
Diandra, Joel dan Edward menaiki mobil menuju gedung kantor baru milik David yang ditempatkan di salah satu cabang perusahaannya yang juga ditempatkan di Indonesia.
Ketiganya terdengar ceria di dalam mobil, Diandra duduk di depan di samping Joel dan Edward duduk di kursi belakang dengan kursi tambahan.
"The Wheels on the bus goes round and round....
Terdengar Diandra dan Edward menyanyikan lagu anak anak dengan girangnya.
Jangan lupakan Diandra yang menyanyi sambil memakan bola bola cokelat yang diberikan oleh Mikha saat di rumah tadi.
Hal sederhana yang membuat mereka bahagia dan merasakan kehangatan dalam hati mereka.
Joel sangat senang melihat Diandra, wanita yang dianggapnya sebagai adik dan Edward yang dia anggap sebagai anaknya juga bisa bernyanyi dengan riang gembira seperti saat ini.
Dia menatap mereka berdua, tak pernah senyuman hilang dari wajahnya.
"Apa aku bisa memiliki keluarga semanis mereka berdua? sedangkan yang kusukai saja adalah pacar orang, hadeh..." batin Joel.
Dia melajukan mobilnya menuju gedung perusahaan milik David.
Ketiganya berpenampilan sangat menarik.
Roda terus berputar hingga akhirnya mereka tiba di perusahaan milik David. Sebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi ke atas menyambut kedatangan mereka.
"Apa ini gedungnya kak?" tanya Diandra yang belum pernah ke perusahaan milik suaminya sejak mereka menikah.
"Iya, David bekerja disini sekarang," ucap Joel.
Mereka bertiga keluar dari mobil, Joel menggendong Edward dan Diandra berjalan di sampingnya sambil menenteng kotak Snack untuk dia dan Edward juga beberapa makanan ringan untuk David.
Akhir akhirnya ini pria itu sering makan cemilan mengikuti istrinya.
Mereka melangkah memasuki perusahaan, para karyawan yang melihat kedatangan mereka tentu bertanya tanya dengan siapa gerangan yang datang ke perusahaan itu
Diandra yang cantik dengan gaunnya yang membuat ibu hamil itu terkesan imut dan segar, Edward yang tampan dengan kemeja biru dan celana jeans senada dan Joel yang berkharisma dengan jaket dan celana jeans hitamnya.
"Kantor kak David yang mana?" gumam Diandra.
"Di lantai paling atas Dian, kita naik lift kesana, " ucap Joel.
"Tapi apa dia tidak akan terganggu kalau kita datang tiba tiba begini?" tanya Diandra.
"Entah, kita lihat saja nanti," ucap Joel yang dibalas anggukan kepala oleh Diandra.
Mereka melangkah masuk ke dalam perusahaan.
__ADS_1
"Siapa wanita hamil itu? "
"Wahh ada tamu sepertinya,"
"Bukannya pria itu orang yang datang bersama tuan Nicholas?"
"Ya kau benar, tapi siapa wanita hamil dan anak kecil itu?"
" entahlah, bukan urusan kita juga, "
"Atau jangan jangan itu istri tuan Nicholas?"
" Heh mana mungkin, istri tuan Nicholas itu pasti seperti model Bu Kiran, seksi, bahenol nah yang tadi mah cibi cibi,"
"Heh sudahlah, bukan urusan kita juga"
Para karyawan sontak bergunjing dengan kedatangan Diandra bersama Joel.
Sementara itu di ruangan kerjanya David sedang memeriksa laporan perusahaan serta mengurus beberapa laporan dari anak perusahaannya.
Joy sendiri sedang memimpin rapat bersama tim pemasaran.
Saat pria itu sedang sibuk dengan semua urusan pekerjaan nya, tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.
tok... tok... tok
tuk... tak tuk.. tak
Terdengar suara langkah kaki menderu di ruangan itu.
David yang sedang fokus menyerngitkan keningnya saat mendengar suara langkah kaki yang begitu berisik dan membuat konsentrasi nya buyar.
"Yaaaakkk.... bisa kau hentikan langkah kakimu itu hah!!" pekik David sambil melemparkan berkas yang dia pegang ke lantai, dia sangat benci dengan langkah kaki yang berisik.
"Maaf tuan, saya hanya ingin mengantarkan laporan dari tim desain," ucap Seorang wanita seksi dengan high heels 10 Cm melenggak lenggok masuk ke dalam ruangan itu.
" Ck... apa aku belum cukup menggajimu sampai kau tidak bisa memilih sepatu yang benar untuk di pakai kerja hah!" bentak David.
Akhir akhir ini dia sangat sensitif dengan orang lain dan sangat mudah marah. Sepertinya acara mengidam dan sensitifitas si ibu hamil tertular pada David.
Salah sedikit saja, dia bisa marah marah tidak jelas, apalagi setelah perpindahan kantor dia memiliki banyak pekerjaan menumpuk.
Satu satunya hal yang bisa membuat dirinya tenang adalah si Ibu hamil yang selalu sabar menghadapinya dan selalu menyambutnya setiap pulang ke rumah.
Jika Diandra tidak berada di sekitar David, maka pria itu bisa berubah menjadi singa beringas seperti saat ini.
__ADS_1
"Maaf tuan bukankah hak saya untuk memakai barang yang saya sukai,"ucap wanita yang biasa di sapa Bu Karin itu dengan sangat angkuh.
"Apa kau di bayar untuk menyombong pada bosmu?" ucap David sambil menaikkan satu alisnya, dia tau wanita sejenis Karin adalah wanita yang bisa membuat hati istrinya terluka jika dibiarkan terlalu lama di sekitarnya.
"Saya tidak menyombong, tuan saja yang terlalu sensitif, saya juga berhak menikmati uang saya," ucapnya dengan nada angkuh
Mendengar jawaban sombong dari wanita itu membuat David naik pitam dia benar benar kesal dengan orang sejenis Karin.
David hanya diam, wanita itu merasa menang, dia berjalan dengan tubuh seksinya mendekati David sambil tersenyum licik.
"Akan menarik kalau kau sampai jatuh ke dalam pelukanku tuan Nicholas, hemmm... aku pasti akan memberikan servis terbaik untukmu ahhh..." batin wanita itu sambil menatap David dengan tatapan lapar.
Seandainya Diandra melihat ini, mampus dia dicabik cabik dan dipasang di tugu Monas Lalau dimakan elang dan tulang tulang nya diberikan pada anjing Jalanan.
Sejak David masuk ke kantor itu, pria itu sudah menjadi incaran banyak pelakor termasuk Karin yang dengan sengaja memakai pakaian setipis mungkin untuk menggoda bosnya.
"Ini berkasnya tuan," ucap Karin sambil meletakkan berkas itu di atas meja dan dengan sengaja menumpahkan air minum David hingga membuat celananya tumpah.
"Ahh maafkan atas keteledoran saya tuan, saya tidak sengaja, tangan saya terpeleset tadi," ucapnya seraya ingin menyentuh barang pribadi milik David.
Mata David terbelalak, dia sontak berdiri, kesal marah dan jengkel, itu yang dirasakan oleh David saat ini.
Dia berdiri namun karena Karin menunduk, rambut wanita itu menyangkut di kancing kemeja David.
"Haishh sialaaaaannn!!!" pekik David, dia benar benar marah saat ini, sudah stress karena berkas berkas yang banyak datang pula ular beludak yang mencoba menggoyahkan imannya.
"Menjauh kau dariku kampret!" teriak David.
"Ahh tuan kau menyakitiku, pelan pelan sedikit, ini sakit ahhh... " ucap wanita itu.
Karin dengan sengaja memegang dada David, dia masih gigih untuk menggoda David.
David benar benar tak habis pikir dengan apa yang dilakukan wanita itu pada dirinya.
Hei bukankah ini pelecehan terhadap laki laki?
"Ck... beraninya kau menyentuhku!!" ucap David dia menarik rambut wanita itu dari kancing bajunya dengan sangat kasar.
"Sayaaaaangg...." teriakan seseorang dari pintu sontak membuat David menoleh pada pintu masuk, matanya terbelalak saat melihat sang istri berjalan masuk ke dalam Ruangannya bersama Edward dan Joel.
Sreettt.... Krakk... Brakkk... Brukk
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉😉