
📍Rumah keluarga Shena,
Chelsea tampak cantik dengan balutan dress mahal nan mewah yang sudah dirancang khusus untuknya. Malam ini ada acara besar, yaitu prosesi lamaran yang akan dilakukan oleh calon besan keluarga mereka.
Chelsea tak tau siapa pria yang akan menjadi calon suaminya, yang pasti dia akan melarikan diri jika sudah waktunya.
"Kamu siap?" tanya Vero.
Chelsea Menatap Vero dengan mata berkaca-kaca.
"Apa Chelsea benar benar gak punya kesempatan untuk menghindari hal ini kak? kenapa Papa dan Mama harus menumbalkan Chelsea?" lirih gadis itu.
"Apa yang bisa kita perbuat El, Awalnya Papa menawarkan kakak, tapi mereka memilihmu langsung, mereka mengatakan kalau cukup kenal dan dekat denganmu," jelas Vero yang hanya dapat sedikit info tentang siapa yang akan melamar Chelsea.
Hanya Tuan Shena yang tau persis siapa orang orang hebat itu, bahkan Nyonya Maya hanya tau kalau anaknya akan menghasilkan uang jika menikah dengan keluarga konglomerat yang begitu kaya.
Identitas pria yang melamar Chelsea dirahasiakan, dan tuan Shena patuh agar kerja sama dengan perusahaan besar itu tetap berjalan dengan lancar.
"Sudah, jangan bersedih, ingat untuk melakukan yang terbaik El, setelah kau keluar kita lakukan rencana berikutnya, kakak akan membawamu keluar dari rumah ini, kakak ja Ji!" ucap Vero dengan tegas.
Chelsea menatap kakaknya, tergambar jelas ketulusan disana.
"Baik kak, dan terimakasih, lalu kak Vernon bagaimana?" tanya Chelsea.
" Dia bisa menjaga dirinya El, sekarang khawatirkan dirimu acaranya akan dimulai!" ucap Vero.
//tok... tok.... tok//
Pintu lagi lagi diketuk dari luar.
"Nona, tamunya sudah datang, nona diminta untuk turun ke ruangan pertemuan!" suara pengawal terdengar jelas di balik pintu itu.
"iya iya, dasar bawel!" gerutu Vero.
"Ayo El, kamu bisa, cukup menurut saja dengan semua yang diucapkan oleh Papa," ujar Vero.
Chelsea mengangguk paham dan hanya bisa pasrah dengan nasibnya hari ini.
"Apa dia tidak akan sakit hati kalau melihatku dipaksa seperti ini?haihhh... kenapa juga dia selalu membuatku salah tingkah, aku hanya menyukai Dokter psiko itu, meski kasar, dia adalah tipe idealku, dokter Niel mungkin aku hanya busa menyukaimu dengan cara ini, aku.. benar benar menyedihkan!" batin Chelsea.
Kedua wanita itu berjalan serentak menuruni anak tangga, Chelsea tampak sangat cantik dan elegan dengan balutan gaun merah muda dan riasan ringan yang diberikan Vero untuknya.
__ADS_1
"kamu cantik, tenang saja, dan berlaku menjadi anak baik!" bisik Vero dan lagi lagi jawaban Chelsea hanya sebuah anggukan kepala, dia fokus dengan langkah kakinya, belum lagi harus menyeimbangkan diri dengan high heels yang benar benar tidak nyaman untuknya.
Keduanya turun, di ruangan pertemuan sudah berdiri beberapa orang tamu malam ini, terlihat wajah wajah tegas dan berkharisma kini duduk di dalam ruangan itu.
Tegas, elegan, dan berkharisma, orang orang yang menjadi tamu kehormatan keluarga Shena malam ini adalah orang orang terpandang.
Chelsea berjalan, tanpa menatap tamu itu, dia sudah pasrah dengan nasibnya dijodohkan dengan orang tak dikenal dan entah bagaimana nasinya setelah ini, yang pasti dia berharap rencana kedua kakaknya berjalan dengan lancar.
Seorang pria dengan rambut hitam dan potongan rambut segar, sedikit bergelombang di atas, dengan stelan kemeja formal berwarna hitam garis gari putih, wajah tampan khas Asia, kini berdiri sambil terus menerus menatap Chelsea dengan tatapan serius.
Yang ada disana kini Tuan Shena bersama Nyonya Maya menyambut Kedatangan tamu mereka. Monika? jangan ditanya, dia sedang menikmati spa untuk pertunjukan terakhir setelah acara itu selesai.
"Daddy,Mom El sangat cantik!" bisik bocah kecil yang tak lain adalah Edward putra Otniel.
Ya, keluarga yang datang kesana adalah keluarga lengkap Otniel, kedua orangtuanya, saudaranya dan sahabat sahabatnya, demikian sir Petra turut mendampingi putra angkatnya itu.
"Son duduklah, dan tutup mulutmu, kenapa kau mangap seperti itu, air liurmu hampir menetes" goda Sir Petra.
"Dad, please hentikan Jokes bapak bapak ini," ucap Otniel.
"Hahahah... kau sangat antusias ya," Kikik Sir Petra.
"Dia aneh," celetuk Luna.
"Astaga, ini akan semakin sulit, bagaimana bisa keluarga tersohor itu yang melamar adikku, tunggu dulu!!"batin Vero terbelalak.
Dia menatap mereka satu persatu, "Kalau Chelsea dilamar oleh mereka, berarti o..orang itu adalah rekan sekerja Chelsea di rumah sakit KenRose,i..ini akan jadi hal baik, adikku... adikku kau selamat dari neraka sialan ini , ahahahah... tanpa kami bekerja lebih, ternyata alam mengijinkan kamu untuk bahagia!!!" batin Vero.
Bagaimana dia tau semua informasi itu? tebtu saja dari setiap majalah bisnis yang dia baca tentang keluarga besar Park, meski tak banyak informasi, setidaknya Vero bisa lebih tenang membiarkan Chelsea bersama keluarga Park daripada tinggal di rumah besar itu.
"Sisanya adalah menghancurkan Tuan dan Nyonya Maya yang sombong itu, hehehhe... Vernon setelah ini mari berpesta hahahah..." batin wanita itu dengan senyuman licik di wajahnya.
"Tapi kita lihat dulu perlakuan mereka pada Chelsea, jika mereka melukai adikku, maka rencana sebelumnya akan kami laksanakan!" batin nya lagi.
Semua orang menatap kedatangan kedua perempuan itu, yang seorang majus dan cantik bak putri kerajaan, yang satu terkesan Elegan, anggun dan berkharisma, diikuti oleh seorang pria yang tak lain adalah Vernon yang baru masuk ke dalam rumah.
Pakaian Vero dan Vernon senada, menunjukkan mereka adalah anak kembar yang sedang mengantar adik mereka menuju calon keluarga barunya.
"Kamu sudah selesai? wahh cantiknya putri Mama!" seru Nyonya Maya sambil menghampiri Chelsea dan menggandeng tangan gadis yang terus saja menunduk itu.
"angkat kepalamu!" bisik Nyonya Maya, namun Chelsea tak mau menuruti perkataan wanita itu. Dia berjalan saja terus sampai tiba di depan para tamu.
__ADS_1
"lihat wajahnya itu, dia Sampai sesedih itu karena akan dijodohkan, ck... apa kau menyesal Chelsea?" batin Otniel yang terus menatap Chelsea.
"Hai Mom El!" panggil Edward.
Nyonya Mata tersentak kaget saat anak itu memanggil Chelsea dengan sebutan itu. Dia menatap bocah itu lebih dalam lagi, anak yang sama dengan anak kecil yang ada di foto yang ditunjukkan Monika.
"tu..tunggu dulu, ja..jadi dia anak itu dan pria ini? astaga... Ka..kami dalam masalah besar!!!" batin Nyonya Maya yang seketika itu ketakutan melihat mereka, dia terlalu fokus sampai lupa siapa orang orang di depannya itu.
Chelsea yang mendengar suara Edward menggelengkan kepalanya,"ck... bahkan disaat seperti aku mendengar suara Edward, Haihh aku jadi merindukan mereka," gumam Chelsea tanpa sadar, suaranya masih bisa di dengar jelas oleh yang lain.
"Hei gadis buket bunga!"
lagi lagi Chelsea kebingungan, dia merasa ada yang salah dengan dirinya, barusan dia mendengar suara Edward dan sekarang dia mendengar suara Otniel.
"astaga, apa aku sudah gila? barusan aku mendengar suara Edward dan sekarang aku mendengar suara dokter Niel, Haihh... gila kau Chelsea!" gumam nya sambil mengangkat kepalanya.
matanya tertuju pada pria tampan yang menatapnya dengan senyuman tipis di wajahnya.
deg.. deg.. deg .
"Astaga, aku tau kau memang tampan, tapi apa sopan menggunakan tubuh orang lain disaat seperti ini? Ya Tuhan, aku sepertinya sudah gila, melihat dan mendengar suaramu," ucapnya.
"Hei, El apa yang kau bicarakan?" tegur Vernon kakak laki lakinya.
"Aku mendengar suara orang orang yang Kusuka, tapi aku tau ini khayalan, Haihh... maafkan aku," ucap Chelsea yang masih belum sadar juga.
"Heh dokter plin plan, bangun heh bangun, kau pikir aku ini khayalan!!" omel Otniel seperti biasanya.
"Tunggu!" Chelsea menatap Otniel, dia menatap pria itu dengan mata berkedip kedip.
"i..ini benar benar dokter Niel? aku tak salah kan!!??" ucap Chelsea sambil mencubit pipi dan hidung Otniel dengan kuat.
"Arrkhhhh sakit Chelsea!!!" gerutu Otniel.
"What The... ya ampun arhhhhh.......
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉