannya itu.


" Beraninya kau!!" David berdiri sambil menatap wanita yang sudah bergetar ketakutan itu.


"Sa...saya tidak tau apa apa...." ucapnya dengan suara ketakutan.


David mengeraskan rahangnya, Diandra benar benar shock, apa jadinya kalau dia meminum minuman itu, janinnya pasti dalam bahaya.


"paksa dia meminum minuman itu!" titah David.


" Baik tuan!" ucap Mereka.


" ti.. tidak jangan, jangan lakukan itu kumohon!" pekik wanita itu sambil meronta ronta.


" Tega sekali kau mengancam keselamatan istriku dan keponakanku!" kesal David.


"Paksa dia minum!" teriak David.

__ADS_1


Wanita tadi dipaksa meminum minuman itu. satu gelas penuh ditenggak oleh wanita itu.


Dia menangisi perbuatannya sendiri, beberapa saat setelah dia meminum minuman itu perutnya bagai dikocok, dia meringis kesakitan, kepalanya pusing dan wajahnya benar benar pucat.


" Arkhhh.... uhuk... perutku sakit, to... tolong aku.... kumohon, bukan aku yang menginginkan ini, aku disuruh hiks hiks hiks.... kumohon," ucap wanita yang meringis kesakitan itu.


"Bagaimana jadinya kalau Dia. yang meminum itu!"


" Siapa yang menyuruhmu bodoh!" teriak Otniel.


" Akhh.... aku tidak tau, kumohon bantu aku... hiks hiks hiks....


" Bawa dia ke rumah sakit, dan periksa apa isi minuman itu, setelah itu jebloskan dia ke penjara!" titah David.


Mereka melakukan sesuai permintaan David. Setelah wanita itu dibawa pergi, Datang seorang lagi pengawal bayangan yang menjaga Diandra dari jauh.


" Tuan kami menemukan sesuatu di CCTV, pria ini yang membayar wanita tadi untuk memasukkan serbuk putih ke dalam minuman nyonya dan tuan muda," ucap pria itu sambil memberikan rekaman CCTV di dekat dapur restoran.


David melihat siapa gerangan pria yang memberikan serbuk itu dan membayar wanita itu. Betapa terkejutnya dia saat melihat Pak Putra membayar wanita itu untuk memasukkan minuman ke dalam gelas Diandra dan Edward.


" Sialan kau Putra bajingaaannn!!" teriak David.


Jika anak buahnya tak sigap, bisa saja Diandra dan Edward dalam bahaya saat ini.


" Tuan, obat itu sejenis pencahar yang sudah lama tidak diproduksi karena bisa menyebabkan keguguran bahkan kematian jika anak anak atau ibu hamil meminumnya, kami menemukan kemasannya di tempat sampah!" ucap yang lainnya.


David dan Otniel mengeraskan rahangnya, beraninya Pak Putra mengancam keselamatan orang orang yang mereka sayangi.


Diandra mengusap perutnya, dia menangis saya mengetahui kalau janinnya hampir saja dalam bahaya.


David menatap istrinya yang menangis di peluknya wanita itu agar setidaknya Diandra tenang.


" Kak... hiks hiks hiks.... baby Bubu hampir dalam bahaya," lirih Diandra yang menangis tersedu-sedu dalam pelukan suaminya.


David tak tau harus bilang apa, Pak Putra benar benar sudah keterlaluan.


" Aku akan menyelesaikan ini sayang, tenang, aku akan membalas perbuatan bajingan itu!" geram David.


" Semua anak buah berkumpul disini!" titah David.


Sekitar sepuluh pengawal bayangan berkumpul ke tempat itu, mereka diperintahkan untuk tidak terlalu dekat dengan Diandra dan Edward agar keduanya nyaman namun kerugiannya mereka bisa kecolongan hal seperti ini.


Beruntung mereka cepat membaca gerakan dan ekspresi orang sebab wanita tadi menunjuk perilaku impulsif. dia tampak ragu memberikan minuman itu dan malah membuat anak buah curiga.


" Mulai saat ini, pengawalan diperketat, kalian harus berada di dekat Nyonya dan tuan muda," titah David.


" Baik tuan!" ucap mereka.


" tunggu bagianmu Putra!!!"


.


.


.


like , vote dan komen 😉😉

__ADS_1


__ADS_2