Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
MODUS


__ADS_3

Otniel sudah selesai menjahit luka luka di tubuh Vasko, tidak terlalu parah hanya ada beberapa bagian yang robek.


Otniel memasang wajah kesal begitu pun dengan Joel yang ikut membantu Otniel membersihkan luka Vasko yang sedari tadi senyum senyum sendiri bahkan saat Otniel menjahit lukanya tanpa bius, pria itu tetap tersenyum meski meringis kesakitan.


Plakkk


Satu pukulan maut melayang di kaki Vasko, Otniel memukul kaki Vasko dengan wajah kesal, bukannya marah Vasko malah senyum senyum sendiri sambil menatap Otniel dan Joel bergantian..


“Woi kau sudah gila atau kehilangan otakmu?” ucap Otniel namun tidak ditanggapi oleh Vasko, pria itu malah terus terusan tersenyum hal yang sangat jarang dia lakukan di dunia nyata, biasanya pria sangar itu akan memasang wajah garang dan menyeramkan seolah ingin memakan manusia.


“Wah Niel, sepertinya otaknya perlu di periksa, kurasa dia mendapat pukulan keras dari orang yang memukulnya, otaknya sedikit geser, lihat dia tertawa seperti itu,” ejek Joel yang terheran heran dengan tingkah Vasko.


Sementara itu di dalam dapur, Diandra dan David bekerja sama memasak sarapan pagi mereka, apalagi melihat Vasko seperti tadi membuat Diandra tak tega membiarkan mereka makan pagi terlalu siang.


Acara memasak pagi ini terasa berbeda dengan segala tingkah kekanakan David yang malah mengerjai istrinya dengan semua drama yang di buat buat oleh pria itu.


Seperti saat ini, Diandra tengah asik mencuci sayuran tanpa berbincang bincang, David yang melihat istrinya begitu serius seketika tersenyum jahil.


“Heheh aku akan dapat bonus hari ini, Papi maafkan putramu, sepertinya aku akan meniru modusmu untuk mendekati Mami hehehe,” Batin David yang mulai tersenyum jahil.


David tengah mengiris Cabai dan bawang dengan sangat hati hati, tiba tiba..


“Arrrrhhhhkkk..... Panas Panas.... Dian... tolong aku.... mataku panas...” teriak David dengan suara panik sambil berpura pura kepanasan.


Mendengar suaminya berteriak panik, membuat Diandra jadi panik sendiri dia segera meletakkan sayuran yang sedang di cucinya di dalam wastafel dan menghampiri David dengan wajah khawatir.


“Ada apa?” tanya Diandra panik, dia melihat David menutup kedua matanya seperti sedang kesakitan padahal hanya pura pura.


“Mataku... mataku perih tolong ini sangat perih aku menyentuhnya saat memegang cabai tadi aahhhh....” David Kembali berpura pura meringis kesakitan.


“Astaga kak, kenapa gak hati hati sih?” ucap Diandra yang langsung menarik kedua tangan suaminya menuju wastafel sedangkan David terus saja merengek dan berpura pura, sungguh banyak drama pria ini.


Diandra segera membasuh kedua tangan David dengan lembut, “ Menunduk biar ku basuh wajahmu,” ucap Diandra, tampak raut wajah khawatir tergambar jelas di wajah wanita itu.


David menunduk mengikuti arahan Diandra, benar benar sebuah modus yang berhasil membuat Diandra memanjakan dirinya.


Dian dengan penuh kelembutan membilas wajah David dan membersihkan mata suaminya.


“Tangannya sangat lembut, seperti tangan Mami, ahhh jadi kangen Mami, Mama Park, Mommy juga, Mom Elin, aku kangen mereka semua,” batin david mengingat keluarga besarnya.

__ADS_1


“Coba buka matamu kak? Apa masih perih?” tanya Dian.


David melingkarkan tangannya di pinggang ramping Diandra membuat jarak di antara mereka begitu dekat, “Tak apa kan aku seperti ini, aku tak bisa melihat, ini masih perih,” ucap David yang mencoba membuka matanya dan berpura pura kesakitan, aktingnya sungguh luar biasa dia bahkan bisa mengeluarkan air matanya membuat aktingnya semakin sempurna.


“Masih perih?” tanya diandra yang di jawab anggukan kepala oleh David yang bertingkah seperti anak kecil.


“Bisa kau tiup ? ini sangat sakit sayang,” rengek pria itu.


Demi Raja Neptunus yang pernah di puja banyak orang, akting David benar benar mengerikan, jika keluarga besar dan sahabat sahabatnya melihat ini, mereka tidak akan percaya kalau pria itu adalah David si kalem yang ternyata menyembunyikan kegesrekannya selama ini.


“Kenapa suaramu tiba tiba manja seperti itu? Kau seperti anak anak saja kak,” ejek Diandra yang merasa lucu dengan suaminya.


“Ck.... cepatlah tiup dulu ini perih sekali,” rengek David.


“Iya iya.... akan kutiup, makanya hati-hati kak,” ucap Diandra sambil berjinjit dan mulai meniup mata David.


“Heheh maaf merepotkanmu,” ucap David yang masih memeluk pinggang ramping istrinya.


Fuhhh.....


Fuhhhh....


“Sudah kak, apa sudah sembuh?” tanya Diandra sambil menatap wajah suaminya.


David membuka matanya dan mengedip kedipkan kedua matanya, berpura pura kalau itu benar sakit, benar benar modus si raja bucin yang selalu efektif.


“Sepertinya sudah, ahh... tidak sakit lagi tapi masih sedikit perih, terimakasih sayang,” ucap David sambil mendaratkan satu buah kecupan ringan di bibir Diandra yang sukses membuat wanita itu terdiam kaku dengan mata membulat.


David benar benar mengambil kesempatan die setiap waktu, pria itu melepaskan pelukannya lalu kembali ke meja untuk menyelesaikan pekerjaannya.


“Sayang kenapa kau malah bengong? Ayo cepat selesaikan masakanmu, apa kau mau kecupan lagi?” sekali lagi David menjahili istrinya.


Diandra tersadar dia menggelengkan kepalanya dengan cepat, wajahnya benar benar merona saat ini, bagaimana bisa David melakukan itu saat mereka di dapur, kalau yang lain lihat bagaimana itulah yang dipikirkan Diandra.


David tersenyum melihat istrinya yang salah tingkah karena dirinya,”Hahah aku menang banyak, lagi ahh,” ucap David dengan senyuman jahilnya.


Sedangkan Diandra masih mengingat kejadian tadi dengan jelas, bahkan jantungnya benar benar berdebar saat ini.


“Kak David kau membuatku benar benar gila,” batin Diandra sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Diandra menetralkan pikirannya, dia berusaha bersikap senormal mungkin, dengan cepat Diandra membersihkan sayuran itu.


Tiba tiba David berdiri di belakangnya sambil menjulurkan kedua tangannya dari belakang untuk mencuci daging segar yang akan mereka masak pagi ini, dengan sengaja David mengurung Diandra di dalam pelukannya.


Deg.... deg..... deg....


Lagi lagi Diandra terdiam, dia bagai tersengat listrik saat David merapatkan tubuhnya pada Diandra, yang bisa Dian lakukan hanya terdiam kaku.


David tersenyum jahil, dia mencuci daging itu tanpa bicara apa apa, dia bisa melihat jelas ekspresi Diandra yang tampak terkejut sekaligus gugup di saat yang bersamaan.


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di pipi wanita itu membuat Dian bagai disengat listrik, tubuhnya berdesir, lain halnya dengan David dia malah merasa menang banyak hari ini, pria itu kembali ke depan kompor dan mulai mengolah daging segar itu sambil tersenyum puas.


“Hahahaha, lihat ekspresimu sayang, begitu lucu hahahahah, ini benar benar menyenangkan hahahah,” David tertawa jahil di dalam hatinya.


“Ya Tuhan, kenapa aku jadi kaku seperti ini, astaga ini benar benar membuatku jantungan,” ucap Diandra di dalam hatinya, dia masih terbengong.


“Sayang kenapa diam? Sayurnya harus segera di masak,” ucap David yang lagi lagi berdiri di belakang Diandra dan mencuci kedua tangannya di wastafel.


“Ehh... i..iya...” ucap Diandra gugup, dia melanjutkan pekerjaannya, namun lagi lagi David membuatnya tidak fokus karena pria itu mengecup pipinya sekali lagi.


“Astaga siapa pun tolong aku, kenapa jadi seperti iniiiii......” teriak batin diandra.


“Hahahaha.... kena kau sayang,” batin David yang sudah memasak lauk mereka.


Sedangkan di sisi pintu ketiga pria jomblo itu hanya bisa geleng geleng kepala menyaksikan drama romansa di pagi hari.


Vasko dengan perban di kepalanya dan luka bekas jahitan di lengan dan kakinya, Otniel dengan wajah kusut karena di bangunkan paksa dan Joel dengan celana kodok yang biasa dia pakai ke ladang berdiri disana menyaksikan kedua sejoli itu.


“MODUS!!” gumam mereka bertiga.


.


.


.


Like, vote dan Komen🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2