
Otniel terbaring di atas brankar, seminggu penuh dia terbaring lemah disana. Kondisinya benar benar memprihatinkan, ternyata pria itu mengalami kelainan syaraf serta mengalami penurunan imun yang sangat signifikan.
Kinerja otaknya yang berlebihan membuat tubuhnya tak sanggup lagi melakukan aktivitas seperti biasa.
Selalu bekerja berlebihan dan sarafnya selalu dipaksa untuk berpikir demi keselamatan orang lain padahal dirinya sendiri tidak diurus.
Chelsea sendiri sudah dalam kondisi yang sangat baik, luka operasi di bagian kepalanya sudah kering, kekebalan tubuh gadis itu sangat baik dibantu dengan pengobatan yang benar.
Di dalam ruangan rawat inap Otniel terdengar seorang wanita yang sejak tiba disana terus mengomel tak henti hentinya bahkan membuat semua yang ada disana terbelalak.
"Kan udah Dian bilangan jangan tidur larut malam, jangan begadang, jangan kebanyakan main game, jangan kebanyakan main komputer, sinar radiasi dapat merusak otak kalian tapi apa yang kalian lakukan hah? melawan terus!! ngeyel kalau dibilangin,
"bilang bilang aku cerewet padahal kalian sendiri udah tau apa akibatnya, dibilangin susahnya minta ampun, makan juga sering telat, tidur gak teratur, udah tau kerjanya ribet, udah tau jadwalnya pada tapi masih sempat main hp, main game.. game terus game terus kalian semua sama saja!!!!
Sekarang yang sakit siapa, tau rasa kan? bandel sih dibilangin,gak mau dengar dengaran apa akibatnya? kan jadi gini, Kakak pikir Dian gak tau kalau kakak sakit hah?
Kakak pikir Diandra tak tau gitu? meski kakak diam, Dian tau semuanya dasar dokter badut, bisanya ngebadut aja, bikin kesal, orag sakit karena musibah gak apa, karena kita gak tau musibah kapan datang,
Nah ini sakit karena ulah sendiri siapa yang rugi kakak kan!??
Kak Vasko sama Kak David juga sama! kalian Sama aja gak bisa dibilangin, kalau udah sakit entar kalian juga yang rugi arhhhh bikin kesaaaalll!!!!"
Diandra merepet dalam satu tarikan nafas yang bahkan membuat semua orang disana tak sempat bernafas mendengar Omelan wanita itu.
Gama dan Luna juga ada disana, mereka menjaga putra mereka yang sakit, si kembar juga stay disana, bahkan mereka sampai terheran heran dengan kecerewetan wanita itu.
"Yang, dia mirip denganmu, sangat cerewet, sejak kapan Diandra mendapat keahlian itu ?" bisik Gama.
"Hey jangan salah sayang, Alena itu bahkan lebih cerewet dari aku, jadi Diandra pasti mendapatkan nya dari Alena," balas Diandra.
"hmm.. kau benar,"
Semua memperhatikan Diandra, dia berdiri menatap Otniel, benar benar kesal dan marah, sebab bukan hanya sekali dua kali dia memperingatkan mereka tetapi berkali kali, dan akhir penyakit datang menimpa Otniel.
"Sayang duduklah dahulu apa kau tidak lelah marah marah seperti itu?" ucap David.
"Cih... aku kesal loh, ini nih akibatnya kalau kalian gak mau dengar apa yang aku bilang,'" ketus Diandra.
"Ya maaf dek, kan kakak juga berjuang buat selamatkan orang orang," elak Otniel.
__ADS_1
"Ck.. terserah, jadi kapan kakak akan dioperasi?" tanya Diandra.
" gak perlu, minum obat aja ***...
"OPERASI HARUS DILAKUKAN MINGGU INI JUGA NGGAK ADA PENOLAKAN!!" kali ini Diandra benar benar menekankan kata katanya pada Otniel, dia berdiri berkancah pinggang menatap Otniel dengan tegas.
"Ya Tuhan, kenapa istriku makin hari makin garang," batin David sambil menatap istrinya dengan tatapan heran.
"Adik kecilku yang manis berubah jadi serigala, astaga, bahkan dia lebih menyeramkan dari hantu," batin Vasko.
Otniel terdiam membatu mendengar ucapan tak terbantahkan Diandra.
Karena melihat situasi semakin panas, Gama berdiri menghampiri mereka.
"Nak tenang lah dulu," ucap Gama.
Diandra tersadar," Ma..maaf Pa, Ma, Dian hanya....
"Tenang sayang, Mama Tau, sebenarnya Mama udah mau ngomel tadi, tapi kamu udah mewakili Mama, " ucap Luna yang turut menghampiri mereka.
Gama dan Luna menatap putra bungsu mereka dengan hangat membuat Otniel hanya bisa diam jika ditatap dengan tatapan tulus itu oleh kedua orang tua kandungnya itu. tatapan yang selau berhasil membuat Otniel tenang.
"Nak, benar apa kata Diandra, Operasi harus dilakukan secepatnya, kami tidak ingin terjadi hal yang lebih serius pada dirimu, kau harus mengikuti operasi, kami mohon," ucap Gama dengan lembut seraya memegang bahu Otniel.
"Baiklah, aku menurut, aku akan dioperasi, tapi biar aku yang menentukan dokternya Ma, Pa, aku tau siapa yang terbaik untuk ini," ucap Otniel yang menjadi penurut.
"Terserah padamu, yang penting kamu harus segera melakukan operasi, jangan sampai kondisimu semakin memburuk," ucap Gama.
"Baik Pa," ucapnya.
"Diandra maaf ya dek, kakak buat kamu khawatir, kakak akan dioperasi jadi pliss hilangkan wajah nenek lampirmu itu, kau sangat menyeramkan sekarang," celetuk Otniel.
Diandra hanya mendengus kesal, bisa bisanya Otniel menggodanya di saat seperti ini. Tapi setidak mereka semua bisa bernafas lega saat mendengar kalau Otniel siap untuk dioperasi.
"Tapi anakku apa dia benar benar tak mau bertemu denganku? bagaimana dengan Emily apa dia juga sama?" tanya Otniel.
"Itu salahmu, kau milih membohongi Edward dan Emily, kau tau sendiri kalau kedua bocah itu sama sekali tak bisa dibohongi kan, " ucap David.
"Kalau Jacob malah tidak peduli padamu, katanya uncle Niel yang buat sakitnya sendiri jadi biar dia sembuh sendiri!" ucap Vasko yang memfotokopi ucapan putra Kecilnya yang memiliki sifat super cuek dan dingin.
__ADS_1
Otniel menepuk jidatnya sendiri, belum selesai masalah dengan kesehatannya, masalah lebih genting datang, jika kedua bocah itu sudah marah, akan sangat sulit mengambil hati mereka berdua.
"Astaga, bagaimana ini," gumam Otniel.
Sementara itu, di luar ruangan inap, Tampak Joy bersama Aurel, Varrel dan Jessika sedang berada di taman bermain menemani anak anak kecil yang turut bersama mereka.
Aurel sampai saat ini masih belum menikah, entah apa yang terjadi tapi Si kembar tampaknya sedang menjauh dari orang yang mereka incar.
Edward dan Emily tampak duduk di kursi taman tak jauh dari orang dewasa yang menemani mereka, mereka berdua tentu dibawah pengawasan para pengawal dan juga Varrel.
"Abang masih sedih karena Daddy berbohong?" tanya Emily seraya menggenggam tangan Edward.
"he.. em.. Daddy jahat, hiks hiks hiks.. Daddy gak jujur sama Abang, bilangnya lagi kerja, tau taunya lagi sakit, kenapa Daddy gak mau jujur sama kita?" ucap bocah kecil itu sambil menangis.
"Huaaa... Abang jangan nangis, hiks hiks hiks... Emily juga kesal sama Daddy karena udah buat Abang nangis, huaaa..." Emily malah ikut menangis.
Edward memeluk bocah kecil di sampingnya itu," Baby Bubu jangan nangis huaaa... Abang juga jadi ikutan nangis hiks hiks....." celetuk Edward.
Jadilah kedua bocah kecil menggemaskan itu menangis sambil berpelukan di taman itu. Para pengawal tak berani mendekat, alasannya, kalau dilarang menangis mereka berdua malah akan membuat keributan besar.
Sebelumnya, Otniel memang membohongi Edward tentang dirinya yang sakit dan mengatakan pad Edward kalau dia akan kerja lembur di rumah sakit dan tidak pulang.
Namun Edward dan Emily bukan anak yang gampang dibodohi, mereka berdua diam diam menyelinap di dalam mobil David saat pria itu pergi ke rumah sakit, mereka bersembunyi karena mereka merindukan Otniel.
Sesampainya di rumah sakit, kedua bocah itu diam diam mengikuti David.
Mereka mengikuti sampai ke kamar inap Otniel, entah bagaimana caranya tapi mereka berhasil lolos.
Namun saat masuk ke ruangan, betapa hancurnya hati Edward saat melihat Daddynya terbaring lemah di atas tempat tidur. Saat itu Edward dan Emily menangis histeris antara kecewa karena dibohongi dan khawatir dengan kondisi Otniel.
kembali ke Taman, kedua bocah itu masih menangis dengan suara pelan sehingga yang lain tidak mendengar.
" Nak kenapa menangis?" suara seseorang menghentikan mereka berdua.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung....