
Waktu terus berjalan hingga tiba saatnya kedua mempelai akan mengucapkan janji suci mereka di depan altar pernikahan.
Semua keluarga diundang, bahkan keluarga Ara diundang ke acara itu.
" I...ini benar benar acara pernikahan Ara!!" Nyonya Doni terbelalak kaget, dia tidak menyangka kalau Joel benar benar orang kaya bahkan bergaul dengan orang orang terhebat di negeri itu.
" Mah, Ki..kita, maksud ku, menantu kita orang hebat!!" Tuan Doni sama terkejutnya. Mereka menatap aula pesta yang sangat besar itu, begitu banyak undangan yang datang dan acara mewah nan megah itu dilaksanakan dengan teratur.
" Apa kita tidak salah pesta?" ucap Niko.
" Tidak, ini memang acaranya!" ucap Nyonya Doni sambil menunjuk foto pre wedding Ara dan Joel.
" Aku tak menyangka kalau ini benar benar terjadi, padahal selama ini aku berlaku kasar pada Ara ," ucap Niko sambil memijit pelipisnya.
" Ara akan menikah, tapi aku sebagai Mama bahkan tak pernah memperhatikan anakku," lirih Nyonya Doni.
" Sudah Ma, ini juga salah Papa yang terlalu fokus pada pekerjaan, Niko kau juga jangan merasa bersalah," ucap Tuan Doni.
" Maaf," ucapnya pelan
Niko sudah mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung tuan Doni, di adalah anak Nyonya Doni dengan seorang pria yang dulu dijodohkan dengan Mamanya, namun hidup mereka berat dan Mamanya Niko sering disiksa oleh suaminya sehingga dia memutuskan untuk bercerai dan melarikan diri.
Sebenarnya kehidupan keluarga itu sama sama sulit di awal. Nyonya Doni yang saat itu sedang mengandung Niko memilih berpisah dengan suaminya dan hidup seadaanya, bekerja siang dan malam hingga dia bertemu dengan tuan Doni suaminya sekarang.
Tuan Doni juga kala itu keadaannya tidak cukup baik, dia baru dipecat dari kantornya karena terjadi peringkasan karyawan di tempat dia bekerja.
Mereka bertemu hingga muncul benih benih cinta dan pada akhirnya berjuang bersama, memperjuangkan Niko dari nol.
Membangun keluarga yang utuh, dan penuh cinta, bekerjasama membangun ekonomi keluarga mereka. Hingga mereka memiliki Ara putri bungsu di keluarga itu.
Namun karena mengejar uang dan uang, mereka mengabaikan kehadiran Ara bahkan terkesan cuek dengan segala sesuatu yang terjadi pada putri mereka.
Mereka menyerahkan semua perawatan Ara pada baby Sitter, dan terus bekerja karena mereka tau betapa sakitnya hidup mereka saat tidak memiliki apa pun.
Namun karena terlalu sibuk dengan dunia kerja ya, mereka sampai mengabaikan anak anak mereka yang tumbuh tanpa kasih sayang yang cukup dari orangtua mereka.
Penyesalan selalu datang terlambat, jadi ketika masih ada waktu untuk memperbaiki penyesalan itu, maka lakukanlah sebelum terjadi penyesalan lain yang tak diharapkan.
Acara dimulai, Joel tampak berdiri dengan gagah di atas altar menunggu sang pengantin wanita.
Ara dibawa oleh pendamping pengantin wanita yaitu Reva dan Aurel yang tampak cantik dalam balutan dress berwarna peach. Kedua bumil sebenarnya memaksa ingin mendampingi Ara, namun mereka tidak diijinkan.
Edward Kecil tampak menyambut Ara sambil memberi salam ala ala kerajaan.
" Silahkan Onty cantik!" seru Edward sambil berjalan mendahului Ara dan menaburkan bunga.
lantunan musik yang indah dibunyikan, mereka berjalan dan muncul di jalan menuju altar.
Semua mata tertuju pada sanga pengantin wanita yang sangat cantik dan elegan.
Semuanya terpesona melihat kecantikan dari seorang Raina Alesha.
Joel menatap ke arah kedatangan Ara, jantungnya berdegup kencang, rasanya benar benar gugup. Dia menatap kekasihnya yang tampak sangat cantik dalam balutan dress baby blue itu.
__ADS_1
Tanpa sadar air mata Joel menetes," Mom, lihat menantu mom, dia sangat cantik ," lirih pria itu yang seketika itu mengingat sang Mendiang Mama.
Hatinya bergetar, rasanya sungguh getir, pernikahannya tak dihadiri oleh orangtuanya.
" Semangat nak, Mama disini!" seru Luna dari bawah panggung.
Joel menatap Luna, matanya berkaca-kaca, wanita itu benar benar membuatnya merasakan kembali pelukan seorang ibu.
Dia perlahan mengusap air matanya dan tersenyum sambil mengangguk pada Luna.
" Nah begitu baru anakku," seru Luna yang berdiri di samping suaminya dan Otniel sementara si kembar sedang bermain musik di ujung sana.
Ara berjalan dengan pelan, dia mencari sosok Papa dan Mamanya, rasanya tidak lengkap jika dia berjalan menuju altar tanpa dampingan papanya.
Meski Tuan Doni terkesan jahat, tapi Ara tetap menyayangi kedua orangtuanya.
Mata gadis itu bertemu dengan mata sendu Papanya yang menunduk di dekat jalan menuju altar.
Ara menghentikan langkahnya membuat semua orang menatap gadis itu. Perlahan Ara berjalan menghampiri Papanya yang menunduk juga sang Mama.
" Pa, Ma, Kak Niko..." panggil Ara dengan lembut meski dengan mata berkaca-kaca.
Mereka terkejut dan langsung menoleh ke arah Ara.
Dengan segera Ara menghamburkan pelukannya pada mereka.
" hiks hiks hiks.... kalian datang!!" ucap Ara sambil menangis. Mereka juga turut menangis sambil membalas pelukan Ara. Begitu Erat, pelukan pertama kali mereka lakukan sebagai keluarga yang utuh.
" Bolehkah kalian mengantarkan ku ke altar pernikahan? " ucap Ara sambil menatap mereka.
Tuan Doni mengangguk," Papa akan mendampingi mu nak," ucapnya.
Lega rasanya saat Ara mendengar kata kata itu dari sang Papa.
" Apa kakak boleh ?"tanya Ara.
Niko mengangguk, dia juga menangis.
" Mama juga ya," ucap Ara sambil menatap Mamanya yang menangis.
" Baiklah sayang," ucap sanga Mama.
Akhirnya Ara dituntun menuju altar, mereka tersenyum bahagia, berjalan mengantarkan Ara menuju calon pendampingnya.
Ara tiba disana, Joel benar benar terharu menatap Ara, " Kau cantik!" ucap Joel dengan mata berkaca-kaca.
" Kau tampan," balas Ara dengan senyuman bahagia.
" Bahagiakan dia, jangan seperti kami yang menyia-nyiakan anak kami," ucap Tuan Doni sambil menunduk malu di depan calon menantunya.
" Kita akan bahagia bersama sama Pa, Ma, dan Kakak ipar, kita akan bahagia," ucap Joel.
Pad akhirnya mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan di atas altar di depan semua orang.
__ADS_1
Janji yang akan mereka ikat seumur hidup mereka. Kedua mempelai memasangkan cincin pernikahan sebagai simbol pernikahan mereka, di jari pasnagan mereka.
Keduanya menangis penuh haru, begitu banyak tantangan yang mereka hadapi, trauma, kesakitan dan penderitaan, dan dala.waktj singkat pertemuan mereka berubah menjadi sebuah pernikahan sakral.
Joel memberikan ciuman pertamanya pada Ara, ciuman pertama mereka sebagai pasangan suami istri yang sah.
" Yess.... akhirnya sah dan bisa cium peluk bebas ahahahahhaah!!" seru Joel di akhir ciuman itu sambil mengangkat kedua tangannya dan bersorak gembira yang sontak membuat para tamu tergelak.
Ara tersipu malu, suaminya benar benar blak blakan tapi dia suka itu.
" Yeaaayyy akhirnya saaahh!!!!" seru Ara tak kalah semangat dengan Joel yang juga membuat para penonton tergelak dengan kedua pengantin baru itu.
"Hahahahahahahah......
Setelah itu acara pelemparan buket bunga pun dilakukan, Kedua pengantin berdiri membelakangi para tamu yang sudah bersiap, para wanita dan pria yang belum menikha disuruh berdiri di dekat altar.
Aurel tampak berdiri disana namun tiba tiba tangannya di tarik oleh Christo," jangan berdiri disitu Aurel," ucap Christo sambil membawa lari Aurel.
"Yaaakkk Christooooo...
" Hei nona tak perlu berdiri disini," bisik Christan pada Reva sambil menarik tangan gadis itu dari sana.
" Loh ehh, mau kemana?"
Semuanya menghitung dan...
Hap....
buket bunga itu melambung tinggi ke atas hingga ....
Hap....
Brukk....
" Yaaakkkk Joel, Ara kenapa kalian lempar padaku!!!!!" pekik Otniel yang terjatuh karena buket bunga itu berhenti tepat di kepalanya.
" Awhhh...shhh... tuan bisa kau minggir, kau menduduki lenganku!!!" ucap seorang wanita berkacamata yang merupakan pelayan yang juga terjatuh di atas lantai bersama Otniel.
" Arhhhh maaf maaf, aduduhhhh encok aku , Joel, Ara awas kalian nanti ya," gerutu Otniel sambil berdiri dan membantu gadis berkacama dengan rambut dikepang itu berdiri.
" Maaf gak sengaja, awhhh... shhh nagapa juga nih buket jatuh di kepalaku!" gerutu Otniel.
" Untukmu saja," ketus Otniel sambil pergi dari sana dengan jalan tertatih tatih.
" Ehh aku... ini, Haihh... sudahlah," gumam wanita itu sambil menatap buket bunga di tangannya.
" pffthh hahahhahaha...." mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat wajah pias Otniel, apakah buket itu memang jatuh pada orang yang tepat?
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG KE PART BERIKUTNYA, KELAHIRAN BABY BUBU DAN KISAH OTNIEL 😉😉