Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Menuju Rumah Sakit


__ADS_3

Diandra dan suaminya menempel terus seperti perangko, seperti saat ini dua manusia yang tengah dimabuk cinta itu asik asiknya bercanda ditengah para jomblo yang berada dalam satu mobil dengan mereka.


Vasko dan Joel duduk di kursi depan dengan Vasko sebagai pengemudi, Diandra dan David duduk di kursi tengah sambil bercanda ria sedangkan Joy dan Otniel menjadi penonton dari tribun belakang.


Mereka sedang dalam perjalanan menggunakan Van putih berukuran jumbo yang biasa digunakan para artis kalau sedang mengikuti pertemuan besar. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk mengunjungi William dan Bella.


"Sayang coba lihat kesini!" ucap David.


Diandra menoleh sambil tersenyum, " uhh cantiknya heheheh, lihat kesana juga.." seru David dan Diandra melakukan yang diminta oleh suaminya.


"Cantik banget sih, dilihat dari manapun kamu itu sempurna banget yang, makin cinta aku tuh heheheh," ucap David seraya mencolek dagu istrinya.


"Hahahaha.... kamu juga yang, dilihat dari manapun kamu yang paling tampan, paling aku


cinta pokoknya," ucap Diandra sambil menaruh kedua tangannya di wajah mulus suaminya.


"Iya dong suami siapa dulu, Diandra," ucap David sambil mendekap istrinya.


"Yang pengen cium Baby," ucap David sambil membungkuk dan mencium perut istrinya dnegan penuh kelembutan.


"Baik baik ya malaikat kecil Papa Mama, cepat gede biar kita main bareng, " ucap David mengusap perut istrinya dengan lembut.


"Iya Papa, Baby Bubu cehat cehat kok," seru Diandra seraya menirukan suara anak kecil.


"Bubu?" ucap David.


"He..em... Bubu, Baby Bubu, detak jantung baby terdengar bub... bub.. bub... jadi aku panggil baby Bubu heheheh," ucap Diandra dengan senyuman manis nya.


David tersenyum dia mengelus pucuk kepala istrinya dengan lembut sekali.


"Baby Bubu Papa Mama ya, Kami sayang kamu nak, sehat sehat sayang," ucap David lagi.


"Iya Papa," ucap Diandra.


"uluhh... imutnya istriku sayang, gemesh deh," ucap David seraya menguyel uyel pipi istrinya.


"Gemesh deh, suamiku makin tampan, gemes banget aku tuh," seru Diandra.


"Sayang pengen peyuukk..." seru Diandra sambil merenggangkan kedua Tangannya.


"Pengen Peluk? sini sayang sini, Aku peluk erat erat, kamu kedinginan?" tanya David yang di balas anggukan kepala oleh Diandra.


"Ya udah aku peluk biar hangat sehangat cinta aku ke kamu ," ucap David yang tak segan segan menunjukkan perasaannya di depan mereka semua.

__ADS_1


"Hahahahaha...." Mereka berdua tertawa bahagia, sangat bahagia sampai sampai tidak memperhatikan wajah bodoh sahabat sahabat mereka yang menyaksikan keuwuan pasangan itu.


Otniel dan Joy saling Menatap, rahang mereka hampir jatuh karena melihat sisi yang benar benar berbeda dari David.


Boro boro melihat wajah pria itu tertawa saat bekerja, senyum tipis saja sudah menjadi angin segar bagi seluruh karyawan pria itu.


Ekspresi datar dan dingin yang selalu dia tunjukkan pada orang orang tidak berlaku untuk istrinya yang cantik dan menggemaskan.


David benar benar berbeda, dia berubah banyak dan jauh dari apa yang selama ini orang orag pikirkan tentangnya.


"Apa itu benar kak David? dia... dia orang yang sama kan?" bisik Joy ke telinga Otniel.


"Aku juga terkejut Joy, sejak dia menikah dia banyak berubah, wahh ini benar benar hal yang luar biasa, dampak Diandra sangat besar terhadap perubahan pada diri David," balas Otniel lagi dengan cara yang sama.


Dari kaca mobil Vasko melirik Joy dan Otniel yang malah tampak mesra di belakang, mereka sangat dekat sehingga membuat Vasko merasa kalau dia benar benar telah kalah sebelum berjuang, Joy dan Otniel benar benar kompak bahkan sangat romantis.


Vasko memasang wajah masam, jika bukan karena Diandra dia tidak akan ikut dan akan memilih tidur di rumah atau mengurus bisnisnya dari pada harus melihat pemandangan dimana orang yang merebut hatinya justru bercanda ria dengan sahabatnya sendiri.


"Aku benar-benar sudah gila, aku akhh... siaal!" umpat Vasko, tanpa sadar dia memukul setir mobil hingga menyalakan klakson panjang yang membuat mereka semua terkejut sambil menatap pria itu.


"Kak Vasko ada apa!" tanya Diandra sedikit panik.


"Ahhh tidak, maafkan aku ada buaya ehh ada kucing tadi lagi pacaran di tengah jalan" elak pria itu sambil menggaruk garuk tengkuknya.


"Joy, tolong pijit kepalaku, ini agak pening, aku tak bisa tidur selama di pesawat," ucap Otniel dnegan niat jahilnya,dia benar benar suka melihat Vasko panas dan terbakar api cemburu.


"Ini minyak kayu putih, pakailah, bisa meredakan pusing mu!" ucap David sambil menyodorkan minyak kayu putih pada Otniel yang diterima oleh Joy namun mata Joy menangkap mata Vasko yang melirik mereka dengan tatapan tajam.


"Apa apaan matanya itu, seperti ingin menerkamku saja," batin Joy.


"Tolong ya Joy, aku pening,"ucap Otniel, sejujurnya dia memang sedikit pusing namun didramatisir untuk membuat orang yang mengemudikan mobil itu kebakaran jenggot melihat kemesraan Joy dan Otniel.


"Dasar Otniel, kau ada ada saja, Vasko benar benar marah hahhahahah, makanya kalau suka bilang bro!" batin Joel tertawa terbahak-bahak meskipun sejak tadi dia tampak tertidur tetapi dia mendengar semua percakapan mereka.


Vasko mengemudi dnegan wajah kesal, Katanya tak bisa lepas dari Joy dan Otniel dan hal itu jelas dilihat oleh David.


"Vasko fokuslah menyetir, jangan sampai kita kenapa kenapa karena kau selalu melirik ke belakang, memang ada apa disana?" ucap David dengan nada kesal, sejak tadi mata Vasko melirik Joy dan Otniel.


"Ada kucing sudah kubilang, kucing pengganggu, sangat menyebalkan," ucap Vasko.


Dia menetralkan pikirannya, jangan hanya karena seorang perempuan dia dan yang lainnya mengalami kecelakaan tentu dia tidak mau itu terjadi apalagi adiknya sedang dalam keadaan hamil muda.


Mereka melaju menuju rumah sakit dengan tenang meskipun hati Vasko tak bisa tenang saat melihat Joy dan Otniel saling melempar candaan, dia benar benar panas saat ini.

__ADS_1


Beberapa lama perjalanan mereka pun tiba di rumah sakit milik Daddy Kenzo kakak kandung Mama Luna. Disana William dirawat selama hampir sebulan penuh dan keadaannya sudah sangat membaik, Bella mendampinginya dengan baik.


David menggandeng tangan mungil istrinya, dan Diandra menempel di lengan suaminya.


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kak Bella dan Kak William, aku tak bisa kesini karena mual muntah Minggu lalu, aku merindukan mereka," ucap Diandra dengan senyuman bahagia di wajahnya.


"Aku juga tidak sabar menemui kakkaku Diandra," timpal Joel tepat sebelum David berbicara.


"Kakak sih lama pulangnya, Kak Will nyariin kakak loh," ucap Diandra.


"Ya kan ngurus bayi besarmu itu," ucap Joel seraya melirik David.


"Aku bukan bayi Joel!" ketus David .


"Jangan berdebat, kita ke dalam saja," ucap Diandra.


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah sakit itu sambil menenteng beberapa paper bag berisi makanan yang dibuatkan oleh Diandra dan David saat di rumah besar Park tadi.


Ada beberapa helai pakaian untuk Bella dan William serta snack Ibu hamil yang turut di bawa serta untuk Diandra.


Mereka berjalan beriringan memasuki rumah sakit itu.


Vasko menatap Joy yang berjalan di depannya dan Otniel di depan Joy, hati Vasko benar benar panas dingin saat ini, gundah gulana melihat pujaan hati cuek pada dirinya.


"Tak bisa begini, aku harus bicara padanya," ucap Vasko dalam hati.


"Aku pinjam Joy sebentar!" ucap Vasko yang sudah menarik tangan Joy secara tiba-tiba.


Mereka semua menoleh dan menatap Vasko serta Joy yang sudah pergi jauh.


Otniel tersenyum, "Selamat berjuang bro!" ucap ya sambil tertawa.


"Mau kemana mereka?" tanya Diandra.


"Urusan hati Dian," ucap Otniel.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉

__ADS_1


CIE BANG VASKO MAU NGAPAIN NIH?


MAU NGOMONG, MAU NEMBAK ATAU MAU......


__ADS_2