
Mendengar suara seseorang di dekat mereka membuat kedua bocah itu menghentikan tangisan mereka dan membersihkan air mata mereka.
Keduanya menoleh dan melihat Chelsea yang masih memakai baju pasien kini berada di depan mereka berdiri sambil menatap mere dengan tiang infus yang dibawa bawa keluar.
Edward dan Emily adalah anak yang cuek pada orang lain, bahkan mereka bisa sangat dingin melebihi dingin si Jacob anak pasangan Mafia itu.
Namun kali ini berbeda, mata keduanya tampak berbinar binar saat melihat gadis cantik dengan senyuman lembut di wajah polos itu.
" Aunty cantik yang disekolah waktu itu ya?" ucap Edward dengan senyum menggemaskan di wajahnya.
" Wahh kamu ingat Aunty? hebat kamu sayang," ucap Chelsea sambil menepuk pucuk kepala Edward dan Emily.
"Siapa Abang? Mommy baru?" celetuk Emily dengan wajah penasaran, mata bulat dan pipi gembulnya itu benar benar menggemaskan.
Chelsea sendiri bahkan terkejut dengan apa yang diucapkan gadis kecil itu.
"Astaga ada apa dengan anak ini, ke apa dia tiba tiba mengatakan itu, apa mereka tidak ingat Mommy mereka? dasar anak anak," batin Chelsea.
"Ehh boleh juga sih, heheh ide kamu bagus," ucap Edward sambil tersenyum menatap Chelsea yang semakin bingung.
"elhmm.... nak kenapa kalian berdua menangis tadi?" tanya Chelsea sambil duduk di samping Edward dan Emily kemudian menatap kedua anak itu dengan lembut.
" aunty, Daddy lagi sakit, Daddy pucat terus dan gak bisa banyak bergerak, makanya kita nangis, kita khawatir dengan keadaan Daddy ," ucap Edward sambil mengerucutkan bibirnya.
"Loh kalau sakit kan bisa dirawat sayang, ehh... sebelum itu nama kalian siapa? kalau Aunty namanya Chelsea, panggil aja Aunty El," ucapnya memperkenalkan dirinya.
"Aku Edward Aunty dan ini Baby Bubu," jelas Edward.
"Namanya Baby Bubu?" tanya Chelsea memperjelas.
"Eh... aduh lupa," ucap Edward sambil menepuk kepalanya sendiri.
" Namanya Emily, Baby Bubu kenalin diri kamu," ucap Edward.
"Halo aunty, aku Emily tapi biasa dipanggil Baby Bubu sama Abang," Jelas Emily.
"Ahhh aunty paham," ucapnya.
"Jadi gimana tadi? apa Daddy kalian sudah dirawat?" tanya Chelsea penasaran.
"Aku belum menemui Pak Otniel sekalipun sejak aku dioperasi, kali ini aku yang harus menemuinya," batin Chelsea.
"Siapa yang rawat Aunty, gak ada yang bisa," ucap Edward.
__ADS_1
"Loh kenapa?Mommy kalian kan ada?" tanya Chelsea.
"Mama Diandra gak mungkin ngerawat Daddy Niel, Mama harus jagain kita dan ngurus rumah sama Papa David, di rumah juga repot, kan kasihan kalau Mama Dia Dea yang ngurus semuanya," jelas Edward.
" Hah? emm maksud Aunty Mommy kandung kamu," ucap Chelsea yang belum tau kisah tentang Edward, semua rumor yang dia dengar selama ini dia pikir hanya sebuah rumor belaka yang tak perlu dipercayai.
Tiba tiba Edward dan Emily menjadi murung, hal ini membuat Chelsea bingung.
" Aunty, Mommy Udah disana, gak di bumi lagi, Mommy Sean udah pergi jauh, dan lagi pula Edward bahkan gak kenal orangtua kandung Edward, tapi yang Edward tau kalau Mereka juga sudah bersama Mommy Angkat Edward" ucap Bocah kecil itu dengan mata berkaca-kaca sambil menatap langit yang cerah.
" Abang ," ucap Emily seraya menepuk bahu Edward.
Chelsea seketika itu menjadi paham, dan merasa bersalah karena telah menyinggung luka lama Edward.
" Ma..maaf, aunty gak bermaksud mengingatkan kalian, maaf aunty gak tau nak," ucap Chelse sambil menatap mereka berdua dengan wajah menyesal.
" hmm? gak apa apa kok Aunty, mereka juga sudah tenang disana , mengawasi Edward setiap hari dari langit yang indah," ucap bocah kecil itu.
Chelsea hanya bisa tersenyum kaku, bagaimana bisa ada anak setegar Edward, baru kali ini dia menemui anak seperti itu.
" Apa pekerjaan aunty? kemarin Aunty kan seperti kenal dengan Daddy," tanya Edward penasaran.
" Ahh sebenarnya, aunty adalah dokter di rumah sakit ini, aunty bekerja disini bersama Dokter Otniel Daddy kalian," jelas Chelsea.
" Apa kamu tidak ingat? kalian kan melihat kalau aunty dimarahi oleh Daddy kalian waktu itu," ucap Chelsea.
" lah iya, heheh habisan ya penampilan Aunty agak beda dan kami juga melihatnya dari jauh," ucap Edward sambil garuk garuk tengkuk lehernya.
" Itu hal biasa, " ucap Chelsea.
"Tapi kenapa Aunty sakit juga?" tanya Edward.
" emmmm.... sebelumnya Aunty mohon kalian jangan marah lagi sama Daddy kalian ya," ucap Chelsea.
" kenapa Aunty, lagian Daddy pantas dimarahin," ketus Edward.
Chelsea tersenyum dia memegang lembut tangan anak laki laki itu," nak ada alasan dibalik semua yang terjadi saat ini, kalian marah karena Daddy kalian berbohong entah kebohongan apa pun itu, tapi Daddy kalian juga punya alasan, Dia tidak ingin membuat anaknya khawatir dan merasa cemas dengan dirinya," jelas Chelsea.
" Sebenarnya Daddy kalian terluka karena menyelamatkan Aunty dari orang jahat, bahkan Aunty send belum bertemu dengan dokter Otniel sejak Aunty bisa jalan," ucap Chelsea.
" Apa aunty sebelumnya lumpuh?" tanya Edward.
" He.. em, bahkan aunty udah gak bisa bicara, tapi Dokter Otniel berjuang untuk menyelamatkan Aunty, akhirnya aunty bisa sembuh lagi, Daddy kalian itu hebat, dia benar benar orang yang bertanggung jawab, pahlawan di rumah sakit ini dan pahlawan untuk kalian,"ucap Chelsea.
__ADS_1
" Tapi kenapa Daddy harus bohong, kenapa Daddy gak bilang kalau dia lagi sakit, Edward takut..." lirih bocah kecil itu.
Chelsea mengusap kepala Edward dengan lembut, sambil tersenyum dia berkata," Emm mungkin Daddy Edward takut kalau Edward jadi sedih karena pahlawannya sakit, Daddy gak mau buat Edward sedih begitu juga dengan Emily, pada akhirnya Daddy memilih berbohong," ucap Chelsea.
"Tapi kan Aunty, bohong itu dosa, kita kan gak boleh berbohong," celetuk Emily.
" Memang dosa sayang, tapi yang namanya manusia pasti punya rasa takut, bohong itu memang gak baik, dan bisa buat orang lain kecewa, tapi ada saatnya ketika kamu dalam kondisi tertentu kamu berbohong untuk membuat diri kamu tenang begitu juga dengan orang lain, "
"Kalian akan paham seiring usia kalian bertambah," ucap Chelsea.
" Jadi kami salah ya aunty karena udah marah sama Daddy," ucap Edward.
" Hmmm.. menurut Edward itu salah atau tidak?" tanya Chelsea.
" Salah," jawabnya sambil menunduk.
"Nah, kalau begitu kalian sebaiknya mendengar penjelasan Daddy agar tidak ada salah paham lagi ya," ucap Chelsea.
"Baik Aunty!" seru mereka berdua.
"anak pintar!" seru Chelsea.
Saat mereka asik berbicara, Joy dan yang lainnya melihat bagaimana kedua anak super ribet itu justru mau didekati oleh Chelsea, hal langka yang tak pernah terjadi.
" Kak Lihat!" ucap Joy pada Varrel, Aurel dan Jessica.
"Wahhh sejak kapan duo super bawel itu bisa didekati orang lain?" ucap Varrel.
" Wahh dunia pasti akan berakhir, kenapa anak anak alien itu bisa bicara pada orang lain, apa gadis itu juga alien, bahaya ini, Otniel dan David mendidik anak mereka dengan cara aneh," Celetuk Aurel.
" Bukannya ini hal yang baik, mungkin saja Edward bisa mendapatkan ibu untuk merawat mereka, kasihan juga Otniel kalau harus merawat Edward sendiri," ucap Jessica.
" Kau benar Jeje, tapi apa Otniel akan setuju? hmmm kita lihat saja nanti, si bodoh itu harus diobati dulu," ucap Varrel yang dianggukkan oleh mereka semua.
Namun tiba tiba tampak kedua anak itu menarik tangan Chelsea dengan kuat, sepertinya ada yang membuat mereka tiba tiba bereaksi seperti itu.
" Aunty harus mau, huaaaa... Aunty harus mau!!!" pekik kedua anak itu, yang sontak membuat semua bodyguard bermunculan bahkan membuat Joy dan yang lainnya tersentak kaget.
" Huaaaaa..... Aunty harus maauuuuuu!!!!!
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉