Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
DARAH MAFIA


__ADS_3

Diandra menetralkan pikirannya dan mulai memasak sayur, dia berusaha setenang mungkin saat David mulai menjahilinya dan mengecup kepalanya setiap kali ada kesempatan, sungguh hebat memang modus pria itu.


David melirik ketiga sahabatnya yang mengintip dari balik pintu, dia melihat Vasko yang kini tersenyum saat melihat Diandra.


David sudah tau lebih dulu mengenai hubungan Vasko dan Diandra, namun dia mendiamkannya menunggu pria itu sadar dan ternyata sesuai tebakannya sepertinya Vasko sudah tau siapa Diandra sebenarnya.


“Akhirnya kau tersenyum Vasko, aku turut berbahagia untuk kalian berdua, ahhh.... jadi dia adalah kakak iparku sekarang, sungguh takdir memang begitu indah,” batin Dev yang melirik Dian dan Vasko bergantian.


“Sayang,” panggil David.


“Humm... ada apa kak?” tanya Dian tanpa menoleh, dia fokus dengan masakannya, sepertinya dia mulai nyaman dengan panggilan itu.


“Hmmm.... tentang kakakmu, kalau dia masih hidup apa yang akan kau lakukan?” tanya David yang memulai pembicaraan.


Otniel dan Joel yang belum tau apa apa hanya mendengarkan saja, lain halnya dengan Vasko dia terdiam saat mendengar pertanyaan David, “Apa dia sudah tau?” pikir Vasko.


Vasko menatap Diandra, dia penasaran dengan jawaban adiknya yang lama hilang itu.


“Hmmm..... aku akan sangat senang kalau dia masih hidup, meski aku tidak tau apa kami punya hubungan darah karena aku bukan anak Papa dan Mama,” Jelas Diandra.


“Kalau misalkan hari ini tiba tiba seseorang mengatakan kalau dia adalah kakakmu, apa yang akan kau lakukan?” tanya David lagi.


“Kurasa itu tidak mungkin, kata Mama Kakak sudah meninggal,” ucap Diandra, jawaban Diandra membuat Vasko merasa sedih karena mereka harus berpisah selama puluhan tahun.


“Seandainya itu terjadi, aKu katakan seandainya, apa yang akan kau lakukan apa kau akan menerimanya? Sebut saja jika dia adalah ketua kelompok mafia apa kau akan menerimanya,” Tanya David lagi.


Diandra menatap suaminya, pertanyaan suaminya membuatnya merasa sedikit heran,” Tentu aku akan menerimanya kak selama dia punya bukti yang kuat, aku akan sangat senang jika kakak masih hidup, tak peduli dia latar belakangnya apa, karena aku pun tidak mempunyai latar belakang yang jelas,” ucap Diandra.


Ada nada kesedihan disana, suara Diandra terdengar bergetar, sungguh getir memang perjuangan hidup Diandra setelah kecelakaan itu.


“Entah dia mafia atau pembunuh bayaran atau apa pun dia jika dia masih hidup aku tidak mempermasalahkan itu, karena aku pun tidak sebaik kelihatannya, aku juga pernah membuat orang lain terluka dan tentu aku punya alasan melakukannya, dan dia juga pasti punya alasan yang kuat melakukan semua itu,” jelas Diandra.

__ADS_1


“Ha? Kau pernah melakukan apa memangnya?” tanya David yang terkejut.


“Ummm..... aku pernah mematahkan lengan seorang pria cabul kak, saat itu aku duduk di bangku SMA,dia terus menerus menggangguku, bahkan sering dia menyentuhku secara tiba tiba dan berkata kalau itu tidak sengaja,” jelas Dian yang membuat mereka semua yang mendengar itu terkejut, ternyata Dian pernah mengalami pelecehan saat bersekolah.


“Karena sudah keseringan dan tidak bisa di toleransi, aku menarik tangannya dan memukulkan pemukul bisbol ke tangannya, saat itu aku benar benar marah karena dia menyentuh.... bagian da..dadaku,” ucap Diandra dengan nada sedih ketika mengingat kejadian itu.


“Apa!!” mereka semua berteriak saat mendengar ucapan Dian, sungguh tidak bisa di percaya bagaimana bisa anak SMA memiliki perangai semesum itu.


Dian terkejut mendengar suara yang lain, dia menoleh ke arah tiga pria yang matanya membulat di ujung pintu dapur itu.


“Loh sejak kapan kalian disana?” tanya Diandra menatap mereka bertiga, namun bukannya menjawab mereka malah menghampiri Diandra.


“Siapa pria itu? Apa dia masih hidup? Apa perlu ku patahkan semua tulang tulangnya? Kenapa dia berani melakukan itu pada adikku?” tanya Vasko bertubi tubi, tampak pria itu sangat marah, bagi Otniel dan Joel, Vasko saat ini bertingkah sangat aneh, sejak kapan Vasko sepeduli itu bahkan dengan masa lalu seseorang, sedangkan David hanya tersenyum tipis.


“Ehhh tangannya sudah kupatahkan kak, dia juga sudah meminta maaf, dan ya kurasa dia sudah tidak di negara ini lagi, waktu itu aku hanya meremukkan jari jari dan tulang lengan nya saja, kurasa itu sudah cukup, dia tak akan bisa menggunakan tangannya lagi,” ucap Diandra dengan santai seolah itu bukan apa apa.


Otniel, David, Joel dan Vasko terbelalak, mereka tidak yakin melihat ekspresi Diandra yang biasa saja saat menceritakan itu, ini benar benar mengejutkan bagaimana ada wanita se mengerikan itu.


“Ummm kan dia yang salah kak, ngapain juga aku takut, aku memang kelihatan lemah tapi bukan berarti aku bodoh kak, meski kadang aku juga bisa tak berdaya dan terjebak seperti kejadian malam itu,” jelas Dian.


Yap, Diandra sebenarnya bukan wanita lemah dia hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk membalas perbuatan mereka semua.


Tampaknya darah keturunan Mafia itu benar benar kental di dalam diri Diandra, kakaknya saja hebat bertarung, Papa dan Mamanya juga menguasai berbagai teknik beladiri dan Diandra juga tentu nya menguasai kecerdasan dan keahlian itu.


Sebab selama Diandra bersekolah sejak dia TK hingga SMA dia dilatih bela diri oleh guru bela dirinya, namun karena sudah tamat sekolah dan tuan Brandon serta nyonya Helen membatasi fasilitas wanita itu, dia berhenti berhubungan dengan guru bela dirinya apalagi sejak kematian Mamanya.


“Dia benar benar saudara Vasko, darah Mafia itu sangat kental di dalam dirinya, persis seperti Daddy dan Mama Una yang kecerdasannya juga melampaui kecerdasan manusia biasa, ahhh kan jadi kangen lagi,” batin David yang mengingat keluarga besarnya.


“ Apa kau pernah membunuh orang Dian?” pertanyaan itu keluar dari mulut Otniel yang membuat mereka terbelalak dengan pertanyaan dokter konyol itu.


“Hei kak ayolah aku memang tau bela diri tapi bukan berarti aku harus mencabut nyawa seseorang kan? Kalau membuat seseorang memilih mati aku sih pernah hehehe, tapi sekali lagi itu kesalahannya karena menghina Mamaku,” ucap Diandra tanpa rasa bersalah sedikit pun.

__ADS_1


Mereka hanya bisa geleng geleng kepala mendengar jawaban wanita itu.


Krukk... krukkk.... krukk


Tiba tiba terdengar suara perut seseorang di dalam ruangan dapur itu, eh bukan Cuma satu orang tetapi itu suara perut mereka semua.


“Pffttthh..... hahahahhahaha....” mereka semua tertawa terbahak bahak mendengar itu, bagaimana bisa mereka sekompak itu.


“Sepertinya kita semua sudah kelaparan hahahaha, ya sudah ayo cepat bantu bereskan, Kak Vasko duduk saja, melihatmu membuatku ngilu, apa sih sebenarnya yang kakak lakukan sampai babak belur begitu sungguh tidak tampan,” celetuk Diandra yang berhasil mengundang gelak tawa diantara mereka.


“Hehehehe, ini tidak sakit kok hanya lecet sedikit saja, lagi pula Otniel sudah mengobatinya,” ucap Vasko sambil tersenyum.


“Wahhhh..... sejak kapan kakak setampan itu? sejak kapan bibir kakak yang kaku itu bisa tersenyum seindah itu, ahhh kau benar benar tampan kak,” celetuk Diandra.


“Sejak bertemu denganmu sayang,” ucap Vasko menggoda Diandra.


“Eitss.... hanya aku yang bisa memanggilnya begitu jangan coba coba melakukan itu,” ucap David yang segera menghampiri istrinya dan merangkulnya dengan posesif, Diandra merona, dia suka diperlakukan suaminya begini, artinya dia diakui di hadapan pria pria itu.


“Jiahhh.... kemarin kemarin saja kau sedingin es, apa esnya sudah meleleh sampai kau terbakar api cemburu hah,” ejek Otniel.


Mereke semua tertawa bersama, “Ck.... yang jomblo tidak akan paham,” ketus David.


Selalu saja Jomblo yang disalahkan, memangnya salah jomblo apa David???


.


.


.


Like, Vote dan Komen ya teman teman

__ADS_1


__ADS_2