Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
atur


__ADS_3

"hmmm menurut Daddy, pilihan kalian tepat!" ucap Otniel yang membuat Vasko dan Diandra terkejut namun kedua bocah itu berteriak riang gembira.


"Apa Kaka tidak salah? apa kakak yakin? mengingat kejadian terakhir di ruang operasi, aku takut dia akan panik seper itu lagi," ucap Diandra to the point, meski dia memang menyukai gadis itu namun untuk masalah penting seperti ini dia tentu saja khawatir menyerahkannya pada sembarang orang.


Otniel tersenyum, dia paham kekhawatiran adiknya itu.


"Justru karena melihat cara kerjanya selama operasi kemarin kakak jadi yakin memilih dia dek, dia itu hebat hanya saja ditekan terus sama si Aris kampret itu, cihh ketua tim apa itu? tak punya pengalaman, tak punya kemampuan, memalukan, bahkan dokter fellow tahun kedua mempunyai kemampuan yang melebihi kemampuannya, aku ingin si Chelsea itu jadi ketua tim, dia yang terbaik!" ucap Otniel dengan penuh semangat.


Diandra dan Vasko saling menatap, baru kali ini ketiga orang itu begitu bersemangat ketika membahas seorang wanita. Bahkan kedua bocah itu benar benar menyukai Chelsea, terdengar dari kata kata mereka.


" Wah wah wah, jadi Otniel sepertinya mulai membuka hati nih?" goda Vasko seraya menaikturunkan kedua alisnya.


"Ekhmm.... Ekhmm cieee yang mulai ngelirik cewek nih hahahahha..." tambah Diandra.


Wajah Otniel seketika itu tiba tiba bersemu merah karena digoda oleh kedua orang itu. Dia bahkan tidak tau kenapa dia merasa malu seperti itu, padahal hal biasa ketika dia membahas sese yang memiliki kemampuan meskipun ini pertama kalinya dia memuji seorang junior perempuan.


"Ekhmm.. apa sih, kalian gak jelas, kalau aku ngomongin seseorang ya pasti karena bakatnya, nggak ada maksud lain, dasar kalian ini, pikirannya aneh aneh aja," celetuk Otniel seraya mengerucutkan bibirnya.


"pff hahahahha...."


" yang bilangan aneh aneh siapa kak? atau jangan jangan emang benar benar aneh nih hahahaha..." Diandra kembali menggoda Otniel.


l


Lagi lagi wajah pria itu bersemu merah.


"Hahahaha wajah Daddy merah merah kayak tomat, Daddy kenapa hahahah..." Celetuk Emily.


"Wahh Daddy kok tiba tiba panas sih? Daddy demam?" tanya Edward yang memegang kening Otniel.


Otniel tiba tiba salah tingkah entah apa yang terjadi pada pria itu, tapi tingkahnya benar benar aneh saat ini.


“Ekhmm... Daddy baik baik saja, jangan bahas yang aneh aneh, kaian berdua juga kenapa bahas yang nggak nggak sih bikin kesal aja,” gerutu Otniel sambil memalingkan pandangannya ke arah lain.


Tiba tiba seseorang mengetuk pintu ruangan otniel di rawat.


“Halo, permisi,” sapa seseorang yang tak lain adalah Chelsea yang masih memkai baju pasien, dia datang ke ruangan Otniel sambil membawa tiang infus miliknya.

__ADS_1


“Ehh dokter Chelsea? Silahkan masuk, ada apa?” Diandra langsung menghampiri Chelsea dan menggandeng tangan gadis itu seraya melirik Otniel dengan wajah konyol untuk menggoda pria itu.


“Astaga Diandra bisakah kau kondisikan wajahmu itu? Kenapa kau selalu saja menggoda ku, dan kenapa juga aku jadi gugup dasar kau Otniel,” Batin pria yang tiba tiba merasa kalau degup jantungnya lebih cepat dari biasanya saat melihat wajah polos Chelsea yang masuk ke dalam ruangan inapnya.


“Maaf mengganggu, apa saya bisa berbicara dengan dokter Otniel? Saya pikir tadi tidak ada tamu,” ucap Chelsea yang merasa canggung denagn mereka.


“Tak masalah bicara saja Nona, santai saja, kami tidak akan mengganggu kalian,” ucap Vasko yang sudah duduk anteng di meja sisi lain ruangan itu sambil membaca laporan usaha miliknya yang dia jalankan di Indonesia.


“Iya gak apa apa kok kakak ipar, ehh maaf maksud ku gak apa apa kok kak heheh,” celetuk Diandra.


“Astaga si mulut cerewet ini ada ada saja, kenapa mulutnya ngomong seenak maunya sih,” batin Otniel yang jadi panas karena Diandra.


“Ekhmm... Diandra bisa tinggalkan kami sebentar?” tanya Orniel denagn nada datar dan dingin seperti biasa, sebenarnya dia tak ingin menunjukkan sisi jenakanya pada Chelsea.


“Ohhh... cool... kok tiba tiba nada suaramu berubah kak, apa karena gadis cantik ini hmm?” tanya Diadnra sambil mengangkat sebelah alisnya.


“Hahahha rasakan kau kak enakkan? Hahhaha” batin Diandra tertawa.


“Haishhhh... Vasko tolong tarik si bawel ini, aku benar benar kelimpungan dibuatnya,” gerutu Otniel.


“ ya ampun aku lupa kalau mereka saudara dan sama sama tengil sialan...” batin Otniel lagi lagi menggerutu.


Chelsea malah merasa aneh dan bingung dengan percakapan mereka, bertambahlah rasa canggung pada diri gadis itu.


“Ekhm... Diandra please,” pinta Otniel dengan nada memohon.


“Hahahha.. baiklah baiklah aku akan duduk di sana kalian bicaralah, anak anak ayo kesini,” ucap Diandra pada kedua bocah yang tertib mendengarkan mereka sejak tadi.


Kini tinggal Chelsea dan Otniel saling berhadapan.


“Ada apa? Duduk lah dahulu,” ucap otniel seraya menatap Chelsea .


“ahh... baik,” ucap Chelsea sambil duduk di kursi di samping brankar Otniel.


“Bagaimana keadaan anda dok? Kudengar anda mengalami tremor di bagian tangan? “ tanya Chelsea.


“Keadaanku tentu tidak baik Chelsea, ini..” Ptmiel mengangkat tangan kanannya yang terus menerus bergetar.

__ADS_1


“Ini terus bergetar dan rasanya sakit di bagian tengkukku, bisa kau jelaskan apa yang terjadi?” tanya Otniel.


“Apa getarannya juga terjadi saat Anda tidur dok?” tanya Chelsea.


“Ya, menurut mereka yang menjagaku, tanganku bergetar bahkan ketika tidur, padahal sebelumnya tidak begitu,” ucap Otniel.


“Apa sakitnya menjalar sampai ke punggung bawah dan mempengaruhi telinga?” tanya Chesea lebih detail lagi.


“Rasa sakitnya sampai punggung bagian bawah, untuk telinga tidak terlau berpengaruh tetapi telingaku berdengung beberapa hari lalu,” ucap Otniel.


“Baiklah saya paham, apa waktu tidur dokter sering terganggu dan sering memakai alat yang memancarkan radiasi?” tanya Chelsea lagi.


“Hampir setiap hari aku sulit tidur dan banyak menggunakan komputer, tapi sebelumnya tidak terjadi apa apa,” ucapnya.


Chelsea mengangguk paham, “ baiklah, menurut penjelasan dokter tadi, keadaan dokter saat ini dipicu dari kekurangan istirahat dan tidak dibarengi dengan suplemen otak, alias otak kekurangan vitamin namun kinerjanya sangat tinggi, pancaran radiasi yang terus menerus membuat saraf terganggu sehingga kinerja otak juga tida berjalan dengan baik, kinerja berlebihan pada otak menyebakan saraf sensori pada bagian tangan dokter mengalami tremor seperti ini,” jelas Chelsea yang tanpa sadar memegang tanagn Otniel.


“Kurang istriahat dan terlalu banyak berpikir membuat otak melemah dan mempengaruhi saraf, rasa nyeri ditimbulkan dari efek kerusakan beberapa bagian saraf yang terkena pancaran radiasi, dan juga karena dibiarkan terlalu lama,” jelas Chelsea.


“lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Otniel.


“Untuk kondisi ini, karena sudah dalam keadaan serius, kita dengan terpaksa harus melakukan prosedur operasi dengan memperbaiki saraf yang tegang dan memberikan obat yang sesuai ,” jelas Chelsea.


“Baiklah, segera atur jadwalmu, kita akan melakukan operasi minggu ini,” ucap otniel dengan tegas.


“Baik dok akan saya sampaikan pada departemen bedah saraf"


“Aku meminta dirimu bukan departemen bedah saraf nona Chelsea,” ucap Otniel.


“Sa... saya? Saya mana bisa dok..” ucap Chelsea yang terkejut dengan kata kata Otniel.


.


.


.


Like, vote dan komen.

__ADS_1


__ADS_2