
Beberapa saat lalu, Joel mengeluarkan kemampuan hackingnya dan menghack sistem keamanan rumah sakit itu hanya dengan menggunakan Ipadnya, dalam hitungan menit dia mendapatkan semua informasi yang dia butuhkan.
Dia mencari tau latar belakang seluruh petugas medis yang seingatnya merawat David sejak tiba disana.
“Sialan kalian, apa yang kalian lakukan pada sahabatku hah? “ gumam Joel sambil memeriksa seluruh data data itu dengan teliti.
Dia melihat daftar nama nama itu, nama nama orang yang terkait dengan sebuah penelitian obat penumbuh jaringan organ baru yang bisa diuji untuk pasien pasien yang melakukan transplantasi organ tubuh.
“Obat ini? Bukankah mereka memberikannya pada David?” ucap Joel yang mengingat dengan jelas cairan injeksi yang selalu mereka bawa ke dalam ruangan David.
“P3567DI atau R.O adalah jenis obat penumbuh jaringan baru yang diharapkan bisa menumbuhkan organ baru di tubuh manusia, namun produksinya di hentikan dua tahun yang lalu karena dapat menghancurkan organ asli tubuh manusia dan malah membahayakan manusia jika di berikan dalam waktu beraturan, efeknya akan timbul dalam dua minggu setelah pemakaian obat,” gumam joel membaca informasi itu.
“Sialan... siapa yang melakukan ini? “ ucap Joel, dia mencari lagi siapa dalang di balik hal itu.
Dan betapa terkejutnya Joel saat menemukan bahwa Direktur rumah sakit itu melakukan mal praktik itu pada beberapa pasien pilihan yang mereka anggap sebagai sasaran empuk karena baru melakukan transplantasi ginjal dan memiliki banyak uang.
Apalagi setelah berita menghebohkan di balik topeng tuan Nicholas, mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk menguji obat yang telah dimodifikasi itu pada tubuh Dev.
Joel menemukan informasi menarik saat mencari tau semua hal itu, ternyata ada korban seorang dokter wanita yang meregang nyawa akibat percobaan itu, mereka menguji obat itu pada dokter perempuan yang sedang praktek di rumah sakit itu namun informasi itu ditutupi dari keluarga perempuan itu.
Mereka mengatakan kalau dokter wanita memiliki jantung koroner dan kompilasi gagal ginjal padahal sebelumnya dia tidak mengidap penyakit itu.
“Beraninya kalian melakukan itu pada sahabatku,” geram joel. Dengan cepat dia memanggil anak buahnya yang berjaga di sekitar rumah sakit itu.
Dua puluh orang berpakaian hitam dengan wajah sangar dan tubuh besar dan tinggi yang memakai masker hitam masuk ke dalam rumah sakit itu dengan dipimpin oleh Joel, mereka semua berjalan menuju ruang konferensi dimana direktur utama rumah sakit sedang melakukan konferensi bagi dokter Koas untuk membahas masalah transplantasi yang sedang mereka kembangkan di rumah sakit itu.
Joel berjalan dengan kemarahan, dia menghancurkan pintu masuk ruangan konferensi, dia berjalan dengan cepat lalu menarik pistolnya dan mengarahkannya ke depan.
Brakkkk....
“Semuanya menunduk...” teriak Joel dengan wajah benar benar merah padam, dia mengarahkan senjatanya ke arah Direktur utama rumah sakit yang sedang berdiri di podium memberi pengarahan pada dokter Koas di rumah sakit itu.
Semua orang berteriak ketakutan, mereka merunduk ke bawah meja tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.
“ Apa yang kau lakukan, cepat panggil polisi mereka menyerang kita,” teriak direktur rumah sakit yang sering dipanggil Dokter Pram itu, pria berusia 40 tahun yang memiliki ambisi besar dalam dunia transplantasi organ tubuh manusia bahkan menghalalkan segala cara untuk membuat penelitiannya sukses dengan cara menjadikan orang orang kaya yang dia anggap bodoh sebagai bahan ekperimen untuk menguras uang mereka.
Joel mengeraskan rahangnya saat mendengar dokter Pram berbicara, dia benar-benar marah saat ini.
Pria itu menaikkan tangannya ke atas dan ...
__ADS_1
Dorrrr....
Satu tembakan dia lepaskan di dalam ruangan itu dan berhasil membuat semua orang menjerit ketakutan karena ulah pria gila itu.
“ Apa yang kau lakukan di rumah sakitku bajingaaaannn.....” teriak Dokter Pram dengan penuh kemarahan.
Joel menatap tajam ke arah pria itu, dia berlari mengejar Dokter pram, melesat dan menerjang seperti seekor cheetah yang menerkam mangsanya yang empuk.
“Mati kau anjing Gilaaaa....” teriak Joel melayangkan satu bogeman ke wajah pria itu dan berhasil merontokkan tiga gigi depannya.
Bughh... bughh... bughhh...
“Mati kau bangsat, beraninya kau melakukan hal mengerikan itu pada sahabatku, kau lebih hina dari anjing bangsat, dia sudah menanam saham di rumah sakitmu namun apa yang kau lakukan ternyata kau melakukan percobaan padanya siaaaallaaaa...” teriak Joel yang menghajar pria itu secara membabi buta.
Dokter Pram terkejut bukan main saat mendengar apa yang dikatakan oleh Joel, bagaimana bisa prakteknya terungkap.
“Seret anjing gila ini, bawa ke ruangan David!” titah Joel.
“Kalian semua tak akan selamat dari hal ini, jika ada satu pun dari kalian yang terkait dengan obat ini, maka bersiap siaplah menjadi makanan ikan hiu, kalian bukan dokter, kalian hanya sekumpulan penjahat,” umpat Joel dengan mata berapi api.
“Amankan seluruh rumah sakit ini, cari semua orang yang terlibat dan kumpulkan mereka di aula ini, “ ucap Joel yang dianggukkan oleh bawahannya.
“Bagaimana keadaannya?” tanya Vasko pada Dokter Arthur yang sedari tadi mengecek kondisi David.
“Hasilnya cukup buruk, dan....” Dokter arthur menatap tajam ke arah para petugas medis itu.
“Dia harus segera mendapatkan perawatan intensif, cairan itu sudah seperti racun bagi tubuhnya, beruntung hal ini terbongkar jika tidak, dia bisa mati seperti kekasih Otniel dua tahun lalu,” ucap Arthur.
Joel dan Vasko terbelalak saat mendengar hal itu, pantas saja otniel sangat panik saat menelpon Vasko beberapa saat lalu, bahkan di terus menerus meminta informasi mengenai kesehatan David.
“Kekasih Otniel?” ucap Joel.
“Apa dia dokter wanita yang meninggal dua tahun lalu karena dijadikan bahan percobaan?” tanya Joel dan pria itu mengangguk.
“Kami tak bisa apa apa, dia sudah menandatangani surat yang menyatakan bahwa dia setuju menjadikan tubuhnya sebagai bahan percobaan,” jelas Arthur.
“Sialan... dia tidak pernah melakukan itu!!” ucap Joel.
“Apa maksudmu Jo?” tanya Vasko.
__ADS_1
“Wanita itu diancam, aku punya semua buktinya, dia adalah korban para bajingan ini,” ucap Joel yang mengeraskan rahangnya.
“Sepertinya kita punya hukuman yang tepat untuk mereka Jo,” ucap Vasko dengan seringai di wajahnya sambil mengangkat jarum suntik itu.
“Aku setuju, heh teman Otniel, segera lakukan apa yang menurutmu benar, buat dia sehat, istrinya sedang hamil muda kami bisa dikebiri kalau sampai pria itu kenapa kenapa,” ucap Joel pada Dokter Arthur.
“Baik, kami akan melakukan pemeriksaan ulang dan menetralkan cairan injeksi itu,” ucap dokter Arthur yang dianggukkan oleh Joel dan Vasko.
“Sekarang giliran kalian menjadi kelinci percobaan kami, tahan mereka,” ucap Joel.
Para petugas itu meronta ronta sambil menangis ketakutan saat Vasko dan Joel menyuntikkan cairan itu ke tubuh mereka.
Tak tanggung tanggung, Vasko menyuntikkan dua dosis untuk satu orang membuat mereka semua panik dan bergetar ketakutan bahkan bekas jarum suntik itu mengeluarkan darah karena disuntik dengan paksa.
“Kumohon jangan aku... aku... aku sedang hamil,” ucap seorang dokter wanita sambil menangis.
“Kau sedang hamil ya? Lalu apa kau tidak peduli dengan istri pria itu, adikku sedang hamil muda dan kau ingin membunuh suaminya hah? Dia mengkhawatirkan suaminya tapi yang kalian lakukan saat ini adalah membunuh suaminya? Perempuan macam apa kau hah? Anakmu akan menyesal memiliki seorang ibu seperti dirimu jal4ng...” ucap Vasko.
“Arthur apa benar wanita ini sedang hamil?” tanya Vasko.
Arthur mengecek wanita itu, perutnya sudah sedikit membuncit ,” dia sedang hamil,” ucap Arthur.
“Hmm... aku masih punya sedikit hati nurani untuk anakmu, namun lisensimu akan di cabut dan kau akan dikurung di penjara,” ucap Vasko.
Dokter wanita itu menangis histeris, setidaknya anaknya selamat meski dia tidak bisa lagi berkarir dalam dunia medis.
Drrttt.... drrrtt... drrttt
Ponsel Vasko berbunyi, dia melihat nama pemanggil, “Joel, Diandra menghubungiku, bagaimana ini,” ucap Vasko panik.
“Sial...” Joel sama bingungnya dengan Vasko.
.
.
.
Like, Vote dan Komen.
__ADS_1
Hai mampir di " Devano My Monster" juga ya, seru loh, bikin ngakak campur aduk deh, author tunggu ya