
Kembali ke masa sekarang,
" Ra kemasi barang barangmu, kita pergi, jangan khawatirkan apa pun lagi ya, semua akan baik baik saja," ucap Joel sambil mengusap wajah Ara dengan sangat lembut, penuh perhatian.
Ara menatap Joel, dia menghamburkan pelukannya pada pria itu.
" Terimakasih banyak," ucap Ara.
" Aku yang berterima kasih karena kau bertahan sampai sejauh ini," ucap Joel membalas pelukan kekasihnya.
" Huh lihat wajahmu juga jadi terluka gara gara mereka, ck... apa ini sakit?" ucap Joel sambil mengusap bekas tamparan di wajah Ara.
" Tidak, ini baik baik saja, tidak sakit sama sekali," jawab Ara.
Joel tersenyum, " Ya sudah nona, sekarang kita bergegas perasaanku tidak enak, si Mama Gorilla akan mengomeli kita kalau terlalu lama!" ucap Joel.
" Ahh kau benar, ya sudah ayo, aku sudah selesai, semua barang penting sudah ku ambil," ucap Ara.
" Baiklah kita berangkat!"
Joel dan Ara beranjak dari rumah itu dan berangkat menuju rumah besar Park.
Sejak kejadian saat itu, tak ada keluarga Ara yang berani menyinggung Ara sekali pun, bahkan calon besan mereka langsung ketar ketir apalagi saat tau perusahaan tempat mere bekerja adalah perusahaan Park penyokong petani anggur itu, mereka bisa dalam bahaya kalau sampai menyinggung anggota keluarga Park.
Hari terus berlalu, semuanya tampak berjalan dengan lancar, sebulan penuh persiapan pernikahan Ara dan Joel hingga hari yang dinantikan itu pun tiba.
Seluruh keluarga berkumpul di Aula besar yang sudah disiapkan oleh keluarga Park, alasannya karena Luna menganggap Joel sebagai putranya, seiring waktu berjalan mereka semakin dekat dan terlihat seperti Ibu dan Anak.
Semuanya tampak siap dengan pernikahan sepasang sejoli yang telah melalui berbagai rintangan itu.
Persiapan matang, tamu undangan juga sudah dipersiapkan, acara acara sudah disusun dengan baik, acara ini akan dilaksanakan besar besaran sekaligus untuk resepsi pernikahan Diandra, David serta Vasko dan Joy yang sempat tertunda bebe waktu lalu.
Gedung yang semula dirancang untuk resepsi pernikahan Dian dan David kini dialihkan menjadi gedung resepsi per mereka bertiga dengan gedung yang lebih besar serta dekorasi dan acara besar besaran.
Namun semua ini dirahasiakan dari Diandra dan Joy, mereka hanya diberitahu harus berdandan cantik memakai gaun yang sudah disiapkan dan mempersiapkan diri mereka untuk acara resepsi pernikahan Ara dan Joel, padahal David dan Vasko sudah diberitahu tentang rencana ini.
Kejutan besar menunggu kedua ibu hamil ini, satu si Mama Gorilla yang sedang hamil tua dan dan si setan kecil yang sedang hamil muda.
Seluruh persiapan telah rampung, hari yang ditentukan telah tiba, keluarga besar kini bersiap siap untuk acara resepsi pernikahan terbesar yang pernah mereka lakukan itu.
Keluar Mark dan Andin, Ken dan Rose, Vanya dan Alex, Bima dan Celine serta semua anak anak mereka turut hadir dalam acara besar itu.
__ADS_1
Keluarga Park lengkap hadir bersama Kiel dan Kiara anak mendiang Ferdi dan Anna, semuanya tampak antusias untuk menghadiri acara ini.
Keluarga Dari pihak Diandra juga turut serta, Sir Petra juga diundang ke acara ini.
Dan akan ada kejutan kejutan lain yang menanti mereka dalam acara besar yang telah dipersiapkan itu.
Sang pemilik pesta sudah bersiap siap di ruang ganti masing-masing, Joel tidak diperbolehkan menemui pengantinnya sebelum acara pemberkatan dimulai.
Joel tampak gagah dengan stelan Jas berwarna navy blue dengan sepatu cokelat mengkilat dan tatanan rambut yang rapi.
Dia tampak gagah dengan pakaian terbaik yang sudah disiapkan jauh hari. William dan Bella juga turut hadir dalam acara itu, tentu saja mereka tidak akan melewatkan acara pernikahan adik mereka.
"Wah kau tampak hebat dengan pakaian itu, kau keren Joel, ck... kenapa kau lebih tampan dari aku ya?" celetuk William yang menjadi pendamping pengantin pria bersama Otniel dan si Edward kecil.
" Hahaha... tentu saja aku lebih tampan gennya ibu turun padaku semua,kau hanya dapat seperempat hahahah," seloroh Joel.
"Cihh dasar manusia narsis," ejek William yang ditanggapi gelak tawa oleh Joel.
" Wah... wah..wahh lihat pengantin kita, baru kali ini kau tidak berpenampilan lusuh hahahahah," celetuk Otniel yang datang bersama Edward yang terlihat begitu gagah dan tampan.
" Ck... bilang saja kalau kau iri iya kan ?hahahahahah Jomblo terus hahahaha...." ejek Joel yang membuat Otniel mengerucutkan bibirnya.
" Uncle kan bilang kenyataannya sayang heheh, ya maap kalau pak Dokter tersinggung hehehehe..." Tawa Joel.
" Ck.. dasar si kampret ini, huh tak apa Edward nanti kita cari calon Mommy yang terbaik untukmu," ucap Otniel.
" Daddy mau menikah seperti Uncle Joel juga?" tanya Edward dengan serius.
" Hmmm... kalau ada yang mau menerima kita berdua dengan tulus, Daddy mau tapi kalau dia cuma mau terima Daddy tapi gak terima Edward, mending gak usah sama sekali, cukup Daddy dan Edward saja ," ucap Otniel.
Joel dan William saling menatap, Otniel benar benar menyayangi Edward seperti anak kandungnya sendiri.
Sementara itu di ruang ganti pengantin wanita, Ara tampak sangat cantik dirias langsung oleh Si Nyonya Park, dia benar benar ingin memberikan yang terbaik, atas permintaan Joel, Luna merias Pengantin wanita.
" Wahhh cantik sekali!!" seru Diandra dan Joy yang sudah selesai dengan penampilan mereka
Kedua ibu hamil ini tampak bersinar dalam balutan gaun mahal dengan bahan brukat berwarna putih dengan blazer putih untuk menutupi lengan mereka agar tidak kedinginan.
Make up natural yang tampak fresh di wajah mereka membuat penampilan keduanya tampak mempesona.
"wahhh bumil cantik!!!" seru Ara dan Luna dengan mata berbinar binar melihat penampilan kedua wanita itu .
__ADS_1
" Ehh hahahah... iya dong," seru mereka berdua
Ara sendiri tampak memakai gaun panjang berwarna baby blue dengan manik manik di bagian dada dan ujung dress-nya, rambutnya disanggul tinggi ke atas, make up segar yang membuatnya tampak sangat cantik .
" Kalian semua benar benar cantik, Mama senang bajunya cocok!' seru Mikha yang juga berada dalam ruangan itu .
" Mami!" seru Diandra sambil menghampiri ibu mertuanya.
" Uhh mantu Mami cantik banget, Baby Bubu juga pasti secantik Mamanya, Iya kan Baby Bubu," ucap Mikha sambil mengusap perut buncitnya si Mama Gorilla.
dug..
dug...
dug...
Baby Bubu langsung merespon membuat Mikha tersenyum bahagia.
" Wahhh Baby Bubu geraknya aktif banget ya, gak sabar nenek nungguin Baby lahir," seru Mikha.
Melihat kedekatan Diandra dengan Mikha membuat Joy merasa sedikit sedih, dia merindukan Mamanya yang mengasingkan diri di desa.
Namun sekejap rasa sedih itu hilang saat Luna menghampiri dirinya.
" Tersenyum lah sayang, Semua akan baik baik saja, kamu dan kandungan kamu," ucap Luna.
" Terimakasih Ma, terimakasih selalu ada buat Joy," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
" Aduhh jangan nangis sayang, tuh kan make up-nya jadi melumer," celetuk Luna yang malah panik.
"Pffftthhh hahahhahaha, melumer? emangnya es krim Na hhahaha kamu ada ada aja istilahnya" celetuk Mikha.
" Heheheh ya maap,"
.
.
.
bersambung...
__ADS_1