
“Apa itu Tante?” ucap Joel terbelalak kaget.
“Ya Mama Luna memang begitu, dia.... ahhh sudah lah jangan dibicarakan,” ucap David sambil memijit pelipisnya, mereka pasti akan mendengarkan ocehan wanita itu sepanjang malam.
“Sudah bagaimana perkembangannya?” tanya david.
“Dia mungkin akan bergerak menuju kediaman keluarga Aniston, kau bisa melanjutkan rencana selanjutnya disana,” ucap Joel yang di balas anggukan kepala oleh David.
“Baiklah, “ ucap David.
“Kalau begitu, Pa aku permisi dulu ya, aku akan ke kediaman Aniston, ingin membuat masalah disana heheheh” ucap David sambil melepaskan topeng hitamnya dan tampaklah topeng keloid yang menutupi wajah bagian kirinya.
“Baik, kau berhati hatilah, jangan sampai kau kenapa kenapa, ada istri dan anak yang menantikanmu, jangan bertindak di luar batas,” nasehat Gama pada David.
“Siap bos, kalau begitu kakak ipar, ikut denganku,” ucap David sambil menatap Vasko.
“Hentikan panggilan konyolmu itu David sebelum ku pukul mulutmu itu,” ketus Vasko yang merasa aneh dengan panggilan itu padahal kenyataannya memang seperti itu.
“Hahahah maafkan aku kakak ipar, tapi sepertinya aku tak bisa menghentikannya,” ucap David sambil tergelak.
“Kau gila,” umpat Vasko.
“Bye Pa, Joel, Kak Christo,” ucap David sambil melambaikan tangan.
“Dasar bocah, dia persis seperti Aiden.” Ucap David sambil geleng geleng kepala.
“ Om, Helen mulai bergerak lagi melakukan pencarian, bagaiman ini? Anak buah si Besara sudah melihat Diandra dan Reva waktu itu di Indonesia, sekarang hanya menunggu waktu saja sebelum para pengawal itu melapor,” ucap Joel.
“Tenang saja, Rumah Besar Park sudah diamankan,” ucap Gama.
Sementara itu, Besara tampak melajukan mobilnya menuju kediaman Aniston setelah memastikan kalau Brandon tak ada disana.
Belakangan ini pria itu tak pernah lagi di rumah, dia sibuk mengurus perusahaannya yang tengah berada dalam berbagai masalah setelah Reva keluar, bahkan saham sahamnya lepas sekitar 20 % membuat pria itu tak habis pikir.
Jika saja Diandra ada disana dia bisa memanfaatkan Diandra sebagai boneka untuk mengurus perusahaan seperti Reva sebelumnya, belum Lagi Helen hanya bisa menghabiskan uang dan membuatnya pusing.
Besara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, bertepatan di depan kediaman keluarga Aniston sebuah mobil pembawa barang tampak melaju dengan kecepatan sedang namun mengikis jarak dengan Mobil milik Besara sehingga pria itu sedikit ling lung mengendalikan mobilnya.
Ckiiittt.... krraatt... ptaaarrr...
Mobil Besara berhenti mendadak dan hampir menabrak beton pembatas rumah dengan jalan saat mobil pembawa barang itu terlihat seperti kebingungan dan malah menyerempet mobil milik Besara.
Brakkk.... Brakkk... Brakkk
__ADS_1
Besara meluapkan emosinya dengan memukul mukul setir mobil karena kesal dan marah.
“Sialan, berani sekali kauuuuu....” geram Besara sabil mengambil pistol nya dan keluar dari dalam mobil dengan wajah kesal dan marah.
Blammm....
Dia menutup pintu dengan keras dan berjalan menghampiri dua orang pria bermasker putih yang juga tampak keluar dari dalam mobil, keduanya memakai pakaian lengan panjang dan tampak turun dengan membawa senapan api dan pedang, tampak sangat menakutkan.
"Kurang ajar kau bajingan, kenapa kau menghalangi jalanku...” teriak salah satu pria itu sambil membuka maskernya, tampaklah seorang pria dengan wajah terbakar yang tak lain adalah David.
“Siapa orang orang ini,” gumam Besara saat melihat penampilan mereka yang tampak mengerikan namun yang namanya Besara tidak takut dengan hal hal seperti itu.
“Kau yang menghalangi mobilku sialan, kau tidak lihat ini lecet,” ucap Besara marah besar sambil menunjuk Mobilnya yang tergores.
“Mobil kecilmu itu menghalangi jalan kami, dasar orangtua songong,” ketus David.
Geram dengan sikap mereka, Besara mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya pada David dan Vasko yang masih memasang maskernya.
Serentak Vasko dan David juga melakukan hal yang sama.
“Aku bisa membunuh kalian berdua disini,”ucap Besara dengan tatapan tajam.
“Aku juga bisa mencincang cincang tubuhmu dijalanan ini bangsat, kau yang menghalangi mobil kami,” ucap David sambil menghunus pedangnya tepat di leher Besara.
“Aku tidak boleh mengambil langkah yang salah, jika begini mereka bisa membunuhku, tampaknya mereka bukan orang sembarangan,” batin Besara yang sedikit khawatir melihat kedua lawannya, mengingat usianya dan mereka bukan lawan yang potensial untuknya.
Vasko dan David menurunkan senjata mereka melihat kegusaran di mata Besara yang sudah tidak seaktif dulu lagi.
“Dia bimbang,” batin Vasko.
“Jadi pria bau tanah ini yang ingin membunuh istriku? Tak akan kubiarkan kalian menyentuh istriku barang seujung rambut pun,” batin David.
“Kalau begitu saya permisi dulu,” ucap Besara mundur dari perdebatan dan langsung masuk ke dalam mobilnya lalu melaju memasuki rumah Aniston.
David dan Vasko saling menatap kemudian mengalihkan pandangan mereka pada rumah besar di hadapan mereka itu.
“Ini neraka bagi istriku maka neraka juga untukku,” ucap David.
“Bagiku ini hanya tempat sampah yang harus segera dimusnahkan, sudahlah ayo cepat, kita sudah menggertaknya, aku yakin dia akan serangan jantung saat bertemu denganmu besok hahahah,” Vasko tertawa, pria itu tertawa dengan cara yang menyeramkan membuat David malah bergidik ngeri melihat wajah Vasko.
“Vasko kumohon jangan tertawa seperti itu di depan Joy, dia tidak akan menyukaimu jika kau tertawa dengan cara itu, kau menyeramkan,” celetuk David.
Vasko terdiam dia menatap David,” Apa seseram itu?” tanya Vasko.
__ADS_1
“Ya sangat menyeramkan, kau terlihat seperti monster,” ucap David dengan wajah serius.
“Benarkah ? Monster? Hmmm monster ya hah... beraninya kau mengerjaikuuuu...” teriak Vasko sambil mengejar David dengan wajah kesal.
“prffftthhhh hahahahaha... ternyata Vasko memperhatikan penampilannya juga untuk menarik perhatian sang pujaan hati huahahahahah...” mereka tertawa terbahak bahak di depan rumah besar itu.
“Dasar kekanak kanakan,” gerutu Vasko yang memilih masuk ke dalam mobil sambil mengerutkan wajahnya, pria itu melihat ke kaca spion dan memeriksa wajahnya dia mencoba tersenyum.
“Heee...." Vasko mencoba tersenyum, " ya ampun seram ,” ucap Vasko terkejut melihat wajahnya sendiri haduh ada ada saja leader mafia yang satu ini.
Di luar mobil, David tersenyum tipis saat melihat siluet seseorang di balik pagar rumah besar itu.
“Kena kau,” batin David sambil masuk ke dalam mobilnya.
“Arrhhhhh seeetaaannnnn......” teriakan David menggelegar di depan jalan itu ketika melihat wajah Vasko tepat di depannya sambil tersenyum menampakkan semua giginya yang putih mengkilat, matanya tertutup bibirnya merekah sungguh senyuman yang menyeramkan , bagai mana bisa seseorang tersenyum seperti itu.
“Heh jadi benar benar sejelek itu ya,” ucap Vasko yang langsung mundur dan merubah raut wajahnya.
“prrftthhhh bwahahahahahahah..... kau kalah telak dengan Otniel Vasko, kurasa Joy akan jatuh hati dengan Dokter muda itu hahahahah....” David tertawa terbahak bahak sambil memanas manasi Vasko, dia cukup terkejut melihat tingkah Vasko yang tidak percaya diri.
“Kau ternyata mulai menunjukkan sifat aslimu kakak ipar hahahah,” David tertawa sedangkan Vasko menekuk wajahnya kesal.
Ting...
Ponsel Vasko berbunyi begitu juga dengan milik David.
Mereka berdua sama sama membuka pesan grup itu.
“Wahhh sepertinya Otniel menang lima langkah dari mu Vasko hahahah, mereka sangat mesra,” tawa David sambil masuk ke dalam mobil dan menunjukkan foto Otniel dan Joy yang sedang berfoto bersama dengan Otniel memberi bunga pada Joy.
“Ck... jauhkan itu, aku sudah melihatnya,” jadilah hati Vasko gusar karena sang pujaan hati sudah didekati oleh orang lain, dan David tertawa sepuasnya disana.
.
.
.
Like, Vote dan Komen
..
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉