Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kembali ke rumah besar Park


__ADS_3

Rombongan mobil itu tiba di rumah besar keluarga Park, mereka semua di sambut oleh para pelayan, dan orangtua yang sudah menantikan kedatangan mereka.


“Mereka sudah tiba,” ucap wanita yang duduk di kursi roda, dia dengan sangat antusias menunggu kedatangan David dan rombongannya.


“Astaga kak Rose apa kakak sesenang itu?” ucap Luna sambil menghampiri kakak iparnya.


“Ohh tentu saja, aku menantikan momen seperti ini, Varrel tak juga memberiku menantu jadi aku ambil saja menantunya Mikha hahahah,” kekeh wanita itu.


“Hisshhh kak, dia menantuku suruh saja Varrel menikah dan bawa anak perempuan kesini,” ucap Mikha.


“Hei kalian ini terus saja berdebat tentang menantu, lihat saja siapa yang akan dipilih menantu cantik itu,” ucap Vanya dengan penuh percaya diri.


“Hohoho.... sudah pasti aku yang akan dia pilih secara aku kan Mama mertua paling cantik sejagad hahahah,” ucap Andin dengan lawakan emak emaknya, Celine hanya bisa geleng gelang kepala melihat tingkah mereka semua.


“ck... ck... ck dasar emak emak rempong, kalian sudah mau jadi nenek nenek juga masih sama tengilnya ya, gak malu apa sama calon cucu,” ucap Gamaliel yang menghampiri mereka dan berdiri di depan pintu menunggu kedatangan yang lain.


“Hei kalian ini jangan banyak berdebat malu sama umur, “ ucap Ken yang langsung berdiri di belakang kursi roda Istrinya, spontan dia mengecup pipi Rose di depan yang lain, hal yang selalu dia lakukan untuk istri kesayangannya itu.


“Ssttt.... diamlah aku akan menyambut kedatangan menantuku, “ ucap Aiden yang datang dengan pakaian rapi dan sangat wangi membuat yang lainnya menatap pria paruh abad itu.


“Hadehh.... kalian sama saja, kau juga kenapa memakai banyak parfum dasar si dodol ini” tukas Bima dengan wajah kesalnya sambil menatap kesal ke arah Aiden.


“Penyambutan anak dan menantuku serta calon penerus Maureer hahahah,” kekeh Aiden dengan tawa bangga karena hanya anaknya yang sudah menikah diantara semua anak di dalam keluarga itu.


Meski mereka semua sudah menua, namun kekocakan dan kekompakan keluarga itu tak ada yang bisa menandingi. Hari hari mereka selalu dipenuhi dengan canda tawa sehingga mereka semua berumur panjang dan sehat.


“Ahh seandainya Anna dan Ferdi masih ada,” ucap Luna mengingat kedua pasangan itu.


Gama mengusap punggung istrinya, mereka semua menatap ke arah langit mengenang Ferdi dan Anna yang sudah berpulang terlebih dahulu. Sebuah luka yang tak akan pernah bisa mereka hapus dari hati mereka.


Ferdi dan Anna meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan beruntun menyebabkan mereka berdua meregang nyawa dan meninggalkan putra dan putri mereka yang kala itu masih berusia 9 tahun dan 8 tahun dan kini Luna yang mengambil alih hak asuh mereka.


Tak ada yang menyangka kalau pasangan yang terkenal karena kecerdasan mereka itu akan meregang nyawa karena sebuah kecelakaan besar akibat kelalaian pengemudi. Ferdi dan Anna tak bisa diselamatkan karena tubuh mereka terhimpit mobil dengan posisi Ferdi memeluk tubuh Anna saat itu.


Cinta mereka abadi sampai maut pun, mereka tetap bersama, kehilangan kedua orang itu menjadi luka terdalam bagi keluarga besar mereka. Ferdi dan Anna sudah bersama selama 25 tahun Ferdi menemani kisah hidup Anna hingga akhir hayat mereka.


“Mama,” ucap seorang anak laki laki berusia 20 tahun dan seorang gadis berusia 19 tahun mereka adalah Kiel dan Karina anak ferdi dan Anna.


“Wah kalian sudah bangun? Apa tidak lelah sayang? Kalian kan baru tiba satu jam lalu,” ucap Gama.

__ADS_1


“Tidak Pa, kami ingin menyambut kakak ipar hehehe,” kekeh Karina dengan senyuman manisnya, dia memeluk lengan Luna.


“Pa, Ma, kedua bocah ini mana ada capeknya mereka itu seperti robot,” celetuk seorang pria tampan yang langsung memeluk Celine dari belakang, dia seusia dengan David, dia adalah Gara anak Celine dan Bima.


“Kau juga, kenapa langsung bangun harusnya istirahat dulu,” omel Celine.


“Heheh kangen Mommy,” kekeh pria itu, sebenarnya dia dan kedua adiknya itu baru tiba dari australia satu jam lalu, mereka menyempatkan diri bertemu dengan ipar mereka.


Tuhan begitu baik pada mereka, saat mereka kehilangan Anna dan Ferdi mereka mendapatkan Karina yang persis seperti Anna dan Kiel yang persis seperti Ferdi, mereka sangat menyayangi kedua anak itu sehingga keduanya tumbuh dengan penuh kasih sayang.


“Ya sudah ayo kita sambut mereka, mobilnya sudah di depan,” ucap Mark yang dianggukkan oleh mereka semua.


Di dalam mobil, David membangunkan istrinya yang terus menerus terlelap, mungkin efek kehamilannya.


“Sayang kita sudah sampai,” ucap David dengan lembut, Aurel seketika itu tersenyum melihat bagaimana adiknya memperlakukan Diandra dengan baik.


“eh... eghh... hooaammm... apa aku ketiduran sepanjang jalan?” ucap Diandra sambil merenggangkan kedua tangannya.


“He...em... kita sudah sampai di rumah,” ucap David sambil tersenyum dan merapikan rambut Diandra dengan lembut.


Bukannya bangun, Diandra malah memeluk suaminya dan menelusupkan kepalanya ke dekapan dada bidang suaminya.


Gadis itu tersenyum, tiba tiba sebuah ide muncul di kepalanya, dia menoleh ke arah David dan Diandra menampakkan wajahnya.


“Ekhmm..... kita sudah sampai,” ucap Aurel.


Mendengar suara seorang wanita seketika Diandra terperanjat kaget, matanya yang masih mengantuk menjadi segar kembali saat menyadari kalau bukan Cuma mereka berdua yang ada di dalam mobil itu.


“Ehh.... ups... aduh ma..maaf,” ucap wanita itu yang langsung melepas pelukannya dari David dengan wajah panik.


“Hahahhaha.... imut sekali,” kikik Aurel yang berhasil mengerjai Diandra.


David merotasikan kedua bola matanya, dia tau kalau akan seperti ini jadinya, kakaknya itu benar benar jahil.


“hai adik ipar, apa sudah puas tidurnya? Nanti dilanjut di dalam ya, mereka semua sudah menunggu kita,” ucap Aurel dengan ramah.


“Adik ipar?” gumam Diandra sambil melirik David.


“Ahhh sayang kenalkan, dia ini kakak iparmu, kakak kandungku kak Aurel,” ucap David memperkenalkan mereka.

__ADS_1


“Halo kak, ma...maaf aku ketiduran,” cicit Diandra yang masih belum akrab dengan keluarga David.


“Hahahah tidak apa apa kok, ya sudah ayo keluar,” ucap Aurell dengan senyuman manisnya.


“Cantik sekali,” celetuk Diandra, seketika itu dia menutup mulutnya, wajahnya memerah karena malu mengagumi kecantikan kakak iparnya.


“hahahah lihat David dia memiliki mata yang hebat, dia tau mana yang cantik atau tidak hahahah,” ucap Aurel yang merasa senang dengan sifat polos istri adiknya.


“heh kurasa istriku perlu pakai kacamata agar tidak salah lihat, sudahlah ayo sayang kita keluar, mami dan papi sudah menunggu,” ucap david sambil menarik tangan istrinya dengan lembut.


“jiahhh dasar kau ini,” gerutu Aurel.


Mereka semua melangkah keluar dari dalam mobil, sambutan hangat langsung mereka dapatkan dari keluarga besar mereka.


“Selamat datang di rumah,” ucap mereka semua sambil tersenyum.


Otniel, Joel, dan Vasko begitu terkejut melihat rumah besar itu sangat ramai, ada beberapa pasang orang tua dan anak anak mereka yang menyambut kedatangan mereka semua.


“Benar benar sebuah keluarga besar persis seperti yang dikatakan David,” ucap Otniel.


Matanya menatap orang orang itu, hingga dia tertuju pada sosok seorang wanita dengan wajah yang cantik meski usianya sudah kepala lima, dia adalah Luna, wanita yang menatap kedatangan mereka dengan senyuman lembut.


Mata Luna dan Otniel bertemu,


Deghh....


Degup jantung keduanya bertedak kecang seperti ada sebuah aliran penghubung diantara keduanya.


“Siapa tante itu?” batin Otniel.


“Siapa dia?” batin Luna.


.


.


.


Like, Vote dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2