
Di sebuah apartemen sederhana,
Seorang wanita tengah duduk menikmati wine mahal yang dia beli sembari menatap sebuah foto yang didalamnya ada tiga orang anak muda sedang berpose.
"Kak David, aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan mu, ini semua karena ulahmu Reni, seharusnya Kak David bersamaku bukan bersamamu dulu!!" Ucap wanita yang tak lain adalah Nani.
" Tak kusangka ternyata ada orang lain yang mengincar wanita sialan itu, haihh tapi tak apa, setidaknya dia sedikit membantuku untuk memberi pelajaran pada wanita tidak tau diri itu, " ucapnya dengan seringai licik di wajahnya.
" Tapi aku penasaran apa dia mati? Seharusnya benturan keras itu membuatnya kehilangan bayinya, ahh~~ dan anak kecil sialan itu, beraninya dia mengaku sebagai anak David!!" Gerutu wanita aneh itu sambil memutar mutar wine di tangannya.
Ponselnya menyala sendiri namun tidak dia perhatikan.
Kejadian sebelumnya,
Setelah gagal mencelakai Diandra di toilet wanita, Nani masih tetap mengawasi Diandra dan si kecil Edward, targetnya adalah kedua orang itu.
Nani duduk di dalam mobilnya, restoran yang mereka kunjungi adalah restoran dengan model terbuka sehingga bisa dilihat dengan jelas pelanggan restoran itu.
Dia mengawasi mereka dari mobil, nafasnya naik turun, tiba tiba jantungnya berdegup sangat kencang.
"Akhhh... Sial, berapa lama aku bergantung pada ini!" Umpat Nani sambil mengambil sebuah kotak berisi jejeran alat suntik yang siap di suntikkan.
Dia menyingsingkan lengan bajunya, terlihat luka bekas tusuk jarum suntik yang sangat banyak di lengan nya. Wanita itu menyuntikkan benda itu ke tubuhnya sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
" Akhhh... Hrrhhhh... Shhhh... Akhhh sss..." Dia mendesis kesakitan saat cairan itu masuk ke dalam tubuhnya, pembuluh darahnya menegang, matanya memerah bahkan dia sampai mengeluarkan air mata.
Beberapa menit kemudian dia kembali tenang, sambil tersenyum dia menatap kotak obat itu.
" Kalian memang berguna, tak salah aku memakai kalian anak anakku, hahaha" ucapnya sambil tertawa.
Nani mengikuti mobil yang dinaiki David bersama Diandra, sejak tadi dia terus mengawasi mereka. Nani sudah memperkirakan kalau Diandra dan yang lainnya akan dikawal oleh beberapa pengawal.
Dia mengikuti mereka tanpa menunjuk gerak gerik mencurigakan agar pengawal tidak curiga dengan dirinya.
" Kenapa mereka menempatkan orang sebanyak itu sebagai pengawal, cihhh seharusnya yang di kawal itu aku bukan wanita sialan yang sudah mempermalukan diriku!" Gerutu Nani di dalam mobil sambil mengikuti mereka.
"Aku harus membunuh wanita dan anak itu, mereka harus mati, jika aku tak bisa memiliki David maka wanita itu juga tidak bisa, tidak bisa!!!" Teriaknya di dalam mobil.
Nani menyeringai seperti seorang psikopat di dalam mobil, orang orang yang dekat dengan mobilnya menatap aneh pada wanita itu, bisa bisanya dia bertingkah seperti orang gila di tengah jalanan yang ramai.
"Dia benar benar tidak waras, apa dia diputuskan kekasihnya atau dia mau mencelakai orang lain? Dunia sekarang benar benar buruk, aku harus berhati hati dengan orang seperti mereka ini," gumam salah seorang pengendara motor yang berada pada jarak paling dekat dengan Nani.
Mobil melaju hingga tiba saatnya Nanti sudah memperhitungkan waktu untuk menabrak mobil David, dia sudah bersiap dan melaju dengan kencang dari arah Kiri.
"Yaakk orang itu gila ya, ini Lampu merah!!" Pekik para warga.
__ADS_1
Mobilnya melaju dengan kencang hingga...
Brukkk.... Brakk... Prangg.....
Terjadi kecelakaan mobil, namun mobil lain yang menabrak target Nani dan malah melarikan diri sebelum warga menangkap nya.
Nani menghentikan mobilnya dengan cepat dan membanting setir, memutar haluan melarikan diri dari daerah itu.
" Wahhh hahahhaha apa tadi itu, apa alam juga ingin memusnahkan mereka hahahahah....ini menyenangkan!" Nani tertawa terbahak-bahak di dalam mobilnya, persis seperti orang gila.
" Bwahahahah mampus kau wanita sialan, kau mempermalukanku ke seantero negeri maka kematianmu dikabarkan ke seluruh dunia, mati kau!!" Umpat wanita itu.
Setelah kejadian yang tidak disangka sangka itu, Nani masih menargetkan Diandra, dia penunggu berita kematian istri sang tuan Nicholas yang terhormat.
Namun sampai saat ini tak ada berita apa pun, yang diliput hanya berita kecelakaan tak lebih dan tak kurang dari itu.
Kembali ke masa sekarang, Nani menikmati minumannya dia menonton video berita mengenai kecelakaan itu, berkali kali diulangnya kecelakaan itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Di mejanya berserakan berbagai obat obatan serta cairan injeksi yang sering dia pakai, bau alkohol dan rokok begitu menyengat di ruangan kecil itu.
Kotor dan bau, sungguh menjijikkan, seperti kamar preman saja, bahkan preman tau membersihkan ruangan mereka.
" Hahahah ternyata yang kena memang wanita sialan tak tau diri dan anak tengil itu hahahah, David ku masih selamat, tunggu aku sayang hahhaha" Nani benar benar seperti orang gila, tertawa sendirian di dalam apartemen nya.
Tiba tiba....
Nani terbelalak kaget, dia meringkuk ketakutan, melemparkan botol Winenya saat melihat hal itu terjadi di rumahnya.
" Siapa itu, apa yang terjadi kenapa ini!!!" Pekik Nani sambil menatap seluruh ruangan yang tiba tiba terasa horor dan menakutkan.
" Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa listriknya seperti ini, tolong!!!!!" Pekik Nani.
Dia berdiri mencoba memberanikan dirinya untuk mengendalikan listrik di rumahnya, dia mematikan sakelar lampu tetapi anehnya setelah dimatikan lampu itu masih hidup dan mati secara bergantian.
Pranggg .... Prangg....
Benda benda di rumah itu berjatuhan kesana-kemari, vacum cleaner tiba tiba menyala sendiri, sungguh sebuah teror yang benar benar menakutkan.
Nani bergetar ketakutan, di tatapnya televisi yang berganti ganti chanel, bahkan radio di dalam ruangannya berbunyi dengan sangat keras memutar lagu lagu klasik, lantunan piano yang menyeramkan dimainkan menambah suasana menyeramkan di rumah itu.
" Apa yang terjadi, tidak ini tidak mungkin ,tenang Nani, tenang!!!" Ucapnya sambil menarik nafas dan menguatkan dirinya.
Dia mengepal kuat kedua tangannya, berjalan perlahan dan mengambil remote untuk mematikan televisi namun sama halnya dengan sakelar lampu, remote itu tidak berfungsi sama sekali.
Dia berlari dan mencabut colokan listrik yang terhubung ke televisi barulah tv itu berhenti.
__ADS_1
Nani menarik nafas dia benar benar berusaha untuk tenang saat ini.
"Baiklah Nani ayo kita keluar dari sini," ucap nya dengan bibir gemetaran, dia menangis namun menahan tangisnya sekuat tenaga, teror mengerikan yang tak pernah dia pikirkan akan terjadi padanya.
Nani berjalan tertatih, dia benar ketakutan saat ini, dia mendekati pintu dan mencoba membukanya.
Ceklek.... Krieeett..
Pintu di buka dengan cepat dan...
"Cilukba!!!!"
"arrhhkkk....."
Sebuah wajah dengan senyuman mengerikan dengan gigi taring panjang tersenyum di depan Nani sambil menatap tajam ke arah wanita itu.
Nani mencoba menutup pintu namun orang itu sudah masuk ke dalam rumah. Wanita itu berlari ketakutan ke dalam rumah hingga dia menabrak seseorang yang berdiri di belakangnya.
Brukk...
" Cilukba! Ahahahahahahhaah" ucap mereka berdua sambil tertawa terbahak-bahak menatap Nani yang bergetar ketakutan.
" Arhhhkkkkhhh.. siapa kalian, tidak... Tolong aku tolong aku tooolong!!!!" Pekik Nani yang menangis ketakutan saat kedua orang itu menatapnya dengan tatapan pembunuh.
" Arrhhhkkhhh.... Tiiiidaaakkk... "
Nani terbangun dari mimpi buruknya, nafasnya naik turun dia mengusap kasar wajahnya.
" Arkhh... Sial ternyata cuma mimpi!! " Umpat wanita itu yang ternyata ketiduran di atas sofa.
" Akhh... Kenapa seperti nyata sekali," ucapnya sambil mengusap dadanya, lampu di rumahnya mati membuat suasana sedikit seram.
Pip...
Dia menyalakan lampu dan...
"Cilukba!!!"
" Arrkhhhh...."
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😊😉
SEDANG MENGUSAHAKAN SATU EPS LAGI 😉