
" Joy !!!" teriakan itu terdengar nyaring di telinga semua orang.
Joy mendengar namanya dipanggil, yang lain juga demikian, namun Vasko tersenyum saat mendengar suara itu.
Joy menatap ke arah kerumunan, matanya tertuju pada dua orang wanita yang benar benar dia rindukan.
degh...
Jantung Joy berdebar tak karuan saat melihat Mama dan Kakaknya Amel datang ke acara pernikahan itu.
Mamanya tampak terlihat sehat dan segar meski terlihat jelas berat badannya turun dari yang sebelumnya. Mamanya tampak cantik dengan balutan kebaya modern yang sebenarnya sudah disiapkan oleh Vasko jauh jauh hari, sebab dia ingin memberikan kejutan pada istrinya.
Amelia, kakak perempuan Joy dinyatakan sembuh setelah dua bulan lebih menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Dukungan yang diberikan Joy dan Vasko memberikan semangat baru bagi Amel untuk bisa bangkit dari keterpurukannya selama ini.
Amel sudah dalam keadaan stabil dan benar benar sehat, tak ada yang menyangka wanita itu akan kembali menjadi Amelia yang normal dan hidup dengan bahagia.
Kabar kehamilan Joy ternyata memberikan semangat bagi Amel untuk bisa bangkit dari keterpurukannya selama ini. Meski di awa perawatan Amel tak memberi respon, ternyata apa yang dilakukan Joy dan Vasko mempengaruhi semangat wanita itu.
Mereka berdua dijemput oleh anak buah Vasko dan dibawa ke rumah yang sudah disiapkan oleh Vasko untuk mereka tinggali di kota itu.
Sudah seminggu mereka pindah ke Jakarta tanpa sepengetahuan Joy.
Keduanya berjalan menghampiri Joy dengan senyuman sumringah, Mata Cindy dan Amel tampak berkaca-kaca menatap Joy yang tampak sangat anggun.
" Mama, kak Amel!!" ucap Joy, air matanya tak terbendung lagi, dia menatap suaminya selama tak percaya apa yang terjadi.
David, Otniel, Joel dan Diandra tersenyum, mereka sudah tau hanya Joy yang tidak diberitahu tentang hal ini.
" Apa ini kenyataan?" tanya wanita itu.
" Kejutan untuk Mommy," ucap Vasko sambil mengusap punggung istrinya.
" Arhhh... hiks hiks hiks... Terimakasih!!" ucap Joy sambil menghamburkan pelukannya pada suaminya.
" Husshh sayang, ayo temui Mama dan Kakak ipar," ucap Vasko Joy mengangguk .
Cindy dan Amel menghampiri Joy dan memeluk bumil cantik itu.
" Joy, kami merindukanmu nak," ucap Cindy sambil menangis.
" Joy, kakak kangen Joy," lirih Amel.
__ADS_1
" Huaaaaaa..... Mama, kak Amel hiks hiks hiks... aku juga rindu kalian hiks hiks....." tangis Joy, mereka bertiga benar benar terharu sekaligus bahagia dengan apa yang terjadi saat ini.
Semuanya benar benar bahagia, Luna dan Mikha sangat senang melihat Cindy kembali lagi seperti dulu menjadi wanita yang lebih bersemangat meski suaminya telah berpulang.
Acara itu berjalan dengan penuh haru dan tawa bahagia, semuanya berjalan dengan sangat lancar.
"Keluarga mereka benar benar keluarga idaman, seandainya orang orang di rumah seperti mereka, aku pasti tidak akan kabur dari rumah itu," ucap gadis berkacamata, pelayan yang bertubrukan dengan Otniel beberapa saat lalu.
" Tunggu, bukannya nyonya itu wanita yang kemarin di kamar mandi? wahh syukurlah dia baik baik saja, wanita gila itu benar benar keterlaluan sampai melakukan hal keji seperti itu padanya," gumamnya lagi.
" Hei apa maksudmu?" tiba tiba seseorang berbicara dari belakangnya tepat di telinga nya.
" eh... si...siapa?" ucapnya dengan nada gugup, matanya bertemu dengan mata seorang pria yang tak lain adalah pria yang bertubrukan dengan dirinya bahkan memberikan buket bunga untuk nya.
" Apa maksud perkataan mu tadi?" tanya Otniel sambil menatap gadis itu dengan tatapan dingin dan datar, seketika tubuh gadis itu membeku, baru ini dia menemukan tatapan mata yang begitu dingin dan tajam benar benar membuatnya merinding.
" Yang mana?"
Gadis itu gugup, -
" Soal kamar mandi," ucap Otniel masih berada di posisi yang sangat dekat dengan gadis kacamata itu.
" Ahh... I..itu, ada seorang wanita aneh yang menumpahkan air di atas lantai, dia juga mengucapkan hal hal aneh, dan menargetkan Diandra, aku melihat kecelakaan itu beberapa waktu lalu tu...tuan," ucapnya, dia benar benar gugup.
" I..iya, ta..tapi ada yang aneh," ucapnya pelan.
" Aneh apanya?" tanya Otniel.
" Emm... waktu...
" Daddy!!! huaaaa.... Daddy!!!!" terdengar teriakan Edward yang menangis dari sisi ruangan dansa sontak membuat Otniel terkejut dan menoleh ke sumber suara.
" Maaf kapan kapan kita bicara!" ucapnya langsung pergi meninggalkan wanita itu dengan wajah panik.
" Daddy? sudah menikah ternyata, eh... kenapa aku seperti kecewa Haihh dasar kau ini Chelsea!!" ucapnya sambil menepuk keningnya sendiri.
Sementara itu Otniel berlari mencari anaknya yang tadi dia tinggalkan asik bermain di dekat pohon pohon hias yang disiapkan sebagai area bermain bagi tamu yang membawa anak mereka.
" Edward!" ucapnya dengan nada khawatir.
" Daddy hiks hiks hiks..... huaaa...." Edward berjalan sambil membawa mainan boneka anjing yang kepalanya terputus, dia menangis sambil menghampiri Daddynya sementara itu ada beberapa anak yang menatapnya dengan tatapan tidak suka, tentu mereka anak anak orang kaya.
__ADS_1
"Anak Daddy ada apa sayang?" Otniel langsung berjongkok di depan Edward, dia mengusap wajah anaknya yang menangis.
" Daddy, maaf bonekanya putus hiks hiks hiks.... tadi Edward mau main sama meleka tapi meleka bilang nggak boleh, kalena Edward nggak punya Mommy, huaa... apa salah kalau Edward cuma punya Daddy, hiks hiks hiks... ini boneka anjing yang dikasih Onty Diandra malah dipatahin sama meleka Daddy...." ucap Bocah kecil yang hampir menginjak usia lima tahun itu.
Begitu remuk hati Otniel saat mendengar apa yang dikatakan oleh putranya, hati siapa yang tidak sakit jika dia diejek tak punya ibu, apa salah kalau seseorang hanya memiliki seorang ibu atau seorang ayah saja?.
" husshh.... Edward nggak salah sayang, Edward anak baik, nggak apa apa, jangan dengar omongan mereka,"
" Loh ada apa ini? kenapa anak saya menangis?" ucap seorang wanita yang menghampiri anaknya yang juga menangis di tempat bermain itu.
" Dia Onty, anak yang tidak punya ibu itu penyebabnya!!" ucap anak anak yang bermain disana menunjuk Edward.
" Apa!!" pekik wanita itu sambil menatap Edward.
" Heh kau anaknya si Sean gila itu kan, cihhh anak pungut kok bisa bisanya masuk ke tempat ini, anak pungut ya di tempat sampah dong, dasar anak tidak punya masa depan ngapain masuk ke...
Plakkkkk....
Plakkk...
" Jaga omongan mu wanita sialan!!" ucap seseorang yang tak lain adalah Ara yang melihat apa yang barusan terjadi, dia lewat menyapa tamu bersama Joel namun mata dan telinga nya menyaksikan hal menyakitkan itu.
"Eh... ke..kenapa saya dipukul nona, sa..saya..
" Seharusnya anda sadar atas kata kata anda, pantas saja anak anak disini tidak punya moral, orangtuanya saja tidak tau cara berbicara yang benar!" tegas Joel.
" ma...maaf ya..tapi saya hanya mengatakan keben...
"Diam kau sebelum ku jahit mulut gatalmu itu!!!" pekik Otniel, yang sontak membuat semua orang menatap ke arah mereka.
" Kau tidak tau siapa aku kan? " ucap Otniel menyeringai, " aku akan memperpanjang masalah ini, dan kita lihat anak siapa yang tidak punya masa depan!" ucap Otniel, dia tersenyum tetapi menyimpan makna dalam di balik senyuman menyeringai itu.
" Sudahlah Jo, Ra kita biarkan saja, ini acara bahagia," ucap Otniel sambil menggendong putranya dengan hati yang hancur mendengar hinaan itu pada putranya.
Joel dan Ara menatap Otniel, mereka tau kalau hati Otniel hancur berkeping keping saat ini.
"Seringai itu, menyeramkan,"
.
.
__ADS_1
.
KITA MULAI KISAH BANG NIEL!!!!!