Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Ulah Vasko


__ADS_3

Mereka semua duduk di dalam ruang makan, lebih tepatnya ruang menonton yang dijadikan ruang makan, semua hidangan sudah di tata rapi di atas meja dan mereka mulai menikmatinya.


Dian menyendokkan nasi ke piring suaminya seperti biasa dia lakukan,”Lauk yang mana?” tanya Diandra dengan lembut, membuat Otniel, Joel dan Vasko sedikit iri dengan David.


David memasang wajah sombongnya karena Cuma dia yang dilayani dengan lembut oleh istrinya.


“Yang mana saja sayang, aku suka semuanya,” ucap David dengan senyuman secerah masa depan kita semua sambil menatap Diandra tak kalah lembut.


Diandra tersenyum dia mengambilkan olahan daging yang mereka masak tadi meletakkannya di piring suaminya serta beberapa sendok sayuran, tak lengkap rasanya jika tak ada sayur.


Biasanya mereka makan roti dengan berbagai variasi tetapi sejak Diandra hadir di rumah itu, Mereka semua makan dengan cara yang lebih sehat di bandingkan dengan sebelumnya.


Pagi hari makan nasi, siang makan makanan berat seperti daging atau sup dan malam hari lebih banyak makan yang mengandung serat, Diandra benar benar mengatur gizi mereka agar cukup dan seimbang, tidak membuat kelaparan dan tidak membuat obesitas, dia sudah seperti seorang ibu yang merawat empat anak lelaki sekaligus, sangat handal.


Ketiga pria itu hanya diam menatap piring mereka yang kosong,” Loh kenapa gak makan kak?” tanya Diandra heran.


Mereka bertiga mengangkat piring mereka dan menyodorkannya ke arah Diandra sambil memasang wajah memelas minta di isikan nasi oleh Diandra.


“Uhukk.... uhukkk.... uhuk...” David hampir saja tersedak, dia benar benar terkejut melihat wajah konyol sahabat sahabatnya yang meminta seperti anak kecil itu.


“Hahahahaha, baiklah akan kubuatkan, aku jadi seperti seorang Ibu yang merawat empat bayi besar, kalian ada ada saja,” ucap Diandra sambil tertawa.


Mereka semua tersenyum bahagia, keempatnya yang jauh dari keluarga bisa merasakan kehangatan keluarga sejak kehadiran Diandra diantara mereka, atau mungkin lebih tepatnya mereka semua saling melengkapi satu sama lain.


Diandra mengisi piring mereka satu persatu, dengan sangat senang mereka semua memakan makanan yang diberikan Diandra.


“Ini sangat menyenangkan aku jadi tau rasanya di manjakan oleh seorang Ibu,” celetuk Otniel dengan senyum mengembang namun ada nada sedih di sela sela ucapannya.


“Ahhh.... kenapa makanan ini enak sekali, hmmm.... ini ... ekhmm... ini benar benar enak hiks hiks hiks....” Otniel memakan sarapan paginya sambil menangis, air matanya tumpah begitu saja saat dia mengingat sosok seorang Ibu.


Dia benar benar merindukan sosok seorang Ibu namun dia tidak mendapatkannya karena Otniel adalah korban penculikan dia bahkan tidak ingat siapa ibu kandungnya.


Orang yang merawatnya saat dia di temukan di jalan karena tersesat saat melarikan diri adalah Papa angkatnya yang tidak menikah sampai saat ini karena merawat dirinya.


Diandra sampai tertegun melihat Otniel menangis saat makan padahal dia hanya menyendokkan makanan ke piring dokter tampan itu.


“Hiks hiks... maafkan aku, aku mengacaukan makan pagi kita,” ucap Otniel menyeka air matanya.


Ingin Diandra bertanya namun David memegang tangan wanita itu agar tidak bertanya untuk sementara, Otniel sebenarnya tidak suka dikasihani tatapi kali ini dia benar benar tidak bisa menahan dirinya.


“Kak Dokter ternyata cengeng ya, Dian aja gak cengeng tuh padahal Dian gak Punya Mama, gak punya Papa gak punya keluarga,” celetuk Diandra dengan nada seperti anak kecil yang sengaja dia buat untuk menghibur Otniel pria yang menyembunyikan luka di balik tawanya itu.


“Hehehe... maaf maaf, aku hanya teringat masa lalu saja Diandra, aku tidak punya Ibu, aku juga sama denganmu tidak tau siapa orangtua kandungku, aku di rawat oleh pria yang menemukanku di jalanan, aku korban penculikan saat usiaku 5 tahun,” ucap Otniel sambil menyeka air matanya.


Pria itu bercerita dengan sendirinya, dia bahkan tak pernah menceritakan hal itu pada sahabat sahabatnya, dia cukup tertutup dengan kehidupan pribadinya tapi bukan berarti dia tak ingin berbagi, dia hanya tidak ingin mengingat luka lama dan dikasihani dia membenci hal itu.


David, Vasko dan Joel bahkan terkejut saat mendengar kenyataan tentang masa kecil Otniel, mereka tau kalau Otniel tidak punya Ibu tetapi mereka tidak tau kalau Otniel anak yang terlantar.


“Kenapa kau tak pernah bercerita pada kami?” Tanya Joel tiba tiba.

__ADS_1


“Aku... a..aku hanya,” Otniel terdiam sejujurnya dia terlalu takut untuk menceritakan hal itu, dia takut kalau dia akan terpuruk lagi.


Vasko menepuk bahu Joel, “tenang lah, kau tau kan kepribadian pria itu seperti apa,” ucap Vasko.


“hmmm... aku mengerti, Niel sudah jangan pasang wajah bersalahmu itu, seperti bukan dirimu saja, tak masalah mau kau cerita atau tidak, kapan pun kau ingin berbagi tentang hidupmu kami siap mendengarkan,” ucap Joel yang dianggukkan oleh yang lain.


“Lagi pula kurasa kita semua mempunyai rahasia masing masing bukan? Tentu rahasia yang belum kita ungkapkan,”ucap Joel sambil menatap mereka satu per satu.


“hei dari mana kau tau? Apa kau membuntuti kami?” tanya David yang tampak panik.


“Benar, apa kau mengikutiku juga ha?” Tanya Vasko yang juga tiba tiba menyerang Joel dengan pertanyaan sarkas itu.


Joel memutar malas kedua bola matanya, mereka memang tak bisa di ajak bercanda tapi tunggu sebentar...


“Ja..jadi maksud kalian, kalian juga punya rahasia yang belum kalian sampaikan? Wah... wahhh aku tak menyangka kalau kalian semua punya rahasia masing masing... ahhh..... kita sama hahahahaha,” ucap Pria itu sambil tertawa.


Bughh.... Plakkk


Dua pukulan mendarat di kepala joel, berasal dari Vasko dan David membuat pria tampan itu terkekeh karena ulahnya sendiri.


“Kupikir kau yang paling jujur diantara kita semua, tau taunya kau juga punya rahasia dasar otak udang,” umpat David yang memasang wajah kesal.


“Heheheh peace.... semua orang tentu punya rahasia, tapi apa pun itu persahabatan kita tak akan pernah hancur hanya karena rahasia itu,” ucap Joel dengan senyuman di wajahnya.


“Dan aku akan memastikan kalau kalian semua, keluargaku yang kusayangi, kalian akan tetap aman, tak akan ada yang berani mengusik kalian, karena hanya kalian yang menerimaku apa adanya bahkan di saat aku berada di titik terendah di dalam hidupku,” lanjut Joel di dalam hatinya sambil menatap mereka satu persatu.


“Terimakasih atas pujiannya nyonya hahahah,” jawab mereka sambil tertawa.


“Hmmm... aku jadi penasaran dengan rahasia kalian semua, hahahah... hal mengejutkan apa yang belum kalian sampaikan, “ ucap diandra sambil menatap mereka satu per satu.


“Pelan pelan semuanya akan tau, ada saatnya sayang,” ucap David yang sedari tadi asik melanjutkan makan paginya.


“ Hmmm aku juga penasaran apa kau punya rahasia yang tidak diketahui siapa pun Diandra?” tanya Otniel yang sudah bisa mengendalikan dirinya.


“Rahasia ? ummm...... Hehehehe mau tau ya, “ kekeh wanita itu sambil menatap mereka dengan tatapan jahil.


“Wah jadi kau juga punya rahasia?” tanya David.


“hahahahah punya, aku punya resep rahasia di semua makanan ini yang tidak kalian ketahui hahahahaha,” kekeh Diandra.


“Hei nona, ku pikir apa tau taunya resep makanan dasar kamu ini,” celetuk Joel.


“Hahahaha, peacee...” seru Dian sambil tertawa.


“Hmmm.... kalian semua, setelah sarapan pagi ada yang ingin ku sampaikan pada kalian, aku sudah memastikannya dan aku akan mengungkapkannya hari ini,” ucap Vasko yang tiba tiba berubah dalam mode serius.


Mereka semua menatap ke arah Vasko, pria itu tampak sangat serius.


“Apa ?” tanya mereka semua.

__ADS_1


“Sebaiknya kita bicarakan setelah makan saja,” ucap Vasko.


“Ck.... sudah tak apa bicara saja sekarang selagi ada waktu, aku bisa tiba tiba mendapat panggilan dari rumah sakit,” ucap Otniel.


“Iya kak ada apa?” tanya Diandra yang juga penasaran.


“Apa dia akan mengatakan yang sebenarnya?” batin David sambil menatap Vasko dengan serius.


“Katakanlah, tak apa,” ucap Joel meyakinkan Vasko.


“Baiklah jika kalian memaksa, aku sudah memperingatkan,” ucap Vasko.


“Tak apa katakanlah,” ucap Mereka.


“Umm...” Vasko tampak ragu namun mereka semua menatapnya dengan serius.


“Sebenarnya aku sedari tadi buang angin, maaf kalau ada bau busuk itu berasal dari aku,” ucap Vasko sambil menunduk dan menahan malu.


Byurrrr.....


“Pfffttthhh....”


Huweekkkkk.....


“Arhhhhh....”


Merkea semua menyemburkan isi mulut mereka saat mendengar ucapan Vasko, pantas saja sedari tadi mereka mencium bau busuk namun tak ada yang berbicara.


Drap.... drap.... drap....


Mereka semua meninggalkan meja makan, selera makan mereka hilang karena ulah Vasko.


“Kau joroookkk....” teriak mereka yang sudah memuntahkan makanan yang mereka kunyah tadi.


“hehehe.... kan aku sudah bilang tadi,” Pria itu hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.


Preeettt.... preeett.... pushhhh.....


“Vaskooooooo.....” teriak mereka saat mendengar pria itu kembali buang angin, mana di tempat mereka makan lagi, hilang sudah selera makan mereka.


“Hehehehe... lega,”Vasko hanya bisa terkekeh.


.


.


.


Like, Vote dan Komen 🤣🤣🤭🤭😊😊

__ADS_1


__ADS_2