Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Mencari Soju ketemu Jodoh (2)


__ADS_3

Diandra dan rombongannya tiba di sebuah supermarket besar di kota itu. David dengan posesif menggandeng dan merangkul istrinya.


Otniel berjalan sambil menggendong Edward di pangkuannya, Joel dan Vasko berjalan di belakang mereka.


Jika orang orang melihat mereka, tak ada yang menyangka kalau orang orang berpakaian murah dan sederhana itu adalah jajaran orang orang kaya di dunia, mereka tampil seadanya.


Vasko dan Joel memakai kaos oblong dan jeans panjang, Otniel dan David memakai kaos oblong dengan celana pendek, bahkan Dia DRA memakai daster bunga bunga namun masih terlihat modis.


Bisa bisanya mereka berangkat dengan pakaian sederhana itu mengingat status mereka adalah orang orang berada.


Edward bocah kecil itu sendiri memakai satu set baju bola sambil memegang kotak bekal yang disiapkan oleh Luna.


Diandra berjalan sambil memakan cemilan yang dibuat kan oleh Mertuanya, ternyata apa yang dikatakan mertuanya benar kalau dia pasti lapar lagi saat di perjalanan.


"Hmmm Mami jago masak ya?" gumam Diandra.


"he.. em... kue brownies kukusnya yang terbaik, enak kan?" ucap David seraya membersihkan sisa kue di pinggir bibir Istrinya.


"He... em enak banget, kamu mau? kalian mau kak?" tanya Diandra sambil memberikan kue itu pada mereka.


"Nggak, dek makan aja, biar Baby Bubu sehat," celetuk Joel.


"Ho...oh makan aja, kamu harus makan banyak biar gak lemes," ucap Vasko.


"Cokelat bagus buat mood ibu hamil, Mami Mikha emang mertua idaman, " ucap Otniel.


"Benar sayang kamu makan aja, itu baik buat kamu," tolak David.


"Baiklah, Edward mau kue Onty?" tanya Diandra.


Edward menggelengkan kepalanya," no Onty, Onty halus makan banyak bial baby Bubu cepat becal, Bial Edward ada teman, Onty kalau mau makan punya Edward juga deh, ini enak loh!" ucap Edward sambil menyodorkan donat cokelat pada Diandra.


Diandra dan yang lainnya tersenyum," No Edward, Edward harus makan biar cehat dan becal biar bisa main sama Baby Bubu nanti oke!" ucap Diandra menirukan gaya bicara Edward.


"Okey Onty heheheh," Edwards tersenyum sambil menaikkan satu jempolnya.


"Hahahahha....." mereka semua tertawa melihat kedua manusia menggemaskan itu berinteraksi, satunya bayi satu lagi sedang mengandung bayi, menggemaskan sekali.


Mereka masuk ke dalam supermarket dan mencari benda yang diinginkan Diandra, Joel, Vasko dan Otniel juga membeli beberapa Snack dan semuanya mereka sesuai kan untuk Diandra yang sedang hamil.


Edward masuk ke dalam troli belanja yang di bawa oleh Otniel, dengan penuh semangat dia menunjuk cemilan dan kebutuhan yang ditunjuk Daddynya.


David dan Diandra sudah menemukan Soju yang diinginkan Diandra, mereka berdua duduk di kursi pelanggan yang disediakan di depan supermarket itu sambil menunggu yang lain tiba.


Dian menatap botol sojunya dengan mata berbinar-binar.


"Mau diapain coba botolnya hmm?" tanya David.


"Hehehe... lihat ya," ucap Diandra sambil mengambil Cup plastik kosong yang dimintanya dari petugas kasir, kemudian membuka botol Soju dan menuangkan semua isinya ke dalam empat cup plastik itu.


Diandra mengambil air mineral dan membasuh botol sojunya kemudian membuangnya.


Dia mengambil minuman ibu hamil yang di belinya dari supermarket dan mengisi minuman itu ke dalam botol Soju.


David hanya bisa geleng-geleng kepala melihat apa yang dilakukan istrinya.


"Ada ada saja kamu ini, ngidamnya pengen minum dari botol Soju iya kan?" tanya David.


Diandra mengangguk sambil tersenyum, dia menenggak minumannya dengan senyuman bahagia, sebenarnya dia mengidam ingin minum dari botol Soju bukan minum isi sojunya.


" Ku pikir kau mau minum alkohol tadi sayang," ucap David sambil mengusap pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


"Heh... Dian masih normal yang, ya kali Dian membahayakan Baby Bubu, Dian gak mau Baby kenapa kenapa," ucap Diandra sambil tersenyum.


"Iya aku paham, kamu mau yang lain? kamu jarang banget minta sesuatu, " ucap David.


"Ummm aku mau sesuatu," ucap Diandra.


"Apa ?Katakan?" David tampak bersemangat.


"Ummm ini... cium disini," ucap Diandra sambil menunjukkan pipinya dengan jari telunjuknya.


"Yahh kalau itu mah tiap hari kulakukan sayang, baiklah kalau Mama maunya itu," ucap David mendekatkan wajahnya pada Diandra dan...


Cup


Mata David terbelalak saat merasakan bibir istrinya bersentuhan dengan bibirnya, bukannya cium di pipi, Dian malah mencium David di bibirnya, sungguh banyak akal ibu hamil ini.


"Hahahaha... kena kamu, hahahha... makasih sayang," Diandra tertawa terbahak-bahak melihat wajah David yang benar Benar terkejut.


David tergelak, Istri sangat jahil, jangan jangan anaknya nanti menuruni sifat jahilnya.


"Kau ini pintar sekali mengelabui aku ya, hahahah tapi aku suka sayang, " David tertawa terbahak-bahak.


Sementara pasangan romantis itu menikmati candaan mereka di luar supermarket, di dalam gedung itu Otniel, Vasko, Joel dan Edward kecil sedang mengantri untuk membayar semua cemilan yang mereka beli.


Karena penampilan mereka yang terbilang sederhana, membuat beberapa pengunjung mencibir mereka dan mengatakan kalau mereka itu orang miskin yang boros.


"Cihh lihat pakaiannya saja tidak seimbang dengan jumlah belanjaannya, benar benar orang miskin sok kayak," bisik salah satu pengunjung Supermarket itu.


"Bener, mana belanjaan nya banyak banget lagi, pasti bakal lama, cihh dasar orang miskin belagu, atau jangan jangan mereka mau maling kali?"


Mendengar bisik bisik tetangga, Joel dan Vasko menatap para pengunjung itu dengan tatapan menyeramkan.


"Ehh mereka nengok tuh, diem aja deh, daripada di makan, itu kayaknya preman deh," ucap mereka.


Kasir perempuan di kasir A menatap kesal ke arah Vasko dan teman temannya karena belanjaan mereka yang tak sesuai dengan penampilan mereka.


"Ck... ini pasti minta barangnya dikembalikan atau minta diskon lah atau minta apa lah, sial sekali!" ketus perempuan itu tepat di depan wajah Otniel.


Ketiganya saling menatap, mereka tak kenal tapi perempuan itu beraninya berbicara kasar pada mereka.


"Ck.. kenapa aku harus meladeni kalian sih," perempuan itu terus menggerutu.


Dia menatap ke arah lain, matanya menangkap rekan kerjanya yang baru saja tiba.


"Sebentar tuan," ucapnya.


"Ara, kamu yang layani nih, aku malas, ada orang gak jelas, cepat!!" pekik gadis itu membuat para pelanggan lain melemparkan tawa meremehkan pada mereka.


"Kenapa orang orang disini minim ahklak ya?" batin Joel.


"Ingin ku jahit mulut kalian itu!" Batin Vasko.


"Enaknya suntik mati aja kali ya nih orang, bikin kesel aja," batin Otniel.


Seorang gadis dengan mata sembab berlari menghampiri kasir.


Plakk...


"Cepat dasar si dungu ini, kenapa kau Lambat sekali!" gerutu kasir perempuan itu sambil memukul lengan Gadis bernama Ara itu.


"Ini belum sip ku kak," cicitnya pelan.

__ADS_1


"Terserah, cepatlah, aku akan mengurus kasir di sana," ucapnya.


Ara merapikan pakaiannya dan langsung berdiri di depan kasir sambil tersenyum.


"Maaf tuan, maaf atas perkata kasar teman saya, " ucapnya merasa tak enak hati dengan Otniel dan yang lainnya.


"Tak apa," jawab Niel Datar.


Joel dan Vasko menatap gadis itu, gadis yang sama dengan gadis yang mereka lihat di lampu merah.


"Ohh jadi dia kerja disini," gumam Joel yang masih bisa di dengar oleh Vasko.


"Cieee yang lagi liatin calon jodoh hihihi," Vasko berbisik di telinga Joel.


" Apaan lu, setan lu kampret," gerutu Joel satu mendengar bisikan setan di telinga nya.


Sementara itu Ara menghitung semua belanjaan mereka tanpa mengatakan apa pun, dia karyawan yang sangat menghormati pelanggannya.


"Apa ada yang mau ditambah tuan?" tanya Ara dengan ramah.Ara cukup terkejut saat melihat Joel dan Vasko disana, dua pria aneh yang dia lihat di Lampu merah, tetapi dia bersikap biasa saja.


"Apa ada yang mau kalian tambah?" Otniel menoleh ke belakang.


"Tak ada," ucap mereka berdua yang dianggukkan oleh Otniel.


"Tak ada, berapa totalnya?" tanya Otniel.


"Totalnya 4 juta lima ratu enam puluh ribu tuan," ucap Ara.


Semua yang ada disana penasaran apakah mereka bisa membayar, banyak yang mencibir dan mengumpat mereka tapi tak mereka responi.


"Kenapa mulut orang orang Sekarang tidak beradab ya?" gumam Ara sambil menatap kesal ke arah pelanggan.


Joel, Vasko dan Otniel mendengar ucapan gadis itu, mereka tersenyum tipis karena sepemikiran dengan Ara.


"Onty cantik!" celetuk Edward


"Terimakasih ganteng," ucap Ara sambil tersenyum menatap Edward.


"Bayar pakai kartu bisa kan?" tanya Niel.


"Bisa Pak," ucap nya.


Otniel mengeluarkan kartu miliknya, sebuah kartu tanpa batas yang hanya dimiliki orang orang tertentu seperti mereka.


Ara yang tak tau menahu tentang kartu itu biasa saja, tetapi mata Semua orang tercengang menatap kartu langka itu.


"Orang kaya bro!!!" gumam mereka terkejut.


Para pelanggan mulai bisik bisik lagi, Ara menatap para pelanggan dengan tatapan aneh.


"Ini kartunya tuan, kalau boleh tau ini kartu apa tuan? kenapa mereka semua bisik bisik begitu?" tanya Ara heran.


Joel, Otniel dan Vasko terkikik mendengar pertanyaan gadis itu.


"Sebaiknya kau tak perlu tau agar tidak menjadi orang seperti mereka," ucap Joel serta tersenyum tipis membuat Ara terdiam menatap wajah tampan itu.


deg deg deg...


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2