Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Penyakit Joy


__ADS_3

Di ruangan kamar Joy dan Vasko,


Terlihat seorang wanita tengah duduk meringkuk di atas tempat tidur sambil menekuk kedua kakinya, bahunya terlihat naik turun.


Joy menangis sambil menekuk lututnya memeluk dirinya sendiri. Saat mendengar Joel dan Ara pulang dia benar benar bahagia beberapa saat lalu, namun ketika dia mendengar kabar kehamilan Ara dia langsung menangis dalam hati.


Rasanya dadanya sangat sesak ketika mendengar kabar itu. Diandra dan Ara kini tengah mengandung namun entah apa yang membuat wanita itu bersedih hati, bukankah dia seharusnya bersenang senang bersama yang lainnya saat ini, tapi kenapa dia menangis?


"Arhhhh apa yang harus kulakukan? hiks hiks hiks... apa yang harus kulakukan, uhuk... uhuk.... bagaimana ini hiks hiks ....." Joy menangis tersedu-sedu sambil terbatuk batuk.


Menepuk dadanya sendiri yang terasa sakit, tiba tiba dia merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, rasanya seperti perutnya melilit, dipelintir dan ditusuk ribuan jarum yang sangat tajam.


"Akhhhhh.... sa..sakit... arhhh.... hiks hiks... apa yang harus kulakukan, mereka pasti... pasti akan sedih, apa yang harus kulakukan hiks hiks...." Wanita itu menangis sambil menekan perutnya yang terasa sangat sakit.


dia bangkit dari kasur dan berlari menuju kamar mandi.


Huweekk... huweekk... uhuk... uhuk.... akhhh........


Joy muntah muntah, cairan kuning keluar dari mulutnya, sambil menangis dia menepuk nepuk dadanya sendiri.


Dia berdiri, membersihkan sisa muntahnya, Lalau beranjak ke lemari di alam kamar mandi. Dia mengambil sebuah kotak putih berukuran kecil, dia membuka kotak itu dan terlihatlah kontainer obat dengan kapsul kapsul yang sudah diatur sedemikian rupa sesuai jadwal konsumsi obat.


Joy mengambil satu kapsul, membukanya dan mengeluarkan isinya, ada sekitar enam jenis pil obat, dia menenggaknya dengan kasar dan menahan tangisnya.


"Joy sayang kau dimana!???" suara Vasko terdengar di dalam ruangan kamar mereka, Joy panik, dia langsung mengunci pintu kamar mandi.


Dengan cepat dia menutup kotak obat itu dan menyimpannya rapat rapat di tempat semula.


panik dan sangat panik, cepat cepat Joy membasuh wajahnya yang tampak pucat dan sembab, dia membersihkan dirinya secepat kilat.


"Sayang kau di dalam?" terdengar suara Vasko dari luar pintu kamar mandi, pria itu mengetuk pintu, terdengar suara Vasko yang khawatir di luar ruangan itu.


"Iya aku di dalam, aku sedang membersihkan diri sebentar, dan perutku sedikit sakit, sepertinya aku masuk angin," ucap Joy dari dalam kamar mandi.


"perutmu sakit? apa parah, apa perlu kupanggilkan Niel, separah apa sayang?" tanya Vasko yang langsung panik.


"Jangan khawatir begitu, hanya sakit perut biasa, aku tak masalah, sebentar lagi aku keluar," ucap Joy yang berusaha menahan dirinya agar tidak menangis apalagi mendengar suara suaminya yang khawatir dan panik.


"Haihh baiklah, kalau ada apa apa bilang jangan didiamkan, kami menunggumu, Diandra sudah ribut mencarimu di bawah," ucap Vasko.

__ADS_1


"Iya, aku akan segera kesana," ucap Joy.


"Aku pergi duluan ya, mereka akan mengadakan barbeque, aku harus bantu, segera turun ke bawah sayang," ucap Vasko.


"Iya ,iya dasar bawel!"


"heheheh... iya sayang hehehe..."


Terdengar suara Langkah kaki Vasko meninggalkan ruangan kamar Itu. Joy menarik nafas lega, namun seketika dia menangis lagi.


"Hiks hiks apa yang harus kulakukan, bagaimana Ini? aku tak mau kalian khawatir, arghhhh... kenapa aku harus mengalami hal ini hiks hiks hiks...." Joy menangis tersedu-sedu.


Lagi lagi dia bersedih hati sebenarnya Joy didiagnosis mengidap kanker usus stadium awal, dia baru tau kenyataan itu saat melakukan cek rutin ke rumah sakit, dia iseng mengunjungi rumah sakit dimana kenalannya Bekerja, namun kenyataan pahit yang dia temukan kalau dia terkena kanker yang merupakan salah satu penyakit yang tak tau obatnya sampai saat ini.


Tubuhnya belum menunjukkan perubahan signifikan namun rasa sakit sudah menjala ke seluruh tubuhnya.


Dia tak berani memberitahukan yang lain, dia takut mereka akan khawatir belum lagi Dia dra sedang hamil, dia takut semuanya syok dan malah merusak kebahagiaan mereka.


Joy menangis sendirian, dia menguatkan dirinya, ingin dia beritau suaminya tapi dia takut kalau suaminya akan khawatir pada dirinya.


Joy berdiri, menguatkan dirinya sendiri, dia becermin dan memperbaiki riasannya, menghilangkan wajah pucatnya dengan sedikit riasan, dan menghilangkan bibir keringnya dengan pelembab bibir.


Wajahnya kembali cerah, bedak menutupi wajah pucatnya, dia mencoba tersenyum meski terlihat menyedihkan.


"Memang terlihat seperti Joker," gumam Joy sambil melatih senyum terbaik agar yang lain tidak curiga dengan dirinya.


wanita itu keluar dari kamar mandi dengan penampilan lebih rapi.


"Sudah selesai?" tanya Seseorang yang tak lain adalah Vasko yang sedang duduk anteng di atas kasur, ternyata sejak tadi dia berada di sana.


Joy sedikit panik, namun dia langsung mengalihkan pandangannya.


"Sudah, kupikir kau pergi tadi, sejak kapan disini," tanya Joy dengan gugup, dia menolak menatap mata suaminya.


"emm? aku baru saja kesini, aku lupa mengambil ponselku, " jawab Vasko.


"Ya sudah ayo," ucap Joy sambil berjalan mendahului suaminya.


Vasko menatap Joy, dia menggenggam sebuah kertas putih di belakang tubuhnya.

__ADS_1


"Kenapa kau diam Joy?" batin pria itu sambil meremas kertas putih berisi data hasil pemeriksaan kesehatan Joy beberapa waktu lalu.


Vasko memijit pelipisnya, dia benar benar khawatir dengan kondisi istrinya saat ini, belum lagi saat dia mendengar Joy menangis di kamar mandi, sejak awal dia sudah menaruh curiga dengan tingkah laku Joy yang terkadang aneh dan tidak tertebak.


Wanita itu sering berlama la si kamar mandi, dan sering keringat dingin di malam hari.


Vasko yang awalnya biasa saja tidak curiga, namun semakin hari rasa penasarannya semakin besar .


Hingga beberapa saat lalu dia mencari tahu, dia berpura pura keluar dari kamar, padahal dia menggeledah barang brang milik Joy, dia mencari sesuatu entah apa pun itu, yang penting berisi petunjuk tentang perilaku aneh Joy.


Matanya tertuju pada tempat sampah, dia membongkar tempat sampah di ruangannya, dan akhirnya dia menemukan surat hasil pemeriksaan kesehatan Joy beberapa waktu lalu dan resep dokter yang dikonsumsi oleh Joy.


Jujur saja, Vasko benar benar ingin menanyakan hal tersebut langsung pada Joy, namun mengingat yang lain sedang bahagia menyambut kedatangan keluarga kecil Joel dia menahan dirinya dan menunggu Joy membuka suara terkait penyakitnya.


"Dia benar benar diam, bagaiman bisa dia menyimpan hal sebesar ini dan tersenyum seolah tidak terjadi apa apa padanya," gumam Vasko yang berjalan di belakang Joy.


Mereka berdua turun ke lantai satu dan bergabung dengan yang lainnya. Vasko dapat melihat dengan jelas kalau Joy sedang menahan rasa sakit di tubuhnya saat ini.


"Ayo kemari, kita barbeque hahahah.... ini benar benar menyenangkan, berkomunikasi kembali seperti saat ini!!!" teriak Otniel dengan senyuman sumringah.


Mereka semua bersenang senang, Joy memaksa dirinya untuk tetap tersenyum dan ikut bercengkrama dengan yang lainnya.


"sayang, ada yang aneh dengan Joy, aku khawatir, dia bertingkah aneh akhir akhir ini," ucap Diandra yang duduk di sebuah kursi panjang bersama suaminya.


David mendengar dan menatap Joy," Aneh kenapa sayang?" tanya David.


"Dia tersenyum tapi mirip Joker, matanya bersedih yang, aku takut terjadi apa apa padanya," ucap Diandra.


"Apa mungkin terjadi sesuatu? tapi biasanya dia akan bilang, sudah jangan khawatir, aku akan cari tau, kamu gak boleh stress sayang," ucap David .


"Aku hanya khawatir padanya, dia murung akhir akhir ini, " ucap Diandra lagi.


"Tenang ya, nanti aku cari tau," balas David yang dianggukkan oleh Diandra.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2