Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Dimabuk Cinta


__ADS_3

Vasko sedang berbaring di atas tempat tidur, sejak kejadian dua hari lalu, Joy resmi menjadi kekasihnya secara tidak sengaja, keduanya tampak sangat canggung.


Seperti yang dikatakan sebelumnya, Joy yang merawat dan menjaga Vasko selama dia sakit, hanya saja kedua sejoli itu tiba tiba saling diam, entah mereka gugup atau Merasa aneh dengan situasi ini, keduanya terlihat diam.


Belum ada pembicaraan yang berarti diantara mereka berdua.


Pagi ini, Joy Tempak masuk ke dalam ruangan kamar Vasko sambil membawa nampan berisi sarapan pagi, untuk obat sudah disediakan di kamar Vasko.


Gadis itu masuk, pintu tidak dikunci agar memudahkan orang lain untuk masuk.


Joy perlahan masuk ke dalam ruangan itu, Matanya tertuju pada Vasko yang sedang berbaring, tatapan mata mereka bertemu.


Deg.. deg.. deg.. deg


jantung Joy berdegup kencang saat mereka saling menatap, gugup dan salah tingkah bahkan wajahnya memerah.


Vasko terus menatap Joy, tatapannya tak lepas dari gadis pemberani di depannya itu.


Seorang gadis dengan cara yang sama menyatakan perasaannya di depan Semua orang.


"Ekhmm... Ka..kau sudah lama bangun?" tanya Joy, atmosfer di dalam ruangan itu menjadi panas.


"Baru saja," jawab Vasko singkat dengan suara beratnya itu.


"Ohh... Tuhan kenapa dia malah terdengar seksi saat berbicara dengan nada seperti itu, arhhh aku tidak tahan," batin Joy berteriak.


"Aku akan mengganti perbanmu," ucap Joy.


Gadis itu meletakkan nampan di atas meja, lalu mengambil Perban dan peralatan lainnya untuk mengganti perban Vasko.


"Bantu aku ke toilet dulu," ucap Vasko pelan.


"Baiklah, kemari," ucap Joy .


Gadis itu membantu Vasko bangkit berdiri dari atas tempat tidurnya. Lalu menopang tubuh Vasko yang jelas jelas lebih besar darinya.


Setelah masuk ke dalam kamar mandi, Vasko menyelesaikan urusannya disana, Joy menunggu di depan pintu.


"Joy!" terdengar suara Vasko memanggil dari dalam.


"Ada apa? apa yang terjadi? apa kau terluka lagi?" Joy panik karena mendengar teriakan Vasko, dia langsung masuk ke dalam ruangan.


"Tidak, aku hanya ingin membasuh wajahku tapi ini sulit di gerakkan," ucap Vasko sambil menunjukk lengannya.


"Bisa kau bantu aku?" tanya Vasko.

__ADS_1


"Hmmm baiklah, kau duduk saja disana, biar aku yang membasuh wajahmu," ucap Joy.


Joy mengambil baskom berisi air, dia mulai meletakkan sabun pencuci wajah dan membasahinya dengan air.


"Membungkuk lah dan tutup matamu," ucap Joy.


Jantung mereka berdua jangan ditanya, degupannya begitu kencang, jarak seperti ini membuat kedua insan yang masih malu malu itu gugup.


Joy membasuh wajah Vasko dengan perlahan, setelah selesai dia membersihkan nya.


Akhirnya Joy membantu Vasko sepenuhnya, hingga selesai dan membawanya kembali ke tempat tidur.


Vasko duduk di tempat tidur, lengan dan kakinya masih terasa sakit namun sudah mulai membaik. Siapa sangka benturan keras saat menyelamatkan Joy hari itu membuat lengan dan kakinya terluka tetapi justru membantu Vasko membuka lembaran baru bersama Joy.


Joy mulai membuka perban Vasko, dengan serius dia melakukannya.


Vasko menatap Joy dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"apa aku harus menceritakan semuanya?" batin Vasko.


"Kenapa dia menatapku seperti itu?" pikir Joy namun dia tetap melanjutkan pekerjaan nya.


Vasko menarik tangan Joy membuat gadis itu menoleh pada pria itu.


"Maaf, " satu kata itu keluar dari mulut Vasko, membuat Joy terdiam.


"Aku benar benar serius padamu, sudah kubilang kalau aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu, maaf kalau aku bersikap kasar waktu itu," ucap Vasko.


Joy terkejut, pria di depannya itu berbicara dengan sangat lembut, hatinya benar benar hangat saat ini.


"Aku serius dengan hubungan ini, aku ingin kau yang jadi pendamping ku sampai selamanya Joy, aku tak pernah jatuh cinta selain pada dirimu, aku memang hanya seorang Mafia tapi aku berjanji akan membuatmu bahagia, kau wanita yang anggun sedang aku hanya seorang pria yang punya banyak musuh tapi, bisakah kau menerima pria seperti diriku?" tanya Vasko sambil menatap waja gadis itu, tangannya terulur dan mengusap wajah gadis itu.


Joy membalas tatapan Vasko, dia bisa merasakan ketulusan Vasko ,bahkan dia tau kalau Vasko merasa tidak layak untuk nya.


Joy memegang tangan Vasko, dia tersenyum lembut, "Sejujurnya aku juga mencintaimu sejak lama, aku hanya dikalahkan oleh egoku, maaf kalau aku menolakmu hari itu, rasaku padamu masih sama seperti saat aku menyatakan perasaan ku padamu Beberapa tahun lalu kak," ucap Joy.


Vasko tertegun, dia menarik Joy dan memeluk gadis itu dengan erat.


"Terimakasih Joy, aku bahagia memilikimu disini," ucap Vasko.


Joy membalas pelukan Vasko," Aku juga bahagia kak, maaf kalau aku membuatmu terluka, dan maaf soal kecelakaan itu, aku tidak sadar kalau kau terluka karena melindungi ku," ucap Joy.


Vasko melepaskan pelukannya, dia menatap Joy sambil tersenyum," Ini tidak berarti apa apa, aku sudah sembuh Joy, maaf membohongi mu," Vasko tersenyum sambil menarik perban di lengannya yang sejujurnya belum diganti sama sekali sejak hari kecelakaan itu.


"Maksudmu?" Joy tampak bingung..

__ADS_1


Vasko berdiri, dia bisa berdiri dengan benar, pria itu membuka perbannya, luka di lengan Vasko sudah sembuh dan kakinya juga sudah bisa digerakkan dengan bebas.


Joy terbelalak, sepertinya dia ditipu oleh pria di depannya itu.


"Sebenarnya ini rencana Diandra dan Joel, aku memang terluka tetapi tidak separah itu, maaf membohongi mu, habisnya kau sangat susah di hadapi, tapi aku benar benar serius Joy, aku tidak main main dengan kata kataku," ucap Vasko sambil mengajak Joy berdiri.


Gadis cantik itu menatap Vasko, tak dia sangka seorang leader Mafia melakukan hal seperti ini hanya untuk mendapatkan dirinya.


"Kau sampai melakukan hal seperti ini? kau tau tidak betapa khawatirnya aku saat melihat keadaanmu, hiks hiks hiks... aku takut tapi ternyata aku malah dibohongi Haihh... dasar pria kaku!" Joy menangis di depan Vasko, dia merasa lea melihat Vasko baik baik saja.


"Huaa... syukurlah kau baik baik saja, Kak Otniel semalam mengatakan kalau kakimu akan diamputasi karena patah dan lengan mu tidak akan bisa digerakkan huaaa..... kenapa kalian membohongiku?" Joy menangis tersedu-sedu.


Vasko tergelak, ternyata Otniel membesarkan masalah mereka.


"Tapi bukannya Otniel suka padamu?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Vasko.


Joy menggelengkan kepalanya, "Dia masih belum move on dari wanita bernama Jesslyn itu, lagi pula kak Niel tau aku menyukaimu," ucap Joy.


"Jadi dia terus terus menggoda ku? dasar dokter konyol itu!" Geram Vasko sambil mengingat kejadian kejadian sebelumnya, akhirnya dia sadar kalau Otniel mengelabui mereka.


di balik pintu kamar Vasko, Otniel cekikikan saat mengetahui Rencananya ternyata sudah tertebak oleh mereka.


"Hahahah.... ketahuan deh hahahah, selamat untuk kalian, kabur ah.... hahahhaha pasangan Mafia akan mengamuk huahahhaha..."Otniel tertawa terbahak-bahak sambil lari terbirit-birit dari pintu itu sebelum Joy dan Vasko menghajarnya habis habisan.


Vasko dan Joy saling menatap, pria itu menepuk pucuk kepala Joy membuta gadis itu merona.


"Jadi sekarang kita resmi sebagai sepasang kekasih kan?" tanya Vasko.


Joy mengangguk sambil tersenyum dengan wajah merona.


"Terimakasih sayang," bisik Vasko yang sontak membuat Joy tertegun, jantungnya hour saja keluar, rasanya dia ingin berteriak saking senangnya.


"Cieee... yang salah tingkah nieee...hahhaha..." Vasko menggoda Joy sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajah merona gadis itu.


"Jangan digoda... arhhh aku malu!!!" Seru Joy sambil menutup wajahnya.


"ahahahahah.... ternyata kekasihku seimut ini, aku makin cinta deh!" ucap Vasko.


Joy semakin terbelalak, Vasko ternyata sangat romantis dan bucin pastinya, hadeh mereka semua sedang dimabuk cinta.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉


Cieee dimabuk cinta hahahahhaah


__ADS_2