
Joel melaju dengan pesat menuju lokasi yang ditunjukkan anak buahnya, tanpa dia sadari, Vasko mengikutinya dari belakang dengan menggunakan sepeda motor milik David yang ada di mansion besar itu.
Tatapan mata Joel begitu dingin dan datar, dia benar benar akan mengunjungi seseorang yang masih keluarga kandungnya.
Beberapa kali pria itu menyalip mobil yang ada di depannya sehingga membuat para pengemudi mengumpat aksi pria itu.
“Aku harus memperjelas ini, jika bukan kau yang menyuruh secara langsung maka aku tak akan mengusikmu, tetapi jika kau berani sekali saja bermain main dengan orang orangku, maka bersiaplah menghadapi kematianmu,” batin Joel.
Pria itu melaju menuju sebuah Club malam bernama Butterfly Club, sebuah Club malam yang ternyata milik Vasko namun disembunyikan informasinya dari publik.
Orang orang mengetahui tempat itu milik seorang pebisnis dari luar negeri, tempat itu sering dijadikan tempat pertemuan dan perkumpulan kelompok kelompok mafia besar di dunia.
“Kenapa mereka di tempat ini, “ batin Joel sambil menatap Club malam itu, dia tau itu milik Vasko.
Dengan langkah dingin dia masuk ke dalam Bar itu, matanya menlisik setiap orang yang ada disana, ada beberapa yang jelas dikenalinya.
Suasana Klub malam yang selalu ramai, banyak orang bergeliat menari kesana kemari seperti orang gila untuk mengghilangkan stress atau hanya untuk mencari kesenangan belaka di dalam klub malam itu.
Musik terdengar menggema di dalam ruangan itu membuat suasana semakin meriah, lampu warna warni dan bau alkohol sangat tercium tajam di dalam ruangan besar itu.
Joel melangkah masuk, dia disambut oleh bebrapa bawahannya yang sudah menunggunya disana.
“Dimana mereka?” tanya Joel.
“Di lantai dua tuan, kami sudah memastikan kalau mereka disini,” ucap bawahannya itu.
Joel mengeluarkan sebatang rokok dari kantong jasnya, dia menyalakan pematik apinya dan berjalan menuju lantai dua sambil menyeap rokoknya yang sudah menyala.
Pria itu hanya akan merokok jika dia menghadapi situasi sulit seperti ini.
“Apa yang mau kau lakukan Joel, dan kenapa sampai sekarang kau belum mengungkap jati dirimu yang sebenarnya?” batin Vasko yang juga masuk ke dalam klub malam itu namun melalui pintu masuk khusus yang sudah didesain untuknya.
Pria sangar itu mengawasi Joel melalui kamera tersembunyi yang di pasang Vasko di setiap sudut ruangan itu.
Vasko, David dan Otniel memang tau kalau Joel adalah adik kandung William, leader Tiger namun mereka belum tau asal usul pria itu, Joel belum pernah mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya entah apa yang terjadi pada masa lalu pria itu.
__ADS_1
Sahabat sahabatnya juga tak mempermasalahkan hal itu selama Joel nyaman dan tidak terbeban, akan ada saatnya Joel membuka identitasnya sendiri suatu saat nanti.
Joel menaiki tangga menuju lantai dua, semua orang di lantai dua itu menatap ke arah kedatangan pria tampan yang wajahnya cukup mirip dengan seorang pria bertato dengan tubuh besar yang tengah duduk bersama seorang wanita di sudut ruangan itu.
“Tuan mau bermain denganku,” goda seorang wanita seksi sambil mengusap dada Joel dan melemparkan tatapan menggoda sambil mengusap bibirnya sendiri.
Joel menangkap tangan wanita itu danmenghempaskannya dengan kasar, dia mengambil rokoknya dair bibirnya dan..
Ceeesshhhh.....
Pria itu menekan rokoknya yang masih menyala ke kulit bahu wanita itu sebab amarahnya mulai membuncah saat ini.
“Akhhh.... apa yang kau lakukan hiks hiks hiks... kau merusak kulitku,” rintih wanita itu meringis kesakitan sehingga menarik perhatian semua orang.
“Jangan sekai sekali kau menyentuhku dengan tangan kotormu itu j4l4ng,” umpat Joel sambil mendorong wanita penggoda itu ke lantai denagn kasar.
Joel berjalan mendekati William, pria itu tengah menatapnya saat ini, dan ada seorang gadis cantik disampingnya yang jelas Joel tau siapa perempuan itu.
“Bella? Hmmm ini semakin menarik,” batin joel saat melihat saudara tiri Diandra disana.
Bahkan Vasko yang mengawasi mereka dari ruangannya saja terkejut melihat Bella di sana duduk di atas pangkuan William.
Beruntung Joel memakai tato palsu di wajahnya sehingga tidak banyak yang mengenal dirinya disana, penampilan pria itu benar benar berbeda malam ini.
“Wahhh adikku yang tampan ternyata mengunjungi kakaknya ,” ucap William sambil menatap Joel sambil tersenyum sinis menatap adik kandungnya itu.
“Siapa dia sayang?” tanya Bella yang menempel di dada William seperti seekor cicak menjijikkan, pakaiannya bahkan sangat tipis, hampir saja Joel mengumpat wanita yang hanya memakai penutup bagian bawah dan dada itu sama saja tidak memakai baju.
“Ahh dia adikku sayang, duduklah dulu, tutupi tubuhmu, aku tak ingin orang lain menikmati ini sebelum aku,” ucap William sambil merem4s buntalan bulat di dada wanita itu membuat Bella mulai menggila.
Bella duduk manis di samping William tampaknya wanita itu mulai gila, dia memakai pakaian bulu yang tebal dan panjang untuk menutupi tubuh seksinya.
“Cuihh... menjijikkan, carilah kamar bodoh,” umpat Joel yang melempparkan tatapan sinis ke arah William.
“Ck.... ohh ayolah adikku sayang, jangan membuatku tertawa karena ucapanmu, kau terdengar seperti pria tua,” ucap William.
__ADS_1
“Diam kau, aku langsung saja, anak buahmu melakukan kekacauan di area 88 dan kau tau akibatnya bukan?” ucap Joel yang menyampaikan kekacauan itu sambil memnutupi fakta kalau Diandra orang yang dekat dengan mereka menjadi korban.
“A...apa? itu tidak mungkin, sejak monster itu menetapkan area 88 kami tidak pernah menyentuh area itu,” ucap Wiliam menyangkal kalau anak buahnya mengusik ketenangan area 88.
Joel melirik Bella, William sadar akan tatapan Joel.
“Ikut aku, kita bicarakan di ruangan lain, “ ucap William yang seketika itu paham dengan maksud Joel.
“Sayang kau mau kemana?”” tanya Bella yang mulai menggeliat seperti cacing kepanasan, dia saat ini berada di bawah pengaruh obat obatan, oleh karena itu Bella akan cepat lupa wajah seseorang jika jarang menemui mereka.
“aku ingin menyelesaikan sesuatu, kau pulanglah, pengawalku akan mengantarmu,” ucap William.
“Eghh... tapi aku masih ingin bermain hehehehe,” racau wanita yang sudah mabuk itu sambil mengusap usap dada William.
“Tenang saja sayang, kita akan bermain nanti,” ucap William sambil mengecup pipi wanita itu sebentar.
“Cihh.... baiklah... eghh...” ucap Bella.
“cepatlah, aku tidak punya banyak waktu,” ucap Joel yang merasa risih melihat drama mereka berdua, dia lebih baik menonton drama David dan Diandra yang benar benar menyenangkan dari pada melihat kedua manusia itu saling mencumbu.
“Kau masih sama seperti dulu, tidak sabaran,” ucap William sambil berjalan di depan diikuti Joel.
“Dan kau masih sama seperti dulu, pemain wanita ,” ucap Joel.
“Tidak lagi Jo, hanya dia yang ada di hatiku sekarang,” ucap William dengan nada ambigu membuat Joel menyerngitkan keningnya.
“Sepertinya kau sudah tidak normal,” umpat Joel namun di balas dengan gidikan bahu oleh William.
Sementara itu Vasko mengawasi mereka dari ruangannya, “ apa William tidak tau pergerakan anak buahnya? Sepertinya ada pengkhianat di kelompok itu, hmm.... apa kau masih sama seperti yang dulu William atau kau sudah berubah sampai ada yang berani mengkhianatimu?” gumam Vasko sambil menatap layar komputernya.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen