
Otniel duduk di dalam ruangan kamar Chelsea sambil menunggu gadis itu sel-sel membersihkan diri. Dia mengutak Atik ponselnya, menunggu gadis pujaannya selesai.
Pintu kamar mandi dibuka, Chelsea Keluar hanya berbalut handuk tanpa sadar kalau Otniel masih duduk disana.
Chelsea berjalan dengan bathrobe yang membungkus tubuhnya, berjalan pelan menuju walk in Closet yang ada di ruangan kamar besar itu.
Otniel yang merasakan pergerakan Chelsea menoleh, betapa terkejutnya dia saat melihat gadis itu disana hanya mengenakan bathrobe, hendak melepaskan benda itu dari tubuhnya.
"Ekhmmm...." Otniel berdeham.
Chelsea tersentak kaget, dia menoleh ke arah sumber suara betapa terkejutnya dia saat melihat pria yang menjadi tunangannya duduk anteng di salah satu kursi dalam ruangan besar itu.
"A..apa yang kau lakukan!" Chelsea terkejut, dia spontan menutup dadanya dengan mata terbelalak.
"Aku?" Otniel berdiri sambil memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya.
Pria itu berjalan mendekati Chelsea, bersamaan dengan itu Chelsea malah berjalan mundur sambil menutup dadanya dengan mata terbelalak.
"Ma..mau apa kau,!" ucap Chelsea.
Otniel menyeringai, tampaknya dia selalu berhasil menggoda gadis itu meski kini jantungnya berdebar tak karuan melihat gadis itu dengan penampilan seperti itu di depan matanya.
"Aku... Mau...." Otniel menyudutkan Chelsea dan membuat gadis itu bersandar di dinding, pria itu mengungkung tubuh Chelsea sambil menatapnya dengan tatapan menyeringai.
Jantung Chelsea berdegup kencang tak karuan, berada di posisi sedekat itu membuat Chelsea Merasakan deru nafas Otniel yang terasa sangat kencang.
Chelsea mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia tak bisa mengatur deru jantungnya yang berdegup begitu kencang.
"Chel," suara berat Otniel terdengar di telinga gadis itu.
"Chel..." suara itu lagi lagi menerobos telinga Chelsea, benar benar terkesan seksi dan membuat jantung gadis itu berdegup kencang tak karuan.
"lihat aku," ucap Otniel dengan lembut, dia menatap wajah polos tunangannya itu dengan tatapan lembut .
Chelsea mengarahkan pandangannya pada Otniel, dia membalas tatapan pria itu, saat mata mereka bertemu, waktu seolah berhenti untuk sekian detik. Tatapan mata begitu dalam menyiratkan ketertarikan diantara kedua insan yang diam diam saling suka itu.
"Semua akan baik baik saja, jangan khawatir, ada aku, andalkan aku untuk segala masalah yang terjadi, mulai hari ini kita keluarga, aku akan selalu ada untukmu," ucap Otniel dengan lembut, tangannya mengusap wajah/ polos itu.
Chelsea terdiam, tak tau harus berkata apa lagi, suara dan aroma Otniel membuatnya mabuk kepayang.
"Tapi.. aku aku bahkan dibuang oleh keluarga ku," ucap Chelsea pelan.
Otniel mengusap kepala Chelsea yang masih basah.
__ADS_1
"Mereka yang salah, membuang sebuah permata yang berharga, kau itu berharga," ucap Otniel.
"Tapi... kau.. bukannya kau punya seseorang yang kau sukai? aku..aku tak mau merusak itu, bukannya dia juga menyukaimu? aku tak mau kalau kau terpaksa," ucap Chelsea, kali ini dia tak mampu menatap mata pria itu lagi.
Otniel tersenyum tipis, dia mengambil wajah Chelsea dan menatapnya lagi dan lagi, lebih dalam dan lebih intens.
"Ya aku menyukainya, sangat menyukai dia, aku jatuh cinta padanya," ucap Otniel.
air muka Chelsea langsung berubah, dia menunduk, menunjukkan kalau dia sedih dan kecewa, merasa kalau lagi lagi dia dibuang.
"Kalau begitu nyatakan padanya, jangan katakan padaku, kau harus bersama orang yang kau cintai, aku.. aku memang tidak layak untuk....
Chelsea terdiam saat pria itu menyambar bibirnya dan memberikan ciuman pertama mereka. Otniel sungguh tidak sabaran, dia kehilangan kendali karena tak tahan lagi ingin menyatakan kalau dia jatuh cinta pada gadis di depannya itu.
Chelsea diam membeku saat pria itu beraksi dan memberikan ciuman di bibirnya, matanya terbelalak, namun tak menolak karena dia menyukai pria itu.
Otniel berhenti dia melepaskan ciumannya dan menatap wajah Chelsea yang memerah.
"Sudah lama aku menunggu waktu untuk menyatakan ini El, aku.. aku mencintaimu, kau adalah gadis itu, kau gadis yang membuatku penasaran dan membuatku jatuh cinta padamu sejak kau masuk ke rumah sakit, " ucap Otniel, dia mengatakan perasaannya sambil menatap mata gadis itu dalam dalam.
Chelsea terdiam, dia terbujur kaku mendengar pernyataan Otniel, belum lagi ciuman tadi membuat jantungnya berdegup kencang.
"Sudah berapa kali aku mengatakannya, aku memberimu kode tetapi kau tak paham juga, dasar bodoh, aku jatuh cinta padamu, jadi mulai sekarang kau bisa mengandalkan ku," ucap Otniel .
"tentu, aku tidak salah El," ucap Otniel.
"Tapi Jenny? wasiat itu?" tanya Chelsea lagi.
Otniel tergelak," hahahahah.... itu hanya akal akalan si Mama Gorilla dia yang mulai ini semua, dia memanggil Jenny jauh jauh kesini untuk membuat hubungan kita semakin dekat, Jenny itu sudah menikah," terang Otniel
Chelsea terkejut bukan main," dia sudah menikah?" tanya Chelsea terbelalak.
"Ya dia sudah lama menikah, dia kakaknya Jesslyn, mereka memang sangat mirip tapi sifat mereka beda jauh," ucap Otniel.
"Jadi kalian melakukan itu hanya agar aku...
"Ya hanya agar kau cemburu,!" ucap Otniel dengan senyuman di wajahnya.
Chelsea tak menyangka, perasaannya terbalaskan, rasa yang dia simpan sejak bertemu pria itu di pernikahan Joel dan Ara. Rasa yang selalu dia ingat hingga dia berhasil masuk ke tempat kerja yang Sama dengan pria itu.
Air mata Chelsea tak terbendung lagi, dia menghamburkan pelukannya pada Otniel dia menangis bahagia sambil memeluk pria itu.
Otniel malah dibuat heran karena Chelsea malah menangis.
__ADS_1
"hei kenapa menangis?" tanya Otniel dengan tatapan heran.
"Aku.. aku juga mencintaimu hiks hiks hiks..." Chelsea mengungkapkan perasaannya pada Otniel, hatinya lega karena bisa mengungkapkan perasaannya pada pria itu.
Otniel tersenyum, Chelsea akhirnya mengatakannya, dia membalas pelukan gadis itu.
"Aku tau, heheh... tapi kenapa kau dekat dengan Jerry hmm? beberapa kali kuperhatikan kalian sangat dekat," tanya Otniel dengan nada cemburu di kata katanya.
Chelsea menatap Otniel," ohh Jerry? dia dekat denganku hanya untuk pinjam uang, dia sedang Pdkt tapi selalu lupa bawa uang, dia memanggilku untuk pinjam uang," jelas Chelsea.
"Apa? pffthh hahahhahaha...
astaga anak itu benar benar ya, bisa bisanya dia melakukan itu padamu? kupikir kalian dekat hahahhah..." Otniel tertawa terbahak bahak, dikira Jerry menyukai Chelsea tau taunya pria itu cuma pinjam uang dari gadis yang dia sukai.
"Aya begitulah," ucap Chelsea.
Otniel paham, dia menatap gadisnya," kau sangat cantik, terimakasih telah mencintai ku," ucap Otniel sambil mengusap wajah gadis itu.
Chelsea juga tersenyum, dia membalas tatapan kekasihnya.
"Terimakasih sudah menerimaku," ucapnya dengan wajah merona.
"Apa kau mau menjadi Momnya Edward? dia pasti akan sangat senang jika kau mau menjadi Momnya untuk selamanya," ucap Otniel.
senyuman terukir indah di wajah gadis itu, dia mengangguk," Siapa yang akan menolak menjadi ibu dari anak menggemaskan itu, aku bahkan sudah sangat menyayangi nya," ucap Chelsea, kata kata yang benar benar tulus keluar dari bibir gadis itu.
"Aku mungkin tak sempurna tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin," ucapnya.
Otniel sangat senang dia memeluk tubuh Chelsea dan mengangkat nya sambil berputar-putar.
"yuhuuuu.... hahahah terimakasih, aku akan selalu bersamamu... aku... bahagia !!" seru Otniel.
Chelsea dan Otniel tertawa bersama, mereka bahagia karena telah berhasil mengungkap perasaan masing masing.
"NIEEEL!!!!!!!!!" teriakan seseorang terdengar memenuhi ruangan itu.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1