Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Pelukan


__ADS_3

Chelsea menangis tersedu sedu di pelukan kedua anak menggemaskan yang beberapa saat lalu masuk ke dalam kamar Chelsea karena mereka tau kalau gadis itu ikut ke rumah besar Park.


Edward dan Emily memeluk Chelsea dengan penuh kasih sayang, persis seperti orang dewasa yang menenangkan temannya yang sedang bersedih, keduanya memeluk erat tubuh Chelsea sambil ikut menangis karena melihat gadis itu menangis. Seolah merasakan kesedihan yang sama keduanya turut serta dalam duka yang dirasakan oleh Chelsea.


“Mom kenapa menangis? Jangan sedih, kita kan keluarga sekarang, kenapa Mom menangis?” tanya Edward sambil mengusap mata gadis itu dengan tangannya yang kecil itu.


Emily mengusap punggung Chelsea sambil memeluk gadis itu dari depan, dan Edward menatap mata Chelsea yang sembab karena menangis.


“Apa yang harus mom lakukan sayang... hiks hiks hiks... Mom.. Mom nggak punya siapa siapa lagi, Mom gak punya keluarga, Mom bahkan gak tau siapa yang harus mom sebut sebagai orangtua Mom hiks hiks hiks.... “ Chelsea menangis tersedu sedu, rasanya sungguh sakit entah dia harus menyalahkan siapa atas keadaan yang dia alami saat ini.


Pantas saja selama ini dia mendapatkan perlakuan yang benar benar berbeda dari kedua orangtuanya, rahasia besar yang disimpan tuan Shena dan Nyonya Maya terkuak hari ini, tentang siapa diri chelsea sebenarnya.


Entah dia harus menyalahkan keadaan, entah dia harus menyalahkan alam atau menyalahkan dirinya sendiri karena memilih untuk lahir ke dunia ini.


“Kita keluarga Mom, kita keluarga jangan nangis, abang juga ikutan nangis hiks hiks hiks....” Edward menangis dia memeluk Chelsea. Jadilah ruangan itu dipenuhi dengan tangisan di malam hari, tangisan yang begitu pilu.


“Hei... bukannya kita sudah bertunangan itu berarti kita adalah keluarga,” Otniel duduk di atas lantai dimana ketiga orang itu duduk sambil menangis, dia memeluk Chelsea dari belakang , memberikan kehangatan dan kasih sayang yang tak pernah Chelsea dapatkan selama ini.


Otniel tau masa lalu keluarga Shena, dia setidaknya berterimakasih pada nyonya Maya karena telah memilih melahirkan gadis cantik itu meski melihat Chelsea akan selalu mengingatkannya atas luka di masa lalu.


Chelsea menoleh, dilihatnya wajah pria yang telah mencuri hatinya, pria yang membuatnya merasakan cemas, khawatir bahagia dan senang di waktu yang bersamaan. Chelsea membiarkan dirinya dipeluk, dia butuh sandaran saat ini. Emily dan Edward juga masih memeluk gadis itu dengan erat.


Di luar pintu kamar terlihat si Mama Gorilla dan Joy yang menangis tersedu sedu namun tak mau masuk ke dalam. Vasko dan David sampai menatap heran pada kedua wanita itu, mereka menangis sambil berpelukan mendengar semua ucapan chelsea.


Luna dan Gama juga ada disana, mereka juga turut sedih dengan kejadian masa lalu yang dialami oleh keluarga besar Shena. Tuan Shena yang melihat istrinya selalu sedih mencari uang sekuat tenaganya , membangun kerajaan bisnisnya untuk menghibur istrinya dengan uang dan kemewahan membangun kembali kepercayaan diri Nyonya Maya atas kejadian yang menimpanya bertahun tahun silam.


Meski pun gemerlap dunia membuat Tuan Shena jatuh dan malah bermain dengan wanita di belakang Nyonya Maya. Dia sangat mencintai istrinya namun godaan duniawi sangat kuat dan mampu membuatnya goyah.


Namun kini semua usahanya itu hancur, bisnisnya di hancurkan oleh si kembar Vero dan Vernon yang tidak tahan dengan sikap sombong tuan Shena. Mereka berdua juga baru tau tentang kejadian di masa lalu itu. Namun hal itu tidak membuat rasa sayang mereka pada Chelsea berubah.

__ADS_1


Otniel memeluk Chelsea, dia tak jadi pergi saat mendengar suara tangisan histeris dari kamar Chelsea, benar saja saat dia tiba ke kamar itu dia melihat gadis itu menangis dan dipeluk oleh Edward dan Emily.


“Edward, bawa Emily ya nak, biar Daddy tenangkan Mom El sebentar,” ucap Otniel pada putranya.


“Hiks hiks hiks.. Mom El jangan sedih, abang akan jaga Mom, ayo dek kita biarkan Daddy dan Mom,” ucap Edward yang juga menangis, dia membawa emily kecil keluar dari ruangan itu sambil mengusap air matanya.


Otniel menatap putranya sambil tersenyum, lalu pandangannya kembali pada Chelsea yang meringkuk di atas lantai sambil memeluk lututnya sendiri. Punggungnya bergetar, bahunya naik turun, dia masih menangis.


“Chelsea,” panggil Otnile dengan lembut, dia berada di hadapan gadis itu saat ini sambil menatapnya dnegan tatapan lembut.


Chelsea membalas tatapan Otniel dengan mata sembab dan merah, air matanya mengalir sungguh menyedihkan, dia menangis sesenggukan di depan pria itu.


“Kemarilah,” ucap Otniel sambil memeluk Chelsea dari depan.


Butuh perhatian dan kasih sayang, Chelsea menghamburkan pelukannya pada Otniel sambil menangis tersedu sedu menumpahkan segala macam kesedihan di dalam hatinya.


“Kenapa semau terjadi padaku, kenapa aku tak bisa bahagia, kenapa harus aku, kenapa harus aku yang tidak tau apa rasanya disayangi,kenapa harus aku... hiks hiks hiks...” Chelsea sesenggukan.


Chelsea terus menangis, dengan Otniel yang masih diam dan membiarkan gadisnya menangis dalam pelukannya. Beberapa menit kemudian Chelsea sudah merasa tenang dan dia tak lagi menangis.


“Sudah tenang?” tanya Otniel , namun Chelsea hanya menunduk dengan tatapan sendu.


“Ayo kita duduk disana, jangan disini kau bisa masuk angin,” Otniel memapah tubuh Chelsea dan membawanya duduk di atas kasur.


Chelsea hanya diam sambil menunduk, tangan Otniel menggenggam tangan gadis itu membuat chelsea menaoleh pada otniel yang bersikap lembut padanya.


“Bukan hanya kau saja yang mengalami hal seperti itu El,” ujar Otniel.


“ semua orang punya masa lalu menyakitkan yang belum mereka ceritakan satu persatu, edward, anak kecil yang memelukmu tadi bahkan mengalami hal yang sangat mengerikan sebelum bertemu denganku,” ucap Otniel.

__ADS_1


Chelsea menatap Otniel penasaran ,” Dia tidak tau siapa Ayah dan ibu kandungnya, yang pasti mereka sudah meninggal, dia dibuang di pinggir jalan, dipungut oleh seorang wanita baik baik, diangkat menjadi anak namun setelah ibu angkatnya menikah mereka hidup dalam siksaan selama beberapa tahun sampai akhirnya ibu angkat Edward meninggal sambil memeluk bocah malang itu, dia sering dipukul , diejek dan dilecehkan bahkan sampai trauma, apa menurutmu itu masih kurang dalam menyiksa seseorang? “ jelas Otniel.


Chelsea cukup terkejut dengan kenyataan tentang diri Edward, “ Tetapi Edward berhasil melewati semua itu dan dia tidak lagi hidup dalam masa lalunya el, dia hidup di masa ini dan untuk masa yang akan datang, kau juga pasti bisa,” ucap Otniel yang kinibmenatap mata gadis itu dengan jarak yang sangat dekat.


“Tapi aku.. aku bahkan tak punya siapa pun disisiku,aku... aku sendirian...” lirih Chelsea , lagi lagi matanya berkaca kaca.


Otniel mengangkat tangan Chelsea yang kini tersemat cincin pertunangan, “ ini apa? Bukankah ini menandakan kalau kita akan menjadi keluarga?” ucap Otniel.


“Tapi... a.. apa kau mau menerima wanita seperti diriku,aku bahkan tak punya latar belakang yang baik, dan.. dan kau punya ornag yang kau sukai, kau... kau akan memilihnya bukan?” Chelsea mencoba melepaskan tangan Otniel dari tangannya, namun Otniel menahan gadis itu.


“Bodoh..” ketus Otniel seraya menyentil kening gadis itu.


“Kau ini benar benar bodoh, “ ucap Otniel.


“Sudah jangan menangis lagi, semua akan baik baik saja, itu yang bisa kujanjikan padamu, cepat bersihkan dirimu, kau lihatkan bagaimana anak anak sangat mengkhawatirkan dirimu? Jadi jangan berlebihan, aku berjanji, semua akan baik baik saja,” ucap Otniel.


“Kau punya aku disini, kau punya keluarga, keluargaku juga adalah keluargamu, jangan bersedih lagi, cukup sampai hari ini Chelsea, seterusnya kau harus hidup bahagia,” ucap Otniel.


“Sana bersihkan dirimu,” ucap Otniel sambil mendorong Chelsea menuju kamar mandi.


“aku.. tapi..


“Mau kumandikan heh?” celetuk Otniel.


“Tidak.. ba..baik aku akan bersih bersih dulu,” ucap Chelsea yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Otniel menatap pintu kamar mandi, jujur saja dia sedih melihat Chelsea menangis seperti itu namun tak ada yang bisa disalahkan.


“Sekarang kita berikan hukuman pada wanita sialan yang berani beraninya mengusik putraku,” gumam Otniel dengan mata berapi api.

__ADS_1


..


Like,vote dan Komen.....


__ADS_2