Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Mereka....


__ADS_3

Nasib ketiga orang itu begitu menyedihkan, akibat ulah mereka, kehidupan mereka tersiksa. Entah mereka berhasil bertahan hidup di tengah hutan antah berantah yang bahkan tak diketahui letaknya dimana.


Otniel dan David kembali ke Indonesia setelah menghukum ketiga orang itu sampai puas. Diandra dan Edward sudah dalam kondisi yang stabil dan mereka berdua sudah tidak di rawat di rumah sakit lagi.


Otniel dan David tiba di rumah, dua hari mereka pergi dari rumah hanya untuk memastikan ketiga orang itu menderita untuk selamanya.


Drrtt... drrtt..


Ponsel David berbunyi, dengan segera dia mengangkat panggilan itu sesaat sebelum dia masuk ke dalam rumah.


“Ada apa?” tanya David.


“Wanita gila itu membunuh pria bernama Erik dan Vera, dia mengamuk karena tidak diberikan obat tuan,” jelas anak buah David dari seberang sana.


“Lalu?” tanya David.


Otniel menatap David yang tampak sangat serius dengan pembicaraannya.


“Dia juga menyerang beberapa anak buah dan menggigit mereka, tuan tau kan seperti penyakit anjing gila dia menyerang dan menggigit siapa pun yang dilihatnya, ada 3 anak buah yang terluka namun mereka sudah ditangani,” jelas pria itu.


“Nani melompat dari atas gedung dan mati mengenaskan tuan, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri, dia berpikir kalau di bawah adalah kolam berenang, sungguh merepotkan,” keluh anak buah David yang benar benar kesal karena keributan yang ditimbulkan wanita itu.


“Hmmm... baiklah,”


“segera urus anak buah yang terluka beri mereka perawatan terbaik, dan untuk jenazah mereka bertiga, kirim bukti rekaman CCTV ke ponselku dan kirim mayat mereka ke keluarga mereka masing- masing serta semua bukti kejahatan mereka, seluruhnya kau kirimkan,” titah David.


“baik tuan,” ucapnya.


“Hmmm terimakasih atas kerja kerasnya, panggilan kuakhiri,” ucap David.


David memijit pelipisnya sebenarnya dia tak berniat melenyapkan mereka bertiga namun ternyata alam mengkehendaki ketiga penjahat itu mati oleh wanita gila pemakai narkoba itu.


“Ada apa?” tanya Otniel, mereka berdua belum keluar dari daam mobil.


“Mereka bertiga mati, digigit dan dihajar oleh si Nani itu,” ucap David yang membuat Otniel terbelalak saking kagetnya dengan hal itu.


“Digigit sampai mati maksudmu?” tanya Otniel.


“Yahhh mungkin seperti itu, dia kan pemakai narkoba, tubuh manusia dia kira ayam panggang jadi apa pun dia lakukan untuk memuaskan rasa lapar tak beralasannya itu,” jelas David.


“Yahhhh... gak seru, padahal enak loh lihat mereka berjuang dulu di tengah hutan belantara itu lalu mati perlahan lahan karena kelaparan akibat ulah mereka sendiri dan dimakan oleh hewan buas dan lenyap tak bersisa, aku sudah menantikan hal itu huh,” kesal Otniel.


David memicingkan matanya,” dasar kau psikopat gila, kau pikir kematian seseorang itu sebuah tontonan, dasar kunyuk ini,” umpat David.

__ADS_1


“hehehh ya gak apa apa, lagian mereka pantas mendapatkan hukuman itu, mengingat kesalahan mereka sangat besar terutama pada mendiang Momnya Edward dan juga putra kecilku itu,” ucap Otniel.


“Kau benar, setidaknya mereka musnah dan tida mengganggu lagi, dan wanita bernama nani itu, toh juga dia akan dihukum mati karena menjadi pemakai Narkoba dan pengedar narkoba jenis baru yang sedang beredar di kalangan orang kaya,” ucap David.


“Hmmm... itu sih nasib sial mereka, kita hanya berbaik hati mempercepat kematian mereka,” kekeh Otniel.


“Sudahlah, ayo masuk dokter psikopat,” ketus David.


Erik dan Vera semasa Momnya Edward hidup terus saja membuat wanita itu kesulitan bahkan tak jarang Edward dan Momnya mendapatkan pukulan dari kedua orang itu.


Kejahatan mereka bukan hanya itu, mereka berdua juga terlibat beberapa kasus perundungan dan korupsi di tempat mereka bekerja.


Jika dahulu orangtuanya masih bisa membantu menutupi kasus mereka, setelah kejadian Edward, perusahaan keluarganya hancur tak bersisa bahkan mereka juga kehilangan pekerjaan mereka. Banyak orang yang mereka sakiti, dan mungkin alam mengijinkan mereka untuk lenyap dari kawasannya karena mereka sudah menjadi racun bagi manusia lain.


David dan Otniel masuk ke dalam rumah, “I’m homeee...” seru mereka berdua dengan suara penuh semangat, tentu saja semangat karena mereka akan bertemu dengan orang orang yang mereka sayangi.


“Daddyyyyy....” Teriak Edward kecil sambil berlari dengan kaki kecil dan sebuah kertas gambar di tangannya. Mendengar Daddynya pulang, edward benar benar semangat, dia menghampiri sang daddy dengan penuh senyuman.


“Anak Daddy hohohoh....” seru Otniel sambil merentangkan kedua tangannya. Mereka berpelukan seolah berpisah lama padahal hanya berpisah dua hari saja.


“Sayang kau pulang, aku dan Baby bubu merindukanmu,” ucap Diandra yang datang dengan appron polkadot hitam putih, sepertinya dia sedang memasak sesuatu di dapur.


“Aku juga sayang, kau memasak?” tanya David yang memeluk istrinya dari belakang.


“Haihhh tapi aku masih ingin memelukmu, aku merindukan kalian,” ucap David dengan wajah tidak rela melepaskan istrinya.


“Aku juga sayang, nanti saja peluk peluknya, kalian bersih bersih dulu apalagi baru dari luar, banyak virus,” ucap Diandra.


“Sana cepat,” ucapnya lagi.


“Baiklah nyonya besar, hamba akan menurut,” ucap david.


Cup...


Sebuah kecupan lembut mendarat di kening Diandra dan kecupan lembut di perut istrinya.


“Papa pulang sayang,” ucap David pada janin yang dikandung istrinya.


“Baiklah Papa, kau bau cepat sana mandi,” ucap Diandra menirukan suara anak kecil.


“Iya iya baiklah, kalian benar benar bawel ya,” ucap David sambil mengerucutkan bibirnya.


“Kak Niel, kakak juga bersih bersih gih, kita makan kue setelah ini,” ucap Diandra.

__ADS_1


“Baiklah Mama Gorilla, akan segera dilaksanakan,” ucap Otniel sambil terkikik.


“Ck... dasar dokter badut,” ketus Diandra.


Otniel dan David bersih bersih, Edward kecil dan Diandra kembali ke dapur di mana si bumil muda sedang memasak kue .


“Kak David dan Kak Niel pulang?” tanya Joy.


“he... em, mereka sudah pulang, kak Vasko kapan pulangnya?” tanya Diandra yang langsung ikut nimbrung melanjutkan pekerjaan mereka di dapur.


“Sebentar lagi dia pulang katanya, kerjaan di bar cukup banyak makanya pulangnya juga jadi telat,” ucap Joy sambil memasukkan adonan kue kering ke dalam panggangan.


“Hmmm... baiklah, kalau begitu kita siapkan ini dengan cepat,” ucap Diandra yang dianggukkan oleh Joy.


Mereka berdua bekerja dengan lihai, jika biasanya ibu hamil akan enggan ke dapur karena mencium bau dapur, maka Joy sangat senang berada di dapur, berbeda dengan Diandra dulu yang begitu mudah mual dan malah pening jika masuk ke dapur.


Hanya mereka yang tinggal di rumah itu saat ini, sebab yang lainnya sibuk dengan urusan mereka dan bisnis mereka masing masing bahkan terkadang jarang pulang ke rumah.


Kedua pria tampan itu sudah selesai bebersih, mereka menghampiri Diandra dan joy yang sedang menata makan malam sembari menunggu semuanya berkumpul.


“Aku pulang,” teriak seorang lagi yang langsung ngacir ke ruang makan saat hidungnya mencium aroma masakan rumah.


“Kau pulang sayang, bagaimana kerjamu?” sambut Joy.


“Semuanya lancar, ahhh aku merindukanmu,” ucap Vasko sambil memeluk istrinya dari samping dan mengusap perut Joy dengan lembut," Daddy pulang sayang," ucapnya lembut.


“hehhe aku juga, sana mandi dulu, setelah itu kita makan, aku dan Diandra buat kue loh,” ucapnya.


“Wahhh pasti lezat, baiklah, ummah aku ke atas dulu sayang,” ucap Vasko setelah mengecup kening istrinya.


“Dia bisa romantis juga ternyata hahahhaha...” celetuk David.


“Ehhh Joel dan Ara dimana?” tanya Otniel.


“Mereka.....


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2