
Diandra bekerja seperti biasanya bersama Joel, sudah dua Minggu lebih dia tinggal bersama para pria itu.
Seperti biasanya, Diandra bangun dari tempat tidur dan menemukan dirinya tidur di samping David dengan posisi saling memeluk, padahal jelas jelas Diandra melihat semalam kalau David tidur terlebih dahulu.
Dia sampai bingung kenapa dia bisa tidur di atas ranjang tambahan bersama David walau sejujurnya dia merasa senang karena bisa memeluk pria itu sambil terlelap.
Bagi Diandra aroma tubuh David benar benar membuat dirinya tenang.
Selama tidur sekamar, Dian selalu menemui dirinya tidur sambil memeluk David dengan erat, menempel seperti seekor cicak di tubuh David.
Padahal dia tidak tau, saat dia pikir David sudah terlelap, sebenarnya pria itu menunggu sampai Diandra tidur nyenyak, saat itu dia beraksi dan memindah Diandra ke sampingnya.
Sama seperti Dian, bagi David tidur sambil memeluk Diandra sangat menenangkan hati dan pikirannya.
Oleh karena itu dia akan menunggu Diandra terlelap dan memindah wanita itu ke sampingnya sebab sesuai perjanjian awal, mereka tidur terpisah.
Diandra Menatap wajah David yang masih terlelap, wajah dengan keloid di sebelah kirinya. Wanita itu mengecup pipi David sebagaimana biasa dia lakukan, dia menyukai perannya sebagai seorang istri.
"Dia sangat tampan," ucap Diandra yang bermain main di sekitar wajah pria itu, tentu saja David sudah bangun dan ini adalah bagian yang selalu dinantikannya saat pagi hari.
Diandra yang selalu mengusap keningnya dan mengecup pipinya bahkan memeluknya berkali kali dan membuat jantungnya selalu berdegup kencang.
"Aku ingin dekat denganmu, apa kau tidak menyukaiku?" Ucap Diandra pelan namun masih di dengar jelas oleh David.
"Aku sangat menyukai mu Diandra, benar benar menyukai semua tentangmu, " batin David yang masih belum selesai dengan aktingnya.
Diandra kembali memeluk tubuh pria itu, sudah jam enam pagi dan saatnya melakukan aktivitas mereka.
Dian merapikan Selimut suaminya dan memastikan David nyaman.
"Tidur yang nyenyak kak David, " ucap Diandra.
Wanita itu mengambil pakaiannya lalu pergi ke kamar mandi, rencananya sebelum berangkat ke lahan pertanian, Dian akan keluar untuk membeli beberapa barang kebutuhannya.
__ADS_1
David membuka matanya sambil tersenyum lembut, dia benar benar di buat salah tingkah oleh istrinya yang cantik itu.
"Ahhh ini benar benar tak bisa dikontrol, berdegup sangat kencang, aku bisa lepas kendali kalau begini," gumam David sambil mengacak acak rambutnya.
Pria itu sudah seperti orang gila yang kesetanan, dia menggerak gerakkan kakinya menendang angin, salah tingkah dengan wajah memerah karena malu dan gugup, memegang dadanya berkali kali, menatap pintu kamar mandi hingga beberapa kali, senyum senyum sendiri, sungguh benar benar seperti orang gila.
“Arrhhhhh..... Kau membuatku gila,” gumam David dengan suara pelan sambil berjingkrak jingkrak di atas tempat tidur seperti orang gila.
“Hufffftt...... haahhh.... tenang david, tenang, calm down, kalau Papi melihatku seperti ini dia benar benar akan mengejekku karena ketularan sifat tengilnya itu, huh...” ucap David sambil mengusap keningnya dan menghembuskan nafasnya.
Dia merapikan kamarnya sebelum istrinya keluar dari kamar mandi, hal yang selalu dilakukan oleh Diandra jika David sudah bangun, namun kali ini David melakukannya dengan sukarela karena itu kamar mereka bersama dan mereka tempati bersama jadi tak ada salahnya kalau sama sama menjaga kebersihannya.
Diandra keluar dari dalam kamar mandi sambil menggosok gosok rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil di tangannya, bertepatan dengan David yang baru saja selesai membereskan kamar mereka. Tanpa sengaja mata keduanya bertemu membuat David dan Diandra sama sama terpana dengan sosok mereka masing masing.
Deg... deg.... deg...
Tatapan mata yang begitu dalam dari keduanya, debaran jantung yang membuat keduanya sama sama gugup, sepertinya cinta itu semakin bertumbuh diantara mereka berdua namun masih sama sama belum diungkapkan secara langsung oleh mulut keduanya.
“Dia membuatku ingin memeluknya setiap hari, ahhh apa ini, kenapa aku tiba tiba ingin memeluknya, astaga Diandra sadarlah, kenapa kau menginginkan hal seperti itu, cukup peluk dia saat tidur jangan lebih,” batin Diandra yang masih menatap David.
Drrrrttt...... drrrrttt..... drrrrtttt
Suara ponsel David menghentikan lamunan mereka berdua, “Ekhmmm....” mereka berdua berdeham dan segera mengalihkan pandangan mereka ke arah lain saat sadar sudah saling menatap untuk waktu yang cukup lama.
“Ekmm... jawab ponselmu kak,” ucap Diandra yang berjalan ke arah meja rias.
“Humm....” David mengangkat ponselnya, ternyata sebuah pesan dari Joy mengeni schedulenya hari ini.
“Ahhh rapat dengan Aniston? Apa aku harus mengikuti ini? Malas sekali aku melihat perusahaan itu, biar Joy saja yang menangani,” batin David.
Pria itu menghubungi Joy, “Halo Joy,” ucap David membuat Diandra melirik David dari ujung matanya saat mendengar suaminya berbicara dengan orang lain.
“Kak, kau ada pertemuan dengan perusahaan kutu itu apa ku undur saja? Aku juga tak bisa mengikutinya, aku akan ke Milan sore ini, jadwalku padat,” ucap Joy.
__ADS_1
“Ahhh undur saja sampai minggu depan, aku juga tidak ingin kesana, apa kau akan berangkat hari ini?” tanya David.
“Dengan siapa kak David berbicara?” pikir Diandra namun dia tak peduli toh itu kehidupan pribadi suaminya, hanya saja yang namanya istri dan sudah menaruh hati tetap saja penasaran dengan siapa gerangan suaminya berbicara.
“Aku berangkat sore ini kak, harusnya kakak yang berangkat, kenapa kau tidak mau kak, padahal kakak kan suka dengan kota Milan,” ucap Joy.
“Hmmm aku menyukainya, tapi aku tak mungkin meninggalkanya disini Joy,” ucap David sambil melirik istrinya yang sedari tadi curi curi dengar dengan pembicaraan mereka.
“Jiahhh.... dasar bucin, baiklah kak, semoga sukses mendapatkan hati kakak ipar, aku bekerja dulu, oh iya kakak ke kantor tidak?” tanya Joy.
“Nanti siang aku kesana,” ucap David.
“Baiklah sampai jumpa di kantor, ahhh jangan lupa bawakan aku masakan istrimu kak, aku rindu makanan rumahan, kau tau kan aku tak bisa memasak,” ucap Joy.
“Heh enak saja, “ ucap David.
“Haisshhh please ya kak, bawain ya, kalau enggak aku bilangin sama Mami nih,” ucap Joy.
“Dasar gadis tengil, baiklah akan ku bawakan, sampai jumpa disana sayang, eh keceplosan” ucap David sambil tersenyum jahil, sepertinya sifat asli David mulai terlihat.
“Sa...sayang? ga....gadis tengil? Ke...keceplosan?”Ucap Diandra pelan, bahkan dia sampai menjatuhkan botol pelembab yang dipegangnya.
“A...apa dia sedang menunjukkan kalau dia sedang berselingkuh? A...apa dia ...” Diandra terdiam, tiba tiba dia merasa sedih, bagaimana mungkin David melakukan itu di hadapannya secara langsung, sama saja itu menghina Diandra sebagai seorang istri sah.
“Bye kak, love you titip salam sama kakak ipar,” ucap Joy.
“Hmmm...” ucap David sambil melirik Diandra dengan senyuman jahil, apalagi saat melihat ekspresi Diandra yang benar benar tak menyangka akan mendengar hal itu.
“Kak... apa kau punya kekasih?” Dian langsung berdiri dan menatap David dengan tajam, dia seperti sedang memergoki suaminya sedang selingkuh.
Ini sungguh reaksi yang diluar perkiraan David, awalnya dia pikir Diandra hanya akan diam dan tidak beraksi tau taunya Dian malah langsung menyenggakknya tapi justru menarik bagi David, ada ada saja kau vid.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen