
William dan Bella sudah selesai berbelanja, mereka tengah membawa barang barang belanjaan mereka keluar dari dalam Mall dengan senyuman bahagia.
“Sayang maaf aku tak bisa menggandeng tanganmu , kedua tanganku penuh dengan barang barang,” ucap William sambil mengangkat barang barang belanjaan mereka.
“Tak apa sayang,” balas Bella dengan senyuman manis di wajahnya, mereka berdua melepas masker mereka.
“Ahhh kau membuat jantungku berdegup kencnag setiap hari, aku semakin jatuh cinta padamu, kau cantik sekali,” goda William sambil tersenyum manis membuat Bella merasakan hal yang sama, bahkan wajah gadis itu sampai memerah karena malu di rayu oleh kekasihnya sendiri.
“Kau membuatku malu,” ucap Bella sambil menyembunyikan wajahnya.
“Asataga sayang, aku ingin mengecup pipimu yang merah itu tapi barang barang ini menyusahkanku, ahh” goda William lagi sampai mereka tiba di parkiran Mall.
“Haihh... kau ini selalu saja menggodaku,” ucap Bella tersipu malu.
“Hahahhaha maafkan aku sayang, aku menyukainya,” tawa William menggelegar di area basement parkiran Mall yang sedikit gelap itu.
“Ck... dasar, sebentar ku bukakan pintunya,” ucap Bella sambil membuka bagasi diikuti oleh William.
Mereka memasukkan belanjaan mereka ke dalam mobil, Bella berjalan terlebih dahulu ke sisi lain mobil memasukkan belajaan lain ke dalam mobil tiba tiba...
Bugh....
Brukk..
“Ahhhkkkkk....” Bella berteriak ketika seseorang menariknya hingga dia terjatuh.
William yang mendengar teriakan Bella seketika itu panik namun sekitar sepuluh orang bertubuh besar sudah mengepungnya di dekat mobil itu, mereka mengelilingi William dengan membawa alat pemukul bisbol bersiap untuk menghajar William dan memusnahkan orang yang akan menghalangi jalan bos besar mereka.
“Sialan kalian... Bellaaaa...” teriak William panik saat melihat Bella ditarik paksa oleh dua orang berpakaian hitam.
“Habisi dia,” perintah seseorang.
Mereka langsung memukuli William dengan alat mereka.
Bughh... bughh... bughh..
William yang tidak fokus terkena pukulan telak di punggungnya, di perut dan kakinya.
__ADS_1
“Siapa kalian, beraninya kalian melakukan ini padaku, Bella kalian apakan diaaa..” teriak William marah dia terjatuh di atas lantai.
“Haishhh sialan kau, jangan banyak omong, lebih baik kita akhiri saja disini hari ini bangsat,” umpan pemimpin kelompok pria bertubuh besar itu.
“Arhhh beraninya kalian,” William bangkit, dia menarik salah satu anak buah pria itu dan memukulnya telak di bagian vital hingga dia mati seketika.
Para penjahat itu terbelalk kaget melihat kemampuan pria itu, mereka tidak tau siapa William sebenarnya karena penampilannya yang berbeda.
“Hajar diaaa....” teriak pemimpin penjahat itu.
Akhirnya terjadi perkelahian 1 lawan sembilan orang dengan benda tumpul sebagai alat mereka. Mereka memukuli William, William membalas mereka tak kalah kejamnya, matanya masih terarah pada Van hitam yang mencurlik kekasihnya.
Meski William melakukan perlawanan, tenaganya telah habis terkuras, dia tak sanggup melawan mereka yang memakai alat, akhirnya William memilih berpura pura menyerah agar bisa menyimpan nyawanya untuk menyelamatkan Bella.
“Sialan kau bangsat, mati kau disana,,” ucap mereka menendangi William.
Priiiiittttt.....
Tiba tiba suara peluit Petugas keamanan berbunyi membuat mereka panik dan tak ingin terlibat lebih jauh lagi.
Mereka semua dengan terseok seok sebab William memukul mereka di titik vital, masuk ke dalam Van hitam dan kabur dari tempat itu setelah memastikan William tak bisa bangkit lagi.
“Tuan apa yang terjadi,” tanya petugas keamanan yang ketakutan melihat William babak belur, dia berusaha mendekati namun William mengusirnya.
“Pergilah sebelum kau juga mengalami hal yang sama, mereka itu bukan manusia uhuk... uhuk...” ucap William sambil berusaha bangkit berdiri, dia masuk ke dalam mobilnya dengan luka separah itu, yang terpenting saat ini adalah menemukan bella, namun mobil itu sudah pergi jauh.
William keluar dari parkiran itu dia menekan lukanya yang terasa perih dan sakit.
Saat dia keluar dari parkiran dia melihat Diandra dan yang lainnya, seketika pria itu teringat dengan adiknya Joel, entah mengapa dia malah berhenti dan keluar dari dalam mobil itu dan berjalan dengan tubuh berantakan, luka dimana mana dan berlumuran darah membuat orang orang ketakutan melihat penampilannya yang begitu membuat ngilu.
“Diandra.... Seaann.... tolong... Bella... Bella..” teriak Pria itu denagn sisa tenaganya, dia sudah sangat lemah saat ini.
“William,” ucap Reva, Diandra dan Sean terbelalak.
David dan Joy serta pengawal yang menemani mereka terbelalak kaget saat melihat pria itu berlumuran darah.
“Kak William..” pekik Diandra panik, dia ingin menghampiri William namun ditahan oleh suaminya.
__ADS_1
“Jangan, biar mereka saja” ucap David menahan lengan istrinya.
“Bantu dia,” titah David pada bawahannya.
Mereka segera memapah William yang benar benar babak belur.
“Apa yang terjadi William? Bagaimana kau bisa seperti ini?” tanya Sean terkejut, padahal beberapa menit lalu mereka berbicnang bincang, keadaannya masih baik.
“Bella... tolong aku... Bella diculik... Diandra kakakmu diculik... dia diculik Dark Horse, Joel dimana dia? Bawa aku padanya, hanya dia yang bisa mencari keberadaan Bella, kumohon bawa aku pada Joel,” ucap William sebelum akhirnya...
Brukk
Dia terjatuh ke atas tanah tak sadarkan diri karena telah kehilangan cukup banyak darah.
“Kak Will,” ucap Diandra panik.
“Cepat bawa dia ke rumah sakit, Joy hubungi Otniel suruh dia datang ke rumah sakit Daddy Ken,” ucap David yang segera dianggukkan oleh Joy.
“kak, bagaimana ini kak Bella diculik , kita harus menemukan dia,” ucap Diandra khawatir, dia tampak panik dan David tak ingin istrinya seperti itu.
“Bella? Kenapa dia disini dan apa hubungan kalian sudah baik? Apa mungkin ini hanya jebakan mereka sayang, jangan terburu buru, kau bisa terjebak kalau seperti ini,” ucap David mencurigai Bella dan William.
“Aku sudah memastikan, mereka kabur dari Jerman karena nyonya Helen mengincar Bella selain itu Reva dan Diandra juga menjadi incaran mereka, saat kami di Mall tadi ada beberapa orang yang mengikuti kami dan mereka hanya mengawasi William dan Bella,” jelas Sean.
“Ini yang ingin kusampaikan pada kalian, sepertinya mereka mulai bergerak, Reva dan Diandra tidak boleh keluar rumah, selain itu mereka juga terlibat dengan Dark horse seperti yang diucapkan William tadi kalau anak buah Dark Horse yang mengincar mereka,” ucap Sean.
“ Dan leader Dark horse adalah orang yang selama ini dihindari oleh Mama Alena, dia adalah leader aliansi Black Rose yang sudah di rebut oleh Vasko, sebaiknya kita cepat pergi, aku yakin anak buah mereka masih mengawasi kita, dan jika boleh kita menggunakan jalur berbeda untuk mengecoh mereka,” ucap Sean sambil melirik ke beberapa sudut Mall dan gedung di dekat Mall.
“Kak ayo cepat pergi, firasatku buruk, kita harus segera menghubungi kak Vasko, Mama sedang di luar,” ucap Diandra.
“Baik ayo semuanya segera berpencar, perketat penjagaan William, sepertinya musuh kita semua sama,” ucap David.
.
.
.
__ADS_1
Like, Vote dan Komen.