Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Misteri


__ADS_3

Mereka semua menatap Joy, Diandra penasaran dengan sosok gadis yang menggandeng lengan suaminya itu, menyadari tatapan Diandra, David langsung menjelaskan tanpa di suruh, dia tak mau Dian salah paham.


“Oh iya sayang kenalin ini adikku Joy, dia teman baik yang kubicarakan beberapa hari lalu,” jelas David.


“Hai kakak ipar, senang bertemu denganmu, kakak tidak dibuat susah kan sama kak David?” tanya Joy yang langsung menggandeng Diandra di sisi lain sehingga wanita itu diapit dua gadis saat ini.


“Hai Joy senang bertemu denagnmu,” ucap Diandra dengan senyuman manis.


“Wah cantik sekali, kak David kakak dapat jackpot punya istri secantik kak Dian huwaahhhh aku jadi seorang fans sekarang,” seru Joy sambil memeluk Diandra dengan erat.


“Hai Reva senang bertemu denganmu, tak kusangka asisten tuan Brandon yang terkenal ternyata sangat berbeda jika di luar perusahaan,” ucap Joy menyapa Reva.


“Ahhh halo juga Nona, senang bertemu dengan anda, saya juga tak menyangka kalau asisten tuan Nicholas yang terkenal sangat berbeda jika di luar perusahaan,” sapa Reva denagn nada datar seperti biasa jika dia berbicara dengan orang lain, tapi tidak untuk Diandra.


“Wahhh.... kalian berdua orang orang hebat ya, yang satu asisten tuan Nicholas yang misterius dan yang satu asisten pak tua bau tanah itu,” ucap Diandra yang mengumpat Papanya sendiri.


Joy tersenyum ,”Jadi kakak ipar belum tau ya, wahh aku salut dengan wanita seperti kakak ipar, dia benar benar menerima kak David dengan wajah cacatnya itu, pantas saja kak David begitu bahagia dengan pernikahannya ini,” batin Joy sambil melirik David.


“Kamu tau siapa tuan Nicholas sayang?” tanya David.


Otniel, Vasko dan Joel ingin mengumpat saat pria itu menanyakan hal itu, tentu saja Diandra tau di belakang mereka saja sudah ada poster si pria bertopeng itu sebagai pebisnis muda yang unggul di berbagai negara.


“Tau, itu kan di poster yang di belakang, siapa coba yang gak kenal kalau posternya di pasang segede itu, pasti itu tuan Nicholas nya narsis sampe mukanya di pajang besar besar begitu ihh,” Diandra mengejek poster besar yang di tempel di pilar pilar bangunan itu.


“pfftt..... hahahahaha..... berani sekali kamu mengejek tuan Nicholas Dian, awas di kejar loh kamu,” ucap Otniel yang tertawa puas saat mendengar ucapan Diandra.


“Hahahahah.... kau benar dek, dia itu sangat narsis iya kan DAVID hahahaha,” ucap Joel menggoda sahabatnya yang notabenenya adalah tuan Nicholas itu sendiri.


“David hanya bisa terdiam mendengar istrinya mengejek dirinya, seandainya Diandra tau siapa pria di balik topeng itu pasti dia akan benar benar malu karena sudah mengejek suaminya sendiri.


“Kakak ipar punya selera humor yang tinggi ya hahahahah, aku setuju meski aku asistennya hahahaha,” tawa Joy sambil melirik David yang memasang wajah masam karena sedari tadi dia di ejek mereka terus menerus.

__ADS_1


Lain halnya dengan Reva, gadis itu benar benar hanya akan tertawa dan menangis jika Diandra yang membuatnya tertawa atau menangis, saat ini saja wajahnya benar benar datar seperti tembok bangunan super market itu.


“Oh iya Va, kenalin ini suami kakak,” ucap Diandra.


“Suami? Jadi dia pria pelayan yang tidur dengan kakak di malam itu?” tanya Reva dengan nada datar sehingga dia terkesan merendahkan padahal sebenarnya dia ingin melihat bagaimana mereka memperlakukan Diandra.


“Ummm jangan kasar begitu dong Va, kamu kenapa sih? Seperti bukan dirimu,” ucap Dian yang heran dengan Reva.


“Nggak apa apa kak, reva Cuma mau mastiin kalau kakak benar benar bahagia bersama pria itu, ku dengar Bella si manja itu juga mempermalukan dirinya di pesta malam itu, aku tak bisa melepas kakak kalau dia saja tak bisa menghargai dirinya, bagaimana bisa dia menjaga kakak kalau dia saja gampang di tindas,” ucap Reva sambil menatap David dengan tatapan berani.


“Wahhh berani sekali gadis ini, tapi sorot matanya itu benar benar tidak asing,” batin Otniel yang sekilas tampak melirik Vasko yang hanya memasang wajah datar sambil menatap Reva.


Reva adalah gadis yang berani, tatapannya juga begitu tajam, dia tak akan segan segan melukai orang yang membuat kakaknya menderita , bahkan keluarga Aniston menunggu giliran mereka untuk pembalasan selanjutnya.


“Pedas sekali omonganmu nona, jangan karena kau tangan kanan keluarga Aniston kau bisa merendahkan sahabatku,” ucap Joel yang tak suka dengan perangai Reva.


“Iya itu benar, jangan hanya karena dia seorang pelayan kau berkata dengan nada merendahkan seperti itu,” sambung Otniel yang juga tak suka jika salah satu sahabatnya direndahkan.


“Ekhmm.... sudahlah, dia benar, jika orang lain dengan mudah menindasku maka bagaimana bisa aku menjaga istriku yang cantik ini apalagi dengan wajahku yang buruk rupa ini, sudah bisa dipastikan akan banyak pria yang mengantri untuk mendapatkan Diandra,” ucap David sambil menarik Dian ke dalam dekapannya.


“Tenang saja adik ipar, aku akan menjaga istriku ini dengan sangat baik, dia benar benar berharga sampai membuat kita bersitegang seperti ini,” ucap David sambil menatap Reva dengan tatapan tak kalah dingin bahkan sangat mengintimidasi.


“Hmmm.... ya ya ya aku akan mencoba mempercayaimu kakak ipar, jangan sampai kakakku kenapa kenapa,” ucap Reva sambil menganggukkan kepala tanpa rasa takut.


“sudahlah, apa kalian akan berdebat sampai supermarket ini tutup?” ucap Diandra melerai mereka.


“Dan kamu Reva, kamu gak perlu khawatir kakak baik baik aja kok, malah kakak lebih bahagia bersama mereka, “ ucap Dian memberi penjelasan pada Reva.


“Haishhh... kakak benar benar udah nyaman sama orang sampai lupa sama Reva,” rengek Gadis itu sambil menunduk sedih, dia benar benar khawatir jika Diandra tidak dalam jangkauannya.


Melihat Reva yang merengek seperti itu sontak membuat para pria termasuk juga Joy terkejut bukan main.

__ADS_1


Bagaimana bisa gadis itu bisa berubah dari garang menjadi imut seperti itu di saat yang bersamaan.


Jika dilihat lihat dia akan bertingkah seperti anak kecil hanya jika berbicara dengan Diandra.


“Astaga kepribadiannya benar benar tidak bisa di tebak,” gumam Otniell yang menatap Reva dengan tatapan tak percaya.


“Cup... cup cup... jangan sedih dong kakak gak lupa loh sama Reva, kakak malah kangen banget tapi kan Reva kerja di sana jadi kita jarang ketemu,” ucap Diandra sambil menggenggam tangan Reva.


“Hishhhhh.... baiklah kalau begitu Reva akan keluar dari sana, lagian gak ada kakak gak seru, ya udah kalau gitu Reva pulang dulu ya kak,” Ucap Gadis itu dengan senyuman ceria berbeda jika sudah menatap yang lainnya dia akan terlihat seperti iblis.


“Cantik,” batin Otniel.


“Lah kamu mau keluar? Ya ampun gak perlu sampai segitunya juga Va,” ucap Diandra.


“Heheh pokoknya kakak sudah bilang, oh iya ini nomor Reva langsung call Reva ya, bye bye kak ummah..”ucap Reva sambil mengecup pipi Dian dengan gemas.


“Bye kak,”ucap Reva dengan senyuman manis di wajahnya.


“Saya permisi,”ucapnya sambil membungkuk dengan wajah datar benar benar menyeramkan.


Mata Reva takk sengaja bertemu dengan Vasko yang sedari tadi hanya diam dan terus memperhatikan gerak gerik gadis itu, seketika dia gugup ada sorot kesedihan di mata gadis itu, cepat cepat dia mengalihkan pandangannya.


“Gadis ini...” Vasko menatap Reva dengan tatapan menyelidik.


Reva pergi terlebih dahulu dia berjalan dengan cepat, matanya tiba tiba saja mengeluarkan cairan bening, cepat cepat dia mengusap air matanya dan pergi dari sana.


.


.


.

__ADS_1


Like, Vote dan komen


__ADS_2