Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Dalam bahaya


__ADS_3

Seorang wanita menatap Diandra dan David dari balik dinding kamar mandi sambil mengepalkan kedua tangannya dan menatap penuh kebencian pada Diandra.


" Sialan kenapa wanita hamil itu tidak mati saja tadi, haishhh sial sial sial!!!" Umpat wanita yang tak lain adalah Nani.


Sejak Berita menghebohkan mengenai pelakor yang menyerang istri seorang tuan David Nicholas pemilik Moto.Tech, Nani tak bisa bergerak dengan bebas, sebab wajahnya di-posting dimana mana dan dia di cap sebagai pelakor nasional bahkan internasional.


" Sialan seharusnya dia keguguran, dia tidak boleh bersama David, ck... Ini hanya akan menghalangi rencanaku!"


Kejadian beberapa saat lalu,


saat Diandra masuk ke dalam toilet, mata Nani menangkap sosok mereka, sebenarnya Nani sudah mengamati Diandra dan menguntit wanita itu sejak kejadian terakhir.


Saat dia melihat Diandra dan David masuk ke dalam toilet, saat itu pula muncul ide jahat dalam pikirannya.


Dia dengan sengaja menumpahkan air mineralnya di atas lantai agar Diandra terjatuh, terlalu naif memang tapi rencananya itu hampir berhasil membuat Diandra terancam bahaya, beruntung David ada disana.


Dan sialnya saat itu anak buah David berada pada jarak jauh alasannya karena David sudah mendampingi Istrinya dan tak mungkin ada yang berani mengusik Diandra, namun nyatanya Nani mengawasi mereka tanpa terlihat.


Kembali ke masa sekarang, Nani keluar dari balik dinding itu sambil menggerutu.


" Kenapa juga wanita bunting itu tidak mati tadi akhhhh sialan!"


" Harusnya kutaruh minyak bukan air tadi!"


Di saat yang bersamaan, gadis berkacamata yang berbicara dengan Diandra tadi lewat dari depannya, dan jelas jelas telinga Chelsea mendengar ucapan Nani.


" Jadi air itu dia yang taruh? Buat apa? Apa dia mau mencelakakan seseorang? Atau mungkin... Ah sudahlah, bukan urusanku juga," batin gadis berkacamata itu.


Dia berjalan tanpa melirik ke arah Nani yang marah marah tidak jelas, alasannya tentu saja karena gadis itu malas mencampuri urusan orang lain.


Sementara itu di meja pelanggan tampak Diandra kembali makan dengan lahap. Tetapi David tidak bisa tenang setelah kejadian tadi, terlalu aneh dan mencurigakan.


" Ck... Seharusnya kubawa anak buahku tadi !" Batin David.


" Saat kami masuk tidak ada air menggenang di atas lantai, tapi setelah kami keluar kenapa tiba tiba ada air?" David berperang sendiri dengan pikirannya.


Dan semua itu tak lepas dari perhatian sahabat sahabat nya.


"ck... Shhh apa mungkin wanita tadi? Tapi tak mungkin dia, dia saja di toilet tadi, tapi siapa? Apa mungkin ada yang mengincar istri dan anakku?" Pikir David, dia terus menatap istrinya yang sedang makan dengan lahap padahal sudah berapa porsi yang di makan bumil cantik itu tapi dia terlihat seolah tidak kenyang dan minta terus.


" sayang makan," ucap Diandra.

__ADS_1


" ohhh iya iya, lanjutkan sayang makanlah, aku kenyang," ucap David sambil tersenyum.


"Ada apa dengan David, apa terjadi sesuatu tadi?"pikir Otniel.


" Sepertinya ada masalah baru," batin Joel.


Setelah makan disana, mereka semua berangkat menuju tempat tujuan mereka masing-masing.


David bersama Otniel, Diandra dan Edward pergi bersama menuju kantor kerja David. Sedangkan Vasko membawa istrinya berkeliling kota dan menikmati waktu berdua bersama keluarga kecilnya.


Sedangkan Joel dan Ara sedang melaju menuju rumah kecil yang selama ini ditinggali Ara. Joel akan memulai rencana balas dendamnya. Meski Ara mengatakan bahwa dia baik baik saja, tetapi Joel tidak baik baik saja dengan kondisi Ara.


Mata ganti mata, gigi diganti gigi, itu lah prinsip yang selalu ditanamkan Joel. Dia akan membalas siapa pun bekali kali lipat jika berani mengusik ketenangan nya.


Saat pasangan yang baru saja bertunangan tanpa ada orangtua kandung itu sudah berada di rumah kecil yang selama ini ditempati oleh Ara.


Mereka masih di dalam mobil dan menatap ke arah rumah kecil yang berada dilingkungan kumuh itu.


" Jadi selama ini kau tinggal disini padahal kau punya keluarga berada?" Tanya Joel.


Ara mengangguk pelan, matanya tertuju pada rumah kecil itu.


Joel menggenggam tangan kekasihnya, dia menatap Ara dengan lembut," mulai sekarang jangan takut lagi, kau tenang bersamaku, aku adalah rumahmu demikian juga denganku, kau adalah tempat yang akan selalu aku tuju," ucap Joel.


Ara membalas tatapan Joel yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang yang tulus.


" Terimakasih banyak telah membawaku kembali pulang Jo, aku mencintaimu," ucap Ara.


" Wohhooo... Ternyata nyonya Joel mulai nakal ya, mulai bisa buat jantung bang Joel dag Dig dug ser hahahaha..." Celetuk Joel seraya menggoda Ara.


Wajah Ara bersemu merah, kekasihnya itu memang selalu saja menemukan momen yang tepat untuk bercanda.


" kau mulai lagi, dasar bule aneh heheh, tapi aku suka," kekeh Ara dengan wajah merona.


"Ahhh senangnya hatiku punya pacar secantik dirimu, manis ,baik lagi, aku jadi merindukan kepala lampu neon mu itu sayang ahhahahahah" Joel tertawa terbahak-bahak sambil mencubit gemas kedua pipi Ara.


"Ck... Dasar kau ini, maksudmu kau lebih menyukai diriku yang botak?" Ketus Ara.


"Ahahahaha tentu saja, siapa yang tidak terpesona dengan kepala super licin mu itu hahahahah, "kekeh Joel yang keabsurtannya mulai kumat.


" Hadeh, tunangan saya kok gini amat ya Tuhan, tapi gapapa deh yang penting aku cinta hahahaha" balas Ara yang mulai ketularan gesrek dari calon suaminya.

__ADS_1


" Dengar ya Ra," Joel menatap Ara dengan serius dan dengan jarak yang sangat dekat.


" mau bagaimanapun keadaanmu, mau bagaimana pun kondisi fisikmu, aku sudah jatuh cinta padamu, dan namamu sudah ada disini, " Joel menaruh tangan Ara di dadanya.


" Dan itu tidak akan pernah terhapus kecuali kau membunuhku maka aku tak akan mengingatmu lagi,"ucap Joel.


Ara terharu, Joel memang benar benar mencintai ya dengan tulus," terimakasih banyak Jo," ucapnya pelan.


Joel tersenyum, tatapan mata mereka semakin lama semakin lekat, Joel menggenggam tangan Ara dengan erat.


Wajah mereka mendekat, semakin lama semakin dekat, Tatapan mata itu tidak lepas dari mata mereka.


hingga...


Hampir saja Joel memberikan ciuman pertamanya tiba tiba seseorang mengetuk jendela mobil mereka.


Tokk... Tok... Tok.


Kedua sejoli itu terperanjat kaget saat mendengar suara ketukan di kaca mobil. Keduanya spontan menjauh dengan wajah bersemu mereka. Lagi lagi Joel gagal , saat di rumah sakit diganggu oleh kelompok rempong, saat di rumah besar Park diganggu oleh Si nyonya Park dan Edward bahkan si mama gorila dan sekarang? Apes nasibmu Jo


"Sial! Hampir saja!" Batin Joel.


" Ekhmmm.. ma..maaf," ucap Joel gugup.


Ara hanya mengangguk, dia menunduk malu," Ya Tuhan, apa yang kulakukan, apa baru saja aku akan berciuman dengan seorang laki laki? Akhhh sabar Ara sabar, kalian belum menikah!" Batin gadis itu sambil memukul mukul keningnya.


Joel mendengus kesal, dia membuka kaca mobil, beruntung kaca mobil itu hanya bisa dilihat satu arah, jika tidak, mereka pasti sudah diteriaki oleh para warga.


" Ada apa?" Tanya Joel kesal, ternyata yang mengetuk pintu mobilnya adalah anak buahnya.


" Tuan, nyonya Diandra dan tuan muda Edward sedang menuju rumah sakit sekarang, mobil mereka mengalami kecelakaan!" Lapor anak buah yang diminta David memberitahukan Joel Karena pria itu tidak membawa ponselnya.


" APA!!" pekik Ara dan Joel dengan wajah panik .


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2