Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Lamaran 2


__ADS_3

Mereka semua menatap Chelsea, gadis itu berdiri dan menatap tuan Shena.


"Chelsea duduk!" titah Tuan Shena dengan tegas, menatapnya seperti harimau lapar yang siap menerjang mangsanya, dan menghardiknya dengan keras.


Tatapan itu membuat Chelsea takut, dia menurut dan kembali duduk.


"maaf atas perilaku putri kami tuan, nyonya," ucap tuan Park.


"Ahh jadi apa harganya hanya Sampai sebatas itu?" tanya Otniel dengan angkuhnya seraya menatap tuan Shena dengan tegas.


"Ekhmmm...menurut kami, kalian harus membayar dengan harga sebesar itu untuk mendapatkan Putri kami!" ucap tuan Shena.


"Ya, itu harga yang wajar untuk melamar seorang gadis perawan dengan jabatan tinggi dan prestasi luar biasa, " ucap nyonya Maya dengan angkuhnya.


"Harga? kalian pikir aku barang? apa aku serendah itu Pa, Ma??" tanya Chelsea dengan mata berkaca-kaca.


Vero dan Vernon tak sabar melihat ini, ingin rasanya mereka langsung ikut campur, namun tatapan mengintimidasi dari si leader Mafia alias Vasko membuat keduanya diam dan menyaksikan saja.


"Chelsea diam!" bentak Nyonya Maya di depan seluruh tamu.


Mereka semua terkejut, perlakuan nyonya Maya benar benar kelewatan, dia membentak putrinya sendiri di depan calon besannya, ini sama saja dia menghancurkan harga diri putrinya di depan pria yang akan menikahinya.


Chelsea tersentak, satu satunya yang bisa dia lakukan hanyalah menahan dirinya dan diam seperti yang dikatakan oleh kakak perempuannya tadi.


" Duduk!"tegas tuan Shena sambil menarik tangan gadis itu dengan kasar, membuat Chelsea sedikit terhempas di atas sofa.


"Maaf atas kejadian ini, Chelsea memang sedikit liar, tapi saya bersyukur ada pria yang mau mengajarinya untuk bersikap lebih baik," ucap Nyonya Maya yang sudah kehilangan muka di depan orang orang terhormat di depannya.


"Sudahlah, apa kita bisa bahas masalah ini nanti? bukankah ini saatnya untuk sesi lamaran?" ucap Luna yang mulai bosan dengan topik pembahasan mereka, belum lagi melihat wajah sedih Chelsea yang merasa harga dirinya hancur saat itu juga di depan mereka semua.


Diperlakukan bagai barang seolah dia bisa dibeli dengan semudah itu. Orang orang akan memandang rendah dirinya karena dia dibeli dengan harga tertentu.


" Menyedihkan!" batin Chelsea.


Akhirnya pembicaraan mereka berlanjut, dan Chelsea resmi menjadi tunangan Otniel. Namun raut wajah Chelsea menunjukkan kalau dia benar benar hancur, belum lagi melihat bagaimana sikap Papa dan Mamanya yang hanya membicarakan tentang uang, uang dan uang.


Semua yang mereka pikirkan hanya tentang uang, tak ada yang lain, tanpa memikirkan perasaan Chelsea, mereka menerima semua pemberian keluarga Otniel, seolah dia adalah barang yang bisa dibeli dengan begitu mudah.

__ADS_1


Chelsea tak tau harus bertingkah seperti apa, dia tak tau haruskah dia senang karena dia bisa bersama orang yang dia sukai tanpa berjuang lebih, ataukah dia harus meratapi nasibnya yang menyedihkan karena tak memiliki sedikit pun kasih sayang dari kedua orangtuanya.


Acara sudah selesai, mereka berbincang bincang di rumah besar itu, membicarakan bisnis atau lebih tepatnya tuan Shena dan Nyonya Maya membicarakan dan membesar besarkan bisnis yang mereka miliki.


Omong besar, sombong dan arogan, itu lah yang mereka dengar dari mulut kedua orang itu.


Anak anak tak lagi disana, mereka bermain di dalam Van yang sudah disiapkan agar mereka merasa nyaman, Diandra, Joy, David dan Vasko juga turut serta menemani anak anak yang ikut dalam acara itu.


Di dalam rumah itu Chelsea hanya diam menunduk sedih sambil menatap cincin pertunangan yang kini tersemat di jari manisnya," bukan seperti ini yang kuinginkan," batin gadis itu.


"Dia bahkan tak menyukaiku, bukannya dia akan memilih gadis yang dia cintai? lalu apa ini?" batin Chelsea.


" Kenapa wajahmu begitu muram? apa sebegitu menyedihkan nya bertunangan denganku? aku juga tak meminta ini Chelsea," bisik Otniel di telinga Chelsea.


Semakin kalut lah hati Chelsea, kata kata Otniel membuatnya semakin sedih, dia merasa kalau dirinya memang benar benar tak diharapkan.


"Ck... ck... ck... bagaimana kau akan menjadi istriku kalau kau tidak memiliki rasa percaya diri gadis buket bunga, kau memang harus dilatih secara mental, " batin Otniel.


"Maafkan aku, tapi aku juga tidak pernah meminta perjodohan ini, bukannya kata Papa kalau kalian yang meminta meminangku?" bisik Chelsea.


"Ck... itu hanya kata kata Papamu saja," ucap Otniel .


"Apa kau tidak tau apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Otniel dan Chelsea menggelengkan kepalanya.


"aku juga tidak tau, " celetuk Otniel.


"Dokter jangan bercanda, apa yang sebenarnya terjadi? Bu.. bukannya dokter akan meminang orang yang dokter sukai selama ini? kalau bagaimana dengan dokter Jenny apa yang akan dokter lakukan? wasiat mendiang kekasihmu? Haihh.... ini rumit, kau terlibat dengan banyak sekali wanita!" gerutu Chelsea.


"ohhh ternyata si nona buket ini mulai menunjukkan aslinya lagi ya, kenapa kau menggerutu sekarang? bukannya kau beruntung jika menikah denganku?" tanya Otniel dengan gaya songong nya.


"beruntung? maksudmu apa hah!" bentak Chelsea dengan suara yang sedikit keras dan berhasil menarik atensi orang orang yang satu ruangan dengan mereka.


"Tentu saja beruntung, kami menaruh banyak sekali Investasi di perusahaan Kalian, dan kau dibeli dengan harga mahal, setelah menikah denganku kau akan memiliki banyak uang tanpa harus sibuk bekerja sebagai dokter plin plan yang hanya merusak pemandangan ku di rumah sakit," ucap Otniel dengan suara lantang nan arogan.


"Lagi pula kau tidak secantik itu untuk harga yang kami berikan, dan urusan wanita lain bukan urusanmu, kau hanya cukup jadi calon istri yang baik!" tambahnya dengan nada arogan.


Semua yang ada disana terbelalak dengan kata kata Otniel, Apalagi kedua orang tuannya yang terkejut dengan apa yang dikatakan putra mereka, sejak kapan Otniel sesombong itu.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan anak beruang itu," gumam Sir Petra.


"Ck.. ck.. ck.. mulai... mulai... baru bicara, bawa masalah, dasar si Niel kampret," ketus Vasko sambil menatap datar ke arah Otniel.


Bagi yang sudah mengenalnya dengan jelas, pasti tau membedakan saya dimana Niel berakting dan saat kapan dia serius.


"Dia hanya memulai perannya Ma," bisik Christan di telinga Luna yang mulai memasang wajah muram.


"Mama tau, tapi gak gitu juga kali, itu akan melukai harga diri Chelsea," ucap Luna dengan pelan.


"Ma, sudah lah, biarkan saja dia berkarya sesuka hatinya, dia juga yang akan menanggung akibatnya, lihat saja nanti di rumah, dia pasti akan menangis menyesali kata kata sembrononya itu," celetuk Gama.


"Ck... dasar anak itu, meniru siapa sih dia?" ketus Luna.


"Ya meniru Mama lah hahahah..." jawab mereka serentak.


"Grrhhhh mau ngajak gelud heh?" ketus Luna sambil menatap mereka dengan tatapan kesal.


"Maaf Ma, bercanda, Janan baper dong hehehe," kekeh Christan.


sementara itu Vero dan Vernon mulai panas melihat adiknya dilukai harga dirinya, namun mereka masih menahan diri.


Plaakkk....


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Otniel, terlihat raut kecewa, sedih dan marah di sorot mata Chelsea, dia menahan dirinya agar tidak menangis, namun apa yang dikatakan oleh Otniel telah melukai hatinya.


"Aku bukan perempuan murahan yang bisa kalian beli dengan uang Otniel!" ucap Chelsea dengan tegas sambil menatap Otniel.


"Apa yang kau lakukan pada calon suamimu Chelsea!!" bentak Nyonya Maya yang kini menghampiri mereka berdua.


Otniel diam dan menatap mereka dengan tatapan dingin dan datar lebih tepatnya menatap nyonya Maya, menunggu aksi wanita munafik itu.


"Awhhh tamparannya kuat juga, tapi gak apalah, anggap aja dibelai sama ayang heheheh..." batin Otniel yang malah senang mendapat tamparan dari Chelsea dan membuat wajahnya sampai memerah.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊


__ADS_2