
David dan Vasko terdiam, mereka berdiri di depan pintu kamar itu sambil mengalihkan pandangan mereka ke sembarang arah, mereka berdua seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar, saling diam dan cuek.
Lama mereka berdiri di depan pintu itu, merenungkan diri mereka yang terbawa suasana dan malah membuat keadaan semakin runyam.
“Maaf,” ucap David dan Vasko bersamaan membuat mereka saling menatap sekilas lalu mengalihkan pandangan mereka lagi.
“Aku salah, aku terlalu marah,” ucap David yang sudah menyadari kesalahannya.
“Hmmm aku tau, kau kan memang seperti itu bodoh,” ejek Vasko yang malah membuat David kesal, namun dia menahan egonya agar tidak terjadi perdebatan lagi diantara mereka.
“Ck... jangan mengajakku berkelahi lagi Vasko, diandra masih belum sadar,” ucap David dengan nada kesal.
“Hmmm... iya iya, dasar pria aneh, tempramenmu sangat buruk,” ucap Vasko yang malah semakin memancing amarah David.
“Fuhhhhh.... kau benar benar mengajakku berkelahi hah?” ketus David dengan wajah kesal.
“Tidak, aku tak pernah mengajakmu berkelahi, aku hanya mengucapkan faktanya,” jawab Vasko lagi lagi menggoda David, cara ini yang biasa dia lakukan untuk menguji sahabatnya itu. Dan seperti yang sudah sudah, David selalu mengalah.
“Terserah,” jawab David cuek.
“Ayo!” ucap Vasko.
“Kemana? “ tanya David.
“Bertemu Mama, kita minta penjelasan,” uucap Vasko.
David menatap Vasko dengan tatapan menelisik.
“Baiklah,” ucap David yang langsung setuju, benar kata sahabat sahabatnya, dia harus mendengar alasan nyonya Alena terlebih dahulu agar bisa menyelesaikan masalah mereka dengan baik.
“Tenyata kau cepat juga, kupikir kau akan menolak tadi,” ejek Vasko.
“Aku tidak seperti dirimu,” sindir David.
Kedua pria itu berjalan menuju ruang santai dimana yang lain masih duduk disana sambil menantikan kabar dari mereka. Para pria yang sibuk dengan dunia kerja mereka, juga bergabung disana dan sudah mendengarkan penjelasan dari keributan yang membuat mereka keluar dari ruang kerja.
“Bagaimana keadaan Diandra Vid?” tanya Aiden yang melihat kedatangan putranya.
“Entahlah Papi, “ jawab David dengan nada ketus yang membuat Aiden seketika itu kesal, dia berjalan dan menghampiri anaknya.
Tuk...
__ADS_1
Aiden memukul kepala anaknya karena kesal mendapatkan jawaban menggantung dari David.
“Dasar anak bodoh, kalau menjawab yang benar, aku Papimu bukan temanmu bodoh!!” umpat Aiden yang tak segan segan memukul putranya di depan yang lain, karena baginya sampai sebesar apa pun David, baginya David hanyalah seorang bocah kecil yang masih perlu bimbingan.
“Ck... Papi aku memang tidak tau bagaimana keadaannya, kami berdua diusir dari kamar,” ucap David menjelaskan.
“Diusir kenapa?” tanya Mikha heran.
“Tentu diusir, kak David kan pasti teriak teriak di kamar,” timpal Joy yang sudah bergabung disana.
“Joy !!” geram David, dia masih mengingat pelanggaran gadis itu.
“Ck... dasar kaku!” ledek Joy yang langsung bersembunyi di belakang punggung Christo.
“Sudah kalian jangan berdebat,” ucap Christo.
“Hufftttff.... Mami bagaimana ini,” ucap David yang langsung duduk di samping Mikha.
“Tenang nak, kita selesaikan dengan cara damai,” ucap Mikha sambil mengusap punggung putranya yang telah berumah tangga itu.
“Baiklah,” ucap David pasrah.
“Baiklah, sebelumnya mama minta maaf karena telah membuat semuanya kacau seperti ini,” ucap Alena.
“Ma...” ucap Reva sambil menatap Nyonya Alena yang tampak sedih.
“Mama?” gumam Vasko bingung.
“Sebenarnya saat kejadian itu terjadi, mama yang meminta pada Papa kalian untuk berpisah sementara waktu samapi ketua kelompok Black Rose diselesaikan,” ucap Nyonya Alena.
“Mama tau kamu sudah menghancurkan organisasi gelap itu nak, tapi ketua sebenarnya masih hidup sampai saat ini, dan dia mengincar kamu dan Diandra,” jelas nyonya Alena yang membuat mereka semua terkejut, bahkan David sampai terbelalak.
“Maksud Mama?” tanya Reva yang juga belum mengetahui alasan itu.
“Mereka mengincar Vasko dan Diandra karena tau mereka berdua adalah bibit unggul yang bisa mereka gunakan sebagai penerus Black Rose dan sebagai alat untuk menjalankan kejahatan mereka, alasannya karena Vasko dan dian mewarisi keahlian Papa dan Mama,” jelas Nyonya Alena.
“Dan Vasko, alasan Mama berpisah dengan Diandra karena pada saat itu Mama tengah mengandung adik kalian, dan dia adalah Reva, “ ucap nyonya Alena.
Vasko terkejut dengan fakta ini, dia tidak tau kalau dia memiliki adik lain, pantas saja setiap melihat Reva, dia merasakan sesuatu yang lain.
“Waktu itu, Mama pindah ke Jepang dibantu oleh Katherine, adik Mama yang belum memiliki anak, dan mereka memutuskan untuk mengadopsi Diandra dan berjanji akan menjaga diandra, Mama waktu itu tak bisa berbuat apa apa, Mama pergi dari Jerman tanpa uang sepeser pun, Mama tak bisa memakai fasilitas karena semuanya dibajak oleh kelompok itu, jika melakukan itu, Mama akan tertangkap dan adikmu Reva juga akan menjadi korban, Mama tak bisa,” ucapnya mulai menangis.
__ADS_1
Luna mengusap punggung sahabatnya, dia sudah tau cerita itu.
“Akhirnya Mama memberikan Diandra pada mereka, berharap mereka bisa menjaga Diandra sebelum Mama bisa bangkit, Katherine dan Brandon juga menyayangi Diandra, akhirnya kami berpisah dan mereka pindah ke Jerman sedangkan Mama tetap di Jepang,”jelasnya.
“Brandon bajingan itu ternyata hanya mengincar harta keluarga kakek dan nenek yang diwariskan pada adik Mama, oleh karena itu nak David.... ” Alena menatap David.
“Oleh karena itu, kamu sering melihat Diandra alias Lily dan Katherine di hotel tempat kamu bekerja saat muda dulu, sebenarnya mereka sedang melarikan diri dari kejaran tuan Brandon yang terus mengancam Katherine kalau dia akan membunuh Diandra dan membongkar masa lalu Diandra jika tidak menyerahkan perusahaan ke tangannya,” ucap nyonya Alena yang membuat David begitu terkejut, pantas saja dulu Nyonya Katherine dan Diandra kecil sering datang ke hotel itu.
“ Setelah mama bangkit, Mama merangkap menjadi guru beladiri Diandra tanpa sepengetahuan Brandon, pria bajingan itu memblok komunikasi Mama dengan adik Mama, berkat bantuan Luna, Mama bisa bangkit waktu itu,“ ucap Nyonya Alena.
“Dan kematian Katherine adalah kematian tidak wajar, hanya Diandra kunci untuk mengetahui siapa penyebab kebakaran itu, oleh karena itu Brandon dan Helen mengejar Diandra, alasannya adalah untuk membunuh Diandra,” ucapnya lagi.
“Mama selalu mengawasi kalian, oleh karena itu, Mama meminta Reva masuk ke perusahaan Aniston dan bekerja disana agar bisa melindungi Diandra, serta Sean, Sean adalah kakak kalian, dia anak angkat Mama, Mama memintanya menjadi tangan kananmu di aliansi untuk melindungi kamu,” jelas Nyonya Alena.
David dan Vasko terdiam, ternyata Alena menjaga mereka dengan baik hingga saat ini, dan Diandra harus mendengar hal itu dan mencoba mengerti dengan keadaan Alena waktu itu.
“Dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui vasko,” ucap Sean yang membuat mereka semua menatap pria itu.
“Kak... jangan,” ucap Reva yang menjadi panik.
Vasko penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh Sean.
“Nak...”
“Nggak Ma, Sean gak mau Mama menyimpan itu semua, mereka harus tau!!” ucap Sean.
“Penyebab Mama lumpuh saat ini adalah dirimu Vasko!!” ucap Sean dengan tatapan mata serius.
Deghh....
Vasko terkejut bukan main, Mamanya lumpuh karena dirinya, dan dia baru tau hal itu, dan kenapa bisa?
.
.
Like, vote dan komen
Hey from Doctor Otniel
__ADS_1