
Otniel menatap Chelsea dengan tatapan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, Chelsea menampar wajahnya tanpa aba aba dan membuat dirinya benar benar terkejut. Tentu saja terkejut, memangnya siapa yang kalau menampar kasih aba aba dulu, ada ada saja lu bang Niel.
“Aa.. apa yang kau lakukan chelseaaaaa....” geram Otniel dengan mata membulat dan rahang yang hampir saja jatuh ke atas lantai.
“Eh aduh maaf dok, tangan saya kepleset tadi jadi spontan mukul wajah dokter habisnya dokter sih senyum senyum kayak orang kesurupan kan saya jadi takut jadinya, maaf ya dok heheh,” cerocos Chelsea sambil cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
“Ck... kau pikir ini tempatmu untuk latihan pukul memukul dasar lemot, lemah, lunglay,” gerutu otniel sambil mengusap wajahnya yang terasa berdenyut denyut karena tamparan dari tangan kecil itu yang justru terasa sangat sakit itu.
“Heheh kan saya minta maaf dok, saya juga gak sengaja , habisnya dokter senyum senyum seram begitu kan buat saya jadi takut, saya pikir dokter kesurupan setan di rumah sakit ini,” ucap Chelsea dengan nada sedikit takut.
Pletakkkk
“Cihh dasar gadis ini,” gerutu Otniel sambil menyentil kening Chelsea yang berhasil membuat gadis itu meringis kesakitan bahkan dahinya sampai memerah.
“Arhhh sakit dok kenapa disentil sih,” ucapnya meringis sambil mengusap keningnya.
“Ck.. kau pikir ini tidak sakit dasar lelet, sini tanganmu,” ucap otniel sambil mengambil tangan kiri Chelsea dan menaruhnya di pipinya yang memerah karena tamparan maut dari gadis itu sendiri.
Mata Chelsea sampai terbelalak dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Otniel, sesuatu yang tak pernah dia bayangkan akan terjadi pada dirinya.
“kau rasakan ini panas dan berdenyut denyut dasar lelet” ketus Otniel yang masih memegang tanagn Chelsea yang dia taruh di wajahnya.
Wajah Chelsea mengatakan semuanya kalau dia sedang gugup saat ini apalagi jarak mereka begitu dekat.
“Tapi memang panas sih dok, apa aku memukulnya terlau kuat tadi?” spontan pertanyaan itu keluar dari mulut Chelsea.
__ADS_1
“heh jadi kau sadar juga kalau kau memukulku terlalu keras tadi? Dasar gadis ini, kau tidak tau ya betapa mahalnya wajah seorang Otniel yang terkenal dan termasyur ini,” celetuk Otniel yang masih belum saja melepaskan tangan Chelsea dari wajahnya..
“iya dok saya tau saya salah makanya tadi saya minta maaf, wajah dokter benar benar panas, pasti itu sangat menyakitkan,” celetuk Chelsea.
“heh iya, kau seperti sedang berusaha untuk menghancurkan rahangku,” ketus Otniel.
“iya sih tapi tangan saya di lepas dong dok, masa iya nangkring di wajah dokter?” ucap Chelsea yang mulai merasa tidak nyaman dengan posisi ambigu mereka saat ini.
“Ck.. tidak mau, dasar gadis buket bunga, kenapa kau tidak bilang kalau kau adalah gadis buket bunga berkacamata dengan rambut keriting yang kuberi buket pernikahan lima tahun lalu hmmm?” tanya Otniel seraya menatap tajam mata Chelsea dan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu, jika dilihat dari beberapa sudut pandang mereka terlihat seperti sedang berciuman.
“A.. apa? Ja.. jadi do... dokter ingat saya? Ba.. bagaimana bisa? Rupa saya saja sudah benar benar berbeda dari yang dulu, bagaimana dokter bisa ingat?” seloroh gadis itu denagn tatapan tak percaya.
“Ck... hanya sekali melihatmu saja saat masuk ke rumah sakit ini, aku sudah tau kau siapa hanya saja aku mendiamkan sampai kau memperkenalkan dirimu sendiri nona buket bunga,” bisik Otniel yang membuat Chelsea semakin terbelalak kaget.
Padahal dia tidak tau saja apa yang dikatakan oleh Otniel itu hanya bualan semata yang dia gunakan untuk rencananya yang mulai dia jalankan. Otniel saja tidak mengenal Chelsea saat pertama kali melihatnya masuk ke rumah sakit besar itu.
“Ja... jadi dokter sudah mengenal saya sejak saya masuk ke rumah sakit ini?” tanya Chelsea denagn mata terbelalak tak percaya .
“Yap, aku tentu mengenalmu gadis buket bunga, siapa yang tida ingat dengan gadis ceroboh yang setelah lima tahun berlalu juga masih tetap ceroboh,” ejek Otniel.
“Haihhh dok saya nggak ceroboh loh, Cuma kadang gak siap aja kalau tiba tiba dikejutkan ,” elak Chelsea.
“Halah banyak alasan, sekalinya lelet ya lelet, sekalinya ceroboh ya ceroboh,” ejek Otniel lagi.
“ihh udah dibilang gak lelet loh dok, saya juga cekatan kali, tapi kalau gugup lain cerita,” ucap Chelsea.
__ADS_1
“hah sama saja, kan sama sama lelet,” ucap Otniel.
“Hisshhh terserah dokter deh, sekarang tangan saya dilepas dulu,” ucap Chelsea berusaha menarik tangannya dari Otniel namun yang terjadi berikutnya adalah hal yang akan dia sangat syukuri di masa depan nanti meski setelah ini dia akan mengamuk.
Otniel menarik tangan Chelsea dan memeluknya dengan erat seraya membisikkan sesuatu ke telinga gadis itu.
“Chelsea, tolong bantu aku.... “ suara pria itu tiba tiba terdengar lirih membuat Chelsea terkejut dengan perubahan nada bicara Otniel yang lebih lembut.
“Ehh dok, jangan begini gak enak ditengok orang,” ucap Chelsea dengan nada benar benar gugup , bahkan Otniel yang memeluknya bisa merasakan degup jantung gadis itu benar benar kencang saat ini.
“Justru harus begini supaya rencanaku berjalan dnegan lancar hahahah, kasihan kau kan Richard jelek hahahha... lihat matanya itu sudah persis seperti naga yang siap siap menyemburkan apinya, dia terbakar api cemburu hahahhaha... kasihan sekali dirimu hahahha..” batin Otniel tertawa pusa.
Dia menatap seorang pria yang berdiri sambil menatap mereka dengan mengepalkan kedua tangannya dan memasang wajah penuh dengan kemarahan dan kekesalan yang sudah membuncah.
Sebenarnya saat Chelsea duduk disana, otak Otniel langsung bekerja akan memanfaatkan Chelsea untuk menyakiti Richard secara mental, dan ternyata alam mengijinkannya, disaat yang sama mata Otniel menangkap sosok Richard yang berdiri di dekat tiang bangunan rumah sakit persis seperti seorang satpam yang sednag mengawasi mereka.
Dengan cepat dia mengambil kesempatan itu dan memulai drama luar biasa yang seketika itu muncul di otaknya dan sukses membuat Richard merasakan serangan api kecemburuan yang dilancarkan oleh Otniel secara bertubi tubi, mulai dari menatap wajah Chelsea, memegang tangannya, menaruh tangan itu di wajahnya, berpose layaknya orang yang sedang berciuman dan terakhir memeluk Chelsea dengan seringai licik di wajahnya, jika sudah psikopat maka apa pun akan dia lakukan untuk menaklukkan lawannya agar kalah di gelanggang permainan yang sudah dia kuasai sepenuhnya.
“Sialan. Berani beraninya dia memeluk Chelsea, sialan kau Otniel, kurang ajar, lihat apa yang akan kulakukan , akan kubuat hidup mu hancur,” gerutu Richard.
“Dan tadi itu apa? Apa dia sedang mencium Chelsea? Arhhh tidak tida mungkin, Chelsea jangan sampai jatuh ke tangan dokter psikopat gila itu arrhhh sialann....
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉