
Diandra dan Bayi perempuannya sudah diijinkan pulang setelah menjalani perawatan intensif selama seminggu.
Seluruh keluarga besar menyambut kedatangan si Mama Gorilla dan Baby Bubu yang baru lahir.
Semu bahagia, cucu pertama dari keluarga Maureer akhirnya tiba dan melengkapi rumah besar.
" Huaaa.... Kapan Aku punya Cucu jugaaaa...." rengek Rose sambil menatap Putranya Varrel yang diam dan pura pura mengalihkan pandangannya dari sang Mommy yang duduk di kursi Roda.
" Sabar sayang, lagi pula kita kan sudah punya dua cucu yang menggemaskan," ucap Ken yang mendorong kursi roda istrinya.
"Ck... anak bar bar itu harus diberi pelajaran, masa iya betah nge jomblo terus ," ucap Rose mendengus kesal.
" Mom, please, entar juga ketemu hahahha" kekeh Varrel.
Mereka semua tertawa bahagia, Baby Emely disambut hangat di keluarga besar itu.
Seluruh keluarga itu hidup bahagia, tak ada masalah untuk beberapa waktu yang mereka lewati.
Waktu terus berlalu, usia terus bertambah, kehidupan yang dilalui selalu memiliki masa masa sulitnya sendiri. Segala suka dan duka bahkan perubahan mereka lewati bersama sama.
Tak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat.
...****************...
Lima tahun kemudian,
Di kediaman baru keluarga Diandra dan David,
Diandra dan David memilih memisahkan diri dari rumah besar keluarga Park, meski mereka semua merasa kurang setuju tetapi mereka tetap menghargai keputusan keluarga kecil itu.
Sama halnya dengan Joel dan Ara yang memilih tinggal di Jerman untuk mengurus perkebunan anggur milik mereka, Sedangkan Vasko , Joy dan Putra kecil mereka memilih tinggal bertetangga dengan keluarga David.
Mereka memang memilih berpisah rumah namun tetap berada dalam lingkungan yang sama, hanya Joel yang memilih menjauh, selain itu, dia dan Ara sedang dalam program memiliki anak.
Bahkan Otniel juga memilih keluar dari rumah Park yang notabene adalah rumahnya juga, dia ingin hidup mandiri, alhasil rumah besar Park malah kosong dan hanya menyisakan para orangtua bahkan mereka saja jarang di rumah karena berpelancong kemana mana menikmati hari tua mereka.
__ADS_1
Edward kecil sudah berusia sembilan tahun dan Emily berusia lima tahun, keduanya tumbuh dengan sangat baik. Dan lucunya Otniel dan Edward kecil malah tinggal di rumah Keluarga David dengan alasan kalau Otniel tak bisa memasak jadi sekaigus numpang makan dan tidur, karena dia dan Edward tidak mau tinggal berdua di rumah baru yang mereka beli tepat di samping rumah Diandra.
Rumah Vasko di sebelah yang lain dan rumah joel dan Ara di depan rumah Diandra meski tak dipakai, jika mereka berkunjung ke Indonesia mereka punya tempat untuk singgah. Dan mungkin suatu saat nanti akan tinggal di negara itu setelah semua urusan bisnis Joel bisa dialihkan.
“Edward, Emily ayo sarapan, Mama udah buatkan sarapan nih, kalian harus cepat biar gak telat seperti kemarin,” triak Diandra drai dapur.
“Bentar Mom, Daddy susah dibangunin, huhhh...” kesal Edward yang sedang membangunkan Otniel untuk pergi kerja. Edward sudah sekolah dan dia duduk di bangku kelas tiga SD. Bersekolah di yayasan yang sama dengan Emily.
“Sebentar Ma, Papa tidur terus, Emily susah banguninnya,” teriak Emily kecil yang sudah masuk taman kanak kanak.
“Haihhh... terpaksa harus pakai tenaga dalam,” gerutu Diandra sambil menyingsingkan kedua lengan bajunya dan berjalan menuju ruang depan dimana kedua pria itu terlelap di ruangan depan karena bermain game semalaman tanpa lihat waktu padahal paginya mereka harus bekerja.
Diandra berjalan dengan wajah kesal,” nak kaian berdua makan dulu di ruang makan, biar Mama yang urus kedua orang bodoh ini, Edward bantu Bubu,” titah Diandra yang sudah memasang wajah ganas di depan kedua pria yang sedang molor itu.
“Siap Ma,” seru Edward.
“Baby Bubu yuk makan, biar abang suapin,” ucap Eddward sambil menggandeng tangan Emely yang selalu dia panggil dengan sebutan baby Bubu.
“Baik abang,” jawab gadis kecil yang selalu menurut dan menempel pada Edward.
Keduanya berjalan menuju ruang makan, disana sudah disiapkan sarapan bagi mereka berdua, Diandra tidak mengijinkan pelayan yang memasak untuk keluarga besarnya, dia ingin memastikan semua makanan yang masuk ke dalam tubuh orang orang yang dikasihinya higenis dan tepat gizinya.
“Kak DAAAVIIIIDDDD.... KAK NIIIIEEELLLLL......”pekik Diandra sambil berkancah pinggang di depan mereka berdua yang malah asik terlelap sambil berpelukan di atas karpet.
“Ehhh mama gorilla ngamuk... bentar lagi Magor, masih ngantuk...” seru Otniel yang malah semakin lelap tidurnya.
“Lima menit lagi yaaangg... masih ngantuk,” seloroh David yang malah makin memeluk Otniel, sungguh posisi mereka tampak sangat amnbigu saat ini.
Diandra mendengus kesal, dia benar benar dibuat keriting oleh kedua orang itu.
“Ck... ck... ck... sudah bapak bapak tapi masih gak sadar umur ya, edward dan Emely saja sudah bangun dari jam lima, siap siap buat ke sekolah, nah kalian berdua kayak anak bayi harus dibangunin, itu pun gak bangun juga arrhhhh kesal...” gerutu Diandra.
“Astaga kak Dian ada apa? Kenapa marah marah begitu?” celetuk Joy yang masuk ke dalam rumah Diandra bersama putranya Jacob yang juga satu sekolah dengan Emily.
“Ini nih Joy, lihat pagi pagi begini masih molor, gimana aku gak emosi coba, entar mau kerja merengek karena gak dibangunin, ehhh dibangunin malah molor lagi kan bikin gula naik...” gerutu Diandra.
__ADS_1
“Huhh... maaf ya Jacob, Onty jadi marah marah depan kamu, udah makan belum? Gabung gih sama bang Edward dan Emily,” ucap Diandra pada si kecil Jacob.
“Baik Onty,” ucap bocah pendiam tapi jenius itu.
Joy tergelak mendengar ucapan Diandra sebab dia juga mengalami hal yang sama di rumah, Vasko yang pulang larut dari rumah Diandra semalam karena bermain game bersama David dan Otniel semalam juga sangat sulit dibangunkan, untungnya dia punya cara jitu untuk membuat suaminya langsung melek.
“Kak Dian kalau kak David gak mau bangun coba ucapkan ini,” Joy berbisik pada Diandra.
Dian terkejut, kenapa dia tidak pernah mencoba cara itu, pasti akan berhasil dan untuk Otniel mudah saja, ada cara jitu agar pria itu menurut padanya.
“hahahha... kau benar juga, kenapa juga aku tak terpikir cara itu, darimana kau tau cara itu?” tanya Diandra denagn seringai di wajahnya.
“Kak Vasko juga sama, dia molor terus, tunggu ku ancam baru deh dia bangun hahahaha...” Joy tertawa.
“Wahhh kau hebat, akan kulakukan sekarang,” ucap Diandra yang dibalas anggukan kepala oleh Joy.
Diandra menatap kedua pria yang malah mendengkur itu, “Ekhmmm... kalau kak David ga bangun juga, aku gak akan kasih jatah sebulan penuh dan kalau kak Niel gak bangun juga lebih baik kak Niel pulang ke rumah sendiri,” ucap Diandra dengan lantang.
Sontak saja kedua pria itu langsung melek dan bangkit dari tidurnya dengan mata terbelalak mendengar ancaman dari ibu negara.
“Ehhh bangun nih bangun, jangan jatahnya dikurangi, bisa stress aku, iya ini udah bangun, mau mandi, terus makan dan pergi kerja,” celetuk David sambil menggosok gosok kedua matanya.
“Iya nurut nih nurut, jangan diusir entar aku makan apa, masa iya makan makanan cepat saji, gak mau, iya kerja nih, nurut jadi cabut ancamannya, okee...” seru Otniel.
Kedua pria itu langsung melesat menuju kama mandi dan mempersiapkan diri mereka.
Diandra dan Joy tertawa, cara jitu yang berhasil dan patut di coba.
“Hahahhaha... tunggu diancam baru sadar, hahahha...” keduanya tertawa terbahak bahak, melihat kedua pria yang penampilannya acak acakan, belum lagi rambut David seperti sarang burung dan wajah Otniel bengkak karena makan ramen haduhhh...
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen
Suasana baru gaessss....