Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Melamar Joy(2)


__ADS_3

Vasko dan yang lainnya melangkah masuk ke dalam rumah keluarga Joy, mereka langsung disambut oleh Mamanya Joy yaitu Cindy dan Luna Mama Otniel.


Pak Putra? sedang disekap oleh Gama dan si kembar di dalam kamarnya sebelum di lepas menuju gelanggang pertandingan untuk menghadapi si leader Mafia.


"Selamat datang nak, silahkan masuk," ucap Cindy menyambut kedatangan Vasko dan yang lainnya.


"Nenek!" seru Edward saat melihat Luna disana, dengan riang gembira bocah kecil itu menatap Luna.


"Kamu gak capek sayang gendongin Edward?" tanya Luna.


" Enggak kok Ma, baru aja Dian gendongnya," ucap Diandra.


"Ya udah masuk dulu yuk, " ajak mereka.


Vasko, Dan sahabat sahabat nya masuk ke dalam rumah yang sudah diatur sedemikian rupa oleh Joy, Luna dan Cindy.


Mereka semua duduk di ruang tamu, Vasko tampak sangat tampan, begitupun dengan Joel, Otniel dan David mereka bertiga benar benar tampan.


Diandra sendiri sangat cantik dengan gaun merah terang yang dia pakai benar benar cocok untuk si ibu hamil itu.


"Joy dimana?" tanya Vasko.


"Biar Mama panggilkan dia," ucap Cindy sambil beranjak menuju lantai dua dimana kamar Joy berada.


Sebenarnya acara lamaran hari ini direncanakan sekaligus menjadi acara pertunangan Joy dan Vasko untuk melenggang ke bangku pelaminan.


Saat mereka sedang menunggu, Amel tampak mengintip mereka dari dalam kamarnya di sisi lain rumah itu, matanya langsung tertuju pada David pria yang sejujurnya dia sangat sukai sejak dulu.


Melihat kehadiran David disana, Amel langsung keluar dari kamar dan berlari ingin memeluk pria itu.


"Kak Daviiidd!!" teriak wanita itu tanpa tau malu, mereka semua menoleh pada Amel yang berlari ingin menghampiri David.


Mata tajam Diandra langsung Menatap kesal pada Amel yang ingin memeluk suaminya, jiwa istri siaga langsung aktif untuk melindungi suaminya.


"Nak, duduk di sofa dulu ya, Onty harus menjaga persatuan negara dari pelakor," ucap Diandra sambil mendudukkan Edward di atas sofa.


Diandra langsung duduk dipangkuan David dan berpura pura tidur di sana, dia tau jenis jenis pelakor semacam ini, sebuah hama yang saat mengganggu, sudah di basmi bisa tiba tiba muncul tanpa tau dari mana dia datang.


Oleh karena itu, kaum ibu ibu harus siap siaga dengan pelakor pelakor kelas kakap, kalau sampai suami tergiur maka habis sudah hubungan rumah tangga yang telah dibangun selama ini.


Pelakor memang licik oleh karena itu ibu ibu negara dituntut untuk lebih licik demi melindungi kesatuan rumah tangganya.


"Sayang aku ngantuk, hoaammm," ucap wanita itu sambil tidur di atas pangkuan suaminya.

__ADS_1


Melihat aksi Diandra seketika mereka semua terbelalak dengan keberanian Diandra, memang patut diacungi jempol.


Meski Diandra bukan pencemburu, dia adalah tipikal orang yang pintar menilai orang persis seperti Papanya, saat mendengar dan melihat penampilan wanita tadi saja, Dian sudah tau kalau ada sinyal darurat yang akan mengganggu suaminya.


Dian tidak suka miliknya disentuh orang lain.


Amel berhenti saat melihat Diandra dengan perut buncitnya duduk di atas pangkuan David. Tiba tiba dia terdiam dengan wajah penasaran.


David yang paham dengan maksud Istrinya membalas pelukan Diandra dengan sangat mesra, tanpa segan segan dia mengusap dan mengecup kening dan bibir istrinya di depan yang lain.


"Woopp anak kecil belum boleh lihat," ucap Otniel sambil menutup mata anaknya.


"Wahhh mereka benar-benar pasnagan yang kompak dalam menghadapi pelakor, benar benar sukses membuat wanita itu speechless," bisik Joel yang dianggukkan oleh Vasko.


"Bagus nak, jangan biarkan pelakor merusak rumahmu," batin Luna.


"Mikha dan Aiden pasti senang mendengar ini," pikir Luna.


Sementara itu Amel masih berdiri di posisinya seperti orang bodoh, " Kak David, ini Amel, Amel suka kak David kenapa memeluk perempuan lain? kak David!!!" pekik wanita itu, dia terdengar seperti orang ling lung, entah apa yang terjadi pada dirinya.


David menatap wanita itu dengan tatapan datar," Bisa kau diam Amel? Istriku sedang tidur," ucap David sambil menunjuk Diandra yang tidur dalam pangkuannya.


"I...istri? nggak... Ng..nggak mungkin, kak David belum menikah, kau berbohong, kau hanya berusaha menghindariku kan? kau berbohong, wanita sialan itu bukan istrimu!" teriak Amel dengan nada benar benar marah.


Mereka semua terbelalak mendengar perkataan wanita itu, bagaimana bisa dia menghina Diandra di depan mereka semua, Mendengar itu saja sudah membuat Vasko, Otniel dan Joel geram, mereka tidak menyukai wanita itu.


Luna sendiri semakin kesal melihat sikap Amel yang jauh berbeda dengan sikap Joy dan Cindy,.


"Jaga kata katamu Amelia, kau tidak punya hak menghina istriku, kami datang kesini dengan niat baik, berani beraninya kau menghina wanitaku!" kesal David.


"Cihh...apa sih hebatnya wanita itu hah? palingan dia cuma perempuan penggoda, kau tau kan aku menyukai mu sejak kita kecil tapi kau selalu menolakku!" ucap Amelia dengan sombongnya, entah apa yang mau dia sombong kan.


"Kalau masalah ranjang aku yang paling hebat, kau mau bermain denganku ? aku benar benar mencintaimu David," ucap Amelia tanpa ada rasa malu sedikit pun.


Mereka semua terbelalak dengan keberanian wanita itu, menjijikkan dan harus segera di basmi, jika tidak, akan berbahaya bagi keluarga mereka.


"Diam kau!" bentak Vasko sambil berdiri, dia menatap tajam ke arah Amelia, dia benar benar marah dengan semua ucapan gadis itu.


"Adikku buka jal4ng seperti dirimu, kau pikir kau siapa berani beraninya menghina adikku hah? jaga mulut kasarmu itu!" umpat Vasko sambil menunjuk dan menatap Amel dengan tajam.


Amel tersentak, dia melihat pria itu, pria yang sama dengan pria yang digandeng adiknya semalam.


Seketika wanita itu tersenyum," cihh jadi kau pria yang ingin menikahi adikku si wanita murahan itu? hah? kalian benar benar pasangan yang cocok, prianya preman, wanitanya simpanan orang kaya," ucapnya seraya melirik Luna.

__ADS_1


"Matamu... matamu gak usah lirik lirik aku, yang sopan sama orang tua, sebelum ku kirim kau ke Grand Heaven di kota ini( Grand Heaven rumah duka mirip Hotel Del Luna ada di beberapa kota)


"Jangan kesana Ma terlalu elit, ke selokan aja!" ucap David dengan nada kesal.


Edward yang paham dengan pembicaraan mereka menatap kesal ke arah Amel karena telah menghina Diandra, wanita yang Edward anggap sebagai orang terkasih nya.


Diam diam Edward berjalan mendekati Amel sambil membawa termos kecil berisi jus alpukat yang dia bawa dari rumah untuk diminum jika perlu.


Pria kecil itu berjalan di dekat Amel dan berdiri di samping wanita itu.


"Tante Jelek!" teriak Edward membuat Amel menoleh dan....


Byurrr.....


"Arrrkkhhhhhh....." Pekik Amelia saat merasakan wajah dan tubuhnya dilumuri dengan alpukat cair yang disiramkan oleh Edward ke tubuhnya.


"Edward!" ucap mereka.


Dengan cepat Edward berlari dan bersembunyi ke belakang tubuh Otniel.


" Makanya jangan ejek Onty Dian, dasar rubah berbulu domba!" celetuk Edward sambil melemparkan tatapan kebencian pada Amel.


Hampir saja mereka semua tergelak mendengar celetukan bocah kecil itu, Amelia berhasil dipermalukan oleh seorang anak kecil.


"Siaaaalllaaaaannn!!!" pekik Gadis itu.


"Ada apa ini!" teriak Pak Putra yang menerobos keluar dari kamarnya.


"Ameeel!" teriak pria itu sambil menatap putri Kesayangannya, bertepatan dengan itu, Joy dan Cindy turun dari lantai dua.


Tanpa memperdulikan kedua orang itu mereka semua malah terpana dengan kecantikan Joy yang tak pernah dia tunjukkan pada yang lainnya.


"Cantik sekali!" seru mereka semua tanpa peduli pada Amelia dan ocehan Pak Putra.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉


Enaknya orang macam ni disambel, atau di gule atau.... lanjutin dah

__ADS_1


__ADS_2