
Seseorang terdengar berlari ke dalam kamar milik Chelsea sambil berteriak memanggil nama Diandra.
Langkah kaki itu semakin mendekat beriringan dengan semakin paniknya si ibu muda yang sedang masuk ke dalam lemari pakaian dan membuat heboh seluruh ruangan.
“Jangan beritahu aku disini kalian harus diam, jangan bilang bilang ya..” bisik Diandra sambil merangkak masuk ke dalam lemari dalam kamar Chelsea.
“Sstthhhh jangan sampai ada yang beri tau kalau aku disini, kalau kalian berani..” Diandra mengangkat kepalan tangannya sambil menatap tajam Chelsea dan Otniel yang melongo melihat aksi ibu hamil itu.
“astaga apa yang dia lakukan,” ucap Otniel dengan tatapan terbelalak.
”A.. apa dia selalu seperti itu?” tanya Chelsea yang tak kalah heran apalagi baru pertama kalai dia menyaksikan Diandra yang seperti ini.
“Hahah... bukan pertama kali El, tapi yang kesekian kalinya aku tidak tau sudah yang ke berapa tapi sudah pasti lebih dari ribuan kali hahahhaha...”Otniel tergelak. Sepertinya si Bumil itu beraksi lagi pagi tadi atau mungkin entahlah...
“Ri... ribuan kali? Hah? Memangnya apa yang dia lakukan sampai dia sembunyi sebegitunya?” tanya Chelsea dengan tatapan terbelalak.
"Banyaaaakkkkkkk,” ucap Otniel, Emily dan Edward bersamaan.
“Wahhh... hebat...” celetuk gadis itu dengan rahang yang menganga.
Bersamaan dengan itu pintu kamar Chelsea dibuka dengan kasar oleh seseorang tunggu... oleh dua orang manusia dengan tampilan acak acakan siapa lagi kalau bukan David dan Vasko yang berdiri di depan pintu kamar Chelsea dengan wajah masam karena marah.
Rambut mereka seperti es lilin yang diikat tinggi ke atas dengan karet warna warni persis seperti rambut air mancur berwarna pelangi. Mata mereka diberi eyeshadow dengan warna nyentrik, kuning , ungu dan eyeliner hijau dan glitter di bagian ujung mata mereka, apakah mereka sedang parodi menjadi ondel ondel?
Jangan lupakan pipi merah merona, tunggu ini bukan sekedar merah merona tetapi merah persis seperti buah tomat yang sudah matang dengan sempurna, dan detail di bagian hidung mereka dengan bintik bintik hitam, bulu mata yang lentik karena diberi maskara, bibir yang terlihat seksi karena dibentuk menyerupai bentuk hati dan diberi warna merah muda dengan gradiasi warna, jangan lupakan alisnya... tunggu alis? Mereka tidak punya alis!!!
“Prffthhh bwahahahahahhahahah,.....” seketika ruangan itu menjadi penuh dnegan tawa ketika melihat penampilan mengerikan dari kedua pria yang sudah jadi bapak bapak komplek itu. Bisa bisanya mereka bangun di pagi dengan penampilan badut itu.
Dan alis mereka hilang setengah....
“Ahahahaha apa yang terjadi pada kalian? Apa kalian baru saja mengikuti fashion show atau semacamnya hahahahah... kenapa kalain mencukur alis kalian bwaahahhahahahahha.....” Otniel tertawa terbahak bahak melihat apa yang terjadi pada kedua temannya.
“Ckkk diam kau niel..” ucap mereka berdua serentak sambil masuk ke kamar itu dan mencari dimana keberadaan si ibu hamil yang super jahil dan tengil.
Sebenarnya semalam Diandra tak bisa tidur karena tangannya gatal ingin mengerjai orang orang. Tak tenang rasanya dia tidur tanpa memakan korban dari kejahilannya sehingga dia pura pura tidur dan menunggu suaminya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Di malam itu Diandra beraksi, dia membawa semau alat make upnya dan memulai aksinya. Menguncir rambut David dan mengikatnya seperti es loli, mencukur alis suaminya, merias wajah suaminya dnegan waran warna nyentrik, dia sedang ingin melihat warna warna terang oleh karena itu dia melakukan hal itu.
Tak puas dengan suaminya dia keluar dari kamar dan mencari mangsa lain, kebetulan malam itu Joy sedang keluar dari kamar untuk mengambil air hangat dari dapur. Dengan ijin dari Joy dia masuk ke dalam kamar dan memulai aksinya sambil mendumel tentang wajah kakaknya yang semakin tua.
Akhirnya saat kedua pria itu bangun mereka sadar dengan penampilan mereka dan tau ulah diapa itu dari Joy.
“ katakan dimana Diandra sekarang? Aku tau dia pasti kesini tadi,” ucap Vasko dnegan nada marah dan kesal.
David sendiri langsung mencari dimana istrinya berada, dia benar benar dibuat heran sekaligus kelimpungan dengan sikap istrinya yang semakin lama semakin tengil apalagi hormon kehamilan membuatnya meminta yang aneh aneh, lebih parah dari kehamilan pertamanya.
“Diandra keluarlah,aku tau kau berada disini, keluar sekarang , kurasa kita perlu membicarakan sesuatu iya kan? Apalagi kau tidak lihat ada yang hilang Diandra... alisku... alisku yang tampan itu hilaang... arhhhh Diadnraaaaa....” teriak Vasko .
“Ck... kenapa kau mendumel seperti itu, kau seperti kakek kakek saja, cepat cari dia,” ketus David yang sedang mencari Diandra di bawah kasur, di bawah kursi, di bawah pot bunga dan si segala sudut yang bisa dia lihat.
“Hahahah kenapa kau mencarinya di bawah pot bunga kau pikir dia semut vid hahahha... kalian persis seperti badut keliling hahahaha... “ Otniel masih tak bisa menahan tawanya melihat penampilan sahabat sahabatnya, bukan tanpa alasan dia juga mengalami hal yang sama beberapa hari yang lalu, tampaknya semua orang akan menjadi korban si ibu hamil itu.
“Tapi alisnya itu, apa itu akan tumbuh lagi?” bisik Chelsea pada Otniel.
“Ohh iya...itu kan susah tumbuhnya,” ucap Niel dengan keras dan sengaja untuk membuat kedua orang itu semakin panik.
“Chelsea apa alis tidak akan tumbuh lagi kalau sudah dicukur?” tanya Vasko dengan panik, baginya alis adalah penunjang penampilannya yang paling sempurna.
“Matilah akuuuuu!!” teriak Vasko lagi dengan dramanya.
Pletak....
David menepuk kepala Vasko dengan wajah kesal karena sejak tadi pria itu merengek soal penampilannya tetapi tidak juga mencari keberadaan dalang dari semua kejadian itu.
“Arrghhh kenapa kau memukulku David....” ketus Vasko sambil mengusap usap kepalanya yang sakit karena ulah David.
“Kau sedari tadi merengek seperti anak kecil, Edward dan Emily sampai cekikikan melihatmu, kurasa Jacob akan malu melihat Papanya bertingkah seperti anak kecil saat ini, cepat bantu aku mencari Diandra, dia sedang hamil, aku takut dia kenapa kenapa..” ketus David.
“ini semua karena ulah istrimu..” gerutu Vasko , pria itu benar benar berbeda dengan dia yang semalam mencekik leher Monika dan melemparkan tatapan pembunuh pada wanita itu. Tampaknya dia begitu menikmati kehidupan normalnya yang penuh dengan drama seperti saat ini.
Pletaakkk...
__ADS_1
Sekai lagi pukulan kuat mendarat di bahu ayah satu anak itu,” dia juga adikmu kakak ipar, kalian sama konyolnya, ckkk... cepat bantu aku mencarinya dia bisa saja tertidur entah dimana dan masuk angin itu akan bahaya untuk kandungannya dan juga untuk dirinya,” ucap david.
“Arhhh haishhh apa kau harus memukul ku lagi? kau pikir tidak sakit...” gerutu Vasko sambil mengusap usap kepala dan bahunya dengan wajah masam karena ulah adik iparnya sendiri.
Chelsea benar benar terkejut denagn pemandangan baru ini, memang akhir akhir ini dia cukup dekat dengan keluarga besar itu namun baru hari ini dia melihat sifat baru dari kedua pria yang selalu dia lihat tampil bersahaja dan penuh dengan kharisma yang tak disangka sangka ternyata memiliki sifat tengil seperti ini.
“Kau terkejut kan?” bisik Otniel yang duduk sambil menggendong Edward sedangkan Emily di pangkuan Chelsea.
“He.. em... aku benar benar terkejut melihat ini, aku tak menyangka mereka memiliki kepribadian yang benar benar berbeda, mereka... wahh... ini benar benar sebuah kejutan,” ucap Chelsea.
“Hahahha.. kau sampai sekaget itu, biasakan dirimu mulai sekarang, apalagi teman kami yang lain akan pulang, suasana akan lebih riuh dari ini, belum lagi Diandra sedang hamil dia pasti akan membuat kekacauan yang tak pernah kita bayangkan hahahhah.....” celetuk Otniel sambil menertawakan teman temannya.
“Wahh aku sangat menantikan hal itu,” ucap Chelsea.
Tangan Otniel menggenggam tangan gadis itu,” oleh karena itu tetap bersamaku apa pun yang terjadi, kami semua keluargamu sekarang, kau tidak sendirian El, Edward juga butuh kamu,” ucap Otniel pelan meski matanya tetap fokus pada kedua bapak bapak yang sedang mencari Diandra di dalam kamar besar itu.
“Aku... aku janji,” ucap Chelsea yang membalas genggaman tangan Otniel sama eratnya sambil tersenyum menatap pria itu.
“aku tidak sabar dengan keluarga baru kita,” ucap Otniel lagi.
Wajah Chelsea sontak bersemu merah, dia malu namun juga menyukainya,” aku juga,” cicitnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain meski telinganya yang memerah mengatakan smuanya kalau dia sedang gugup dan malu saat ini.
“Edward, Mom kamu manis banget kan, “ ucap Otniel.
Edward mengangkat kepalanya dan menatap Chelsea denagn senyuman lembut di wajahnya,”Mom El juga cantik,” ucap Edward sambil menggenggam tangan Chelsea dengan lembut.
Chelsea tersenyum dia mengenggam tangan anak laki laki itu.
Sementara mereka asik dengan waktu romantis mereka, kedua bapak bapak muda itu asik mencari dimana Diandra bersembunyi, bagaimana bisa wanita hamil itu bersembunyi dengan baik di dalam lemari tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
“Diandraaaaa......” teriak kedua pria yang mulai resah mencari keberadaan wanita jahil itu.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen ya uhuyyyy