
Joy menyambut pria itu dengan senyuman bahagia, padahal jam sudah menunjukkan pukul enam sore dan dia menunggu Vasko seharian disana.
"Hai kak," sapa Joy.
Vasko melewatinya begitu saja, dia masuk ke ruang tamu dan merebahkan tubuhnya di atas sofa, dia tampak lelah.
"Apa kau lelah, emm kak aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Joy dengan wajah menunduk karena malu, wajahnya sudah merona, jarinya merem4s ujung gaunnya.
David, Joel dan Otniel juga mendengarkan di ruangan itu meskipun mereka melakukan aktivitas mereka masing-masing dengan kondisi Joel tidur di sofa, Otniel menonton film komedi David bergelut dengan dokumen perusahaan.
Vasko menatap Joy dengan tatapan tak biasa, tak ada yang bisa menebak isi pikiran pria itu.
"Apa?" tanya Vasko dengan datar, sudah biasa dia seperti itu.
"Aku... emm... A... aku menyukaimu kak, sudah lama aku menyukai dirimu, aku... aku jatuh cinta pada pandangan pertama, mau kah kakak menadi kekasih ku?" tanya Joy black blakan dia mengatakannya dengan tegas membuat Otniel, Joel dan David terbelalak mendengar pengakuan Joy.
Gadis itu sangat berani, sangat jarang perempuan berani mengungkapkan perasaannya seperti itu.
Vasko tampak terkejut, bahkan raut wajahnya sempat berubah, namun seolah ada yang dia pikirkan ekspresi nya kembali datar dan dingin.
"Aku tidak menyukaimu!" ucap Vasko dengan nada Dingin, penolakan yang benar benar menyedihkan.
Joy terkejut, dia menatap Vasko bagaimana bisa pria itu berkata tanpa perasaan seperti itu.
"A...apa? se... setidaknya kakak tidak harus mengatakan nya seperti itu," Joy merasa malu dan kecewa saat mendengar ucapan Vasko.
"Aku memang tidak menyukaimu, lalu aku harus berkata apa?" ketus Vasko.
Joy menatap Vasko, matanya berkaca-kaca, pria di depannya itu benar benar sangat dingin dan terkesan sangat kasar.
"Apa kakak tidak ada perasaan sedikit pun? tapi kakak memberi perhatian padaku, apa... apa tidak ada sedikitpun perasaan disana," ucap Joy dengan suara bergetar.
"Ki... kita bisa mencoba dulu, aku sangat menyukai kakak, Ki.. kita bisa mencoba dulu, aku yakin kita pasti bisa," ucap Joy seraya memegang lengan Vasko.
Pria itu menepis tangan Joy ,"AKU TIDAK AKAN MENYUKAI GADIS NAIF SEPERTI DIRIMU, KAU TIDAK PANTAS UNTUKKU!!!" Vasko mengatakan nya dengan sangat tegas dan terkesan kasar.
Joy terdiam, hatinya benar-benar hancur, penolakan bahkan saat baru mulai berperang sangat menyedihkan, padahal selama ini Vasko menunjukkan sedikit atensi pada dirinya membuat dia merasa kalau Vasko memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.
"pulanglah, kau membuang waktuku," ucap Vasko dengan ketus lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju kamarnya, tanpa ada yang mengetahui, pinggangnya berdarah, dia menutupi nya di balik jaket yang dipakainya.
Sejak tadi Vasko menahan sakit di pinggangnya, sepertinya dia baru berperang dengan kelompok mafia lain.
Joy menatap punggung Vasko, hatinya hancur seketika saat mendengar kata kata kasar dari Vasko, di tolak mentah-mentah bahkan membuat dirinya merasa Bodh dan sangat buruk.
"Joy," panggil David yang memperhatikan perdebatan mereka.
Joy menatap David dengan mata berkaca-kaca, dia berlari Keluar dari rumah itu sambil menangis dan pergi meninggalkan rumah itu tanpa berbicara apa pun.
Saat itu David mengejarnya, Otniel dan Joel bahkan merasa sangat aneh dengan sikap Vasko saat itu.
...FLASHBACK END...
__ADS_1
Vasko mengubah jelas kata kata kasar yang diucapkannya pada Joy, benar kata Joy, dia sangat kasar waktu itu.
Pria itu terdiam, membuat Joy berdecih kesal " Cih... kau ingat sekarang? sudahlah aku pergi, aku tidak mengharap perasaanmu lagi!" ucap Joy sambil menghapus air matanya dia berusaha membuka pintu mobil Van itu lagi.
Perasaan Joy saat ini sangat kesal, dia membalas Vasko atas apa yang dilakukan pria itu pada dirinya beberapa tahun lalu.
Joy Keluar dengan perasaan kesal, pria itu masih sama seperti dulu, kasar dan semaunya, dia mengatakan dia suka sejak awal tetapi bisa bisanya menolak Joy saat gadis itu menyatakan perasaannya.
"Cihh suka apanya? bahkan kau menolakku mentah mentah waktu itu, hiks hiks hiks... kenapa juga aku menangisi pria seperti dirimu!" gerutu Joy yang menangis di luar mobil.
Sejak dia ditolak oleh Vasko dia memilih menjadi seorang gadis tomboy ketimbang berpakaian feminim seperti wanita pada umumnya.
Rambutnya yang dulu panjang dipotong nya menjadi sangat pendek.
"Sial, kenapa aku masih mengharapkan pria tidak jelas seperti dirimu!!" Joy membohongi hatinya, dia takut sakit hati lagi, dia memilih untuk menutup dan menekan perasaan nya.
Joy menghapus air matanya, dia pergi dari sana tanpa mendengar balasan dari Vasko lagi.
Di dalam mobil Vasko terdiam, dia memijit pelipisnya, tak disangka menyatakan perasaannya pada gadis yang sejak awal pertemuan sudah menarik hatinya justru berakhirnya seperti saat ini karena kesalahannya di masa lalu.
"Apa sesakit ini perasaan Joy waktu ku tolak dulu? ahhh rasanya seperti ditusuk-tusuk, ini benar benar sakit, sakit tapi tak berdarah, luka tapi tak berbekas," gumam Vasko.
Pria itu meraba kaosnya dan menarik kaos itu, tampaklah luka bekas jahitan yang panjangnya sekitar 15 Cm melingkar di sekitar pinggangnya.
"Hmmm... apa aku harus jelaskan tentang ini, ahhhkk... aku... aku merasa hancur sekarang, aku tak bisa melepasmu Joy, aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan mu," ucap Vasko.
Sementara itu di dalam rumah sakit, William sudah tampak sangat membaik bahkan dia sudah bisa diajak berkeliling area rumah sakit.
Perkembangan kesehatan nya termasuk cepat mengingat cidera parah yang dialaminya.
"Cihh dasar adik tengil, kau sengaja menggoda kami ya," ucap William, beberapa lama bersama Diandra dan yang lainnya membuat hubungan mereka menjadi dekat.
"Heh ayolah kak Will, Kak Bella butuh kepastian, iya kan kak Bell," seru Diandra sambil mengunyah cemilannya.
"jangan berantakan sayang," ucap David seraya membersihkan bibir istrinya.
"Hahahah kau benar, aku butuh sedikit kepastian," ucap Bella sambil tertawa.
William menatap kekasihnya," Haihh kalau begitu kita menikah saja hari ini!" ucap William.
"Heh jangan bicara Sembarangan Kak, masa iya kau menikah dadakan, tak ada perayaan, dasar pelit, kalau kau mau menikahi kakak ipar lakukan dnegan benar, sembuh dulu dari penyakitmu itu!" ucap Joel yang mengupas jeruk untuk Diandra.
"Nih Dian, makan udah kakak kupas," ucap Joel sambil memberikan jeruk itu pada Diandra.
"Terimakasih Kak," ucap Diandra.
"Heheh iya iya, aku akan sembuh dengan cepat dan menikahi Bella dengan layak, aku juga tak ingin menikah dengan kondisi kaki ku masih patah, " ucap William seraya menggenggam tangan kekasihnya.
"Aku sabar menunggu mu sayang," ucap Bella sambil tersenyum.
"Ahh aku makin cinta, " ucap William sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ciee... cieee hahahhaha... kalian sangat serasi," ucap mereka sambil tertawa.
"Bagaimana keadaanmu Dek? apa sudah membaik?" tanya Bella yang tau keadaan Diandra.
"Aku sangat sehat sekarang Kak, vitaminku sudah pulang," ucap Diandra sambil tersenyum lembut menatap suaminya.
"Dan aku akan terus disampingmu sayangku," balas David sambil tersenyum seraya mengusap pucuk kepala Istrinya.
"Panas oii panas... kalian membuta jiwa jombloku meronta-ronta," ucap Otniel seraya menatap mereka dengan tatapan iri.
"Heh makanya cari pacar bro, move on dong," ucap Joel.
"Tak bisa, Haihh aku... aku tak akan bisa melupakan Jesslyn, gadis itu... aku...ahh aku merindukan nya," ucap Otniel dengan wajah murung.
Diandra menyodorkan buah jeruk pada Otniel membuat pria itu menatap Diandra, dia terlihat seperti Mendiang kekasihnya yang akan selalu memberikan buah pada dirinya jika dia dalam keadaan buruk atau sedih.
"Kau benar benar mengingatkan ku pada dirinya Dian, aku jadi merindukan gadis itu," ucap Otniel sambil menerima jeruk itu dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Seperti apa dia kak?" tanya Diandra.
"Ahh aku belum pernah menceritakannya kepada mu kan, dia..." Otniel mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Jesslyn pada Diandra.
"Dia sangat cantik, dia gadis lembut seperti dirimu, ini dia," ucap Otniel memberikan foto itu pada Diandra.
Dian menatap foto itu, dia tertegun melihat gadis cantik yang memakai jas dokter tersenyum di dalam foto itu.
"Cantik sekali," ucap Diandra.
"ya dia benar-benar, cantik, dia juga sangat baik, aku benar-benar mencintainya," ucap Otniel sambil menunduk sedih.
"Dia sudah tenang kak, kakak pasti akan mendapatkan seorang gadis baik seperti dirinya," ucap Diandra.
"Aku tak yakin sih, tapi kuharap aku menemukan seseorang seperti kalian berdua," ucap Otniel..
"Atau kau mau bersamaku dan meninggalkan pria kolot ini hmmm?" ucap Otniel seraya menaikkan satu alisnya menggoda David dan Diandra.
David menarik Diandra dan memeluk istrinya," Jangan macam macam kampret!" ketus David yang merasa terancam.
"Hahahaha.... kurasa aku tak akan bisa mendapatkan mu hahahah suamimu sangat gila hahahhaha..." Otniel tertawa terbahak-bahak, dia selalu berhasil menggoda David.
drrtt drrtt drrttt...
Ponsel Joel berbunyi beriringan dengan masuknya Joy ke dalam ruangan itu.
"Vasko?"
.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉