
Di ruang perawatan Otniel,
Chelsea memulai sesi persiapannya untuk operasi Otniel yang telah dijadwalkan untuk dilaksanakan besok hari. Mereka tak menunda lagi rencana operasi yang akan diikuti oleh Otniel.
Kondisi Otniel semakin memburuk, rasa sakit semakin menjalar ke bagian punggung belakangnya dan hal tersebut cukup mengkhawatirkan.
Semuanya fokus untuk kesembuhan pria itu.
Edward dan Emily duduk di atas brankar Otniel di kedua sisi pria itu sambil menyuapi buah buahan ke mulut Otniel memaksa pria itu untuk makan buah.
Chelsea juga ada disana, mereka akan melakukan konsultasi dan memperjelas prosedur apa yang akan dilakukan oleh Chelsea di ruang operasi nanti .
Chelsea akan didampingi oleh Jerry dan Friska, Andre tak ikut karena dia ada jadwal operasi dengan pasien lain, selain kedua dokter didikan Otniel, operasi juga akan diikuti oleh dokter bedah syaraf yang tidak dipecat.
Semuanya sibuk mempersiapkan data data dan segala kemungkinan yang akan terjadi selama operasi dilakukan. Chelsea akan membedah saraf di tangan Otniel dan dibagian punggung belakangnya.
Chelsea tampak gugup, dia benar benar takut menghadapi operasi kali ini, jika sebelumnya dia didampingi oleh kepala tim, kali ini dia yang memimpin operasi yang beresiko.
Otniel menatap Chelsea yang tampak gugup,” apa kau gugup?” tanya Otniel dengan pelan, baru kali ini dia berbicara senormal itu pada Chelsea.
Suara lembut Otniel berhasil menembus relung jantung Chelsea dan membuatnya menoleh pada pria yang membuatnya tertarik sejak lima tahun lalu.
“Se..sedikit,” cicit gadis itu sambil kembali menundukkan kepala.
“Aunty jangan gugup, abang yakin aunty pasti bisa!" seru Edward memberi semangat pada Chelsea.
“Aunty dokter pasti bisa sembuhin Daddy, kalau Daddy sudah sembuh kita jalan jalan, Emily akan bilang sama mama, jadi aunty harus sembuhin Daddy dulu ,” celetuk Emily kecil yang sangat menggemaskan.
“Hahahha... anak anak daddy ternyata sudah pandai menghibur orang lain ya,” puji Otniel seraya mengusap pucuk kepala kedua bocah kecil itu.
“Tentu saja, apa yang tidak untuk kesembuhan daddy,” ucap Edward.
“Heheh... iya aunty yakin kok, Cuma sedikit gugup aja, karena baru kali ini aunty yang memimpin operasi, biasanya aunty jadi asisten,” jelas Chelsea seraya mengusap wajah Emily yang berada di dekatnya.
“Kau pasti bisa Chelsea, aku yakin pada kemampuanmu, hanya saja...” Otniel menatap Chelsea dengan serius dan menghentikan kata katanya.
“Hanya saja apa dok?” tanya Chelsea penasaran.
__ADS_1
“Hanya saja kau kurang percaya diri, sepertinya rasa percaya dirimu sudah dipatok ayam , makanya bangun itu pagi pagi biar rejekinya gak diembat ayam, dasar gadis buket bunga,” ejek Otniel yang lagi lagi mulai sifat tengilnya.
“hahah Daddy ada ada aja, masa iya bisa begitu, “ celetuk edward.
“Bisa loh sayang, itu bisa, tapi hanya berlaku untuk aunty jelek ini,” ucap Otniel sambil menyentil kening Chelsea.
Pletak...
“Awhh,.... shhh... kenapa di sentil dok, sakit tau , kenapa juga harus keningku yang disentil haisshhh...” gerutu gadis itu, yang untuk pertama kalinya menunjukkan sifat aslinya di depan orang lain.
Otniel terbelalak,”uwahhh jadi ini sifat asli sang Chelsea yang terkenal kalem dan penurut, waaah ternyata kau pemarah sekali ya hahahhahaa....” Otniel tertawa puas, rasanya sangat menyenangkan bisa mengerjai gadis itu.
Wajah Chelsea seketika itu bersemu merah, baru kali ini dia keceplosan dengan kebiasannya yang selalu dia sembunyikan dari orang orang orang.
Gadis itu selalu berusaha agar terlihat baik dimata orang, berusaha agar tidak menyakiti hati orang meski dia tersakiti, berusaha untuk tetap baik meski dia dijahati, berusaha untuk sabar meski dia didesak terus menerus dan menekan dirinya sendiri dengan sangat keras.
Chelsea anak bungsu dari keluarga konglomerat di kota itu, mendapat banyak tekanan, kekurangan kasih sayang yang membuatnya memilih jalan sendiri, kekurangan perhatian dan hidup dalam kesepian sejak dia dilahirkan ke dunia ini.
Memiliki sebuah keluarga yang utuh dan bahagia adalah mimpi terbesar gadis itu, sebuah keluarga yang tidak tergila gila dengan uang, sebuah keluarga yang selalu memperhatikannya dan menjaga perasaannya.
Karena terkadang yang kita butuhkan itu bukan seberapa banyak orang yang ada bersama kita tetapi apa yang mereka lakukan untuk membuat diri ini merasa dihargai setidaknya sebagai seorang manusia, merasa disayangi, dijaga, diperhatikan dan diprioritaskan.
“Ekhmm... sepertinya pembicaraan kalian seru sekali,” ucap seseorang yang tampak masuk ke dalam ruangan perawatan Otniel.
Mereka menatap ke arah sumber suara, dan terliatlah Jenny yang kini diangkat menjadi dokter bedah saraf satu departemen dengan chelsea.
“dokter Jenny?” sapa Chelsea.
“Hai dokter El , sedang apa?” tanya jenny dengan santai sambil duduk di kursi yang diduduki oleh Chelsea sebelumnya. Duduk begitu saja tanpa permisi.
“Mau apa kau kesini?” tanya Otniel dengan nada Datar, namun matanya tak bisa bohong, dia merindukan wajah yang begitu persis dengan wajah kekasihnya itu.
Drrtt... drrtt..
ponsel Otniel berbunyi, saat ponselnya menyala tampak wallpaper ponsel Niel yang berisi foto mendiang kekasihnya dan dirinya.
Jenny melihat itu dan dengan cepat dia menyambar ponsel Otniel.
__ADS_1
"wahhh kau masih memasang foto ini? kau memang sangat mencintai nya ya ," ucap Jenny sambil melihat wallpaper ponsel Otniel.
Chelsea juga melihat hal itu, ada sedikit rasa sesak di hatinya, tapi kenapa dia merasa sesak padahal dia tak punya hubungan apa pun dengan Otniel.
Otniel menatap kesal wanita itu, dia hendak mengambil ponselnya dari tangan Jenny namun seseorang mendahuluinya.
"Ibu dokter ini siapa sih? ngapain ambil ambil ponsel Daddy!" ketus Edward dengan wajah marah sambil merampas ponsel Daddy nya dari wanita itu.
Jenny cukup terkejut mendengar anak itu memanggil Edward dengan sebutan Daddy namun setelah itu dia tersenyum.
"Wahh jadi kau sudah menikah Otniel? aku kecewa, kupikir Jesslyn pernah bilang kalau penggantinya adalah seseorang yang mirip dengannya, bukan kah sudah jelas ada aku disini?" ucap Jenny seraya melirik Chelsea dengan anak matanya.
"Dari mana kau tau semua itu?"tanya Otniel dengan mata terbelalak.
"Tentu saja aku tau, karena dia memintaku menjagamu, di saat terakhirnya dia mengirim pesan di hari itu agar aku datang dan menjagamu," ucap Jenny.
"kurasa dia pasti mengatakan sesuatu bukan?" ucap Jenny lagi.
Otniel terdiam, kekasihnya memang mengatakan kalau Otniel akan menemukan seseorang seperti dirinya, tapi perbedaan Jenny dan Jesslyn sangat Besar, meski wajah mereka sama tetapi karakter mereka jelas berbeda.
"Aku sudah menikah, dan aku sudah punya anak, jangan mengungkit masa lalu!" ucap Otniel dengan tegas.
Matanya menangkap ekspresi Chelsea yang tampak sedih, berdiri sambil mendengarkan mereka.
"Ada apa dengan Chelsea? " batin Otniel.
"Astaga, tak kusangka kau melupakan Jess dengan begitu cepat, siapa ? katakan siapa wanita itu? siapa wanita yang menggantikan adikku?" tanya Jenny.
"Dia!" ucap Otniel sambil menunjuk Chelsea yang berada di dekat mereka.
Chelsea terbelalak begitu juga dengan Jenny, seketika semuanya terdiam, Otniel tampak menatap Chelsea dengan serius .
"A..aku?" batin Chelsea.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉