
Riko berjalan menuju mobilnya, dengan perasaan kesal dan marah dia membuka mobilnya dengan kasar.
Riko adalah seorang pebisnis yang cukup terkenal di Indonesia, dia menikah dengan seorang wanita yang dijadikan jaminan hutang oleh ayah kandungnya sendiri saat Riko butuh seorang wanita untuk dijadikan istri untuk menutupi sebuah rahasia besar dalam dirinya.
Riko dan wanita bernama Sean itu menikah kontrak dengan syarat Riko mau menerima Edward, setelah satu tahun menikah mereka akan berpisah dan hutang Sean dianggap Lunas.
Sean Wanita yang mengangkat Edward sebagai anaknya setelah menemukan bocah itu di buang di pinggir jalan saat usianya sekitar satu tahun.
Riko membuka pintu mobilnya, dia menatap tajam seorang wanita dengan beberapa luka di bagian tubuh nya, lebam di wajahnya dan tubuhnya yang kurus kering, tampak kalau dia mengalami Kekerasan rumah tangga.
"Heh jal4ng! cepat keluar, ambil anakmu, jika kau tidak mengambilnya Sekarang dan menambah masalahku, aku akan membunuh Kalian berdua!" ucap Rio dengan tata tajam dan mengerikan.
Sean bergetar ketakutan, usianya hampir sama dengan usia Diandra dan dia menikahi Riko satu tahun lalu.
"Gara gara anak sialan itu, Mama mengancamku tidak memberikan bagian warisanku cihh dasar sialan, entah anak dari mana kau pungut itu!" umpat Riko.
"Dia anakku, dia bukan barang, dia manusia, dia anakku Riko!!" ucap Sean dengan suara bergetar.
" Cih sialan, hanya anak tidak penting tetapi kau begitu membelanya!" tangan Riko terangkat dan...
Plakk... Plakk
Dua pukulan mendarat di wajah gadis itu, gadis menyedihkan yang dijadikan jaminan hutang bahkan hidupnya tersiksa.
"Hiks hiks hiks.. kita sudah bercerai, tak ada lagi urusanku dengan dirimu bangsat, siapa kau berani menyiksaku, aku akan katakan pada Mama kalau aku yang memilih meninggalkanmu, kau bukan manusia!" bentak Sean.
Riko tersenyum, rencananya berhasil, Sean akan diperalat, pria itu menarik tangan Sean dan membawanya berjalan menuju Van putih yang dia lihat dimasuki oleh Otniel.
"Wahh apa dia orang kaya?" pikir Riko.
Tok... tok... tok...
Kaca mobil diketok dengan kasar, "Berikan anakku bajingan!" teriak Riko dari luar.
Klekkk..
Pintu dibuka, tampak lah Otniel yang berdiri menatap pria itu sambil menggendong Edward.
"Mana ibunya?" tanya Otniel.
Riko menarik Sean dnegan kasar, tampak di mata Otniel seorang gadis berambut panjang dengan tampilan acak acakan, bahkan tubuhnya tak terurus, sungguh miris melihat hal itu.
"Edward... nak, sini sama Mom," ucap Sean dengan suara bergetar.
Diandra, Joel, Vasko dan David menatap gadis itu, hati mereka sakit saat melihat seseorang menjadi korban kekerasan rumah tangga, tapi apa daya ikut campur dalam hal itu di luar kendali mereka, kecuali si korban meminta bantuan mereka.
"Mom Sean hiks hiks hiks... Mommy!!" teriak Edward, Otniel memberikan Edward pada gadis yang tampak Ling lung itu.
__ADS_1
"Jangan menyakiti Edward, aku bisa tau siapa dirimu, jika kau berani menyakitinya, hal yang paling menyakitkan akan datang padamu, ingat itu!' ucap Otniel.
Riko menyeringai, dia memasukkan kepalanya ke dalam mobil itu, sangat tidak sopan, dia menatap mobil itu dnegan tatapan nanar, melihat Diandra, menatap Joel, Vasko dan David.
"Wahhh kalian orang kaya, mau beli mereka berdua, aku akan beri dengan harga murah," ucapnya dengan menyeringai.
Bughh
"Pergi kau bangsat, sialan!" umpat Diandra yang posisinya tidak terlalu jauh dari Riko, Dian derdiri dengan wajah kesal dan memukul wajah pria itu dengan kasar.
"Sayang," David panik cepat cepat dia menarik istrinya.
"Tak apa, aku hanya benci dengan manusia menjijikkan itu," ucap Diandra.
"Riko, cepatlah, kau yang mengatakan jangan menambah masalah, cepat kita pergi dan selesaikan masalah ini!" ucap Sean.
Riko dan Sean pergi, Edward tampak menangis di pangkuan Sean.
"Daddy Niel!" lirih anak lelaki itu, apa daya Otniel tak bisa berbuat banyak, anak lelaki itu punya orang tua yang mengasuhnya, tak mungkin dia mencampuri urusan orang lain.
"Sial," Dokter muda itu masuk ke dalam mobil dengan wajah kesal.
Diandra tampak mengendus tangannya yang dia gunakan memukul Riko tadi, "ihhkk... dia pakai bedak, iewww... foundationnya tebal sekali..." ucap Diandra seraya menatap tangannya yang berbekas alas bedak.
"Hah? bedak? masa iya?" tanya David.
Otniel melihat tangannya, dia terbelalak saat melihat tangannya sama seperti Diandra dipenuhi dengan bedak.
"Ishhh apa apaan ini? menjijikkan, apa dia menggunakan bedak setebal ini?" Otniel mengangkat tangannya dan menunjukkan foundation yang menempel di tangannya.
Mereka semua terbelalak, pria tadi aneh, dia memakai bedak perempuan bahkan parfum yang dia pakai adalah parfum perempuan.
"Ihh jangan sampai aku bertemu orang seperti itu lagi," ucap Diandra bergidik ngeri.
"Tapi kasihan Edward dan wanita itu, apa dia ibunya? apa mereka orangtuanya? perasaan ku mengatakan kalau Edward bukan anak mereka," ucap David.
"Aku juga berpikir Sama, agak aneh, tapi itu bukan urusan kita," ucap Joel.
Otniel menatap ke jendela luar, pikirannya tak lepas dari bocah yang memanggilnya dengan panggilan Daddy itu.
Dia teringat dengan dirinya yang terpisah dari orangtua kandungnya, beruntung bertemu dengan orang sebaik Papa angkatnya.
"huffft... ku harap dia baik baik saja," ucap Otniel.
...****************...
Mereka semua pun kembali ke kediaman keluarga besar Park setelah hari gelap, semuanya lelah dengan kegiatan mereka, s telah makan malam bersama mereka masuk ke dalam kamar mereka masing masing dan larut dalam pikiran mereka.
__ADS_1
Lain halnya dengan David, dia sudah selesai mandi, dia kini berbaring di atas tempat tidurnya menanti sang istri yang masih di kamar mandi.
Dia tersenyum menatap kamar mandi, jiwa mesum bapak bapak muda ini mulai berkeliaran, dia menantikan servis seperti apa yang akan di berikan oleh istrinya padanya.
"Hehehe jadi malam ini bebas berapa ronde ya, aku akan membuatmu ketagihan sayang ," David tersenyum dengan segala rencana mesum di otaknya.
Pintu kamar mandi terbuka, Diandra keluar dari kamar mandi menggunakan Bathrobe putih yang kebesaran, dia mengeringkan rambutnya dengan handuk, matanya bertemu dengan mata David yang sedari tadi menatapnya.
"Sayang, aku mau menagih janji, kau tidak lupa kan?" ucap David sambil menaikturunkan alisnya dan meraba tempat tidur dengan tatapan menggoda istrinya.
Wajah Diandra bersemu merah, suaminya itu selalu membuat hatinya tergelitik.
"Haihh tapi sayang, dokter mengatakan aku tidak boleh lelah, Baby Bubu masih dalam masa rentan aku takut dia kenapa kenapa," ucap Diandra memasang wajah sedih sambil menunduk.
"Aku baru ingat kalau aku tidak boleh terlalu lelah, maafkan aku tidak mengatakannya tadi, bukannya aku tidak mau tapi Baby..." Dian berhenti bicara saat dia merasakan David memeluknya dari depan, entah sejak kapan pria itu disana.
"Kalau memang tidak boleh nggak masalah sayang, aku juga gak paksa, yahh paling aku tahan aja, dari pada kamu dan anak kita kenapa kenapa," ucap David, meski berat dia tak ingin memaksa walaupun itu haknya.
Diandra tersenyum, dia pikir suaminya akan merengek, ternyata David benar benar kepala keluarga yang dewasa.
Diandra melepaskan pelukannya dia menatap David sambil tersenyum, tangannya mengusap rahang suaminya dengan lembut membuat David berdesir.
Perlahan Diandra membuka Bathrobe nya, "Aku bercanda, aku hanya ingin melihat reaksimu sayang," ucap Diandra yang kini sudah membuka Bathrobe nya sepenuhnya.
Mata David terbelalak saat melihat istrinya menggunakan Lingerie merah menyala super seksi yang menunjukkan lekuk indah tubuh istrinya.
"Servis terbaik akan segera dimulai, bersiaplah sayang," bisik Diandra seraya meraba perut kotak kotak suaminya.
"Sayang tapi baby?" tanya David.
"Baby ingin kunjungan dari Papanya, Mamanya juga ingin," ucap Diandra sambil tersenyum manja dan mendorong suaminya yang hanya mengenakan celana panjang itu.
Brukk
David terjatuh ke atas tempatnya Tidur, Diandra menjalankan aksinya, memberikan servis terbaik untuk suaminya yang tampan.
Malam itu tak lagi dingin, mereka bergelut dalam peluh dan erangan, benar benar menikmati waktu mereka.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😊
BANG DAVID DAPAT SERVIS HAHAHAHAH
__ADS_1