Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Amel


__ADS_3

Vasko menjelaskan apa yang terjadi, mendengar hal itu justru membuat Dia DRA marah karena kakaknya dikatai sebagai pria tanpa masa depan.


"Lalu bagaimana, apa yang akan kalian lakukan?" tanya David.


"Tunggu sampai Joy tenang, kita akan selesaikan satu persatu," ucap Vasko.


"Ada ada saja Om Putra, memangnya ini jaman Siti Nurbaya apa? main jodoh jodohan segala, lagi pula kenapa gak anak kesayangannya itu yang dia jodohkan kenapa harus Joy!" David menggerutu, dia kenal betul dengan Pak Putra dan tau tabiat pria itu.


"Kakak? Joy punya kakak?" tanya Diandra.


"Punya, Joy punya kakak perempuan dan aku tidak menyukainya, jujur saja dia itu bukan perempuan baik!" ketus David.


"Sayang jangan bicara begitu," Diandra merasa tak enak pada Joy.


"Jujur saja Joy, aku tidak menyukai Amel, kau tau kan apa yang akan selalu dia lakukan jika melihat ku, kak kembar atau saudara ku yang lain," ucap David dengan nada ketus.


"Memangnya kenapa?jangan asal.menilai loh," ucap Diandra.


" Kak kalau ketemu kak Amel, hati hati jangan sampai kakak salah paham dengan dia, dia .." Joy terdiam.


"Dia penggoda!" ketus David yang membuat Vasko, Otniel, Joel dan Diandra terbelalak kaget.


"Hah?"


"Apa dia gadis yang tadi sayang?" tanya Vasko.


"Iya kak, dia kakak perempuan ku anak kesayangan Papa," ucap Gadis itu sambil menunduk sedih.


"Pantas saja hawanya mengerikan tadi, dia menatapku seolah ingin memakan ku, " Vasko bergidik ngeri.


"Jadi sekarang rencana kalian bagaimana Joy?" tanya Otniel, Edward kecil sedang terlelap di pangkuannya.


"Semua tergantung kak Vasko, kalau kakak mau melamar ku bawa Papa dan Mama kakak ke rumah, lagi pula aku sudah mengatakan alasan aku ingin menikah pada Papa," ucap Joy.


"Kau mengatakan apa?" tanya mereka penasaran.


"Aku bilang kalau aku... ha..hamil," ucap gadis itu seraya menggaruk tengkuknya.


"Apaa!!!"pekik mereka semua mendengar hal itu, semuanya terbelalak dengan mata membulat serta rahang terbuka sempurna mendengar alasan Joy.


"Kak Vasko apa kakak?"


"Aku bukan pria seperti itu Diandra, itu akal akalan Joy saja," ucap Vasko sambil memijit pelipisnya.


"Pantas saja kalian diusir," celetuk Otniel.


"Dan terkena tamparan iya kan Joy," ucap Vasko sambil menatap kekasihnya dengan tatapan datar.


"Hehehe... ya jadi begitu deh, kalau gak begitu Papa gak akan setuju," ucap Joy.


"Papa harus dibegitukan, meski harus dengan cara yang ekstrim heheh," kekeh gadis itu sambil mengusap air matanya.


Diandra menatap wajah Joy, dia mengusap wajah gadis itu," Apa ini sakit hmmm?" tanya Diandra.


"Sedikit kak, heheh..." Joy tersenyum.

__ADS_1


"Apa secinta itu kamu sama si kunyuk ini?" tanya Joel.


Joy mengangguk,"He..em.. sangat.. aku sangat mencintai nya, " ucap Joy sambil menatap kekasihnya.


"Kau jangan membuat dirimu dalam bahaya Joy, lihat ini kau sampai terluka," ketus Vasko.


"Kak Dian pernah bilang, apa pun yang terjadi aku harus mempertahankan dirimu, jadi aku memilih melakukan cara ekstrim ini, aku tak ingin kau diambil orang apalagi diambil kak Amel," ucap Gadis itu sambil tersenyum.


"Hmmm... jangan sampai kau terluka, aku tak suka," ucap Vasko.


"Hei hei sudahlah romantis romantisnya, sekarang pikirkanlah apa yang harus kalian lakukan selanjutnya, dasar pasangan aneh, " celetuk Joel yang mulai bosan dengan drama romansa setiap hari.


"Heh kau iri bilang? bukannya kau ada gebetan hmm?" goda David sambil menaikkan satu alisnya.


Mereka semua menatap Joel seraya melemparkan tatapan menggoda.


Tiba tiba wajah pria itu memerah, bisa bisanya dia malu karena digoda begitu oleh mereka.


"Ekhmm... a..aku ."


"Sudahlah Joel, kami tau kau menyukai gadis penjaga kasir itu, siapa namanya, Arum.. Ari.."ucap Otniel sambil memikirkan nama gadis itu.


"Ara, eh..." Joel keceplosan, spontan dia menutup mulutnya sambil menatap mereka dengan wajah merona, lucunya telinga sampai memerah.


"Prrfffthhh... BWAHAHAHAHAHHAHAH.... " Mereka semua tertawa melihat tingkah Joel yang malu malu saat mengingat gadis polos di supermarket Beberapa hari lalu.


"Hayo bang Joel gaet terus sampai dapat yuhuuuu... hahahhaha," Seru Otniel sambil tertawa terbahak-bahak.


"Hahahah... ternyata si kunyuk ini tau juga cara jatuh cinta hahahahah.." David tertawa terbahak-bahak.


"Wah aku juga love at first sight dengan istriku yang cantik ini hahahah... kita benar benar Sahabat ya," sambung David.


"Hei jangan lupakan aku, aku dengan mendiang Jesslyn juga begitu jadi kita semua kompak hahahahhaah...." Tambah Otniel yang tak lagi bersedih jika mengingat mendiang kekasihnya itu.


"Heh aku juga ya, love at first sight dengan kak Vasko, kak Dian juga iya kan kak?" ucap Joy yang dibalas anggukan kepala oleh Diandra.


"Heh sudah jangan bicarakan itu sekarang," ketus Joel yang benar benar malu karena digoda oleh sahabat-sahabatnya.


"Sekarang kita mau ngapain, masa iya di mobil terus?" tanya Joel.


"Hmmm aku akan melamar Joy dengan layak besok, aku akan membawa Papa dan Mama ke sini, boleh kan Joy," ucap Vasko.


Joy tersenyum," Tentu saja boleh, aku akan memberitahukan hal itu pada Mama, bukankah kita sudah punya baby hahahah," jawab gadis itu sambil bercanda.


Vasko menatap kekasihnya, "Sampai sini perjuanganmu sayang, aku akan melanjutkan sisanya, aku akan menjadikanmu milikku," batin Vasko.


Sementara itu di rumah keluarga Joy, Pak Putra duduk di ruang depan sambil memijit pelipisnya, dia benar benar kesal dengan ucapan Joy tadi tetapi dia merasa kalau dirinya memang salah.


"Papa keterlaluan!" ucap Cindy yang duduk di depan Pak Putra.


Pak Putra sadar dia sudah melewati batas bahkan sampai menampar anak kandungnya.


Pria itu menatap tangannya sendiri," Apa aku terlalu kasar?" pikir nya.


Amelia datang dari kamarnya, gadis manja yang selalu dibanggakan oleh Pak Putra karena dia adalah anak pertama Pak Putra yang selalu menurut padanya.

__ADS_1


"Pa, Ma ada apa tadi? Joy pergi dengan siapa itu?" tanya Amel sambil duduk di samping Mamanya.


"Joy akan menikah Mel, yang tadi itu calon suaminya," ucap Cindy sembari melirik Pak Putra yang tampak diam saja.


"Menikah? apa dia pria yang dijodohkan dengan Joy? kulihat mereka tidak cocok, apa kalian tidak salah?" tanya Amel.


"Bukan dia nak, pria itu hanya seorang preman tanpa masa depan yang jelas," ucap Pak Putra yang langsung mendapat tatapan tajam dari Cindy.


"Preman? Papa yakin? masa iya Preman naik Van seharga satu milyar ?" ucap gadis itu.


"Apaaaa!!" mata Pak Putra langsung terbelalak saat mendengar sesuatu yang berbau uang, benar benar dia sudah di butakan oleh uang.


Cindy memutar malas kedua bola matanya, suaminya itu benar benar gila uang.


"Emang papa gak lihat tadi?" tanya Amel.


"Pa kapan orang yang mau dijodohkan itu datang?" tanya Amel lagi bahkan sebelum Papanya menjawab pertanyaan sebelumnya.


"Belum tau, tunggu kepastian dari mereka, kemarin sih bilangnya mau datang hati ini, tapi sepertinya tidak jadi," ucap Pak Putra.


"Kenapa memangnya?" tanya Pak Putra.


"Emm.. nggak Pa, penasaran aja, " ucap Amel sambil tersenyum.


"Kamu mau tidak dijodohkan nak?" tanya Pak Putra.


"Amel? lihat orangnya dulu Pa, kalau mereka kesini Baru Amel putuskan," jawabnya.


"Kami memang anak Papa paling baik, nggak seperti adik kamu itu," ucap Pak Putra.


"Pa!" bentak Cindy membuat Amel dan Pak Putra terkejut.


"Jangan bicara seolah olah kau memperhatikan Joy dengan benar, pikirkan apa kesalahan mu sampai Joy jadi begitu, Mama gak suka anak anak anak Mama dibanding-bandingkan!"tegas Cindy dengan sorot mata tajam.


Amel menatap Mamanya, Ada rasa iri di hatinya melihat Mamanya begitu menyayangi Joy, " Kenapa Mama tidak pernah membelaku?" ucap Amel.


Cindy menatap Amel," Kau sebagai seorang kakak, pikirkan apa kau pernah memperhatikan adikmu yang selalu dituntut Sempurna oleh Papa untuk memenuhi kebutuhan hidupmu Amel!" tegas Cindy.


"Kita semua bisa hidup enak juga karena Joy banting tulang di Jerman sana, kau bisa kuliah sesuka hatimu keluar masuk sana sini juga karena Joy, Papa... hah.. apa aku harus mendaftar semua kebaikan Joy?"


"Amel, Mama selalu anggap kalian berdua sama, kenapa terkadang Mama kasih perhatian lebih sama Joy? karena dia tidak tinggal dengan kita sejak umurnya 13 tahun, sejak dia bisa cari uang Papamu yang memisahkan Joy dari Kita!" ucap Cindy dengan mata berkaca-kaca.


"Mama sayang kalian berdua, tapi kalau Papa terus begini, Mama yang akan menikahkan Joy dengan kekasihnya tanpa Papa!" ucapnya sambil menatap tajam Pak Putra.


"Ma... Pa... " Amel menangis, dia tak suka melihat kedua orangtuanya bertengkar.


"Mama!" bentak Pak Putra.


"Haloooo... " terdengar suara orang memanggil dari luar membuat mereka bertiga terkejut.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2