
Vero dan Vernon menatap tajam ke arah kedua orangtuanya, yang membangun tinggi tinggi benteng arogansi yang mereka tanamkan ke diri anak anak mereka namun tak berhasil menembus pertahanan ketiga anak berharga itu.
"Vero, Vernon apa yang kalian lakukan, cepat bantu Papa dan mama!!" teriak Nyonya Maya yang mulai kesal.
Para tamu keluar dari rumah itu, mereka terlalu malas menyaksikan drama drama yang dibuat oleh si Nyonya Maya .
"Kami hanya ingin Keluarga ini hancur Pa, Ma, kami ingin kalian sadar, kalau apa yang kalian lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan besar, kalian memperbudak kami anak anak kalian di bawah jeratan uang kalian!" ucap Vero dengan mata berkaca-kaca berusaha untuk tetap tegar.
" Kalian tidak pernah peduli pada kami bertiga bahkan tak memperhatikan Chelsea adik kami sekalipun, sejak dia lahir ke dunia ini di sendirian, dan itu semua karena ulah kalian!"
"Apa ini yang Papa dan Mama maksud Dnegan kebahagiaan? uang hah? harta, kekayaan, jabatan iya Ma Pa!!!!!" pekik Vernon.
"Akan ku hancurkan semua ini!!!!!" pekik pria itu sambil mengambil pemukul Golf yang terletak di sudut ruangan itu.
Dia mengayunkan pemukul Golf itu ke benda benda kesayangan tuan dan nyonya besar keluarga itu, menghancurkannya sampai berkeping keping.
Merusak semua lukisan berharga ratusan juta, menghancurkan barang barang mahal di rumah itu.
"apa yang kau lakukan Vernon itu guci kesayangan Mama!!!" pekik nyonya Maya.
"Menghancurkan semua yang membuat kalian bahagia, aku akan menghancurkan ini semua karena kalian telah menghancurkan hidup kami!!" teriak Vernon.
Sementara itu Vero datang dengan sebuah laptop, dia menunjukkan akun penjualan saham grup Shena yang dipimpin Papanya.
"heheheh... Papa, Mama lihat ini!' ucap Vero sambil menunjukkan beberapa grafik nilai saham perusahaan itu saat ini, sedang berada di kondisi kurang normal, oleh karena itu mereka butuh suntikan dana untuk membuat bisnisnya tetap stabil dan tak perlu menjual sebagian saham mereka.
" ma..mau apa kau!!" pekik tuna Shena yang langsung berdiri tegak dan hendak mendekati Vero .
"Sudah selesai!" seru Vero sambil menunjukkan pada Tuan Shena bahwa perusahaannya melepaskan 50% saham dan dijual bebas ke pasar saham dengan nilai nominal yang rendah akibat pergolakan ekonomi, sedangkan sisa 50 % lainnya adalah saham milik Vero, Vernon, Chelsea dan saham pribadi investor kecil.
"Ti..tidak kenapa kau melakukan ini anak anak sialan!!" pekik tuan Shena, hancur sudah kerajaan bisnisnya, dalam sekejap langsung banyak investor yang membeli saham perusahaan nya, hal ini akan membuat dirinya turun dari jabatan sebagai pemegang saham terbesar.
keluarga Park duduk anteng menatap pertunjukan itu, si Mama Gorilla bahkan sampai cekikikan melihat wajah panik nyonya maya saat Vernon yang menggila menghancurkan semua barang kesukaannya, namun sedetik kemudian dia menyadari beberapa orang telah menghilang dari ruangan itu.
"Loh, kak Niel dimana? Chelsea, dan ular beludak itu? kakak kembar dimana?" bisik Diandra pada Vasko.
"Sedang membereskan si ular beludak Diandra, kau tenang saja, duduk dan nikmati drama ini," balas Vasko sambil menyesap wine nya.
__ADS_1
"Hah? tapi pengen lihat, kita kejar yuk!" ajak Diandra sambil menarik lengan kakaknya.
"Ck... Dian kamu mau terjadi apa apa sama janin kamu? ingat ada ponakan kakak disana, kalau si ular itu menggila kamu bisa bahaya," Tegur Vasko, dia selalu bersikap tegas pada keluarganya.
"iya iya, baiklah baik, dasar cerewet!" ketus Diandra sambil mengerucutkan bibir.
"Heheh adik baik,"ucapnya.
Sementara itu di sisi lain rumah itu, Monika yang menarik Chelsea menjatuhkan gadis itu ke atas lantai dengan kasar.
"Kenapa kau melakukan ini Monika!!"teriak Chelsea dengan nada marah.
"Aku ? hanya untuk bersenang senang, hhahahah... aku ingin melihat keluarga kalian hancur!!" ucap Monika.
"Dasar wanita gila kau!!" ucap Chelsea sambil bangkit berdiri.
"Wanita gila katamu hah!??" Monika mencengkram leher Chelsea.
"Kau merebut semuanya, segala hal yang seharusnya menjadi milikku kau ambil dengan wajah lugu dan polosmu yang munafik itu Chelsea!!' ucap Monika yang menekankan setiap kata katanya.
"Aku tidak merebut apapun dari dirimu Monika, justru kau mengambil tempatku di rumahku sendiri!!!" balas Chelsea yang juga menekankan kata katanya.
Bersikap seolah dia adalah korban, seolah dia adalah bagian utama dari keluarga kaya raya itu, padahal dia hanya berstatus sebagai seorang parasit yang menghisap darah majikannya perlahan lahan hingga mati.
"Katakan apa yang kurebut dari dirimu? justru dirimu yang selalu mengusikku Monika, aku sudah keluar dari rumah itu dan kau...kau selalu menggangguku!" ucap Chelsea.
"Sialan, kau tidak tau atau pura pura bodoh hah!!" Monika semakin mencengkram leher Chelsea, gadis itu mulai sesak, tubuhnya dihimpit ke tembok rumah wajahnya memerah karena pasokan oksigennya mulai terkuras.
"le..paskan aku.. uhukk...
" biar kuberitahu!" Monika menatap Chelsea," Keluarga kalian menghancurkan perusahaan Papaku, merebut semua harta kakek dan nenek, aku datang ke rumah ini untuk menghancurkan kalian!"
"perlahan rencanaku berhasil karena Tuan Shena yang terhormat sudah tergila gila dengan tubuhku!" Ucapnya dengan seringai.
"Pelan pelan Nyonya Maya juga percaya padaku, bahkan kakak Kembarmu tak berkutik, aku menemukan pria yang kupilih untukku, dia adalah dokter Niel!"
Chelsea terbelalak, " Tapi sayang dia punya parasit kecil yang harus dimusnahkan agar aku bisa menguasai pria itu, tapi.. semuanya gagal karena anak sialan itu, lalu kau datang, kau datang menghancurkan semuanya Chelsea!!!" Monika berteriak dengan kencang, matanya melotot wajahnya memerah, amarahnya sudah di ambang batas.
__ADS_1
"Asal kau tau Chelsea, kau bukan anak yang diinginkan, kau adalah sebuah kesalahan besar, dan Keluarga Park juga menganggap mu sebagai wanita murahan karena lahir dari rahim jal4ng sialan itu!! tak akan ada yang menerimamu Chelsea, tak akan, karena kau hanya anak haram!!!" teriak Monika.
"Tidak... aku bukan anak haram!!!" teriak Chelsea, kata kata itu berhasil meruntuhkan pertahanannya, berbagai spekulasi muncul di kepala Chelsea, apalagi melihat bagaimana perlakuan orangtuanya selama ini.
Terguncang? tentu saja, hidup tanpa kasih sayang membuatnya haus dan merindukan yang namanya sebuah keluarga.
"Aku... aku akan membunuh kalian semua, akan kuhancurkan kali.....
Arrkhhhh..... Monika menjerit kesakitan, saat seseorang menarik rambutnya dengan kasar. Tangannya terlepas dari leher Chelsea, dia melirik ke arah orang yang menarik rambutnya.
uhuk... uhukk.... hahh.... Chelsea akhirnya bisa bernafas lega, dia menarik nafas dalam dalam dan duduk di atas lantai dengan tubuh yang sedikit lemah karena kekurangan pasokan oksigen.
Chelsea menatap seorang pria, pria yang dia sukai, kini berdiri di hadapannya sambil menarik rambut Monika dan menatapnya dengan tajam.
"Lepaskan!" teriak Monika sambil menahan tangan Otniel yang menarik rambutnya.
Jika pria itu sudah menggila, maka dia tak kenal perempuan atau laki laki, semuanya akan dia habisi tanpa ampun.
"Beraninya kau melukai Calon istriku, dan beraninya kau melecehkan putraku wanita sialan!!!!" Otniel geram, sorot matanya menunjukkan kalau dia benar benar marah saat ini.
"Akkhhh aku tidak melakukan apa apa tuan Niel, aku wanita baik baik!!" teriak Monika.
"Hiks hiks.. hiks kumohon jangan lakukan ini padaku, aku... aku adalah korban disini, mereka semua merendahkan ku," tangis wanita itu.
"Dasar tukang drama!!!"
Brukk... tubuh Monika di hempaskan ke atas lantai. Si Kembar keluarga Park datang dengan membawa air es di tangan mereka masing masing.
byuuurrr...... tubuh Monika disiram dengan air es," sadarlah dari tidurmu bodoh!" umpat Si kembar C.
"Kau tak apa?" Tanya Otniel, namun Chelsea hanya diam dengan tubuh gemetaran meringkuk di atas lantai.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like nya woiiiiii....