
Edward melangkahkan kakinya dengan mantap ke depan. Dia berdiri sambil memegang mic dan menatap seluruh penonton. Beberapa saat kemudian di membungkuk hormat ke arah audience.
" Halo semua, saya Edward Snowden Park dari kelas 3 A," sapa bocah imut dengan stelan jas formal yang dipilihkan Diandra untuknya tadi malam saat persiapan akan ke sekolah.
Dia tampak menggemaskan menggunakan stelan kemeja anak berwarna biru muda dengan pakaian putih di dalam dan sebuah pita kupu kupu.
Rambutnya di beri Pomade dan diantara dengan rapi.
Dia berdiri menatap audience, meski gugup dia menarik nafasnya dengan pelan dan membuang dengan cara yang sama.
" Hufftt... aku gugup hehheeh... maaf," celetuk bocah kecil yang sontak membuat para penonton tertawa riang melihat tingkah jenaka anak itu.
"Fiiuuuuuuiiittttt..... itu baru anak Daddy, wohoooo!!" teriak Otniel dari tempat duduk sambil berdiri dan memberi semangat pada putranya.
Semua orang tertawa, Diandra dan yang lainnya hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah dokter tampan itu.
"Dasar kurang umur," ejek David.
"Cihh... suka suka saiyaaaa hahahah..." kekeh pria itu tanpa tau malu.
Hal itu tentu saja membuat Chelsea terkejut, sangat jarang dia melihat Otniel seceria itu. Saat di rumah sakit yang selalu dia lakukan adalah marah marah tak jelas pada semua petugas medis jika ditemukan setitik kesalahan saja.
"Wahh disini dia seperti badut, di rumah sakit dia seperti sedang PMS, kepribadiannya benar benar luar biasa, heran aku," batin Chelsea seraya geleng geleng kepala melihat tingkah Otniel yang di luar persepsi.
Kembali lagi ke atas panggung, Edward kecil tersenyum geli melihat tingkah Daddynya. Pria kecil itu kemudian menatap ke arah Otniel dengan intens dan diam beberapa saat sehingga membuat semua orang terheran.
Dia hanya menatap Daddynya sambil tersenyum lembut dan beberapa kali mengedipkan matanya.
Tiba tiba musik dimainkan, alunan piano yang sangat lembut terdengar di telinga, seseorang memainkan musik dan yang tak lain adalah Si kembar yang bermain musik di belakang panggung tampak saat tirai penutup dibuka.
"Wah kakak kembar!!" seru mereka saat melihat Christan dan Christo bermain musik disana.
Otniel sampai terbelalak melihat kedua kakaknya ada disana, setahunya mereka sedang berada di luar negeri untuk menyelesaikan urusan bisnis mereka masing masing.
"What??"
"Apa ini kenyataan? bagaimana bisa kedua manusia bak dewa itu ada disini!" celetuk Otniel yang benar bena terkejut dengan apa yang terjadi.
"Entah, apa kau tidak dikabari oleh Mama Luna?" tanya David.
"Nggak Mama nggak bilang, biasanya bilang sih kalau mereka pulang," ucap Otniel.
"Sssthhhh... jangan ribut, dengarkan saja, kalian ini bicara sejak tadi," omel Diandra.
"Iya iya Mama Gorilla, hahahah..." ucap kedua pria itu yang bisa bisanya bercanda di saat seperti ini.
Kembali lagi ke Edward dia menatap Otniel dengan senyuman yang sangat manis, musik dimainkan dengan begitu teduh.
"Edward berdiri disini hari ini ingin menyampaikan pada Daddy, kalau Edward sangat sayang sama Daddy, Edward bersyukur bisa punya Daddy yang hebat, punya superhero yang menyelamatkan Edward setiap Edward dalam kesulitan," ucap pria kecil itu.
__ADS_1
"Daddy, Edward berharap Daddy sehat, panjang umur, bisa selalu temanin Edward kemanapun Edward, Karena bagi Edward orang paling berharga di hidup Edward adalah Daddy," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar hal itu sontak membuat para audience menangis haru, bocah sekecil itu mengungkapkan rasa sayangnya pada sang Ayah, sungguh sebuah hal yang romantis.
Otniel menatap putra angkatnya dengan mata berkaca-kaca.
"Anak Daddy memang hebat," gumamnya sambil menangis.
Chelsea sampai kaget saat melihat pria itu menangis," Dokter Otniel menangis hanya karen pernyataan anaknya? wahh dimana aku bisa mendapatkan pria seperti Dokter ini? luar biasa!" batin Chelsea yang benar benar tak menyangka akan melihat hal langka itu hari ini.
"Daddy adalah orang terhebat yang Edward temukan, terimakasih banyak atas semua pengorbanan Daddy serta cinta kasih Daddy Buat Edward, Edward sayang sama Daddy," ucapnya dengan berlinang air mata.
"Daddy dengar ya, Edward mau nyanyi buat Daddy," ucap pria kecil itu.
Si kembar juga terharu, mereka memainkan musik yang sudah mereka latih seminggu ini.
Sebenarnya sudah dua Minggu mereka tiba di Indonesia, namun Edward langsung mengatakan niatnya pada si kembar, dia ingin menampilkan sesuatu pada Daddynya, dan si kembar setuju, mereka berlatih setiap jam istirahat di sekolah.
Musik dimainkan, lagh mulai dinyanyikan oleh Edward kecil.
Ayah- Seventeen
Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik
Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu
Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
__ADS_1
Jika aku tlah jauh darimu
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu
Edward kecil melantunkan lagu itu dengan begitu Indah, Otniel tak tahan begitu juga dengan Diandra, David, Vasko dan Joy serta semua penonton.
Bahkan Chelsea juga ikut menangis haru saat mendengar nyanyian anak kecil yang begitu tulus bahkan sampai menyentuh relung hati semua yang mendengar disana.
"Ahhkk... anak Daddy... Daddy juga sayang kamu nak, Daddy sayang kamu," ucap Otniel.
Dia berdiri dan berlari ke atas panggung ditepati saat Edward menyelesaikan lirik lagunya.
Otniel menghamburkan pelukannya pada Edward sambil menangis sesenggukan. Dia juga manusia yang punya perasaan, dia juga bisa menangis disaat seperti ini.
Semua dia lakukan untuk kebahagiaan putranya, menahan luka, menahan ejekan orang, menahan hinaan orang agar tidak sampai ke telinga anaknya, menahan semua luka yang dia terima.
Sejujurnya banyak kata kata meremehkan dari orang orang di lingkungan kerjanya saat tau dia adalah seorang single parent, namun dia menepis semua itu dan hanya berfokus pada kebahagiaan putranya.
dia tak akan membiarkan siapa berkata kasar pada putranya, jika sampai dia tau hal seperti itu terjadi tentu dia akan langsung bertindak.
"Daddy sayang sama Edward, Daddy mencintai Edward, terimakasih buat lagunya sayang," ucap Otniel.
"Heheh... ihh Daddy jangan nangis, kan jadi jelek hahah... Edward juga sayang sama superhero nya Edward!" celetuk bocah kecil itu sambil mengusap wajah Otniel yang menangis.
"Hahahaha... dasar kau anak tengil, bisa bisanya kau mengatakan hal seperti itu pada Daddy!!" celetuk Otniel yang tertawa sambil menangis.
Semua yang ada disana begitu terharu, acara ini benar benar membuat semuanya merasa bahagia.
"Hei brother, apa kabarmu!" sapa si kembar.
Otniel menoleh, dia mengerucutkan bibirnya menatap kesal ke arah kedua kakaknya,
"Cihh kalian siapa ya? kok pulang gak bilang bilang hilihhhh... kakak kakak laknat," cerocos Otniel.
"Otniel!!" ucap mereka berdua dengan nada geram.
"ups... Gorilla jantan ngamuk, kaburkuuurrr....ahahahhahaha...." teriak Otniel sambil menggendong putranya dan lari dari atas panggung dengan Si Kembar yang mengejar mereka.
"Hahahahhahaha.....
Semuanya tertawa terbahak-bahak mendengar hal itu.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉