
Ara masih ada di atas jembatan dengan Joel dan para warga yang berusaha menenangkan gadis berusia 24 tahun itu.
Tiba tiba semuanya Diam, bahkan Ara yang sedari tadi berteriak teriak malah tiba tiba diam.
"Heh apa kau tidak jadi melompat hah? padahal aku sudah menyiapkan ponselku untuk merekam dirimu yang jatuh dan di tabrak mobil sampai tulang tulang mu berserakan di jalan, " celetuk Joel lagi seraya mengeluarkan ponselnya dan memasang kamera.
"Tuan apa yang sebenarnya kau la..." Belum selesai orang itu berbicara ,Joel sudah melemparkan tatapan tajam yang artinya pria itu harus diam jika dia masih ingin selamat.
"Ohh ayolah apakah tidak ada pertunjukan hari ini? akan menyenangkan menonton kematianmu di siang hari yang indah indah ini," ucap Joel.
Ara menatap kesal pada pria bermulut cerewet itu, bagaimana bisa pria itu dengan tega menyuruhnya untuk melompat ke bawah meskipun memang dia ingin mati saat ini tetapi harusnya dramatis bukannya merusak harga dirinya.
"Mau bunuh diri saja susah, udah hidup susah, mau matinya juga susah, sial sial sial!!" batin wanita itu.
"Ayo silahkan melompat gadis supermarket!" ucap Joel.
Ara menatap kesal pada Joel," tidak jadi, kau terlalu ribut, kau sangat cerewet dasar psikopat, tega teganya kau menyuruh orang untuk mati!" ketus Ara dengan wajah kesal dan marah.
"Jiahhh pengecut, bukannya kau yang ingin mati tadi? aku hanya memperlebar jalan untuk kematianmu, tidak kah kau merasa terhormat?" tanya Joel.
"Ck.... memangnya kau siapa kau tidak tau apa apa tentang diriku!!" pekik Ar, dia menangis lagi, karena terlalu banyak bergerak kaki gadis itu tergelincir hingga...
"Aarhhhhh hhh. ..
Semua orang berteriak saat melihat gadi situ jatuh ke bawah karena kehilangan keseimbangannya.
"Araaa...!!" pekik Joel, betapa beruntungnya Ara saat Joel memegang tangannya , kini posisi Ara bergelantungan di atas jembatan dengan Joke yang memegang tangannya dengan kuat dan erat.
"Hiks... hiks... hiks... tolong aku... tolong aku hiks hiks hiks... kumohon, aku akan lakukan apa pun tolong aku... aku belum mau mati ," Gadis itu menangis ketakutan, bahkan suaranya terdengar lirih.
"Tolong aku... kumohon," lirih gadis itu.
Dia melihat ke bawah, sangat tinggi, jika dia jatuh ke bawah sana maka apa yang dikatakan oleh Joel akan terjadi.
Joel juga panik namun dia sudah memegang erat tangan gadis itu, beruntung dia banyak berlatih sehingga tenaganya cukup untuk menahan gadis itu.
"Tapi bukannya kau ingin mati? kulepas saja iya kan?" Bisa bisanya Joel bercanda disaat seperti ini.
" Kalau ku lepas mungkin saja aku akan mendapatkan berita eksklusif dimana seorang pria tampan pemberani berusaha untuk menyelamatkan seorang gadis supermarket yang ingin bunuh diri karena dikhianati oleh pacarnya," ucap Joel sambil menyeringai meski hatinya sudah dag dig dug dalam situasi ini.
"Haishhh sialan, mulut kampret bisa bisanya kau mengatakan itu sekarang!" batin Joel.
Pria ini memang aneh, hati dan pikirannya tidak sinkron, mulut mengatakan A tapi hati berkata Y, aneh!
"Tidak... tidak... kumohon jangan lepaskan aku, kumohon aku akan melakukan apa pun yang kau katakan tapi jangan lepaskan aku masih ingin hidup hiks hiks hiks .. kumohon!!" pekik wanita itu memohon agar dia diselamatkan.
__ADS_1
"Kau yakin akan memenuhi semua yang kuminta?" tanya Joel dengan senyuman Smirk.
Sungguh orang ini benar benar membuat semua orang gregetan, bisa bisanya melakukan negoisasi di saat genting seperti ini.
"Aku... aku akan melakukan apa pun kumohon jangan jatuhkan aku!!!" pekik Ara.
Joel tersenyum, " Baik akan ku pegang kata katamu, ummm pertama kali kau akan jadi kekasihku bagaimana?" tanya Joel.
Ara terbelalak, di saat seperti ini bisa bisanya Joel menanyakan hal itu pada Ara .
"Bagaimana kau mau? jika tidak akan kulepaskan," Joel sedikit melonggarkan genggaman nya membuta Ara dan warga di belakang mereka senam jantung dalam waktu seketika.
"Ba..baik aku mau aku mau jadi pacarmu tapi jangan lepaskan aku kumohon!!" pekik Ara.
"Baiklah kau kekasihku mulai hari ini," ucap Joel, dia menarik tangan Ara dengan sangat kuat, mendengar Ara mau menjadi kekasihnya membuat tenaga Joel bertambah berkali kali lipat.
Dalam sekali tarikan dia berhasil membawa Ara ke atas,
Sreekkk... Brukkhh
Joel mendekap tubuh Ara dan menariknya hingga mereka jatuh ke atas jalan .
Semua orang akhirnya bisa bernafas lega saat melihat gadis itu selamat dan mulai meninggalkan lokasi membiarkan mereka berdua disana.
"hahh... hahh... kau berat sekali, kebanyakan keluh kesah sih," celetuk Joel yang masih memeluk Ara, gadis itu berada di atas tubuh Joel di masih bergetar ketakutan setelah kejadian tadi.
Joel bisa merasakan kalau Ara benar benar ketakutan saat ini, tubuhnya gemetaran bisa Joel rasakan.
"Hiks hiks hiks... " terdengar suara tangisan gadis itu, dia masih berada di atas tubuh Joel, dia menangis pilu disana
Joel duduk dan mengubah posisi mereka, dia menatap Ara yang menangis sambil menunduk, bahunya terlihat naik turun.
"Kupikir aku akan mati tadi huaaaa.... terimakasih... hiks hiks..hiks.." Ara menangis dengan kencang.
Joel malah terkekeh," kan kau yang minta mati tadi, dasar gadis aneh, bisa bisanya kau menangis seperti ini," celetuk Joel.
"Aku serius... aku belum mau mati, aku mau hidup..." tangisan gadis itu semakin kencang.
Hati Joel teriris melihat wajah sembab gadis itu, dia benar benar tak tega melihat gadis yang sudah membuatnya uring uringan selama seminggu penuh karena memikirkan dirinya.
Joel spontan memeluk gadis itu, dia menarik Ara dalam pelukannya dan membiarkan gadis itu menangis disana.
"Kau sudah selamat, jangan menangis lagi, tak ada gunanya, " ucap Joel.
" Semua akan baik baik saja, kau masih diberi kesempatan untuk hidup maka jalani hidupmu dengan bahagia," ucap Joel.
Lama Ara menangis, dia mengeluarkan semua kesedihannya di sana. Joel dengan setia mendampinginya.
__ADS_1
" Ayo berdiri, jangan berlama lama disini, nanti kita dikira mau mati berdua, kau ini menyusahkan orang saja," celetuk Joel sambil membantu gadis itu berdiri.
Ara hanya diam, dia masih sedih namun dia mengikuti apa yang dikatakan Joel.
"Ayo ikut aku," ucap Joel, dia menggenggam tangan gadis itu dan membawanya ke dalam mobil.
Namun Ara berhenti," Motorku bagaimana?" tanya Ara.
Joel menatap Ara, dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Bawa motor yang ada di depan mobilku dan ikuti kami!" ucap pria itu pada anak buahnya yang mengikutinya dari belakang, setelah itu dia mematikan ponselnya.
"Beres kan?" ucap Joel.
Ara hanya bisa terdiam, Joel begitu cepat dalam bertindak.
"Ayo ikut aku kita pergi dari sini, mulai sekarang kau pacar ku, jangan melakukan hal hal seperti ini lagi oke!" ucap Joel seraya merapikan rambut gadis itu dan tersenyum ke arah gadis cantik itu.
"Terimakasih tapi apa kau serius dengan kata katamu? aku... aku
"Ssst.... aku tidak pernah bermain main dengan kata kataku, aku serius, sangat serius, sekali kau menjadi pacarku maka aku tak akan pernah melepaskanmu,"Joel berbicara dengan tegas dan serius bahkan tatapan matanya datar dan dingin.
Ara benar benar terkejut melihat wajah datar pria itu, benar benar membuat dia ketakutan.
" ba..baik," ucapnya dengan suara gugup dan terkesan takut.
Joel menyunggingkan bibirnya, dia berjalan membawa Ara masuk ke dalam mobilnya.
Pria itu membukakan pintu mobil untuk Ara sungguh pria yang manis.
" Selanjutnya adalah pembalasan dendam pada orang orang yang membuat kekasihku menangis heheheh, berani kalian pada pacar bang Joel," batin pria itu .
Joel dan Ara di dalam mobil, tiba tiba....
Drrrt... drrrt... drrrtt..
Ponsel Joel berbunyi, dia menjawab panggilan itu dan memasang ke speaker mobil, itu adalah panggilan video.
"Kak Joel ( Joel) (Uncle Joel) !!!!! " pekik tiga manusia yang menitip makanan pada Joel
"Kenapa lamaaaaa .. " teriak mereka dengan wajah marah.
"Mampus!" ucap Joel sambil menepuk dahinya.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen