Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Terluka


__ADS_3

Matahari menerobos sela sela tirai yang menutupi kamar Diandra dan David.


Kedua insan itu masih terlelap dengan saling berpelukan saling membagi kehangatan, pakaian mereka berserakan di lantai, lingerie seksi berwarna merah itu kini teronggok di lantai, tak lagi berbentuk.


David membuka matanya, dia menatap istrinya yang tidur dengan lelap di dalam dekapannya, dia tersenyum mengingat bagaimana istrinya begitu agresif semalam.


Pergulatan yang luar biasa panas namun tetap berhati hati mengingat ada Baby Bubu yang harus dijaga.


Satu kecupan lembut mendarat di wajah wanita yang sedang tidur itu.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu, aku mencintai Baby Bubu, " ucap David.


"Kenapa sudah bangun yang? tidur lagi yuk, aku masih capek," ucap Diandra dengan suara serak khas baru bangun.


" Iya iya, tidur yuk," ucap David.


Keduanya kembali terlelap, David memeluk istrinya dengan begitu posesif.


Sementara itu di dalam rumah yang sama, Vasko tengah merenung di balkon kamarnya sambil memandang ke arah luar.


Di kepalanya saat ini hanya ada Joy, sejak berbicara dengan Diandra semalam, Vasko terus memikirkan perkataan adiknya, harus kah dia menjelaskan alasan dia menolak Joy di masa lalu, atau haruskah dua berjuang?


"Joy... aku akan mendapatkanmu, pasti!" ucap Vasko.


Saat Vasko sedang menatap ke luar jendela dia melihat Joy keluar dari rumah dengan pakaian olahraga nya.


"Kesempatan!" ucap Vasko dengan senyum sumringah saat melihat Joy keluar.


Dengan secepat kilat, Vasko keluar dari kamarnya masih dengan piyama tidurnya, dia berlari turun dari lantai dua membawa ponsel dan Dompetnya mengejar Joy.


"Mau kemana nak?" tanya Alena yang sedang duduk di ruang santai bersama Luna dan Mikha menikmati teh pagi mereka.


"Ahh... mau ngejar jodoh Ma, pamit dulu ya Ma, Tante," seru Vasko sambil tersenyum dan membungkuk hormat.


Ketiga wanita itu saling menatap mereka terkejut ternyata Vasko tidak sekaku kelihatan nya, dia pria yang sangat tampan jika banyak tersenyum.


"Wohooo... Alena, anak anakmu akan sold out semua hahahhaha," Goda Luna.


"Wah besan kakaknya Diandra tampan juga kalau banyak tersenyum ya, hahahah jadi mengingatkanku pada kak Mark hahahhahah...." Mikha tertawa mengingat wajah Mark yang selalu tegang dan kaku di masa mudanya.


"pffthh hahhaha.... kau benar kak, wajahnya kak Mark selalu kaku, hadeh,"


"Kurasa Vasko akan segera berubah, " ucap Alena.


Sementara itu Vasko berlari sekencang-kencangnya untuk mengejar sang pujaan hati, tak peduli orang orang melihatnya menggunakan piyama merah jambu yang dipilih kan Diandra untuknya, bukan hanya dia, Otniel dan Joel juga memiliki piyama yang sama.


"Hah... hah... cepat juga dia larinya," Gumam Vasko sambil menatap Joy yang kini sudah ada di depannya jarak mereka hanya beberapa meter.


Vasko berlari kecil di belakang Joy dan tetap menjaga jarak aman, dia mengikuti Joy menuju sebuah taman yang biasa dijadikan tempat olahraga.

__ADS_1


"Wahh ada ya tempat seperti ini disini, kupikir hanya dipadati penduduk saja," gumam Vasko seraya menatap taman itu sambil mengikuti Joy.


Joy begitu konsentrasi dengan olah raga paginya, dia melakukan pemanasan dan beberapa gerakan gerakan otot disana.


Vasko mengawasi Joy dari kejauhan, karena pakaiannya yang terbilang lucu, membuat orang orang yang berkunjung kesana merasa lucu melihat seorang pria dengan baju tidur pagi pagi begini sudah ada disana.


"Hihihi... lihat dia, lucu sekali," orang orang yang ada disana terkikik geli melihat penampilan Vasko.


Merasa dirinya di tertawaan, Vasko membuka piyamanya, beruntung dia memakai kaos dalam jadi bagian atas tubuh nya masih tertutup, namun dapat dengan jelas tercetak bentuk tubuh atletis pria itu.


Mata para wanita malah terpukau melihat pria seksi itu disana, bukannya olahraga mereka malah jadi tidak fokus dan memilih memandangi Vasko.


Joy selesai dengan pemanasan nya, dia kemabli berlari dan meninggalkan Taman itu.


Melihat Joy selesai, Vasko kembali mengikuti gadis itu dari kejauhan. Dia memutar otak untuk mendekati Joy namun tak ada satu ide pun yang dia temukan untukmu mendapat hati gadis pujaannya.


Pada akhirnya dia mengikuti Joy berjalan kaki kemana pun gadis itu mau pergi.


Joy berhenti di persimpangan jalan, dia mengecek ponselnya untuk melihat laporan perusahaan yang dipimpin oleh David.


Rambu untuk pejalan kaki menjadi hijau pertanda saat menyeberang.


Saat Joy melangkahkan kakinya sambil menunduk ke bawah, tiba tiba dari arah Utara melesat sebuah motor dengan kecepatan tinggi.


"Awaaass..." Pekik orang orang yang melihat kedatangan kereta itu hingga....


Sreettt.... Brukkk..


Semua orang panik, Joy menutup matanya dia bergetar ketakutan namun ada yang aneh, dia tidak merasa kesakitan, dia justru merasa seperti sedang dipeluk oleh seseorang.


Dia membuka matanya, dia melihat memang benar dia ada dalam pelukan seseorang.


"Bodoh! " kata pertama yang di dengar Joy dari orang yang menyelamatkan Dirinya.


"Vas..ko?" batin Joy sambil mendongak, dan benar saja dia mendapati wajah Vasko yang terjatuh bersamanya ke trotoar jalan.


"Kenapa kau bodoh sekali Joy hah? kau bisa mati tadi!" Vasko marah bukan main, dia benar benar kesal, terlambat sedikit saja dia menarik Joy, bisa saja gadis itu sekarang tinggal nama.


"aku... Ekhmm .. " Joy terbelalak dia tak bisa mengelak.


"Arhhhkkk... shhh... kau tidak apa apa kan? apa kau terluka? kenapa kau tidak melihat jalanmu!" kesal Vasko sambil bangkit berdiri, dia memeriksa keadaan Joy padahal tangannya sendiri terluka karena terbentur dengan sangat keras ke trotoar tadi.


"aku.. baik baik saja, kau kenapa kau kesini? apa kau mengikuti ku? dan lagi pula stop mengataiku bodoh! aku tidak bodoh Vasko," ketus Joy, tanpa dia perhatian, Vasko menyembunyikan lengannya yang terluka agar gadis itu tidak merasa bersalah.


"Heh kau ini, kalau ada apa apa denganmu bagaimana, setidaknya berterimakasih kepada penyelamatmu ini, aku ditakdirkan untukmu, jadi jangan jauh jauh dariku," ucap Vasko sambil merapikan rambut Joy yang sedikit berantakan.


Joy menepis tangan pria itu, dia merasa kesal dengan kata kata Vasko, sesaat tadi sebenarnya dia merasa senang karena Vasko menyelamatkan nya, tapi dia kembali teringat dengan kata kata kasar pria itu membuatnya merasa tidak nyaman meski hatinya terus mengatakan kalau Vasko adalah pemilik hatinya.


Perempuan ini sangat sulit dipahami.

__ADS_1


"Tak perlu pedulikan aku, terimakasih sudah menyelamatkanku," ucap Joy, dia pergi dari sana tanpa melihat luka di lengan Vasko.


Vasko hanya menghela nafas berat, perempuan benar benar membuat Vasko pusing.


"Tuan anda terluka," ucap Salah satu warga yang membantu pengemudi kereta tadi.


"Ahh tak apa, hanya luka kecil, hmmm apakah di sekitar sini ada klinik?" tanya Vasko pada pria itu.


"Ada tuan, sekitar dua puluh meter ke arah sana Anda bisa menemukan klinik," ucap orang itu.


"Baik, terimakasih atas bantuannya tuan," ucap Vasko dengan sopan.


Pria itu berjalan sambil menahan sakit di lengannya bahkan kakinya agak pincang karena benturan tadi cukup keras.


Vasko berjalan menuju klinik, dia duduk disana sambil memeriksa lengannya.


"Sial, aku butuh Niel," batin Vasko.


Dia menghubungi Otniel untuk menjemputnya di klinik yang dimaksud.


"Apa aku terlalu kasar tadi? Haihh syukurlah Joy baik baik saja, " gumam Vasko, bisa bisanya dia mengkhawatirkan gadis itu padahal tangannya sendiri terluka, cinta memang membuatnya tidak waras.


Sementara itu di rumah besar, Otniel yang mendapat panggilan Vasko menjadi panik, dia membangunkan Joel dan memanggil David juga Diandra.


"Ada apa ?" tanya David sambil keluar dari kamar diikuti Diandra.


"Vasko terluka, aku harus menjemputnya tapi aku tak tau jalan disini," ucap Otniel panik.


"Loh kok bisa, kak Vasko kemana memang?" tanya Diandra.


"Apa dia berkelahi juga di negara ini? haishhh pria itu benar benar, ayo kita jemput, sayang kamu disini saja ya," ucap David.


"Iya, kalian cepatlah jemput dia," ucap Diandra.


"Jo temani Dian," ucap David yang dianggukkan oleh Joel.


David dan Otniel berjalan terburu buru, bersamaan dengan itu mereka berpapasan dengan Joy yang baru sampai.


"Ck.. bagaimana bisa dia terluka, apa Vasko punya musuh disini?" ucap Otniel.


"Haihh dia terlalu penuh dengan rahasia, si bodoh itu, aku akan membawanya ke Jerman, kacau sekali," gumam David dengan wajah kesal.


Joy menatap mereka berdua, "Vasko terluka? dia baik baik saja tadi... tunggu.... apa dia?..


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 😊


__ADS_2