
David panik saat mendengar suara istrinya, dia takut Istrinya salah paham dan malah berpikir tidak tidak yang malah akan membahayakan istrinya dan janin dalam kandungan Diandra.
Cepat cepat David menarik paksa rambut wanita itu sampai terputus dan dengan kasar mendorongnya hingga terjerembab ke atas lantai.
Dia benci dekat wanita asing apalagi jenis pelakor seperti Kiran.
Tap.. tap... tap..
Langkah kaki Diandra terdengar menderu dalam ruangan itu, tapi David sama sekali tidak marah, beda cerita kalau yang melakukan itu orang lain, bisa bisa dia bernasib sama dengan Kiran yang terjerembab ke atas lantai.
Wanita itu malah marah karena merasa tidak diperlakukan dengan baik oleh David
"Sayang aku kangen!!" teriak Diandra yang seketika itu langsung heboh saat melihat wajah suaminya.
David sama halnya dengan Diandra, dia melangkahkan kakinya dengan senyuman bahagia saat melihat wajah cantik Istri nya.
Kiran yang melihat hal itu mendadak mendapatkan ide gila di kepalanya.
" Sayang, kenapa kau mendorongku?ini sakit, padahal kau menikmati sentuhan ku tadi, apa elusanku masih kurang hmm?"ucap Kiran sambil bangkit berdiri dan malah menarik tangan David.
Joel, Diandra dan Edward malah terdiam saat mendengar kata kata wanita itu.
Ohh ayolah, apakah dunia sedang menuju kiamat sekarang? bagaimana bisa Kiran dengan gamblangnya mengatakan hal hal seperti itu, hal yang akan membahayakan karirnya untuk selamanya.
Apakah dia berpikir kalau dia bisa lepas dari ini semua dengan mudah?
"Sayang?" ucap David heran, dia menarik tangannya dengan kasar dia benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran bawahannya itu, bagaimana bisa dia mengatakan hal hal aneh itu di depan istrinya.
"Apa otakmu tidak berjalan dengan baik hah!" bentak David, ingin dia memukul wajah wanita itu sekarang juga.
Joel bahkan sampai panik saat melihat Kiran terkesan membuat panas suasana.
Dia menoleh pada Diandra, dia berharap Diandra tidak salah paham dan berpikir yang tidak tidak . Namun yang dia lihat malah semakin membuat dirinya khawatir.
"Hahahhaah.... dia memanggil kak David dengan panggilan sayang hahahaha.... apa begitu seorang rekan kerja memanggil temannya hahahah... ini lucu sekali," Diandra malah tertawa terbahak-bahak.
"Edward, coba lihat bibir wanita itu, hahahah bibirnya sampai dower kayak bibir ikan hahahhaha... lebar sekali hahahah..." Diandra malah terpingkal-pingkal sambil mengejek Kiran.
Dikiranya bakalan marah, tau taunya Diandra malah mengejek wanita itu.
"Hihihi Onty benar, lihat alisnya cuma satu garis bwahahahhaha.... kayak cacing tanah di tempel di wajahnya hihihi...." Edward malah ikut nimbrung mengejek Kiran.
Joel menatap mereka berdua dengan tatapan heran, bagaimana bisa Diandra malah mengejek wanita asing itu di saya seperti ini.
"Kaka Joel hahahaha lihat itu sangat lucu, bagaimana bisa dia menggoda kak David dengan cara itu bwahahahah.... aduh aduh perutku hahahaha... ini benar benar lucu hahah..." Diandra tertawa terbahak-bahak sampai sampai dia mengeluarkan air mata.
"Hah... Diandra duduk dulu kau membuatku khawatir," ucap Joel.
"Hahahah tapi itu lucu Kaka hahahhaha..." Diandra tak henti-hentinya tertawa.
David dan Kiran sampai terkejut saat mendengar wanita itu tertawa terbahak-bahak disana.
Brukk
Dengan cepat David mendorong Kiran hingga gadis itu jatuh lagi karena Heelsnya terlalu tinggi.
Dengan cepat David membuka jasnya, dia tidak suka bau parfum Kiran yang menempel di jas ya.
__ADS_1
Plukk
Dia membuang jasnya ke tempat sampah tepat di depan Kiran," Bau jal4ng!" umpat David.
"Sialan!" umpat Kiran, dipikir berhasil merusak suasana tau taunya dia malah dipermalukan oleh Diandra, benar benar sebuah hal memalukan.
David menghampiri istrinya, dia duduk di dekat kaki istrinya," Kau baik baik saja sayang? maaf yang tadi itu hanya salah paham, jangan terlalu memikirkannya," ucap David.
"Dia datang menggangguku, aku tidak mengharapkan hal itu," ucap David.
"Hahahahah.... aku tau sayang, aku bahkan tau kalau kau kesal padanya hahahah.... astaga tapi tadi itu benar benar lucu," ucap Diandra.
"Kau tidak marah?" tanya David.
Diandra menggelengkan kepalanya sambil menatap David," Jangan duduk disitu," ucap Dian.
David menurut, dia duduk di samping Diandra.
"Mana ada wanita lain yang bisa menggoyahkan hati suamiku, aku tau kau itu orang yang setia sayang, mana bis aku hidup tanpa ku iya kan?" ucap Diandra sambil mengedipkan sebelah matanya.
David tersenyum," Tentu saja, tak ada yang bisa menggoyahkan aku, aku hanya diciptakan untuk satu wanita yaitu Diandra Hares," ucap David sambil memeluk istrinya.
"Apa seseorang disana tidak punya mata untuk melihat hal ini?" ucap Diandra dengan nada Keras, kali ini dia memasang wajah garang.
Edward kecil dan Joel melihat raut wajah yang berbeda pada wanita itu.
" Mampus!" ucap mereka berdua.
Diandra melepaskan pelukannya dari David membuta suaminya heran.
"Jangan biar aku yang selesaikan, dia akan dipecat dari perusahaan ini!" ucap David.
Mendengar hal itu tentu saja Kiran terkejut bukan main, bukan ini yang dia inginkan, jika sudah dipecat dari perusahaan itu maka dia akan sulit mencari pekerjaan baru, sebab hanya orang dengan kualitas Paing buruk yang dikeluarkan dari perusahaan.
Dan rumor pasti cepat beredar.
Dengan cepat Kiran menghampiri David dan duduk bersimpuh di depan kaki mereka.
"Sa..saya mohon tuan ja..jangan pecat saya, saya tau saya salah tapi tolong jangan pecat saya!" pinta wanita itu dengan nada memohon, dia benar benar menyesali perbuatannya.
"Eh minuman datang bulan, apa kau pikir melukai hati orang lain ada obatnya hah? orag orang seperti dirimu tidak dibutuhkan di perusahaan ini!" kali Ini Joel ikut campur.
"Nona," Diandra menatap Kiran dengan tatapan tajam.
" mau kau melakukan apa pun untuk menggoda suamiku, mau kau telanjang bulat di depan suamiku, aku jamin kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri, jadi jangan cari mangsa disini!" bentak Diandra.
"Aku banyak melihat wanita seperti dirimu dan nasib mereka tidak baik, kuharap kau tidak sama dengan mereka!" ketus Diandra.
"Aku tidak masalah suamiku di dekati banyak orang karena aku percaya padanya, yang tidak kupercaya adalah orang orang sejenis dirimu ya g ada disekitarnya," tambahnya lagi.
David menatap istrinya, sebesar itu rasa percaya Diandra pada dirinya, dia benar benar bahagia mendengar hal itu.
"Kau juga seorang wanita, bagaimana kalau kau diperlakukan seperti itu!?" ucap Diandra.
Deghh
Mendengar hal itu sontak membuat Kiran tertegur dengan sangat keras, dia salah dan dia tau itu.
__ADS_1
" Sa.... saya minta maaf," ucapnya pelan sambil menunduk.
Dia tak menyangka kalau istri dari seorang tuan Nicholas adalah orang yang memiliki kata kata tajam seperti ini.
" maaf? tentu saja selalu ada maaf, tapi apa kau akan berubah? apa kau akan meninggalkan kebiasaan lamamu? melihat caramu mempermalukan dirimu sendiri kau akan sulit berubah!" ucap Diandra dengan tegas.
"Dimana harga dirimu sebagai seorang wanita!" ucap Dian.
"Egh.... shhh.... perutku kram kak, aishh... shhh... " tiba tiba Diandra kesakitan.
David dan Joel langsung menopang Diandra.
Wanita tadi bahkan sampai ikut panik," Nyo..nyonya maafkan saya.. hiks hiks hiks... maafkan saya, saya tau saya salah!!" dia langsung memohon maaf di depan Diandra sambil menangis, dia benar-benar menyesal.
" Arhhkk... shhh... sudah kubilang buktikan permintaan maafmiku itu dengan perubahan, selalu ada kesempatan kedua, " ucap Diandra.
"Sayang kita ke rumah sakit saja, kau kesakitan," David benar benar panik.
"Aku tidak apa apa yang, anakmu terlalu bersemangat," ucap Diandra.
" Bagaimana dengan dia, apa kau mau me.beri dia kesempatan kedua? mungkin dia akan berubah," ucap Diandra.
David menatap istrinya," kurasa kau saja yang membuat keputusan sayang, semua ada di tanganmu," ucap David.
Diandra tersenyum, " baiklah,"
"Kau tidak akan dipecat secara tidak hormat tetapi mengundurkan dirilah dari perusahaan ini dan hiduplah dengan benar!" ucap Diandra.
"Aku yakin kau orang yang hebat, dan jangan salah memilih pergaulan, pergilah," ucap Diandra.
" Terimakasih nyonya, hiks hiks hiks... terimakasih banyak," ucap nya.
"Ahh siapa namamu nona?"tanya Diandra.
"Kiran, saya Kiran nyonya," ucapnya dengan cepat.
"Ahh kenalkan aku Diandra, istrinya, semoga kita bertemu suatu saat nanti dan kau menjadi orang hebat," ucap Diandra.
" Terimakasih Nyonya, tuan, hiks hiks hiks," Wanita itu keluar dari ruangan sambil menangis.
" Arghhhh... serunya hahahahhaha.... bagaimana aktingku bagus kan hahhaha!" Diandra tiba tiba kembali tertawa.
Joel dan David memijit pelipis mereka melihat kelakuan tak tertebak wanita itu.
"Hahaha ini tak tik menaruh bara di atas kepala musuhmu hahaha," Diandra tertawa terbahak-bahak.
"*Oh Tuhan, jangan sampai istriku jadi gila,"
" Diandra kau....haihhh...
.
.
.
like, vote dan komen 😊😉*
__ADS_1